
Akan ku urus surat perjanjian itu "
Ucap bagas tegas
Bagas beranjak pergi menaiki motor nya dengan wajah lemas, menemui ningrum orang yang dia cintai
Di depan rumah ningrum dia terdiam duduk di atas motor , memandang teras yang masih sepi .
Terbayang di mata nya, ningrum yang sedang menggendong bayi, di depan ningrum bagas mengajak bayi itu bicara
(hai bayi kecil anak papa, cepat besar ya, nanti papa ajak main ke kota .
Ciluuuukk baaaa )
Tangan bagas menutup wajah kemudian membukanya lagi , mengajak bayi bermain
Ningrum yang menyadari kedatangan bagas berjalan ke teras, memanggil manggil nya namun laki laki itu terdiam ,padahal ke dua mata nya menatap ke arah ningrum
Ningrum menghampiri bagas memanggil nya sebari menepuk pundak nya membuat bagas terkejut lalu menoleh pada ningrum
"mas.. Ko nggak masuk ?"
Tanya ningrum
"sayang, bikin mas kaget aja "
"lagian mas di panggil panggil dari tadi gak nyaut nyaut, malah bengong disini "
Ucap ningrum
"iya maaf tadi mas sedikit ngelamun , "
"ya sudah ayo masuk "
Tangan ningrum menarik tangan bagas menuntun nya ke dalam
"bagai mana bayi nya, apa hari ini dia membuat mu merasa mual lagi sayang? "
bagas mengelus perut rata milik mungkin
"tidak mas, hari ini aku merasa baik baik saja , kata dokter aku tidak akan merasa mual atau kelelahan jika tidak berhubungan suami istri dulu di trimester pertama ini "
ningrum ikut mengelus perut nya
"sepertinya janin itu tidak mau keluar, sudah berbagai cara mas lakukan agar membuat nya keluar tapi hasil nya selalu gagal "
Ucap bagas menidurkan kepala nya di pangkuan ningrum
"terus gimana dong mas, ? "
Tanya ningrum seraya mengelus pipi bagas
"mas masih mikir sayang, apa mas ceraikan saja? "
"kalo wanita hamil tidak bisa di ceraikan mas, kecuali kalau sudah melahirkan "
Ucap ningrum memberi penjelasan
"tapi menurut ku juga lebih baik di ceraikan saja mas, jadi mas cuma punya aku aja "
Tangan ningrum mencubit gemas pipi bagas
"kamu ni ya.. Kan masih ada fatma sayang "
Ucap bagas, membuat ningrum langsung cemberut
"iya iya aku tau "
Bibir ningrum memonyong cemberut
"udah ah gak usah cemberut begitu , kamu jadi jelek kalo cemberut " rayu bagas tangan nya mencubit gemas pipi ningrum
"mas juga sih "
Ningrum masih jutek
"sudah lama sekali mas tidak tidur dengan mu sayang, sejak kamu positif hamil mas tidak bisa menjenguk bayi di sini "
Bagas mengelus perut ningrum
"belum bisa mas, kata dokter juga jangan di pake dulu,
Nanti bisa ke guguran mas "
__ADS_1
Ningrum terus saja memberi alasan
" lalu kapan?
Mas sudah merindukan nya sayang "
Bagas bangkit lalu mencium bibir ningrum yang sedikit tebal
"nanti aku konsultasi lagi ke dokter ya mas ,
Mas sabar dulu "
Ningrum melepas ciuman bagas
"Mas merindukan tubuh mu "
Bagas menciumi leher mulus ningrum ,
Ningrum menikmati nya namun segera di hentikan nya aksi bagas
"mas udah gak kuat sayang " lirih bagas
Ningrum Segera bangkit, meminum segelas air yang berada di atas meja laci . Sebenarnya dia sudah mulai merasakan hasrat nya mulai naik namun untung segera bangkit
"mas tidur sama hana dulu, aku takut nanti bayi nya kenapa kenapa "
Pinta ningrum
"baiklah sayang, tapi janji ya, nanti kalau sudah konsultasi sama dokter mas ingin memuaskan nya bersama mu " bagas mendekati ningrum ,kembali mencium bibir ningrum lalu melepasnya
Bagas yang sudah merasakan hasrat nya kian naik, segera pergi menuju rumah hana
Setiap saat selalu hana yang akan jadi pemuas hasrat nya , dan hana hanya akan menurut.
