Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#141.


__ADS_3

"Apaan sih ? Geli tau, " respon vivian sambil tertawa kecil.


"Kamu kok bisa jadi kaya gini sih ? " tanya irwin.


"Jadi kaya apa win? " sambung vivian penasaran.


"Kamu kok bisa nenangin aku yang lagi gugup ? Dan kamu kok bisa sih tau hal apa saja yang di butuhkan aku dan si kembar. Kamu seakan tau banget apa yang kami butuhkan kalo lagi down kaya tadi. Kalo mau perhatiin , kamu juga selalu tau hal apa saja yang kak rey dan kak robert butuhkan kalo lagi bete. "


"Bukan cuma itu, bahkan dokter rosa dan dokter titin juga. Bawahan kamu juga, "


"Terus... Terus...? " ucap vivian agar irwin terus melanjutkan kalimat yang suka dia dengar ini.


"Terus kamu kenapa gak peka sama kelelahan yang kamu dan fisik kamu rasakan vivian ? "


"Eh.? Maksud kamu apa win ? " tanya vivian kaget.


"Iyah gitu.. Entahlah kalo kamu sadar atau enggak, tapi kadang kadang tanpa kamu sadari, kamu sering banget bengong waktu lihat dokumen kerja. "


"Ah masa sih? " sanggah vivian.


"Aku kan sering banget liat kamu kerja, walaupun udah aku perbesar suara manggil kamu, kamu gak denger. Dan aneh nya, kamu dapat tersadar hanya karena bunyi jarum jam di dinding. Kamu yakin gak sadar sama kelakuan kamu yang kaya gini vivian ? " tanya irwin menatap mata vivian.


"Aku juga gak tau... Masa sih aku kaya gitu ? Kamu becanda ah. " lagi lagi vivian menyanggah perkataan yang irwin katakan.


"Gak... Aku gak becanda. Mata kamu saat ini juga jelas banget kalo kamu udah ketahuan. Vivian, kalo kamu mau cerita yaah cerita aja. Aku tau kok kalo kamu gak bisa ceritain hal ini sama kak rey sama kak robert. Tapi beda lagi kalo sama aku, "


"Irwin... Kenapa kamu tuh peka banget sih ? Sedetik aja, bisa gak sih kalo kamu gak nembus dinding pertahanan aku untuk ke sekian kali nya ? "


"Gak bisa... Aku gak bisa gak peka sama perasaan kamu, apalagi perasaan yang kamu pendam dan buat kamu terluka tiap detik. Walaupun kamu sempurna dari ujung kaki sampai ujung rambut, punya otak dengan IQ yang tinggi, pandai di segala bidang, kamu lelah dan capek banget sama semua itu kan ? "


"Harus lewati semua latihan yang keras, minum racun, belajar, kontrol seribu perusahaan lebih, dan masih banyak lagi yang kalo di analisa itu gak masuk akal. " Ucap irwin serius.


"Hah... Win... Jahat... Kamu jahat banget tau gak ? " ucap vivian sembari memukul dada irwin yang bidang.

__ADS_1


"Iya aku jahat, jadi kamu boleh mukul aku kok. " jawab irwin memindahkan badan vivian di atas pangkuan nya, dan memeluk nya dengan lembut.


"Kalo kamu tau sesuatu kaya gini, mending jangan kasih tau aku deh. Aku jadi bingung mau berekspresi kaya gimana. Kak rey sama kak robert aja gak pernah tau aku sampai ke titik ini loh. "


"Masa sih ? Aku rasa kepekaan kak rey sama kak robert itu sama kaya aku deh.? Mereka berdua cuma gak mau aja mengungkapkan hal ini ke kamu, karena mempertimbangkan mental kamu, dan yang paling penting harga diri kamu yang tinggi nya selangit. Mereka gak mau kalo kamu itu merasa malu atau sebagainya. " Jawab irwin mengelus rambut vivian dengan lembut.


"Iya kah ? Astaga, aku jadi pengen nangis deh. Untung aja kita mau ketemu sama ayah ibu, kalo engga... Aku udah nangis sampai mata aku bengkak. Hehehe, " ucap vivian yang memilih tertawa agar air mata nya tidak jatuh saat ini.


"Kamu aneh deh... Kalo mau nangis ya nangis, ngapain harus di tahan atau di ganti- Hmpt ??? " irwin yang kaget karena tiba tiba vivian mencium nya sehingga kata kata nya terhenti seketika.


