
Setelah itu, Laura langsung mengerahkan semua kemampuan terbaik yang dia miliki. Menghubungi RS KARTIKA, menggerakkan pengemudi ambulans untuk menolong berbagai macam orang yang tertimpa kecelakaan, terlebih khusus nya si kembar milik vivian...
"Drrttt... Drrrt... "
"Halo.. " Sapa laura pada dokter titin
"Bagaimana keadaan si kembar.? " Tanya titin..
"Dokter... Pendarahan di kepala si kembar sangat para, apalagi pada Kembaran saru nya yang memiliki tahi lalat di bawah mata.. Kepala nya terbentur dua kali, sehingga pendarahan yang terjadi di dalam kepala nya tak terkendali. Saya takut, sudah ada dara yang membeku di dalam kepala nya.. Dengan kata lain, dia harus di operasi..!! "
Jelas laura yang tengah memberikan pertolongan pertama, yaitu nafas bantuan dari alat, menghentikan pendarahan dengan kain, dan tentu nya infus.
"Aku perintahkan..!! KEMUDIKAN AMBULANS NYA DALAM KECEPATAN TINGGI....DALAM SATU MENIT, AKU INGIN KALIAN TELAH TIBA DI SINI....!!!! " Perintah titin penuh amarah dan kekhawatiran..
Setelah itu titin langsung mematikan panggilan dari laura, dan menghubungi vivian. .
"Drrtt... Drrtt... "
"Vivian....? " Ucap titin..
"Ah, titin..! Ada apa.? " Tanya vivian yang tangan nya sedang berdarah terkena pecahan cangkir teh yang jatuh dari tangan nya, bertepatan dengan waktu si kembar terkena musibah.
"APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN.?? KENAPA KAU BISA MEMBIARKAN SI KEMBAR KELUAR TANPA PENJAGAAN YANG LENGKAP..???? " Tanya titin berteriak...
"Tunggu... Tunggu.. Si kembar .? keluar.? Tidak, mereka sedang ada di kamar mereka...!! " Sanggah vivian dengan jantungnya yang mulai berdebar akan kegelisahan.
"BODOH...!!!! MEREKA TERSERET DALAM KECELAKAAN MASAL DI JALAN XX, SEKARANG SEDANG DI LARIKAN KE RS KU..! KALAU KAU TAK PERCAYA, DATANG KE-"
"Klek." Vivian langsung mematikan panggilan yang tersambung dengan titin, padahal titin beluk selesai berbicara...
Vivian yang berlari dengan kecepatan tinggi langsung membuka pintu kamar si kembar, dan tepat sekali.. Si kembar tak ada di kamar mereke..
"SISIL......!!! " Teriak vivian dari jam tangan perintah nya..
"Ada apa nona.? " Tanya sisil yang baru kembali dari dapur, mengambil cangkir teh yang baru.
"Di mana rival dan risal.? " Tanya vivian dengan tatapan tajam...
"Kata para pelayan yang melayani tuan muda, katanya ke dua tuan muda sedang pergi ke luar.. " Jelas sisil.
"Keluar? keluar kemana.?? Kenapa tak meminta izin pada ku.? " Tanya vivian sambil memegang kerak baju sisil
"Kata nya para tuan muda ingin memberikan kejutan pada Nona, lantaran nona kelihatan sangat murung akhir akhir ini.. Mereka ingin memberikan kejutan agar nona kembali bersemangat lagi..! " Jelas sisil...
__ADS_1
"ANNNJJJJJ*NNNGG.! " Teriak vivian dan langsung berlari ke lantai bawah, menuju parkiran, langsung menginjak gas, dan melaju dengan kecepatan tinggi ke RS milik titin...
Karena lidia tadi mendengar percakapan vivian yang sedang berteriak, dia pun jadi tau apa yang terjadi dan langsung menyusul dari belakang mobil vivian, menggunakan mobil sport yang ada di parkiran..
..........
..........
..........
..........
..........
"Cciiitt.....! " Vivian yang langsung menginjak rem dalam kecepatan tinggi, sehingga menimbulkan bunyi..
Vivian langsung berlari ke dalam RS dan langsung bertemu dengan laura di depan pintu..
"Laura... Di mana si kembar.? Dokter siapa yang menangani mereka.? "
"Dokter titin dan dokter joseph di ruang UGD, karena ke dua adik kaka kembar itu dalam keadaan yang-"
"Tap.. Tap.. Tap.. Tap.. Tap.. " Langkah kaki vivian yang langsung berlari ke ruang UGD tanpa mendengat penjelasan laura sampai selesai..
Laura pun kembali menangani pasien gawat darurat yang lain, sesuai perintah titin.
"Maaf Nyonya... Jika nyonya masuk ke dalam, akan mengganggu konsentrasi ke dua dokter dan ke dua pasien kecil tak akan terselamatkan.! " Ucap salah satu perawat.
