Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#86.


__ADS_3

"Loh..?? Sisil di mana.? Kok belum masuk.? Biasa nya dia udah siaga nungguin aku loh we..."Tanya vivian sambil mengeringkan rambut nya yang basah dengan handuk kecil, dan handuk panjang yang dia pakai untuk menutupi tubuh nya yang baru selesai mandi.


"Ah, aku menyuruh nya keluar tadi.! Dengan alasan kamu mau pakai pakaian sendiri, dan berdandan juga sendiri.! " Ucap lidia tanpa dosa.


"Kaya nya kalo kamu gak ngerjain aku satu jam aja, pasti kamu bakal mati dan pergi ke dunia lain yaah" Protes vivian sambil mengeringkan rambut nya menggunakan pengering rambut.


Setelah itu vivian langsung masuk ke ruangan pakaian nya, yang berada di samping kamar mandi. Di ruangan pakaian itu, terdapat seluruh aksesoris dan perlengkapan vivian dalam dunia fashionable milik nya.


Karena malas, vivian langsung mengenakan pakaian yang belum pernah ia pakai, yang masih ada label nya. Memakai jam tangan dan sepatu hight hills seperti biasa. Vivian juga hanya menguraikan rambut nya ke belakang tanpa di ikat maupun di kuncir, karena rambut milik nya sangat tebal dan panjang.


"Oke... Mari berdiskusi tentang masalah perpindahan perusahaan.! " Ucap vivian sambil meletakkan botol parfum yang baru dia pakai, dan berjalan ke pintu untuk pergi ke ruang kerja.


Tentu saja lidia yang sudah terbiasa, langsung mengekor di belakang vivian dengan patuh. Saat tiba di ruangan kerja, mereka berdua langsung duduk dan ingin memulai diskusi tentang perpindahan perusahaan sky di negara w ini.


"Baik vivian, perusahaan cabang di negara w akan aku renovasi sebesar dan seluas perusahaan sky yang asli. Jadi kamu mau pakai perusahaan cabang yang mana.? "


"Hem... Yaah, pakai perusahaan cabang. " Jawab vivian dengan enteng.


"Vivian tolong serius lah.. Di negara w ini, perusahaan cabang mu ada sepuluh... Sepuluh lo vivian.! " Ujar lidia.


"Kamu pilih aja, yang tempat nya paling strategis, dan menguntungkan. " Jawab vivian.


"Okeh kalo gitu. Masalah pemilihan nya nanti baru aku pikirkan, sekarang mari kita bahas dana dan berbagai keperluan yang di butuh kan." Ucap lidia.


Mereka berdua terus berdiskusi tentang penambahan luas kantor, tempat di letakkan nya alat alat elektronik, kamar mandi untuk pria dan wanita di setiap lantai, serta rancangan khusus di ruangan pribadi milik vivian sebagai pemimpin nanti.


Di tengah keseriusan lidia dan vivian...


"Klek... " Pintu yang di buka.


Karena lidia yang sudah biasa menaikan kewaspadaan nya di mana pun, sangat sensitif dengan bunyi. Lidia langsung mengarahkan pandangan nya ke arah pintu, dengan tangan yang sudah memegang jarum bius...


Tapi pergerakan lidia langsung terhenti, lantaran yang dia lihat adalah dua bocah yang imut dan lucu.. Terlebih dengan mata bulat dan berwarna biru seperti milik vivian.


"Selamat pagi ma.. " Ucap rival dan risal sambil berlari ke arah vivian dan langsung memeluk vivian dengan girang, tentu saja vivian merentangkan tangan nya dan menerima kehadiran si kembar yang datang menghampiri nya dengan tatapan yang hangat.

__ADS_1


Lidia semakin bingung dan terheran heran, kalo boleh jujur.. Ini adalah pertama kali nya, lidia melihat vivian yang tersenyum lepas dan dengan tatapan yang hangat dan tulus layak nya Seorang Ibu.


"Eh.? Apa..? Mama.? Selamat pagi.??? Vivian yang bertingkah laku seperti seorang ibu.? Tunggu... Tunggu... Tunggu... Seperti nya ada yang tidak aku ketahui.! SIAPA ANAK ANAK INI.? APAKAH PELAYAN DI SINI DI IJINKAN MEMBAWA ANAK MEREKA.?? " Tanya lidia karena tak ingin percaya dengan yang dia pikir tadi..


