KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 72


__ADS_3

Mereka sampai di rumah pukul 21.00 .


Setelah menidurkan Sasa , Luna kembali ke kamar dan mengganti bajunya .


Sementara Arya masih di ruang kerjanya , ada sedikit pekerjaan .


Ia berdiri di balkon sambil menyilangkan tangan di dada . Udara cukup dingin malam ini .


Hari ini ...sama sekali tidak disangkanya akan bertemu Kinan tadi dan satu hal yang membuatnya terkejut , reaksi Sasa saat melihat Mamanya . Semoga semua memang hanya karena Sasa butuh proses ...mereka lama tidak bertemu .


" Luna , kamu tetap harus hati-hati , bagaimanapun dulu Kinan dan Yuda itu pernah saling cinta ."


Perkataan Laura tadi , saat di rumahnya .


Arya memang tak pernah menceritakan alasan perpisahannya dengan Kinan .Apa itu adalah hal paling menyakitkan dalam hidupnya yang tak ingin diingatnya lagi .


Sekarang ...Kinan kembali hadir , mungkin dengan versi terbaiknya ...karena pasti ia sudah menyesali perbuatannya dulu dan ingin memperbaiki semuanya .


Kalau harus dibandingkan dengan Kinan , akan sangat sulit untuknya . Mereka lebih lama saling kenal , saling mencintai dan pasti mempunyai kenangan indah bersama yang meskipun pernah ternoda dengan perselingkuhannya , bukan tidak mungkin kenangan itu masih melekat di hati Arya maupun Kinan .


Luna menarik nafas panjang . Sementara ia sendiri ...mungkin tak ada yang spesial di mata Arya tentang hubungan mereka sekarang , selain hanya karena ada Sasa ditengah mereka .


" Luna ...kamu harus tetap mempertahankan cinta Yuda ,karena sekarang kamu lebih berhak mendapatkan itu semua ketimbang Kinan ."


Ia tersenyum tipis . Hak itu ada karena statusnya sebagai istri Arya sekarang . Tetapi ia tak pernah tahu bagaimana isi hati suaminya .Apa cinta untuk Kinan sudah benar-benar hilang atau masih ada hanya saja tertutupi rasa sakit yang telah ditorehkannya kala itu .


" Ngelamunin apa ?"


Arya sudah berdiri di belakang , melingkarkan tangan di perut Luna .


" Siapa yang ngelamun ." Jawab Luna .


Arya merapatkan pelukannya , mencium leher Luna .


" Tadi kamu dicari Mama ." Ucap Luna lagi .


" Udah ketemu ."


" Memang ada masalah apa ?"


" Masalah kamu ." Jawab Arya .


Luna sedikit terkejut , melepaskan tangan Arya dan ia membalikkan badan .


Mereka saling berhadapan .


" Memang aku kenapa ?" Tanyanya cemas .


Arya tertawa melihat kepanikan di wajahnya .

__ADS_1


" Nggak ada , kenapa takut gitu ."


" Nggak usah becanda ." Sentak Luna .


Arya terbahak melihatnya , membuat Luna kesal .


Mereka diam untuk beberapa saat dan Arya hanya menatapnya tak berkedip .


" Kenapa ngelihatin gitu ?" Tanya Luna .


Arya menarik tubuhnya ke dalam pelukannya .


" Memangnya Mama bicara apa ?" Tanya Luna lagi .


" Mas kenapa di ...."


Belum melanjutkan ucapannya , Arya sudah membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman .


Setelah beberapa menit , Arya menarik tangannya masuk dan langsung merebahkannya di tempat tidur .


" Mama memberikan ini ." Arya menunjukkan kartu nama di tangannya . Ia masih terbaring di samping Luna , menopang wajah dengan tangan kanannya .


" Apa ?" Luna mengambil dan membacanya . Matanya terbelalak ." Dokter kandungan ..?" Tanyanya kaget .


Arya mengangguk .


" Kata Mama mungkin kamu sedang hamil ." Ucap Arya sambil mengusap perutnya .


" Hamil...?!"


" Ya , kata Mama kemarin kamu jadi doyan makan mangga , mungkin aja itu lagi ngidam . "


" Iya aku makan mangga dikasih Mama , tapi kan aku nggak hamil ."


" Ya udah nggak papa , besok kita temui Tante Calista aja setelah antar Sasa sekolah ."


" Terus ...?"


" Ya nanti hasilnya tinggal kasih tahu Mama ...siapa tahu emang beneran hamil ."


Luna mendelik ." Nggak mungkin ." Jawabnya .


" Kenapa nggak mungkin ?" Tanya Arya balik .


Luna diam sebentar ." Ya ...nggak mungkin bisa hamil secepat itu ."


Arya terbahak dibuatnya ." Bisa aja , kan buatnya paket yang express , jadi nya kilat khusus ..."


Luna meringis kesal ." Kayak belanja online aja ."

__ADS_1


" Anggap aja begitu ." Bisiknya , lalu mematikan lampu tidur .


Sementara tangannya sibuk melepas kancing baju Luna , kembali ia menjelajahi lekukan lehernya .


Luna memejamkan mata , untuk sesaat ia bisa melupakan apa yang terjadi tadi dan perasaannya yang berkecamuk ,sejak kemunculan Kinan di tengah mereka .


Perasaannya sedikit tenang saat Arya mendekapnya erat . Merengkuhnya ke dalam pelukan yang begitu hangat .


*****


Paginya ...


Mereka sudah di meja makan seperti biasa .


Luna sedang sibuk menyuapi Sasa , saat Ardi dan Karina muncul .


" Wah Sasa udah siap aja nih masih pagi ." Sapa Karina .


" Iya dong Oma ." Jawab Sasa lalu melahap sosis goreng nya .


" Oh ya kalian jadi menemui Calista hari ini ?" Tanya Karina terlihat bersemangat .


" Iya Ma , nanti setelah antar Sasa ." Jawab Arya pendek , lalu meminum jus didepannya .


" Baguslah ...semoga ada kabar baik ."


Luna dan Arya saling bertatapan , tanpa menjawab .


" Papa sama Mama mau kemana ?" Tanya Sasa penasaran .


" Antar Mama ke dokter , jadi kamu nggak boleh ikut ya ." Jawab Arya .


" Mama sakit ya ?" Tanya Sasa lagi .


Luna menggeleng .


" Sasa berdoa aja ya , semoga ada kabar gembira ." Seru Karina .


" Kabar gembira apa Oma ?"


" Semoga Sasa cepat punya adik ."


Arya mendelik ." Ma , kenapa ngomong gitu ke Sasa .." Ucapnya pelan .


" Ya kan siapa tahu emang beneran positif ."


" Ma , beneran Sasa mau punya adik ?"


Luna cuma tersenyum menanggapinya .

__ADS_1


__ADS_2