
Setelah selesai bersih bersih, dan berpakaian yang rapih dan indah, Vivian dan Rival pun menuju meja makan untuk makan siang karena baru jam 12:20 siang.
"Rival mau duduk di dekat mami" Ucap rival saat sedang berjalan bergandengan tangan dengan vivian.
"Iyah... kamu bakal duduk di samping kanan mami kok. " Jawab vivian pada permintaan anak nya yang sangat antusias itu.
"Drrrkk.... Drrrk... " Suara dari roda meja pengantar makan yang sedang memasuki ruangan makan yang luas itu.
Makanan makanan yang penuh akan protein, karbohidrat, vitamin, nutrisi, lemak, dan berbagai jenis makanan yang memiliki penampilan yang kelihatan sangat lezat.
Para pelayan pun langsung menyajikan nasi, daging, sayur, dan beragam makanan di hadapan vivian dan rival. Mereka juga hanya meletakkan sendok dan garpu sebagai alat makan sesuai dengan perintah vivian. Karena vivian tak mau anak nya merasa malu atau minder dan berkecil hati, karena tak bisa memakan dengan menggunakan etika kelas atas.
Dengan alasan itu, semua makanan yang berhubungan dengan pisau atau alat memotong, harus di potong terlebih dahulu oleh para pelayan, sebelum memasuki ruang makan tadi. Dengan begini, rival hanya perlu menusuk setiap makanan, dan langsung memasukan nya di dalam mulut dengan mudah dan gampang..
"Silakan menikmati makan siang nya Nona dan Tuan Muda... " Ucap para pelayan pengantar makanan dan chef dengan menunduk memberi hormat, lalu berdiri mengelilingi meja makan itu dengan posisi yang tegak agar dapat melayani majikan nya jika di perlukan.
"nyam... " Rival memasukan makanan ke dalam mulut nya.
"Em... Enak banget... Ini daging apa mi? " Tanya rival dengan mulut nya yang masih di penuhi makanan.
"Ha ha ha.. Ini steak sapi sayang.. Tingkat kematangan nya sedang, sedangkan daging sapi nya di impor langsung dari negara R, yang terkenal akan peternakan nya yang sudah di akui di mana mana... " Jelas vivian.
"Wah keren banget mi~. Kakek chef yang masak daging seenak ini pasti profesional banget deh. " Ucap Rival memuji.
Chef yang memasak steak sapi itu pun, Mata nya langsung berkaca kaca karena terharu.. Sedangkan rekan rekan pekerja yang melihat nya merasa bingung ingin iba atau bahagia.
"Chef dodo, harap kontrol air mata anda" Ucap salah satu pekerja nya.
"Bu... Bukan nya aku berlebihan.. Tapi aku benar benar senang sampai mengeluarkan air mata.. Kau tidak tau bagaimana rasa nya memiliki Majikan yang kaku dan tak pernah memuji, saat Tuan Muda memuji saya, terbayar sudah keringat saya selama ini. " Jelas chef dodo pada rekan rekan kerja nya.
"Huh.. Kami mengerti perasaan mu.. "
__ADS_1
"Yaah, kita semua memiliki majikan yang sama, jadi perasaan seperti itu melanda perasaan setiap pekerja yang ada di rumah ini." Ucap rekan rekan chef dodo sambil menepuk pundak chef dodo.
Rival terus makan dengan lahap, sedang kan vivian hanya makan beberapa potong steak, setelah itu dia langsung meletakkan alat makan nya, dan hanya melihat anak nya makan.
"Mami kenapa gak makan.? Kata mami kalo rival gak makan banyak, rival bakal sakit. Terus, kenapa mami gak makan yang banyak? " Tanya rival.
"Ah... I.. itu... Mami lagi diet sayang. " Jelas vivian dengan gegabah.
"Diet..? Diet itu apa mami ?" Tanya rival lagi.
"Diet itu semacam kegiatan yang di lakukan beberapa individu yang ingin menurunkan berat badan atau mempertahan kan berat badan mereka.. " Jelas vivian.
