
Hari Minggu ...
Pukul 09.00 Sasa masih bermalas-malasan di kamarnya , ketika Arya masuk .
Ia akan membicarakan soal Kinan hari ini dan Sasa harus tahu dulu bagaimana posisi Kinan sekarang , seperti yang di bilang Papanya . Semua harus dimengerti Sasa , jangan sampai ada kesalahpahaman nantinya .
" Sa ...kenapa belum mandi , kamu nggak lapar ?"
Sasa menggeleng sambil tidur-tiduran dan memeluk bonekanya .
" Ya sudah sekarang duduk , Papa mau ngomong sesuatu ."
Sasa langsung duduk di atas kasur dan menatap Papanya heran ." Ngomong apa ?"
Arya menarik nafas panjang , bingung juga harus mulai dari mana .
" Sasa mau ketemu sama Mama Kinan ?" Tanyanya langsung .
Sasa membelalakkan matanya , tapi tak menjawab .
" Bukannya dulu Sasa bilang kangen sama Mama ?" Tanya Arya lagi .
Sasa akhirnya mengangguk juga .
" Kalau Mama datang kesini , Sasa mau ?"
" Mau Pa ." Jawab Sasa .
" Nanti pas ulang tahunnya Sasa , Mama mau datang kesini , Sasa senang kan ..?"
" Tapi Sasa mau ulang tahunnya sama Papa sama Mama ."
" Iya sama Papa juga pasti dan semuanya ."
Sasa diam dan menundukkan kepalanya .
" Kenapa Sa ?" Tanya Arya heran .
" Mama mau tinggal disini lagi ...?" Tanyanya pelan .
Arya menggeleng ." Sa ...Mama udah nggak bisa tinggal di rumah ini lagi , tapi kalau Sasa mau ketemu sama Mama kapanpun aja boleh ."
" Memang kenapa Pa ?"
Arya diam sebentar , lalu mengusap wajahnya perlahan .
" Apa karena sudah ada Mama Luna disini ya Pa ?" Tanya Sasa lagi , yang cukup membuat Arya kaget .
" Bukan begitu Sa , ini nggak ada hubungannya dengan Mama Luna ...memang Papa sama Mama udah nggak boleh tinggal bersama lagi , dengan atau tanpa ada Mama Luna dirumah ini ." Ucapnya memperjelas , semoga Sasa bisa sedikit mengerti .
" Tapi Mama Luna akan tetap tinggal disini kan ?"
__ADS_1
" Iya ."
" Nggak akan pergi ?"
Arya tersenyum ." Iya ...Mama Luna akan terus tinggal disini sama kita ...Sasa senang kan ?"
Sasa mengangguk .
Arya mendekat dan memeluknya , Sasa melingkarkan tangan di perut Papanya .
" Papa mau kemana ?" Tanyanya lagi ,melihat Papanya terlihat sudah berpakaian rapi .
" Papa mau ada meeting sebentar ."
" Tapi kan ini hari Minggu ?"
" Iya ...cuma sebentar kok ."
" Sa..."
Luna muncul di depan , lalu berjalan masuk kamar .
" Yuk buruan mandi ."
Sasa terlihat senang dan langsung berdiri menghampiri Luna .
" Kalian mau kemana ?" Tanya Arya heran .
" Papa ...mau tahu ajaaa..." Jawab Sasa .
" Hey ...kenapa nggak dijawab ..."
Dan mereka sudah masuk ke kamar mandi tanpa menjawab pertanyaan Arya tadi .
Setelah Arya berangkat lebih dulu , Sasa dan Luna juga melakukan hal yang sama ...kali ini Mia pun ikut karena mereka akan berbelanja banyak barang nanti .
Untuk acara ulang tahun Sasa , mereka merencanakan acara syukuran di panti .
