Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#99.


__ADS_3

"Apa yang kalian semua lakukan, dan membiarkan dia tertidur di lantai sepanjang malam.?? Ditambah tadi malam sedang hujan deras, otomatis suhu nya bertambah dingin... Hah... Apa nama pelayan ini cuma tempelan saja.?? " Ucap titin karena emosi nya yang meledak seketika..


Semua pelayan termasuk sisil hanya duduk karena tau kesalahan mereka, sedangkan lidia sedang berdiri di samping ranjang vivian dengan kekhawatiran penuh..


"Bisakah kau tidak marah marah dulu.? Jelaskan pada ku tentang kondisi vivian.! " Ucap lidia sambil menggigit ibu jari nya dengan kuat.


"Hah.. Ini karena syok dan rasa takut yang berlebihan.. Apakah vivian mendapatkan trauma pada kejadian apa gitu.?? Bahkan panas nya saja mencapai 41°c. Apa yang dia alami lidia.?? Kalo para pelayan tak tau, itu sih wajar.. Tapi kau, itu tak mungkin kan.? " Ucap titin menatap mata lidia dengan penuh tanda tanya..


"Yaah.. Dia bertemu dengan laki laki itu saat pembersihan anggota mafia tadi malam, sedangkan masalah apa yang dia dan laki laki itu perdebatkan aku tak tau.! Karena saat aku membuka pintu dengan kunci cadangan, vivian sudah berada di bawah lantai.! " Jelas lidia.


"Untuk kelanjutan nya, biar kan vivian istirahat dulu.. Lalu beritahukan pada si kembar agar mereka menjenguk mama mereka, aku telah menyuntikkan beberapa obat yang berfungsi untuk menenangkan syok berlebihan nya, dan juga obat tidur pada infus nya.. Jadi dia akan tertidur, aku tekan kan sekali lagi... Jangan ganggu istirahat vivian.. " Perintah titin dengan sorot mata tajam.


Para pelayan pun langsung menunduk dan keluar dari kamar vivian.. Setelah itu, si kembar pun pergi menjenguk mama mereka yang sedang tak sadarkan diri. Menjaga mama mereka sambil membaca buku, mengganti kain basah pada dahi vivian sampai sang fajar terbenam.


................


................


................


................


................


................


................


................


Beberapa hari kemudian, kondisi vivian telah kembali fit. Dia sudah kembali pada kegiatan sehari hari nya, namun semua yang vivian lakukan selalu terjadi kesalahan karena kurang fokus..


Kadang saat bercerita dengan si kembar, vivian hanya duduk diam bahkan vivian hanya melamun dengan tatapan mata yang kosong... Selain itu, vivian selalu salah menandatangani dokumen yang bukan tertera nama nya. memakai sepatu yang salah, dan berbagai kesalahan yang tidak masuk akal...

__ADS_1


"Risal.. Mama akhir akhir ini kaya lagi ada beban pikiran deh.. "


"Kamu benar kak.. Mama jadi sering melamun, dan kaya gak ada semangat hidup gitu... Risal jadi gak tega kak.. "


"Ih kamu kalo udah menyangkut mama aja, pasti gampang banget nangis.. Punya adik ko selemah ini sih.? " Ucap rival sambil menarik pipi risal.


"Sakit kak.. "


"Udah.. Udah... Kaka punya ide.. "


"Hah.? Kaka punya ide.? Kasih tau risal dong..! "


"Kita tanya ke kak lidia tentang makanan kesukaan mama yuk. Abis itu kita pergi beli sendiri, terus kita kasih kejutan ke mama deh.. Pasti mama senang banget.. Abis itu mama pasti bakal semangat kaya dulu lagi." Ucap rival menyampaikan ide nya..


"Risal setuju sama kaka. Kita ke ruang kerja kak lidia yuk.. "


Setelah menyepakati akan menjalankan rencana yang rival sampai kan, saat ini si kembar sedang duduk di atas limosin dengan ronal sebagai pengemudi..


"Gak papa.. Nama nya juga kejutan.. Kalo kita kasih tau, mama pasti bakal ikut nemenin kita.. "


"Em.. Risal percaya aja deh sama kaka. "


"Iya.. BTW, Dari daftar makanan yang kak lidia kasih tau, mama itu suka banget sama steak sapi yang ada di restoran XX bintang lima. Abis itu mama suka banget sama makanan penutup yang terbuat dari buah nanas di toko desert jalan xx. Abis itu jus kesukaan mama, bunga yang suka mama taro di vas bunga.. Hari ini kita akan membeli semua nya.. " Ucap rival antusias.


"Tapi kak.. Risal gak punya uang.. "..


