Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#76.


__ADS_3

"Iyah juga sih. Kalo gitu papa sama mama sama sama suka dong. " Jawab risal.


"Jadi kamu pasti setuju juga dong, kalo mama sama papa nikah.? " Tanya rival.


"Setuju banget dong... " Jawab risal penuh antusias.


"Jadi yang pertama, kita harus mikirin dulu. Kenapa papa gak memberikan kasih sayang ke kamu, dan hanya pulang ke kediaman agreete sekali dalam sayu tahun. " Ucap rival.


~>Note : Rival & Risal udah menceritakan semua hal yang mereka dapatkan selama enam tahun, saat mereka berdua ada di dalam limosin tadi. Jadi jangan heran ya<~


"Eh.? Kenapa kita mikirin itu dulu.? Kan mama sama papa sama sama saling cinta, jadi ngapain harus mikirin yang ribet sih.? " Ucap risal karena tak suka memikirkan hal yang merepotkan.


"Hah.. Kamu benar benar bodoh ya. Dengan papa yang lalai dan gak tau kamu di aniaya di kediaman agreete , itu udah membuat mama gak bisa dengan mudah maafin papa gitu aja. Pasti mama bakal mempertimbangkan dari segala sudut, sakit hati dan derita yang kita rasakan, akan terasa berkali kali lipat bagi mama.! " Jelas rival pada risal.


"Kalo menurut aku ni yaah, aku rasa papa gak salah kok. Kamu mau tau kenapa papa pulang nya cuma satu tahun satu kali aja?" Tanya risal.


Rival pun hanya menganggukkan kepala nya, merespon perkataan dari risal tadi.


"Setiap papa pulang ke kediaman, si amel itu akan membuat 1000 lebih trik atau siasat, biar papa bisa tidur sama dia. Dengan kata lain, dia mau memiliki hubungan intim dengan papa."


"Dia seperti terburu buru agar papa dan di memiliki anak yang keluar dari rahim milik nya. Yaah dalam arti tertentu, si amel pasti gak suka juga kalo anak yang bukan darah daging nya yang bakal dapetin posisi pemimpin keluarga agreete selanjut nya.! "


"Kau tau. ? Sebelum kejadian itu menimpa papa, papa masih sering pulang ke kediaman. Bahkan hampir setiap hari aku melihat papa. Seperti yang aku bilang tadi, karena suatu kejadian yang membuat papa muak dan tak bisa menahan diri lagi.! " jelas risal...


"Emang kejadian apa sih.? " Tanya rival karena penasaran

__ADS_1


"Waktu itu, umur aku baru empat tahun deh. Waktu papa pulang, pas papa masuk ke dalam kamar nya, di dalam kamar nya itu sudah di penuhi dengan dupa perangsang. Obat perangsang yang baru di keluarkan oleh badan penelitian biologi, obat perangsang ini sangat keras bahkan belum melalui uji coba. Tapi kau tau kan kegilaan amel, dia tetap kekeh dan melakukan tindakan tidak manusiawi itu. "


"Saat papa lagi kesulitan buat mengontrol keinginan badan nya yang semakin menginginkan hubungan intim, muncullah amel dari kamar mandi, dengan mengenakan pakaian yang.... Hah, kamu tau lah. Pakaian nya itu sangat vulgar dan menggoda, saat papa melihat amel yang seperti itu, papa langsung menolak am sampai amel terjatuh di lantai, lalu pergi meninggalkan amel di dalam kamar begitu saja, tanpa berhubungan sedikit pun. Jangan kan berhubungan, mencium amel saja tidak. "


"Saat papa sedang berjalan dengan langkah kaki yang lebar dan cepat, papa sempat berpapasan dengan ku. Dia mengusap kepala ku dengan lembut dan berkata seperti ini


" Malam ini papa ada pekerjaan mendadak. Membuat papa harus pulang agak lama, jangan jadi anak yang nakal yah pas papa gak ada. "


"Udah gitu aja yang papa bilang, setelah itu papa pergi dari kediaman dengan hans yang mengemudikan mobil nya. Yaah begitulah papa yang menolak amel, walaupun sudah terkena efek dari obat perangsang.!" Jelas risal dengan sangat mendetail.


