Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#11.


__ADS_3

Setelah penjelasan dari suster itu selesai, amel menanggapi dengan jawaban...


"Astaga, kasihan sekali..! " (Padahal dalam hati nya, dia sedang menyumpahi wanita yang dalam kondisi koma itu untuk segera mati saja.)


Ucap amel dengan wajah nya yang seolah merasa kan penderitaan vivian, padahal dia hanya berakting supaya disegani oleh orang orang..


"Baik kalau begitu, saya permisi dulu.. Mau melaku kan pekerjaan saya"


Ucap suster itu pamit undur diri...


Lalu setelah suster itu sudah mengganti semua popok bayi, suster itu lekas pergi dari tempat penyimpanan bayi bayi itu, dengan amel yang masih ada di dalam.


Tanpa ada sedikit kecurigaan pun, suster itu pergi meninggal kan amel bersama pelayan nya.


Amel langsung tersenyum licik dan bangga, dia merasa Dewi keberuntungan masih tetap setia menemani nya. Dia beranggapan bahwa Tuhan belum menutup mata pada diri nya.


Amel langsung meminta hand phone nya yang di bawa oleh pelayan yang mendorong kursi roda nya, dan kemudian dia menelepon papa nya...


Drrrt.... Drrrt... (Suara telepon yang sedang menghubungi ayah nya)


"Halo pa, aku mau meminta bantuan nya papa... Boleh gak ? "


Tanya amel dengan nada berharap, padahal dia sudah tau bahwa papa nya pasti akan melakukan apa pun yang dia minta.!


"Kata kan apa saja, semua yang kamu mau akan papa kabul kan. Sekali pun memetik bintang di langit. Karena kamu adalah putri kebanggaan papa, putri ter cinta papa. "


Jawab papa nya amel, yang membuat amel lebih bahagia lagi.


"Papa, papa tolong hapus semua rekaman CCTV yang ada di rumah sakit XX yang amel datangi hari ini. Karena aku akan mengambil dua anak kembar yang ada di Rumah Sakit ini.."

__ADS_1


"Papa mau tau penemuan apa yang amel dapat kan di sini ? Ada dua anak kembar yang muka nya sangat, sa~ngat mirip dengan irwin agreete. Karena anak ku yang baru saja lahir langsung menghembus kan nafas terakhir, jadi aku harus menjalan kan rencana ke dua yang baru saja amel pikir kan. "


Ucap amel dengan kepedean yang tingkat tinggi.... Lalu papa amel menjawab amel..


"Baik lah, apa kah ini usaha mu untuk mendapat kan irwin agreete ?"


Tanya papa nya penasaran. Lalu amel menjawab ayah nya yang sedang menantikan jawaban nya.


"Tentu saja dong papa sayanggg~~, pokok nya papa tenang aja, serah kan semua nya pada saya. Saat nanti aku sudah berhasil menjadi nyonya dari keluarga Agreete, itu akan membuat pendapatan kita dan derajat kita lebih tinggi dari sekarang loh pa... "


"Baik baik... Pala percaya pada anak papa yang paling cerdik ini.


Jawab papa amel pada nya.


" Ah masih ada hal yang ingin ku minta lagi pa. "


"Jadi, karena aku akan mengambil dua anak ini tanpa ijin Rumah Sakit, aku mohon pada papa untuk membujuk pihak rumah sakit. Sogok para dokter dan perawat yang mengetahui tentang anak kembar ini. Karena di dunia ini, tak ada yang dapat menolak kenikmatan uang yang datang secara gampang. "


"Dan untuk mencegah bencana di masa depan, tolong papa keluar kan persediaan racun terbaik papa, yang sekali di suntik kan langsung menghilang dari dunia. Karena aku tak ingin tiba tiba wanita ****** yang sedang koma itu sadar dan menghancurkan rencana ku kali ini"


Ucap amel dengan sorot mata tanpa belas kasihan, sorot mata yang dapat mencerminkan bahwa habitat nya memang sudah tak bisa tertolong lagi.


