Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#145.


__ADS_3

"Bagus... Bagus sekali. Hei bocah ingusan, kau lolos ujian pertama. " Ucap andhika penuh semangat dan senyum sumringah.


"E... Eh..?? Ayah ? Maksud ayah apa ? " tanya vivian.


"Ck, kau sudah tua tapi masih menggunakan cara yang kuno ya. Untung udah sayang, " ucap stefani dengan smirk.


"...... " Irwin hanya diam, dia tidak menampakkan raut wajah yang sedang senang sama sekali.


"Oh, kamu sudah lolos ujian pertama, tapi kenapa kamu tidak bergembira sedikit pun bocah ? " tanya andhika.


"Jika seperti yang Om katakan, ini hanya ujian pertama. Belum ada kepastian bahwa ujian ke dua dan berikutnya akan segampang ini. " Jawab irwin.


"Prok... Prok... Prok... " Andhika menepuk ke dua tangan nya.


"Aku suka gaya mu. Tidak gegabah, tetap tenang. Karena aku suka gaya mu yang seperti ini, aku hanya akan memberikan ujian ke dua dan terakhir. Apa kau siap mendengar nya? " tanya andika.


"Ya, saya siap mendengar ujian yang om maksud itu, " sambung irwin.


"Dalam satu bulan, jadilah perusahaan yang menduduki peringkat pertama sedunia. Hal ini berarti, kamu harus mengalahkan perusahaan ke dua anak ku, dan yang paling penting adalah perusahaan ku yang sampai sekarang belum pernah tergeser sedikit pun. Apa kau bersedia ? Jika tidak, pulanglah dan jangan lagi muncul di hadapan ku dan anak cucu ku. "


"........... "Irwin terdiam seribu bahasa.


"Sayang, aku rasa permintaan mu yang satu ini agak berlebihan. Apa tak ada syarat yang lain ? " tanya stefani.


"Tidak ada. Dan syarat terakhir yang aku ajukan ini, tidak bisa di ganggu gugat.! "


"Ayah... Vivi yang paling tau sebesar apa dana yang ayah punya di perusahaan ayah saat ini. Bahkan ayah membutuhkan 50 bank do seluruh dunia, agar dapat menyimpan uang ayah. Belum lagi yang ada di brankas rumah, jujur saja kalo ayah tidak merestui hubungan ini, " ketus vivian geram.


"Tidak. Yang sudah ayah katakan maka akan terjadi seperti itu, tidak ada sanggahan dari kamu dan istri ku. Kalo dia tidak bisa mengalahkan ku, bagaimana aku bisa tenang melepaskan putri ku pada orang yang lemah seperti ini. " Ucap andhika.


"Baik... Saya terima ujian ini, setelah satu bulan, saya akan datang lagi ke sini sebagai CEO yang menduduki rangking satu di dunia, dan tentunya mengalahkan om. " Ujar irwin.


"Jangan terpancing dengan ucapan ayah irwin. Ayah ku itu sangat licik, kamu tak akan menang jika berhadapan dengan ayah ku.! " Ucap vivian dengan raut wajah cemas.

__ADS_1


"Vivian... Apa kau cemas jika aku tak akan pernah menikah dengan mu.? Tenang saja, aku akan melewati ujian ini dan pasti nya akan menang. Percaya pada ku, " irwin pun menenangkan vivian dengan suara lembut.


"T... Tapi, ini... Ini Ayah ku irwin. Andhika satoru-"


"Cup" Irwin mengecup kening vivian dengan lembut.


"Aku kan sudah bilang tadi. PERCAYA PADA KU, " ucap irwin meyakinkan vivian.


"E... Em... Aku akan percaya pada mu. Cepatlah agar kita dapat segera menikah, " ucap vivian malu malu.


"Hahaha, iya bawel " ucap irwin mencubit hidung vivian dengan lembut.


"Dan selama satu bulan, vivian dan ke dua cucu ku akan tinggal bersama ku. Tidak boleh ada pertemuan antara kalian berdua, karena ide anak perempuan ku yang satu ini sangat banyak, dia bisa membuat mu dapat mengalahkan ku dalam kurun waktu dua minggu. " Ucap andhika serius.


"Ugh... Apa lagi kali ini ayah ???? Udah kaya film film aja harus di kurung sebulan di dalam rumah, vivi gak mau ayah, " tolak vivian kekeh.