Ningrum yang masih berdiri merasakan hasrat nya yang mulai naik segera mengambil ponsel di bawah bantal, menekan nomor yang selalu di hubungi nya kala bagas membuat hasrat nya naik
"sayang, mas bagas sudah pergi "
Lirih ningrum
"iya aku akan segera sampai, persiapkan dirimu ya sayang "
Ucap laki laki di sebrang telpon
Ningrum menghubungi arif,
Di belakang bagas ningrum telah bermain hati dengan arif, bahkan sebelum ningrum menjadi istri bagas
Setelah ningrum positif hamil, arif melarang ningrum untuk bercinta dengan bagas, jika hanya sebatas berciuman atau semacam nya arif mengizinkan nya
Ningrum sangat penurut pada arif, walaupun arif berstatus selingkuhan nya namun cinta nya mampu menuruti apapun yang arif katakan
bagai mana tidak, Arif yang begitu tampan, dengan wajah nya yang mulus, putih, badan nya ber otot, perpenampilan nya selalu keren . Membuat ningrum jatuh cinta hingga di buta kan nya
Sudah begitu lama arif menjalin hubungan terlarang dengan ningrum, bahkan perceraian ningrum yang sebelum nya juga karena ada nya orang ke tiga , ya itu arif
Namun saat arif melamar ningrum ketika sudah menjadi janda, keluarga ningrum menolak, dengan alasan latar belakang arif yang kurang di sukai keluarga nya,
Juga keluarga arif yang tak tau tinggal dimana , namun meskipun begitu tak membuat hubungan arif dan ningrum memudar, mereka justru semakin lengket
Hingga saat bagas yang melamar ningrum , bagas di sambut hangat oleh keluarga ningrum, bagas yang sudah terkenal baik , pengusaha kaya yang di tinggal istri nya
Ahirnya ningrum menikah dengan bagas tanpa memutus hubungan nya dengan arif lelaki yang sudah sepenuh nya mendapatkan hati ningrum
Tak lama arif sudah berada di rumah ningrum, ningrum yang sudah siap memuaskan hasrat nya , bertelanjang di atas tempat tidur dengan di tutupi selimut tebal warna coklat
Arif segera menghampiri nya, menjalankan tugas nya sebagai seorang laki laki jantan , arif membangkitkan kembali hasrat ningrum hingga memuncak.
mereka berdua bercinta hingga mencapai kepuasan
Kamar itu telah lama menjadi saksi bisu atas perbuatan keji antara ningrum dan arif yang tak juga menyadari perbuatan nya yang salah
Di lain kamar bagas juga memuaskan hasrat nya pada hana , namun mereka tidak ber zina seperti yang ningrum lakukan, mereka melakukan nya murni halal sebagi pasanga suami istri
Bberapa bulan berlalu , bagas seperti sudah lupa dengan tubuh ningrum ,
Ningrum belum sekali pun melayani suami nya semenjak hamil , bahkan di usia kandungan nya yang kini menginjak 7 bulan
Sebalik nya , hana yang sudah menginjak usia kehamilan 7 bulan setiap malam nya harus terus menjadi pemuas nafsu suami nya yang sudah menjadi laki laki haus se*s
Setiap hari bagas menemui ningrum selayak nya seorang suami, namun hanya sekadar ngobrol ataupun sekedar bermesraan layak nya pacaran . Ningrum membatasi bagas untuk tidur bersama nya selama hamil
Bagas hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan ningrum, wanita yang sangat di cintai nya sejak masih remaja .
