
Akhirnya Sasa tertidur juga , setelah minta dibacakan buku cerita dulu tadi .
Setelah keluar dari kamar Sasa , Luna berjalan ke dapur mengambil air minum lalu membawanya ke kamar .
Begitu membuka pintu kamar , ternyata sudah gelap gulita .
" Mas ..." Panggilnya .
Tak ada jawaban , ia menaruh gelasnya di meja , berjalan hati-hati karena lampu tidur pun mati dan hanya mendapatkan pantulan cahaya dari balik tirai balkon .
Setelah itu ia mendekat ke tempat tidur , mengembalikan bantal yang tadi berserakan di sofa .
Mungkin Mas Arya masih dikamar mandi , pikirnya .
Ia berbalik mau mengambil baju dan ....
" Haaaaaaaaaaa ...!" Ia menjerit , melihat Arya sudah berdiri di depannya dan karena kaget , ia memundurkan kaki ...sampai akhirnya terjatuh ke tempat tidur , sementara Arya langsung berbaring di atasnya .
" Sssstttttttt....." Arya membekap mulutnya ." Kenapa teriak ?!" Bisiknya .
" Kenapa ngagetin ..." Balas Luna .
Terdengar ketukan di pintu .
" Luna kenapa ?" Ternyata Mama .
" Oh nggak papa kok Ma ."
" Ya sudah ." Terdengar suara langkah kaki Mama menjauh .
Arya menarik nafas lega , lalu mengalihkan telapak tangannya dari bibir Luna .
" Bikin jantungan ." Seru Luna .
" Oh ya ..."
Luna meringis kesal .
Sementara Arya malah diam , sambil terus menatapnya ...tak berkedip .
" Kenapa ?"
Arya diam , hanya tatapannya yang menyiratkan perasaan yang dirasakannya saat ini .
__ADS_1
Luna menatap ke dalam sorot mata itu ...
Sementara tangan kanannya menopang wajahnya yang hanya berjarak sekian centimeter saja dari wajah Luna , tangan kirinya meraih tali kimono yang dikenakan Luna dan melepaskannya .
Dengan nafasnya yang memburu ...Arya membenamkan wajahnya di dada Luna , dan tangan kirinya menyeruak masuk melingkar di kulit pinggangnya yang terasa hangat , menjalar ke seluruh tubuhnya .
Perasaan itu kian memuncak ,tak bisa dipungkiri ...sejak awal mereka disahkan sebagai suami istri , rasa itu muncul begitu saja di hatinya ...tapi ia mengabaikan semua dan masih tidak meyakininya .
Ia mendongak ... menatap kembali wajah istrinya yang nampak memejamkan mata .
Ia mendekat ..dan langsung tertuju dengan bibir tipis di depannya ...terasa hangat seperti perasaannya saat ini .
Hanya ini yang membuatnya bahagia untuk saat ini ...ia mendekapnya erat . Semua akan dimulai sekarang ...mereka telah menjadi suami istri seutuhnya ...
Dipandanginya wajah Luna yang masih terlelap disampingnya .
Ia menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya .
Setelah itu , kecupan mendarat di keningnya .
Sambil tersenyum , ia mengusap lembut pipinya , sebelum berdiri dan berjalan ke kamar mandi .
Paginya ...
Arya sedang menikmati roti coklatnya sambil memikirkan lagi ..ia belum cerita ke Orang tuanya soal Kinan . Apa sebaiknya ia menceritakan ini semua sebelum bertemu Kinan nanti .
Ia menatap Sasa yang sedang memainkan sendok di meja makan .
" Sa , kamu susulin Mama ke kamar , suruh cepat ya ."
Sasa mengangguk , lalu turun dari kursi dan berlari ke kamar Luna .
" Pa , kemarin Kinan menemui aku ." Ucapnya ,setelah melihat Sasa sudah menjauh .
Karina dan Ardi nampak terkejut mendengarnya .
" Dimana ?" Tanya Karina .
" Kemarin dia kekantor ...sebelumnya kita bertemu waktu aku sama Luna makan malam bersama Laura ."
" Jadi Luna sudah bertemu juga ?" Tanya Ardi kali ini .
Arya mengangguk .
__ADS_1
" Terus ...?"
" Intinya ...dia minta diberi waktu untuk bisa bertemu dengan Sasa ."
Karina menarik nafas panjang ." Mama sudah menduga akan ada kejadian seperti ini nantinya ..."
" Lalu ...keputusan kamu ?" Tanya Ardi serius .
" Mungkin akan memberinya waktu tapi tidak banyak juga , nanti malam kita akan bertemu dan membicarakan ini ..."
" Luna tahu ?"
" Iya Ma ...ini juga Luna yang memutuskan , kemarin Luna yang menelpon Kinan untuk buat janji bertemu malam ini."
Ardi mengangguk .
" Tapi sebaiknya ...Kinan menemui Sasa hanya dirumah ini saja ." Usul Karina .
" Iya Ma , rasanya lebih baik begitu ."
" Tapi ingat satu hal , kamu harus tegaskan ke Kinan ...dia datang kesini hanya untuk menemui Sasa , nggak lebih ...jangan sampai dia beranggapan bisa bebas berbuat apa saja di rumah ini ...ingat kamu juga harus menjaga perasaan Luna ." Ucap Ardi , seperti merasa khawatir kalau mantan menantunya itu akan membawa masalah baru di rumah ini .
" Iya Pa ."
" Dan satu lagi ...kamu harus bicara sama Sasa , beri pengertian soal status Kinan dan Luna di rumah ini ,jadi dia tidak akan salah sangka nantinya ...ini hanya untuk menjaga jangan sampai ada masalah baru kalau Kinan akan sering datang ke rumah ini nantinya ." Tambahnya .
" Iya Pa ...maka dari itu , aku minta Papa dan Mama untuk tetap tinggal disini , jadi masih bisa mengawasi semua saat Kinan menemui Sasa nantinya ."
Karina dan Ardi mengangguk setuju , lalu mereka diam karena mendengar suara Sasa mendekat .
Luna menuntun Sasa ke meja makan dan mendudukkan di kursi , lalu ia menyiapkan roti untuk Sasa .
Sasa menatapnya ." Ma ...kok rambutnya masih basah ?" Tanyanya .
Luna menaruh roti di piring .Hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Sasa . Ia tidak sempat mengeringkan rambut juga tadi .
" Kenapa Mama keramasnya pagi-pagi ?" Tanya Sasa lagi dan kali ini membuat Karina dan Ardi pun ikut menatapnya . Hal ini membuatnya canggung .
" Oh iya , kemarin nggak sempat keramas Mama ...udah bau rambutnya ."
" Oh ..." Jawab Sasa ,lalu beralih ke Arya . " Papa kok nggak keramas juga ?"
" Uhuuuukkkk....." Pertanyaan Sasa membuatnya tersedak , ia buru-buru mengambil air putih di depannya .
__ADS_1
Karina terbahak mendengar pertanyaan Sasa .