"Oh, setelah berlama lama di luar sana, kamu jadi semakin liar dan tak mau mendengarkan ucapan ayah yah vivian, " sambung andhika serius.


"Ugh... ( Vivian membuang muka sambil menggertak kan gigi nya ). Ibu... " ucap vivian dengan tatapan memelas agar ibu nya dapat membela nya.


"Ibu... "


"Vivian... Kamu tinggal lah di sini seperti yang ayah ibu mu katakan. Jadilah anak yang patuh, karena aku akan mengusahakan menjadi perusahaan nomor satu dalam dua minggu, " ucap irwin meyakinkan vivian.


"Kalo sudah begitu, pergilah sekarang juga. Karena setiap detik saat ini sangat penting," perintah andhika.


"Baik, terima kasih atas teh nya yang manis dan nikmat ini tante. Irwin berharap akan mendapatkan jamuan yang sama saat datang ke sini. Om, irwin pamit pulang dulu.... " Ucap irwin sambil memberi salim dan berjalan keluar bersama vivian.


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


...~Di bandara tempat jet pribadi vivian~ ~mendarat tadi~...


"Irwin, apa kau yakin akan pulang sekarang dan menyanggupi persyaratan yang ayah berikan ini ? " tanya vivian.


"Astaga... Padahal tadi kamu sudah berkata akan mempercayaiku, tapi keraguan apa lagi saat ini ? "


"I.. Itu .. Apa kau tidak berpamitan pada anak anak dulu.? Mereka pasti akan merindukan mu, satu bulan itu bukan waktu yang singkat loh. " mata vivian memerah, satu tangan nya menggenggam erat satu lengan nya, sambil melihat lantai tempat kaki nya berpijak.


"Aku tau anak anak akan merindukan ku, tapi kamu pasti akan menjadi orang yang paling merindukan ku bukan ? Kenapa kamu tidak jujur saja sih? "


"... Win, " mata vivian mulai berair saat menatap mata irwin.


Irwin langsung memeluk vivian dengan erat, sangat erat sampai vivian kesulitan bernafas. Tapi vivian tidak protes seperti biasa nya, vivian justru kembali memeluk irwin dengan sangat erat.


"Cepat selesaikan urusan mu yaah. Hiks... Jangan selingkuh selama satu bulan ini, dan cepat lah datang bertemu dengan ku, " kata vivian.


"Hahaha... Reaksi kamu kali ini berbeda dari biasa nya yaah. Tenang saja, aku akan datang menjemput mu dan dapat di pastikan bahwa aku tak akan berselingkuh." Jawan irwin.


"Pelukan sudah dulu.. Cepatlah berangkat, aku tau sekarang pikiran mu sedang di kuras habis habisan. " Ucap vivian melepaskan pelukan nya.


"Aku berangkat dulu yaah, " ucap irwin yang mulai menginjak kan kaki di anak tangga.


"Oia irwin, hampir lupa. Saat sampai di negara W, hubungi lidia dan ceritakan masalah ini. Sampaikan juga kalo aku menyuruhnya untuk memberikan 10 dokumen coklat pada mu. Dan aku berharap kau tidak keberatan dan mau menerima kesepuluh dokumen itu, " ucap vivian.


"Jangan bilang kalo 10 dokumen itu adalah alat alat elektronik yang kau desain sendiri tapi belum di luncurkan karena kamu tak mau menonjol, " kata irwin yang menebaknya dengan benar.


"Yaah, kau benar sekali. Tapi jangan sungkan dengan 10 dokumen itu, karena hanya 10 alat elektronik tak akan menjadi jaminan kamu akan langsung menang melawan ayah, "


"Baiklah... Terimakasih karena mau membantu ku, tapi aku sudah bilang sebelum nya kan ? Percaya dan biarkan aku berusaha sendiri, Karena aku ingin memperistri mu dengan usaha dan kebanggaan ku yang di gapai dengan kerja keras ku sendiri."


Jawab irwin menolak kebaikan vivian. Vivian pun tidak kecewa sama sekali, dia justru menampakkan senyum dan melambaikan tangan pada irwin yang kini sudah duduk di dalam jet pribadi.

__ADS_1


Dari kaca jendela sajalah mereka berdua bertatapan sampai jet itu mengudara dan meninggalkan kehampaan untuk vivian di lapangan lepas landas yang luas itu...


__ADS_2