"Loh kenapa mami diet ? Badan mami aja udah kaya tulang gitu, apa lagi yang mau di turunin mi ? " Komen rival pada vivian.
"I... Itu... " Vivian tak tau harus menjawab apa lagi...
Nona... Akhir nya hadir juga orang yang dapat marah, menegur, dan mengalahkan anda dalam berdebat yaah.. Kami semua ikut bersyukur karena akhirnya Nona kami terlihat seperti manusia.. Batin yang sama dari semua pekerja yang ada di sekeliling meja makan itu.
"Bukan kaya gitu sayang... Mami udah kenyang aja tadi, maka nya gak bisa maksa makan lagi... Sebagai gantinya, mami bakal makan buah buahan deh. " Ucap vivian.
Vivian, rival, dan para pekerja pun telah melewati waktu makan siang bersama. Saat ini, pukul 15:00 atau jam tiga sore.. Vivian dan rival sedang menghabiskan waktu bercerita di rumah kaca milik vivian sambil menikmati teh, susu, dan camilan.
"Sayang... Kamu mau belajar gak ? " Tanya vivian di sela sela omongan mereka.
"Belajar ?? Rival mau ma.. " Jawab rival penuh antusias.
"Oke, kalo gitu besok mami suruh kenalan mami datang ajarin kamu yaah. " Ucap vivian.
"Kenalan mami ? Siapa mi ? "
" Yaah, pokoknya kenalan mami sayang. "
__ADS_1
"Terserah mami deh, tapi rival belum mau sekolah di gedung gedung itu mi.. Rival belum siap.. "
"Loh.? iya sih mami nyuruh kenalan mami buat datang ajarin kamu, tapi kenapa kamu gak mau belajar di sekolah sayang ? "
"Gak ada alasan khusus sih ma.. Rival cuma ngerasa kalo rival gak boleh belajar di sekolah, sebelum rival sempurna dalam beretika dan berkomunikasi mi.. "
"Kamu terlalu banyak kepikiran ya.. Sekalipun perilaku kamu gak sopan, mami bakal terus ada di belakang kamu kok"
"Bukan... Bukan gitu mi.. Rival cuma mau saat rival bersekolah nanti, vivian gak malu maluin kamu mi.. "
"Eh... Kok kamu lebih pikirin hal konyol kaya gitu sih sayang ? Mami kan tadi udah bilang, mami gak apa apa kok.. "
"Pokok nya rival gak mau mi... Mami bakal izinin rival kan.? " Tanya rival dengan menggunakan tatapan super imut nya.
"Hem.. Ka... Kalo kamu mau nya kaya gitu ya mami bakal ikutin mau kamu kok. " Jawab vivian.
Aku mengizinkan anak ku bukan karena keimutan nya yaah... Sungguh... Batin vivian pada diri nya sendiri, entah untuk apa dia batin seperti itu, tapi terserah dia lah.๐
Hehehe... Ternyata mami itu gak bisa berdaya di hadapan tatapan imut dari aku ya. Ternyata hasil analisis aku yang sebelum nya gak salah.. Tapi gak papa sih, rival suka lihat mami bahagia kalo berkaitan dengan rival. Batin yohan dengan senyum
evil nya itu.๐
Entah kenapa...
Aku merasa...
*Tuan muda seperti...
Memiliki sifat jahil seperti Nona waktu masih kecil*...
Batin ke 10 pelayan yang sedang berdiri melayani makanan dan minuman, dengan keringat dingin dan mata yang sedang melirik rekan rekan pelayan mereka, setelah melihat senyum jahil pada rival yang sama persis seperti vivian...
__ADS_1
"Nah.. Ini di makan juga cake cokelat nya.. Rasa enak banget loh.. " ucap vivian menyodorkan cake yang dia maksud pada rival.
"Nyam... Nyam... Nyam.. Em.. Rasa cokelat nya enak banget, tekstur nya langsung meleleh di dalam mulut kaya salju mi. Enak banget.." Ucap rival dengan mulut nya yang penuh akan cake, tapi membuat wajah nya terlihat sepeti tupai yang sedang memasukan biji bijian sampai penuh pada mulut nya...