Kalau biasanya setiap ulang tahun selalu ada pesta meriah , kali ini sungguh mengejutkan ...Sasa mau menerima usulan Luna untuk acara ulang tahunnya . Bukan hanya setuju , tapi Sasa juga nampak antusias sekali mendengarnya .
" Biasanya kan Sasa dapat hadiah dari teman-teman yang datang , kalau kali ini Sasa yang harus membagikan bingkisan buat teman-teman di panti ya ."
Ucap Luna kemarin malam ,saat menemani Sasa tidur dan diluar dugaan , Sasa nampak senang mendengarnya .
" Memangnya Sasa harus kasih apa Ma ?" Tanyanya lagi .
" Hmmm ...apa ya ?" Luna mengetuk-ngetukkan jari tangan di dagunya ." Mama juga belum kepikiran , gimana kalau besok kita cari kadonya ?"
Sasa mengangguk ." Mau Ma ." Jawabnya antusias .
Dan mereka sampai di salah satu Mall . Mia dan Pak Sanusi pun ikut masuk , karena nanti akan banyak barang juga yang dibeli .
__ADS_1
Sasa nampak bersemangat mencari-cari kado untuk temannya di panti .
Mereka membeli beberapa pakaian muslim dan juga perlengkapan sekolah .
Sasa juga mau memberikan beberapa mainan untuk mereka .Dengan antusias Sasa mengambil beberapa mainan dan memasukkan ke troli belanja .
Setelah hampir satu jam berkeliling Mall ,belanjaan mereka sudah cukup banyak .
" Sa , ini udah deh kayaknya ." Ucap Luna sambil melihat Pak Sanusi dan Mia , yang kedua tangannya sudah penuh tas belanjaan .
Sasa mengangguk .
Sementara itu , tak jauh dari tempat mereka berdiri . Dua orang perempuan nampak dari kejauhan menatap mereka . Matanya terbelalak , nampak terkejut .
" Wi .."
Dewi menatapnya . " Kenapa ?"
" Itu Sasa ." Tunjuk Kinan .
Melihat Sasa di kejauhan sedang bersama Luna .
Kinan masih terdiam di tempatnya berdiri sekarang . Terpaku dengan apa yang dilihatnya sekarang .
" Kinan , kita kesana ya ." Ajak Dewi .
Kinan menatapnya , lalu menggeleng .
" Aku takut ..." Ucapnya pelan .
" Kinan ...kenapa harus takut , Sasa pasti senang ketemu kamu ." Bujuknya ." Ayo ...ini kesempatan kalian bisa bertemu .." Dewi menarik tangannya .
Pada akhirnya Kinan menurut juga . Jarak mereka tidak terlalu jauh memang dan kini ..setiap langkah kakinya mendekat ke Sasa , membuat detak jantungnya berdegup tak karuan .
Saat ia mendekat , mereka sedang berdiri membelakangi dan selangkah selanjutnya ... ia sudah berdiri tepat di belakang putri kecilnya yang sekarang sudah nampak dewasa , cukup lama mereka tak bertemu .
" Sasa ..." Panggilnya pelan .
Luna dan Sasa membalikkan badan bersamaan .
Keterkejutan tersirat di raut wajah Sasa , melihat siapa yang berdiri di depannya .
" Ini Mama Nak ..." Kinan menundukkan badan dan merentangkan tangannya lebar-lebar ." Sini peluk Mama ."
Sasa masih diam , tak menunjukkan reaksi apapun .
Luna melepaskan genggaman tangan Sasa dan mundur ...berdiri di belakang nya , seperti memberi kesempatan untuk Sasa menghampiri Mamanya .
" Sasa ..." Panggil Kinan lagi dan memajukan selangkah kakinya .
Tanpa terduga , Sasa membalikkan badan dan memeluk Luna yang berdiri dibelakangnya .
__ADS_1
Kinan terkejut , kekecewaan terlihat jelas di wajahnya .
" Mama ...mau pulang ." Rengeknya .