Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#91.


__ADS_3

Setelah mendengar perintah vivian, lidia dengan berat hati langsung mengirim surat pembatalan mengenai permintaan izin tadi, bersamaan dengan uang ganti rugi sebesar satu miliar.


Lidia... Mungkin kau menganggap ku aneh, tapi aku melakukan ini untuk mengetahui maksud irwin yang sebenarnya. Jika saat mereka menerima dokumen pembatalan beserta uang ganti rugi, lalu membiarkan kejadian ini seperti tak pernah berlalu.. Berarti sejak awal irwin tak pernah mencurigai ku.. Tetapi, jika mereka mengirim kembali permohonan maaf dan uang milik kita, berarti irwin sudah sadar bahwa pemimpin perusahaan sky adalah orang yang berbeda.! Bukan wanita yang dia temui tujuh tahun lalu.... Batin vivian.


...~Keadaan di perusahaan irwin~...


"Brak... " Hans membuka pintu dengan kencang.


"Apakah sekarang mengetuk pintu saja sudah susah untuk kau lakukan.? " Ucap irwin memandang hans.


"Kenapa kau menambahkan note* Di surat persetujuan yang kita kirim ke perusahaan sky.? " Tanya hans emosi


"Terserah aku lah.. Aku kan bos nya, masa iya ngelakuin apa aja nanya kamu.?! " Jawab irwin tanpa beban


"Aku tak percaya kau masih dapat bercanda di saat seperti ini.! " Ucap hans dengan dahi yang di kerut kan.


Irwin yang sudah mengenal hans sejak lama, merasa bahwa saat ini hans sedang tidak bercanda..


"Ada masalah apa.? " Tanya irwin menanggapi wajah hans yang sedang serius.


"Perusahaan Sky mengirim dokumen pembatalan permintaan izin.! " Jelas hans.


"Heh.. Memangnya mereka mau membayar denda begitu saja.? Tak mungkin.. Perusahaan No Lima sedunia, tak mungkin melakukan tindakan yang merugikan pihak mereka.. ! " Ucap irwin sambil mengangkat bahu nya.


"Tidak.. Kau salah penafsiran kali ini irwin..! Mereka langsung mengirimkan uang denda bersamaan dengan dokumen pembatalan izin yang mereka kirim tadi. Dan mereka juga menambahkan *Note bahwa pemimpin mereka tidak setuju jika harus bertemu dengan CEO perusahaan the star. "


"Astaga... Ya Tuhan.. Padahal kalo kita hanya mengirimkan pernyataan izin tanpa note tambahan dari mu, kita akan mendapatkan keuntungan yang sudah pasti lebih besar dari sebelum nya. Sekalipun tak terjalin kerja sama dengan pihak mereka, pasti ada keuntungan dengan Rencana yang sudah kau susun sepuluh tahun yang lalu. " Merah hans pada irwin.


Apakah perkiraan ku yang mengira pemimpin perusahaan Sky adalah vivian itu salah.? Hah... Seperti nya pemikiran ku sudah mulai tak tertata akhir akhir ini, karena pertemuan dengan wanita itu di ulang tahun gunawan... Batin irwin kecewa.

__ADS_1


"Aku tak mengira mereka akan melakukan ini hans.. " Ujar irwin pada hans


"Huh.. Sudah ku duga kamu tak memperhitungkan bagian penolakan ini kan...?! " Protes hans yang masih belum puas.


"Karena aku berpikir pikir mereka perusahaan yang lebih mementingkan mendapat izin, dari pada harus kehilangan uang dengan cuma cuma.. " Ucap irwin


"Yah, aku rasa pemimpin mereka memiliki harga diri yang tinggi dan di tambah dengan keras kepala yang hakiki seperti diri mu.! " Ujar hans.


Padahal aku berharap kali ini aku dapat menemukan mu vivian... Apakah aku hanya menemukan jalan buntu untuk kesekian kalian nya.? Batin irwin sambil memutar kursi dan membelakangi hans.


"Hans.. Kau kirim kembali uang denda yang mereka kirim kan, dan permohonan maaf yang sebesar besar nya. Sertakan juga bahwa perusahaan kita tetap memberikan izin, dan menarik kembali persyaratan yang sempat di lontarkan tadi.! " Perintah irwin dengan suara yang terdengar lemah..