"Uuggghhh.. " Vivian pun hanya bisa menggertak kan gigi nya, dan mondar mandir seperti setrika rusak karena khawatir dan cemas...
Ini semua karena aku... Aku yang bodoh... Kalo aku melupakan kejadian dengan irwin begitu saja, anak anak ku tak akan tertimpa kecelakaan karena ingin memberikan kejutan pada ku.. Lagi lagi.. Karena aku... Karena aku.... Hiks.... Ini karena aku lagi... Dasar bodoh.. Sungguh bodoh.. Batin vivian sambil menitihkan air mata..
"Brak... " Titin membuka pintu dengan kuat..
"Vivian.... " Ucap titin..
"Bagaimana keadaan mereka berdua.?? Apakah ada yang membahayakan.?? Mereka selamat kan.? " Tanya vivian panik.
"Vivian.. Si kembar membutuhkan donor darah.. Karena mereka kehilangan darah yang sangat banyak, dan juga karena aku akan melakukan operasi pada rival.. Jadi otomatis donor darah akan sangat du butuhkan...! " Jelas titin..
"Kalo begitu ayo ambil darah ku.. Ayo.. " Ucap vivian sambil menarik tangan lidia ke dalam ruangan UGD.
"Tidak vivian... Bukan darah mu yang di butuh kan...!! Tapi darah dari ayah mereka...! " Jelas titin..
__ADS_1
"Apa maksud mu.?? " Tanya vivian dengan badan yang seketika mematung..
"Waktu itu aku pernah mengambil sampel darah si kembar, dan mengecek golongan darah mereka. Golongan darah mereka AB SPESIAL... Bukan golongan darah AB LANGKAH milik mu... " Jelas titin..
"Vivian.. Aku tau apa yang kau pikirkan.. Tapi pikirkan lah keselamatan anak anak.. Dalam kurun waktu satu jam, aku harap pendonor darah mereka sudah ada.. Aku akan mengerahkan seluruh kemampuan ku untuk menangani mereka... VIVIAN... AKU PERCAYA PADA MU..! " Ucap titin dan kembali masuk ke dalam ruangan UGD.
"Vivian.. Bagaimana keadaan si kembar. ? " Tanya lidia yang baru sampai..
"Lidia.. Aku titip keamanan anak anak ku.. Kau tau maksud ku kan.? Aku akan pergi ke tempat yang dapat menolong anak anak ku..!!! " Perintah vivian sambil memegang bahu kanan lidia, dan langsung berlari ke parkiran mobil..
Kali ini... Aku tak akan membiarkan anak anak ku dalam bahaya..!! Tak akan.. ! Bodoh amat sama harga diri, aku akan bertemu dengan dia.. Sekalipun wajah ku akan di ludah oleh nya.! Batin vivian sambil menginjak gas, dan menuju ke kantor irwin.
Sedangkan lidia langsung memberi perintah pada pada para pengawal yang ada di tempat pelatihan, agar menjaga keamanan di sekitar RS sesuai perintah vivian tadi..
............
............
............
............
............
"CCIIIITTT..!! " Vivian yang langsung menginjak rem dan turun dari mobil..
"Maaf, anda tidak boleh masuk.! " Ucap penjaga du depan pintu kantor..
"...... Gir"
"Anda bilang apa nona.? " Tanya penjaga karena suara vivian tidak terdengar jelas.
"AKU BILANG MINGGIR...!!!!! " Ucap vivian mengangkat kepala nya dan memberikan penekanan pada penjaga itu..
"No.. Nona.. Anda jangan memaksa kami menggunakan kekerasan. Hei kalian, bantu aku seret wanita ini.. ! Palingan dia juga salah satu dati banyaknya gadis yang tergila gila dengan bos kita..! " Ucap penjaga itu..
"Baik... " Jawab ke empat penjaga lainnya dan berjalan ke arah vivian..
"BRAK.. BRUK... PAK.... " Vivian yang langsung memukul dan menendang para penjaga dengan enteng nya, dan terhempas ke mana mana seperti bantal..
"Aku tak suka menggunakan kekerasan.. Tapi aku sedang dalam keadaan genting, dan juga aku sudah memperingati kalian.. Salah kan diri kalian yang tak bisa membedakan mana gadis lonT yang datang untuk menggoda bos kalian.! " Ucap vivian dan langsung berlari ke dalam kantor..
"Permisi.. Aku ingin bertanya, di mana Irwin bos kalian.? " Tanya vivian di meja resepsionis.
__ADS_1
"Maaf anda siapa.? Apakah sudah membuat janji dengan CEO kami.? " Tanya perempuan cantik dengan penuh sopan santun.
"Aku kan bertanya, dimana irwin saat ini.!" Ucap vivian mengeluarkan belati dan menaruhnya di leher petugas resepsionis dengan gesit...