"Astaga adik ku.. Apakah kau sebodoh ini. ? Kita ini keturunan no satu di dunia loh.. Aku kan udah dapet kartu black card dari mama... Hehehe.. " Ucap rival menunjukkan kartu black card..


"Tapi kok risal belum mama kasih.? "


"Mungkin mama terlalu sibuk. Di satu sisi, kita juga gak membutuhkan uang kan.. Aku juga baru kali ini pakai kartu yang mama kasih, jadi setengah uang di dalam kartu ini milik kamu deh.. " Ucap rival sembari merangkul sang adik..


Risal pun hanya tersenyum bahagia, karena kaka nya memanjakan nya hari demi hari.. Setelah selesai membeli steak sapi, si kembar menuju ke toko desert yang di beri tau lidia tadi...

__ADS_1


Sepanjang jalan, keramaian yang sangat amat tercipta. Entah itu karena jalanan yang di penuhi kendaraan beroda dua maupun empat, dan trotoar yang di penuhi dengan pejalan kaki..


Jalanan yang macet pun tercipta.. Bunyi klakson di mana mana terdengar, karena macet yang sangat panjang ini.. Sampai akhirnya ada beberapa mobil yang dengan keras kepala langsung menyetir ke arah yang berlawanan, padahal mereka sedang berada di jalan satu arus...


"Piiiiiiippppp... MINGGIR.. MINGGIR.. AKU INGIN MENGAMBIL JALAN TIKUS SAJA.. " Teriak beberapa oknum yang sedang memutus mobil mereka di tengah kemacetan itu..


Karena tak ada mobil yang merespon, mereka langsung menabrak beberapa mobil dan membuat celah agar dapat lewat.. Begitu terus yang mereka lakukan, karena ada beberapa hantaman dari depan, beberapa mobil tergeser kebelakang dan menyeret beberapa mobil.


Mobil yang di kendarai ronal pun termasuk. Ronal saja bingung mau melarikan diri kemana, di belakang ada mobil. Di samping di penuhi dengan orang orang yang sedang berjalan kaki, sedangkan beberapa mobil yang terserat karena hantaman dari mobil sebelumnya pun mengarah telak ke arah limosin.


"Piiiiiiipppppppp........ BRAK...... PRAANGGGG....... TES.. TES.. TES.. (bunyi selang bensin yang bocor, lalu.. ) BUMMM" Ledakan pun terjadi... Kecelakaan masal pun tercipta dengan kerusakan yang sangat banyak..


Banyak nya mobil yang terguncang, dan beberapa mobil yang terhempas, ada juga beberapa mobil yang terkena imbas dari ledakan mobil yang panas tadi...


Sedangkan limosin yang di kemudi oleh ronal terhempas beberapa meter ke belakang dan si kembar mengalami guncangan yang hebat karena tak menggunakan sabuk pengaman..


"Ah... Dahi ku berdarah... Tidak.. Tunggu.. Tuan Muda.. " Ucap ronal yang langsung keluar dari kursi pengemudi dan melihat si kembar...


Di dapati lah mereka sedang terbaring di bawah, risal dengan dahi yang terbentur di sudut box snack yang tajam dan rival yang terkena benturan dua kali di kaca mobil saat memeluk dan melindungi adik nya.. Darah yang keluar dari kepala si kembar seketika membuat ronal bergidik ngeri...


"Ya Tuhan... " Ucap ronal yang dengan gemetaran langsung menelfon rumah sakit yang di kepalai oleh dokter titin, yang dekat dengan tempat kecelakaan saat ini.


"Ti.. Titin.. To.. Tolng.. Tuan muda.. Kecelakaan.. Berdarah... Ambulans.. Kirimkan ambulan di jalan xx ini.. " Jelas ronal terbata bata..


"Apa yang kau bicarakan.??? Laporkan dengan jelas.! " Perintah titin karena tak mengerti..


"Ke dua tuan muda sedang pendarahan di kepala saat ini.. Terjadi kecelakaan masal, kumohon.. Kirimkan ambulans sebanyak yang ada di rumah sakit mu..


"Kau gila... Bagaimana bisa.??? Aaahhh, F*CK..!"


"LAURA.. KIRIMKAN 10 AMBULANS DI JALAN XX SEKARANG JUGA... DAN MINTA BANTUAN PULA DI RS KARTIKA, TERJADI KECELAKAAN MASAL DI JALAN XX. UTAMAKAN MEMBAWA RONAL DAN SI KEMBAR MILIK VIVIAN, MEREKA MENGGUNAKAN LIMOSIN. APAPUN YANG TERJADI, DAHULUKAN MEREKA....." Teriak titin pada laura sekretaris nya..


"Baik Dokter.. " Jawab laura dan langsung menjalan kan perintah dari titin.

__ADS_1


__ADS_2