
Mereka sampai di rumah pukul 21.00 .
Setelah menidurkan Sasa , Luna kembali ke kamar dan mengganti bajunya .
Sementara Arya masih di ruang kerjanya , ada sedikit pekerjaan .
Ia berdiri di balkon sambil menyilangkan tangan di dada . Udara cukup dingin malam ini .
Hari ini ...sama sekali tidak disangkanya akan bertemu Kinan tadi dan satu hal yang membuatnya terkejut , reaksi Sasa saat melihat Mamanya . Semoga semua memang hanya karena Sasa butuh proses ...mereka lama tidak bertemu .
" Luna , kamu tetap harus hati-hati , bagaimanapun dulu Kinan dan Yuda itu pernah saling cinta ."
Perkataan Laura tadi , saat di rumahnya .
Arya memang tak pernah menceritakan alasan perpisahannya dengan Kinan .Apa itu adalah hal paling menyakitkan dalam hidupnya yang tak ingin diingatnya lagi .
Sekarang ...Kinan kembali hadir , mungkin dengan versi terbaiknya ...karena pasti ia sudah menyesali perbuatannya dulu dan ingin memperbaiki semuanya .
Kalau harus dibandingkan dengan Kinan , akan sangat sulit untuknya . Mereka lebih lama saling kenal , saling mencintai dan pasti mempunyai kenangan indah bersama yang meskipun pernah ternoda dengan perselingkuhannya , bukan tidak mungkin kenangan itu masih melekat di hati Arya maupun Kinan .
Luna menarik nafas panjang . Sementara ia sendiri ...mungkin tak ada yang spesial di mata Arya tentang hubungan mereka sekarang , selain hanya karena ada Sasa ditengah mereka .
" Luna ...kamu harus tetap mempertahankan cinta Yuda ,karena sekarang kamu lebih berhak mendapatkan itu semua ketimbang Kinan ."
Ia tersenyum tipis . Hak itu ada karena statusnya sebagai istri Arya sekarang . Tetapi ia tak pernah tahu bagaimana isi hati suaminya .Apa cinta untuk Kinan sudah benar-benar hilang atau masih ada hanya saja tertutupi rasa sakit yang telah ditorehkannya kala itu .
" Ngelamunin apa ?"
Arya sudah berdiri di belakang , melingkarkan tangan di perut Luna .
" Siapa yang ngelamun ." Jawab Luna .
Arya merapatkan pelukannya , mencium leher Luna .
" Tadi kamu dicari Mama ." Ucap Luna lagi .
" Udah ketemu ."
" Memang ada masalah apa ?"
" Masalah kamu ." Jawab Arya .
Luna sedikit terkejut , melepaskan tangan Arya dan ia membalikkan badan .
Mereka saling berhadapan .
" Memang aku kenapa ?" Tanyanya cemas .
Arya tertawa melihat kepanikan di wajahnya .
__ADS_1
" Nggak ada , kenapa takut gitu ."
" Nggak usah becanda ." Sentak Luna .
Arya terbahak melihatnya , membuat Luna kesal .
Mereka diam untuk beberapa saat dan Arya hanya menatapnya tak berkedip .
" Kenapa ngelihatin gitu ?" Tanya Luna .
Arya menarik tubuhnya ke dalam pelukannya .
" Memangnya Mama bicara apa ?" Tanya Luna lagi .
" Mas kenapa di ...."
Belum melanjutkan ucapannya , Arya sudah membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman .
Setelah beberapa menit , Arya menarik tangannya masuk dan langsung merebahkannya di tempat tidur .
" Mama memberikan ini ." Arya menunjukkan kartu nama di tangannya . Ia masih terbaring di samping Luna , menopang wajah dengan tangan kanannya .
" Apa ?" Luna mengambil dan membacanya . Matanya terbelalak ." Dokter kandungan ..?" Tanyanya kaget .
Arya mengangguk .
" Kata Mama mungkin kamu sedang hamil ." Ucap Arya sambil mengusap perutnya .
" Hamil...?!"
" Ya , kata Mama kemarin kamu jadi doyan makan mangga , mungkin aja itu lagi ngidam . "
" Iya aku makan mangga dikasih Mama , tapi kan aku nggak hamil ."
" Ya udah nggak papa , besok kita temui Tante Calista aja setelah antar Sasa sekolah ."
" Terus ...?"
" Ya nanti hasilnya tinggal kasih tahu Mama ...siapa tahu emang beneran hamil ."
Luna mendelik ." Nggak mungkin ." Jawabnya .
" Kenapa nggak mungkin ?" Tanya Arya balik .
Luna diam sebentar ." Ya ...nggak mungkin bisa hamil secepat itu ."
Arya terbahak dibuatnya ." Bisa aja , kan buatnya paket yang express , jadi nya kilat khusus ..."
Luna meringis kesal ." Kayak belanja online aja ."
__ADS_1
" Anggap aja begitu ." Bisiknya , lalu mematikan lampu tidur .
Sementara tangannya sibuk melepas kancing baju Luna , kembali ia menjelajahi lekukan lehernya .
Luna memejamkan mata , untuk sesaat ia bisa melupakan apa yang terjadi tadi dan perasaannya yang berkecamuk ,sejak kemunculan Kinan di tengah mereka .
Perasaannya sedikit tenang saat Arya mendekapnya erat . Merengkuhnya ke dalam pelukan yang begitu hangat .
*****
Paginya ...
Mereka sudah di meja makan seperti biasa .
Luna sedang sibuk menyuapi Sasa , saat Ardi dan Karina muncul .
" Wah Sasa udah siap aja nih masih pagi ." Sapa Karina .
" Iya dong Oma ." Jawab Sasa lalu melahap sosis goreng nya .
" Oh ya kalian jadi menemui Calista hari ini ?" Tanya Karina terlihat bersemangat .
" Iya Ma , nanti setelah antar Sasa ." Jawab Arya pendek , lalu meminum jus didepannya .
" Baguslah ...semoga ada kabar baik ."
Luna dan Arya saling bertatapan , tanpa menjawab .
" Papa sama Mama mau kemana ?" Tanya Sasa penasaran .
" Antar Mama ke dokter , jadi kamu nggak boleh ikut ya ." Jawab Arya .
" Mama sakit ya ?" Tanya Sasa lagi .
Luna menggeleng .
" Sasa berdoa aja ya , semoga ada kabar gembira ." Seru Karina .
" Kabar gembira apa Oma ?"
" Semoga Sasa cepat punya adik ."
Arya mendelik ." Ma , kenapa ngomong gitu ke Sasa .." Ucapnya pelan .
" Ya kan siapa tahu emang beneran positif ."
" Ma , beneran Sasa mau punya adik ?"
Luna cuma tersenyum menanggapinya .
__ADS_1