__ADS_1
Pagi pagi sekali hana menyetrika pakaian , sudah beberapa malam dia sudah mulai tidak nyenyak tidur, kadang jam 2 atau jam 3 pagi sudah terbangun dan susah untuk tidur kembali
Saat menyimpan pakaian suami nya ke dalam lenari, hana menyentuh benda asing di sela tumpukan baju suami nya
Hana mengambil benda tersebut dan ternyata benda itu guci kecil yang waktu bberapa bulan yang lalu dia temukan
Hana membuka tutup guci berwarna merah,
Guci tersebut kosong tak berisi apapun
Lalu hana membuka penutup guci dari kain yang di gulung , hama juga tak menemukan apa apa , hanya ada tulisan tulisan kecil di kain tersebut
Hana berniat menggulungkan nya lagi namun hana penasaran dengan tulisan yang ada di kain merah tutup guci
Hana meneliti dengan jelas tulisan itu, tapi tak ada satu pun yang hana mengerti, semua tulisan nya ber huruf arab tanpa baris huruf
Namun hana menemukan satu nama di tiap sudut kain itu , dapat jelas membaca nya.
Tertulis nama suami nya di sana
Bagas bin mulyono
Tulisan nya begitu kecil namun jelas.
Mata hana melotot melihat nya , menebak nebak apa arti dari guci ini.
Hana segera menyembunyikan guci itu ke dalam saku daster nya , saat suami nya beralih posisi yang tadi nya menyamping ke kanan kini menyamping ke arah nya berada
Segera hana keluar dari kamar menyimpan guci itu di laci ruang tamu dimana hana menyimpan qur'an berukuran kecil dan tasbih . lalu hana kembali ke kamar dimana bagas tidur
Hana membangunkan bagas seperti biasa nya,
Namun kali ini suami nya terlihat kurang ber semangat.
Tanpa sarapan bagas pergi kuar , kembali ke rumah ningrum, meskipun badan nya merasa sedikit kurang sehat
Sedikit lagi sampai ke rumah ningrum tiba tiba motor nya mendadak mati, bagas membuka jok motor mengecek bensin nya dan ternyata
Plak!
Bagas menepuk jidat
"aku lupa isi bensin "
Ucap nya
Di dorong nya motor tersebut sampai depan rumah ningrum, lalu tanpa mengetuk pintu bagas membuka pintu berniat segera mengambil air minum karna merasa haus .
Namun hendak mengambil air minum langkah nya terhenti kala mendengar ningrum dari kamar nya tengah bicara dengan laki laki di telpon . Suara nya terdengar jelas sebab di loodspeaker
"awas aja kalau sampai laki laki goblok itu berani menidurimu "
"engga mungkin sayang, dia gak akan berani kalau aku menolak nya "
"hanya aku yang boleh tidur dengan mu sayang,
"iya sayang, aku juga tidak nafsu sama laki laki bodoh itu "
"biarkan saja dia tersiksa dengan godaan tubuh mu sayang ,
Bilang saja demi kesehatan bayi yang ada di dalam kandungan mu"
"iya sayang "
Begitu bagas mendengar pembicaraan ningrum dengan laki laki yang di panggil nya sayang, mata bagas langsung me merah, tangan nya mengepal sangat kuat, rahang nya mengeras , dada nya panas bergemuruh
Duggghhh!!
Bagas membuka pintu kamar dengan tendangan yang sangat keras, membuat pintu terbuka lebar
Bagas berjalan menghampiri ningrum yang sontak terkejut dengan kedatangan nya, hingga tak sempat mematikan sambungan telepon
Plak!!!!!
Bagas menampar ningrum sangat keras membuat ningrum tersungkur ke bawah tempat tidur
"jaga bayi kita baik baik ya sayang "
Terdengar suara laki laki di telepon masih berbicara
Amarah bagas yang sudah di ubun ubun membeledak , tangan nya mengepal menonjok kaca rias hingga pecah meninggalkan bekas di tangan nya darah yang bercucuran.
bagas juga menggulingkan meja rias , membuat benda yang ada di meja rias jatuh dan berantakan ke segala arah
__ADS_1
Ningrum tak sedikitpun bangkit, dia masih dalam keadaan duduk tersungkur , hanya sedikit bergeser karena takut tertimpa meja rias
"sayang bunyi apa itu "