"Ah.. Mereka bukan anak pelayan, apakah anak pelayan memiliki warna mata yang sama dengan ku.? Jadi, singkirkan tatapan mu yang tak mau percaya pada kenyataan , dan dengarkan ucapan ku. Mereka adalah anak anak ku.! " Jawab vivian santai.


"Apa.? " Tanya lidia membatu..


"Sayang... Perkenalkan diri kalian ke kak lidia sana, biar dia tau..! " Pinta vivian.


"Oke ma. " Jawab si kembar.


"Hai kak Lidia... Perkenalkan, nama ku adalah Rival Satoru. "


"Hai lagi kak Lidia... Perkenalkan, nama ku adalah Risal Satoru. "


"Kami adalah kembar indentik. Dengan aku sebagai kaka, dan risal sebagai adik. "


"Salam kenal ya kak Lidia.. " Ucap rival dan risal bersamaan.


Mata si kembar berbinar binar, karena ada orang baru lagi. Ke dua bocah cilik ini memasang wajah imut, agar mendapat pujian dan di sambut ramah.


"Mama... " Ucap si kembar karena tak mendapat respon apapun dari lidia.


"Hahaha.. Kalian tenang aja.!Kak Lidia hanya Shock karena udah kelamaan jomblo dan gak pernah ketemu sama anak anak, Jadi ke gitu deh.! " Ucap vivian agar si kembar tak merasa sedih, dan terhibur.


"Kalo gitu kalian sarapan duluan sana, mama masih mau berbicara berdua dengan kak lidia. Hanya empat mata saja, kalian paham kan.? " Ucap vivian.


"Em.. Paham ma.... Aku bakal jagain adik kok, Jadi mama tenang aja yah.! "Ucap rival dengan sosok dewasa sebagai kaka, dan tentu saja tak ada sanggahan dari risal.


Bahkan risal merasa bahagia, karena memiliki kaka yang sayang dan dapat melindungi nya.


"Klek... " Pintu yang di tutup, menandakan si kembar telah keluar dari ruangan.


"Lidia... Sebesar apa pun rasa shock mu, ku mohon tetap bernafas yaah.! " Ucap vivian karena takut akan kondisi lidia yang membatu...

__ADS_1


"Vi.... Vivian.. " Ucap lidia lemas.


"Iyah.. Iyan.. Aku tau, aku paham. " Ucap vivian sambil mengambil nafas panjang.


Setelah itu vivian menceritakan semua nya pada lidia, secara terperinci dan tak terlewat satu pun.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


"Ah.. Jadi... Jadi alasan kamu hilang enam tahun tanpa kabar karena hal ini.๐Ÿ’ข.? "Taya lidia penuh emosi.


"Em... begitulah... " Jawab vivian.


"Amel kirana yaah.? Hehehe, mari kita beri dia pelajaran.! " Ucap lidia sambil memakai kaca mata milik nya, dan mulai mengotak atik laptop nya.


"Eh.?? Kamu ngapain.? Aku udah kasih amel pelajaran kok, malahan mereka belum menyelesaikan nya sampai detik ini. Jadi tunggu dulu, kalo mereka marasa udah lega dan terselesaikan, baru kita kasih kejutan lagi.! " Ucap vivian.


"Hehehe... kalo itu sih pelajaran dari kamu, kalo pelajaran dari aku beda lagi cerita nya" Jawab lidia sambil membetulkan posisi kaca mata nya.


"Tak.. Tak... Tak.. Tak.. " Jemari tangan lidia terus bergerak... Selang beberapa menit kemudian..!!


"Huh... Akhirnya selesai juga.! Nikmatilah pelajaran yang aku berikan ini. " Ucap lidia sambil melepaskan kaca mata nya.


"Hem.? Kaya nya kamu ngepost video amel yang habisin malam panas dengan pria pria yang dia temui di bar, amel selalu menghabiskan malam yang seperti itu dengan pria yang berbeda beda. Udah kaya gitu, kamu ngepos nya dengan wajah laki laki yang di sensor. Sedangkan wajah amel gak kamu sensor.,, tebakan aku benar kan.? " Tanya vivian.

__ADS_1


"E.. Em.. " Respon lidia karena sudah ketahuan.


"Dan satu lagi, kamu ngepost nya pakai akun yang gak bisa di bobol atau di hack orang lain kan.? Pasti kamu minta bantuan nya riki sama aurel.! " Ucap vivian dengan tebakan yang benar sekali....


__ADS_2