Tapi papa nya tetap mengiyakan keinginan putri nya itu. Setelah itu,


Amel yang tadi masih duduk di kursi roda, tiba tiba sudah mendapat kan tenaga dan langsung bisa berdiri Dengan tegak.


Dia menyuruh dua orang pengawal nya untuk menggendong ke dua bayi kembar itu. Karena amel merasa risih dan repot jika mengurus dua bayi, dia memerintah kan pengawal nya untuk membuang satu bayi kembar itu kemana saja, bahkan kalo bisa langsung di bunuh juga tak apa bagi amel.


Karena pengawal yang di tugas kan untuk membuang salah satu bayi kembar itu masih memiliki hati nurani, maka dia menyerah kan anak itu pada panti asuhan yang sangat terpencil dan jauh dari perkotaan. Agar keberadaan anak itu tak akan di ketahui oleh majikan nya Amel Kirana....

__ADS_1


Selang sepuluh menit berlalu , para suruhan papa nya amel telah datang.mereka langsung mengumpul kan semua perawat yang mengetahui tentang kejadian hari ini termasuk dokter rosa ke dalam ruangan di rumah sakit yang telah di kosong kan sesaat secara paksa. Sebenar nya para perawat termasuk dokter rosa sempat memberontak dan tak mau mengikuti perintah para pengawal itu, tapi karena tenaga mereka kalah dari genggaman para pengawal, mereka menyerah dan memutus kan untuk mengikuti kemauan para pengawal itu...


"Tolong tutup baik baik mulut kalian tentang kejadian hari ini, tentang pasien yang bernama 'Riska Anindi' (nama vivian dalam penyamaran) , sebagai bayaran atas kepatuhan kalian untuk menutup mulut, kami akan memberikan Satu Juta dolar pada masing masing yang ada di sini. Dengan catatan, jika kejadian hari sampai bocor dan di ketahui banyak orang, maka jangan salah kan kami jika nyawa kalian beserta keluarga besar kalian hilang dari peredaran di muka bumi ini.


"Bagaimana kalo kami tidak mau menerima uang sogokan dari kalian ? "


Tanya salah seorang perawat yang ada di ruangan itu. Dan langsung di jawab oleh pengawal itu..


"Maka nyawa mu akan menghilang dari dunia ini sekarang juga"


dengan muka yang datar seolah mereka sudah terbiasa menangani masalah seperti ini. Lalu dokter rosa angkat bicara...


"Kalo begini, berikan kami lima menit untuk mendiskusikan ini bersama sama"


Ucap dokter rosa tanpa ada rasa takut sedikit pun. Dan di respon dengan dua anggukan kepala oleh salah satu pengawal yang ada di situ.


"Kalo kita menerima uang itu, tidak boleh sampai kejadian ini di ketahui, atau nyawa kita beserta keluarga kita taruhan nya. Tapi jika kita tidak mau menerima uang sogokan mereka, kita akan kehilangan nyawa kita.... "


"Dengan kata lain, kita tak punya pilihan selain menerima sogokan dari mereka. "


Ucap dokter rosa pada para perawat dan suster dalam diskusi mereka. Dan di jawab oleh satu perawat ....


"Kalo begitu, kita harus menerima sogokan mereka saja kan sebagai jalan keluar"...


Ujar perawat itu seakan masalah ini sangat sepele. Dokter rosa langsung menjawab nya...


" Ya kalo di pikir kan seperti itu memang gampang, tapi mari kita analisa dengan lebih teliti lagi, Bagaimana kalo mereka sengaja memancing kita dengan uang ini, lalu menyebar kan kejadian ini dengan mulut mereka sendiri dan menyalah kan kita ? Dari analisa ini, kesimpulan nya adalah apa pun yang kita pilih, nyawa kita tetap terancam... Jadi, PILIH LAH NERAKA KALIAN MASING MASING...


Ucap dokter rosa dengan tatapan tajam nya yang membuat para suster dan perawat yang melihat nya merasa kan hawa tertekan yang luar biasa di iringi dengan bulu badan mereka yang serentak berdiri dengan kompak ....

__ADS_1


__ADS_2