Hah.. Apakah dia lagi bad mood lagi.? Pasti karena wanita yang dia cari itu... Makin kesini aku makin kasian sama kamu irwin. Batin hans merasa iba


"Baik akan saya laksanakan..! " Jawab hans dan langsung meninggalkan irwin, karena irwin lebih suka keheningan yang permanen di sekeliling nya, saat dia sedang bad mood.


...~Keadaan di ruang kerja vivian~...


"Ting Tong.. " Bunyi pesan masuk.


Lidia yang sudah menunggu pesan dari tadi, dengan gesit langsung membuka balasan yang di kirim dari perusahaan the star itu.


"Ya Tuhan.. " Ucap lidia kaget karena isi balasan yang tak bisa di mengerti dan di percaya...


"Apa isi balasan nya.? " Tanya vivian gelisah.


"Mereka mengirim permintaan maaf, dan uang kita juga. Di tambah , izin yang mereka berikan akan tetap berlaku. Jadi mereka berkata bahwa semoga proses pemindahan yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik..! " Ucap lidia penuh antusias pada vivian.


"Fyuh.... " Vivian pun menghembuskan lega.

__ADS_1


"Berarti dia sudah tak mencurigai aku lagi kan.?! Semoga saja.! " Ucap vivian sembari mengusap dada nya.


"Lagi lagi kau melakukan tindakan yang tak pernah aku pikirkan... Sebenarnya kau dan lelaki itu memikirkan apa sih.? " Tanya lidia takjub.


"Entahlah.. Mungkin ini hanya kebetulan.. " Jawab vivian enteng..


"Hei.. Dari dulu sampai sekarang, semua hal yang terjadi di luar nalar dan sulit di mengerti itu, kau hanya memberikan jawab *Cuma kebetulan.* Apakah kau tidak bosan memberikan jawaban yang sama.? " Tanya lidia.


"Yah gak capek lah.. Anggap aja ini benar benar sebuah kebetulan.. " Ucap vivian yang lagi lagi memberikan jawaban yang ambigu.


"Hah... Inti nya, sekarang masalah perusahaan udah selesai.. Jadi aku mau ketemu sama anak anak dulu.. " Ucap vivian sambil merenggang kan tubuh nya...


"Tunggu dulu.. Masih ada hal lain yang ingin aku laporkan pada mu.. " Ucap lidia dengan nada serius, yang berbeda dengan tadi..


"Hah... Mendengar nada bicara mu yang serius dan tegas begini, apakah ada hal yang berkaitan dengan masalah yang kau cari tau dari beberapa minggu yang lalu.? " Keluh vivian sambil duduk kembali di kursi dengan perasaan jengkel.


"Aku akan mulai melapor, tentang perusahaan kita yang hampir bangkrut baru baru ini.. Perkiraan mu lagi lagi benar vivian, dengan otak almarhum stefan yang sekarang sedang berada ni neraka... Pasti ada kekuatan di belakang nya, yang menyokong dan mendukung nya.. Atau menjadikan dia sebagai alat.. " ucap lidia.


"Jadi.. Kekuatan apa yang ada di belakang nya.? " Tanya vivian geram


"Kekuatan yang mendukung nya adalah Satu kelompok yang beroperasi di dunia mafia..! Di pimpin oleh Abar . Mereka sudah mengetahui bahwa perusahaan sky adalah perusahaan yang mengontrol seribu lebih perusahaan, dan mereka juga tau bahwa perusahaan sky sedang kehilangan pemimpin saat kau koma waktu itu." Jelas lidia..


"Dimana markas mereka.?" Tanya vivian.


"Tunggu dulu.. Kau ingin masuk ke dalam dunia mafia seperti dulu lagi.? " Tanya lidia takut.


"Bukan nya masuk, tapi kalo lagi kepepet ya cuma numpang lewat aja... Lagian apa yang kau takutkan sih.? " Tanya vivian penasaran


"Apa kau sudah lupa.? Irwin juga berada di dunia mafia, jika kamu berkata hanya numpang lewat.. Bagaimana jika ada kebetulan yang terjadi seperti ulang tahun gunawan .? Bagaimana jika kau bertemu dalam pembasmian kelompok ini.? " Ucap lidia mengungkapkan kekhawatiran nya..

__ADS_1


"Kau tenang saja... Tak ada kebetulan yang mengerikan seperti itu..! " jawab vivian yang lagi lagi meremehkan cara kerja takdir.


__ADS_2