"Hem... Ternyata pengetahuan kamu lebih ekstrim dari punya ku yaah. Tapi bisa bisa nya tadi kamu negur aku waktu aku bilang papa sama mama ciuman.! " Protes rival.


"I... Itu karena keadaan. Gak mungkin kan aku berkata melakukan itu dan ini, lalu itu dan ini. Kan gak nyambung jadi nya. " Sanggah risal dengan pipinya yang memerah.


"Hah.. Terserah kamu deh. Tapi, ada hal yang buat aku penasaran dari tadi. Risal, kamu tau dari mana kejadian ini.? Bahkan kamu menceritakan nya dengan sangat mendetail.! " Tanya Rival.


"Ih, gak sopan banget. Mama aja ngelarang banget soal memasang cctv di dalam kamar, soal nya mama bilang, setiap orang memiliki privasi masing masing. Jadi cctv itu seperti mengganggu jika di letakan di dalam kamar tidur. " Ucap rival..


"Yah.. Kau kan tau sendiri gimana bodoh nya orang orang yang ada di kediaman agreete.! " Ucap risal sambil menggelengkan kepala meremehkan seisi rumah kediaman agreete (Kecuali irwin papa mereka).


"Pokok nya kaya gitu lah ya. Kalo dari cerita yang kamu ceritain ini, dapat di simpul kan dong.... " Ucap rival.


"Kita bakal buat papa sama mama sampai di altar pernikahan..!! " Ucap si kembar sambil berjabat tangan dengan penuh semangat...


".................. " Rival yang terdiam

__ADS_1


"................. " Rival pun ikut terdiam.


Dan akhir nya, riva memilih untuk memecahkan keheningan itu.


"Em.... Risal.... Kenapa kamu gak kembali ke tempat tidur kamu.? kan kita udah abis ngobrol. Aku udah ngantuk banget loh. " Ucap rival sambil menggosok bola mata nya.


"I.... It.... Itu.... " Ucap risal terbata bata.


"Itu kenapa.?" Tanya rival dengan dahi yang sedikit di kerut kan.


"I.. Itu... Risal... Risal boleh gak bobo sama kamu malam ini.?" Ucap risal sambil memejamkan mata nya dengan kuat, setelah itu memandang rival dengan tatapan memohon yang imut.


"Haaahh.? Kamu mau tidur sama aku.? Yakin.? Emang kenapa.? " Tanya rival terheran heran.


"I... Ini kan tempat tidur baru, rumah baru, dan suasana yang baru... Jadi risal belum terbiasa tinggal dan tidur di sini (Hanya bohongan, karena cuma alasan doang.), Boleh gak.? "Mohon risal dengan wajah nya yang imut...


Ugh... Entah kenapa, padahal muka dia sama aku itu sama, tapi kenapa wajah nya yang sedang di buat imut itu berhasil membuat aku tak bisa menolak.? Batin rival.


"Y... Ya udah... kamu tidur sama aku aja, sampai kamu udah terbiasa dengan suasana rumah ini. " Ucap rival memberi izin pada risal.


Yaah jika di perhatikan, sifat si kembar ini sebelas dua belas lah yaah. Kalo mau minta atau kasih izin, pasti malu malu kucing.! Padahal sama sama sayang sebagai saudara....


"Asyikkk.... " Ucap risal kesenangan dan langsung mengambil posisi tidur, sambil memeluk boneka panda milik nya.


"Hah... " Hembusan nafas panjang dari rival.

__ADS_1


Rival pun mengambil posisi tidur tepat di samping saudara nya itu, saling berhadapan tapi memeluk boneka yang berbeda.... Akhir nya, ke dua anak kembar ini terlelap dalam tidur mereka masing masing... .


__ADS_2