Bukan nya mendorong vivian atau apa, irwin malah melanjutkan bercumbu dengan orang yang dia sayangi, dan menikmati setiap detik nya.


.......


.......


.......


.......


.......


"PAPA, MAMA, " ucap si kembar bersamaan saat terbangun dari tidur.


"Kalian udah bangun sayang ? Kalo udah cepetan sini, lihat pemandangan kediaman satoru dati atas, keren banget loh. " Ucap vivian sambil menengok keluar jendela.


Si kembar R pun dengan nyawa yang belum terkumpul semua langsung berlari ke arah vivian, dan melihat dari jendela yang sama.


Mata mereka yang masih kantuk tadi langsung terang dan segar seketika, saat melihat hal yang luar biasa ini.



"Wow... Gede banget ma... Rival kagum banget, jadi satu pulau ini hanya milik kediaman satoru ? "

__ADS_1


"eh enggak sayang ! Ini milik kakek kalian, kalo kediaman satoru mah bukan di sini. Tadi mama salah kirim pesan ke kalian deh"


"Gila....!!! Kalo pulau ini punya kakek doang, jadi gimana besarnya pulau yang untuk *Kediaman satoru* ma ?" tanya risal.


"Em, kalau pulau nya lebih besar dari punya ayah sih, soalnya di kediaman satoru itu, terdapat banyak banget sanak saudara yang tinggal di sana, ada yang liburan di sana, ada juga yang gunain kediaman satoru sebagai tempat buat lari dari kerjaan yang menumpuk, " jelas vivian.


"Wah... Semua saudara yang punya nama belakang satoru hidup rukun yah ma! " respon risal polos.


"Apa ? Rukun ? Entahlah... Bisa di bilang kaya gitu, dan bisa juga gak, " jawab vivian.


"Maksud mama apa sih ? " Tanya risal mengucek mata nya.


"BUK, " Rival menjitak kepala adik nya.


"Auw... Sakit kak... Kok kaka langsung main tabok aja sih ? Baru bangun tidur loh ini, " kelu risal sambil mengusap bagian kepala nya yang di pukul kaka nya rival.


"Masa ini aja kamu nanya ke mama sih. Udah pasti banyak hubungan persaudaraan yang penuh sama permasalahan, perselisihan, dan yang lebih penting pasti iri dengki. Kalo orang lain yang gak ada hubungan dara sama keluarga satoru, pasti mereka rasa iri benget. Sedangkan kalo sesama orang yang bermarga satoru, pasti rasa lebih iri dan niat persaingan nya lebih kuat dek, " jelas rival penuh emosi.


"Oh, gitu. " Jawab risal polos.


"Udah... Udah... Risal jangan nanya hal yang aneh aneh lagi yaah, nanti benjolan kamu bisa sebesar kepala kamu, kalo di jitak sama kaka kamu lagi. Dan rival gak boleh emosian kaya gini dong. Nanti belum apa apa kamu udah punya kerutan kaya hans sekretaris papa kamu, emang kamu mau ?" ucap vivian menengahi dan menegur.


"Ih... Risal gak mau kalo benjolan di kepala risal segede kepala risal. Nanti kakek sama nenek bilang apa ma ? Kan risal malu, " jawab risal yang saat ini benjolan nya sedang di gosok dengan rambut milik vivian yang di tiup dan di usap dengan lembut.


Karena konon kata nya, benjolan di kepala bakal mengecil kalo di gosok rambut.!


[Author : Gak tau ini bener atau salah yaah, soal nya mama nya author sering lakuin hal ini kalo kepala aku atau adik aku benjol. Rambut nya di tiup, terus di gosok di benjolan.! Dan hasil nya benjolan nya bakal turun, Kalian kaya gini juga gak sih ?]


"Ih, rival gak mau ma.. Masa iya wajah rival yang tampan ini di penuhi keriputan kecil kaya milik kak hans sih, rival gak mau...!!! " ucap rival.


"Sayang.. Aku rasa, anak kita... " ucap vivian.


"Yaah, aku juga merasa bahwa anak kita bakal jadi sesuatu yang luar biasa nanti nya, " sambung irwin dengan nada pasrah.

__ADS_1


Karena tingkah polos risal yang semakin menjadi, entah itu akting atau nyata dan kepedean rival yang seperti orang dewasa mencari kekasih😂... Inti nya, irwin dan vivian hanya bisa melihat dan menerima hal apa yang akan terjadi ke depan nya menyangkut ke dua buah hati mereka, dengan lapang dada.


__ADS_2