KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 43


__ADS_3

" Apa ?"


Sentak Arya , membuat beberapa orang didekatnya langsung mengarah padanya .


Ia berdiri dan berjalan menjauh , sembari masih berbicara di telpon .


" Kamu bilang ke mereka ,kita bertemu di restoran jam 2 ."


" Iya ..baik ."


Ia menutup ponsel dan bergegas menghampiri Karina yang tengah berbicara dengan Minah di depan .


" Ma ..."


Karina menoleh ." Kenapa ?"


" Di depan ada wartawan ."


" Kok bisa ?" Tanya Karina kaget .


" Aku juga nggak tahu ."


Karina mendesah pelan ." Terus gimana ?"


" Aku akan menemui mereka di restoran jam 2 ."


" Ya oke ...ide yang bagus ." Karina mengambil ponselnya di tas ." Mama hubungi Pak Surya dulu biar disiapkan semua ."


Arya mengangguk , lalu berjalan menjauh .


Karina segera menghubungi Pak Surya , orang kepercayaannya yang selama ini membantu mengelola restorannya .


Luna ada di depan ,berbicara dengan satu kerabat Arya yang juga baru dikenalnya . Mereka terlihat akrab karena memang nampak seumuran .


Sampai Arya mendekat dan membisikkan sesuatu di telinganya .


" Sebentar ya ." Pamit Luna , lalu mengikuti Arya masuk kamar .


Sementara Sasa sepertinya sedang mengobrol bersama Laura dan Mamanya .


" Kenapa ?" Tanya Luna begitu mereka cuma berdua di kamar .


" Habis ini kamu ganti baju ..."


" Memangnya mau kemana ?" Tanya Luna heran .


" Di depan banyak wartawan dan aku sudah buat janji sama mereka , kita bertemu jam 2 di restoran Mama ."


Luna menatapnya kaget ." Tapi bagaimana bisa mereka tahu ?"


" Entahlah ..."


Waktu berjalan cukup cepat . Meski beberapa kerabat masih berkumpul di rumah . Mereka tetap harus pergi juga ...


Luna membuka lemari baju di kamar Arya ,yang sekarang juga akan menjadi kamarnya .

__ADS_1


" Baju kamu sebelah kiri ." Ucap Arya , sambil menunjuk dengan tangannya .


Kamar ini memang lebih luas dibanding kamar lain di sini , dengan satu ruangan lain tanpa sekat , yang berisi lemari baju , sepatu dll .


Ada dua lemari baju besar dengan 6 pintu di pojok ruangan .


Luna membuka pintu paling ujung lemari .


Berisi baju-baju tidur sudah berderet rapi disana , ini baju yang dibelinya saat itu waktu mereka ke Mall bersama Sasa .


Pintu kedua , ia membukanya dan cukup terkejut . Begitu banyak baju tertata rapi dengan berbagai model , layaknya seperti yang dipajang di butik .


" Pakai baju biasa aja ,bukan acara resmi juga ."


Arya muncul di belakangnya .


Sudah siap rupanya ...dan memang penampilannya terlihat santai .


Hanya memakai celana panjang hitam dengan kaos polo putih .


Luna mengangguk ..dan akhirnya mengambil kemeja putih yang tergantung disana , dengan celana hitam .


15 menit kemudian ..


Luna siap dan hanya menguncir rambutnya .


Tetapi ia sudah menghapus riasan yang tadi dan hanya memakai make up senatural mungkin .


Setelah berpamitan dengan beberapa saudaranya yang masih di rumah . Mereka segera berangkat .


" Nggak usah bicara apa -apa ."


Lokasi restoran tak begitu jauh dari rumah , hanya membutuhkan waktu 15 menitan .


Begitu sampai di depan restoran , terlihat parkiran depan sudah penuh , beberapa wartawan sudah nampak menunggu .


Melihat mobil Arya masuk , mereka bermaksud menghampiri tapi dicegah 2 satpam yang berjaga disana .


Arya membelokkan mobil ke parkiran samping , yang memang bukan dikhususkan untuk pengunjung .


Begitu turun , satpam restoran menghampirinya .


" Siang Pak Arya ." Sapanya .


" Siang ."


" Siang Bu ." Sapanya pada Luna .


" Siang Pak ."


" Mari saya antar ." Ucapnya ramah , lalu mempersilahkan mereka masuk .


Arya mendekati Luna , menggandeng tangannya ...lalu mereka masuk ke dalam melewati pintu samping .


Mereka masuk lift , menuju ke lantai 2 .

__ADS_1


Disana ruangan sudah tertata serapi mungkin .


Para wartawan sudah duduk menunggu .


Begitu mereka masuk , semua mata langsung menatapnya .


Semuanya berdiri dan sudah bersiap dengan pertanyaan-pertanyaan mereka .


Arya dan Luna duduk di kursi yang sudah di sediakan . Sementara 2 satpam berdiri di samping mereka .


Jepretan lampu kamera dan berbagai pertanyaan cukup membuat suasana langsung berisik .


Satu hal yang belum pernah dialami Luna sebelumnya , hal ini membuatnya gemetaran . Keringat dingin sudah membanjiri tubuhnya .


Tangannya pun sudah basah .


Disebelahnya ...Arya sudah sibuk menjawab beberapa pertanyaan mereka .


Termasuk saat di hotel waktu itu . Ia cukup terkejut , mereka bisa tahu masalah ini dan ia juga jadi tahu ...waktu itu Arya menggendongnya sendiri dari kamar hotel sampai ke mobil .


Ada yang melihatnya waktu itu dan membuatnya cukup tak nyaman .


Beberapa pertanyaan coba dialihkan padanya , tapi dengan cepat Arya mengambil alih untuk menjawabnya .


Ia tak tahu harus menjawab apa , kalau sampai pertanyaan itu benar-benar ditujukan padanya .


Sampai pada saat Arya memperkenalkan dirinya di depan wartawan .


Mereka berdiri dan tangan Arya masih tetap menggenggamnya ...


Di salah satu rumah , di kota lain .


Ia cukup terkejut dengan salah satu televisi yang sedang menyiarkan secara live acara itu .


Ia membesarkan volume nya , melihat sambil menikmati teh hangat ditangannya .


Diperhatikan dengan seksama wajah perempuan yang ada di layar televisi .


Sedari tadi hanya diam dan terus memperlihatkan senyuman ramahnya .


" Pak Arya silahkan ."


Satpam disampingnya , mempersilahkan berdiri .


Arya berdiri diikuti perempuan di sebelahnya , tangannya tak lepas dari genggamannya .


Sampai sebuah ucapan keluar dari mulutnya .


" Saya akan memperkenalkan secara resmi kepada kalian ." Kali ini ia melepaskan genggaman tangannya dan beralih melingkarkan tangan kiri di bahunya .


" Ini yang disebelah saya ...Luna Alinka ...istri saya ." Ucapnya lantang , lalu mereka mengangkat tangan ,menunjukkan cincin yang tersemat di jari keduanya .


Pyarrrrr !!!!


Cangkir yang dipegangnya terlepas dan berserakan di lantai .

__ADS_1


Air matanya meleleh .


__ADS_2