
"Oh.... Anak mama ternyata pintar banget ya... Tapi seperti nya kamu melupakan satu kegunaan bagi baju berwarna hitam.. "
"Hm.? Lupa... Rival rau nya- Ah iya benar banget masih ada satu kegunaan baju berwarna hitam.. "
"Hem... Apa itu sayang .? "
"Arti warna hitam lain nya itu menyatakan perang atau pihak yang memakai baju hitam sedang mengajak bertarung..! "
"Wah.. Ingatan anak mama ni kuat banget yaah. Mama jadi bangga deh. "
"Makasih ma... Tapi ma, kenapa mama menyatakan perang ke keluarga agreete ? Keluarga Agreete itu ada di nomor dua sedunia loh ma, mama gak takut ? "
"Heh (Sambil menampakkan smirk), hanya keluarga Agreete yang seperti sampah... Kenapa harus takut.? "
Kalo respon mama kaya gini, pasti ada hubungan nya sama saudara kembaran aku deh. Apa mungkin saudara aku ada di kediaman agreee,? Sekalipun iya, kok bisa? Sebenarnya apa yang sudah terjadi... Aku udah berumur enam tahun baru ketemu sama mama, berdasarkan dari sifat mama... Pasti ada kejadian yang menimpa mama, jadi mama baru bisa ketemu sama aku enam tahun lama nya.. Benar benar teka teki yang sangat sulit, dan tak bisa aku pecahkan dengan otak ku yang berumur enam tahun ini.. Batin rival.
"Rival.? Kenapa kamu bengong ? Apa kamu takut banget ya sama keluarga agreete ? Tenang aja sayang, ada mama gak ada yang bisa nyakitin kamu.. "
"Em... Rival gak takut lagi kok kalo ada sama mama.. "
"Oke kalo gitu, pangeran kecil mama udah siap ke acara nya sekarang gak ? "
"Tentu aja udah siap dong. " Jawab rival sambil meraih tangan mama nya, yang di ulurkan ke arah nya.
Vivian dan Rival pun berjalan ke arah lift sambil bergandengan tangan, tentu saja sambil mengobrol..
***
Saat ini vivian dan rival berada di dalam limosin, menuju ke kediaman agreete.
"Ma.. Acara nya kan jam tujuh, kenapa kita pergi nya jam tujuh lewat.. Kan kata mama kita itu harus hadir lima menit sebelum acara atau janjian, atau apapun itu. "
"Dalam kasus ini berbeda sayang. Kali ini, bintang utama nya adalah kita.. Sudah pasti harus hadir paling terakhir.! Saat masuk ruang pestanya saja pasti sudah bikin heboh... "
"Jadi.. Nanti rival bakal masuk sama mama.? "
"Ah enggak kok sayang. Nanti mama bakal masuk duluan, pas mama kasih perintah nyuruh ronal bawa kamu ke dalam, baru kamu bisa ke dalam... "
"Kok gitu sih ma.?"
"Iyah harus kaya gitu sayang.. Biar perhitungan yang udah mama buat tepat, gak berantakan, dan berjalan mulus.. "
__ADS_1
"Hem, rival bakal nurut sama mama kali ini aja yaah. "
"Lagian kalo kamu masuk dengan mama, kamu bakal mendengar perkataan yang seharusnya gak kami dengar. Jadi biarlah pertarungan orang dewasa di dengar oleh orang dewasa saja.. "
"Kalo gitu, rival harus ada cemilan dong.. Masa iya rival planga plongo gak jelas di dalam sini." Protes rival..
"Hahaha... Mama udah tau kalo kamu bakal rewel, jadi mama udah siapin dong. "
"Tut... " Bunyi tombol yang di tekan vivian, yang berada di samping tempat duduk nya
Setelah tombol itu di tekan, meja yang mampu menyimpan lima wine pun masuk ke dasar limosin, lalu bertukar tempat dengan cemilan dan snack satu box besar.
"Wah.... Udah kaya ruangan rahasia di film film ya ma.. "
"Hahaha.. Itu memang ruang rahasia yang sempat mana buat dulu tapi gak berguna. Syukurlah sekarang dia dapat berguna. "
"Mama emang yang paling terbaik. " Ucap rival dengan mulut yang sudah mulai mengolah snack satu per satu.
"Kamu bilang Mama yang terbaik tapi tindakan mu mengatakan seperti snack satu box itu yang paling terbaik... "
"Kalo gitu kamu pilih mama atau satu box snack itu ? "
"Yah rival pilih mama lah. "
"Kan kalo rival pilih mama, mau 1.000 box snack pun bisa rival dapet.. Iya kan ma" Ucap rival sambil tersenyum dan menampakkan wajah licik nya yang imut itu.
"Kamu anak nakal.." Ucap vivian sambil menjewer hidung anak nya itu..
"Klak." Pintu limosin yang terbuka.
"Maaf mengganggu Nona, Ta-"
"Yaah, kamu mengganggu banget. " Ucap vivian memotong ucapan ronal yang belum selesai itu...
"Sekali lagi maaf Nona, tapi kita sudah sampai. "
"Oh, sudah sampai yaah.. Rival ingat yang mama bilang yaah, jadi anak yang penurut dan gak boleh bandel. "
"Iyah ma, tenang aja.. Dengan banyaknya snack di sini, gak mungkin rival mau keluar"
"Anak pintar.. Cup. " Ucap vivin sambil mengecup dahi anak nya itu..
__ADS_1
Vivian pun berjalan menuruni limosin nya, tentu saja ke dua pengawal nya menjaga vivian dari belakang dengan jarang yang cukup dekat. Jelas, karena meeka tak mau majikan dan Nona mereka kenapa kenapa..
Saat sampai di pintu masuk...
"Maaf Nona, boleh tunjukan kartu undangan nya ? " Tanya pengawal pria di pintu lantai satu.
"Ini.. " Jawab vivian sambil memberikan undangan nya.
"Sudah kami pastikan, silakan masuk dan nikmatilah acara nya" Ucap pengawal itu.
Memang benar para pengawal yang memeriksa undangan vivian menjawab dengan nada yang biasa biasa saja, namun mata mereka tak bisa berbohong dengan penampilan vivian yang membuat mereka terpukau dan wajah para pengawal yang merona sambil malu malu.
Langkah kaki vivian langsung memasuki kediaman agreete, dekorasi dan hiasan yang sangat mahal dan terkesan megah, menghiasi lantai satu itu.
"Apakah semua orang berada di lantai dua?"
Ucap vivian saat dia melihat di lantai bawah atau lantai satu hanya ada para pelayan dan chef yang sedang mondar mandir mangantar kan makanan.
"Apakah Nona ingin menaiki lift ? " Tanya salah satu pelayan yang lewat.
"Ah tidak usah, aku akan menaiki tangga saja. " Jawab vivian.
Vivian pun menaiki anak tangga satu demi satu.. Setiap tamu yang sedang mengobrol di tangga terpaku pada bidadari yang lewat itu.
Saat vivian sampai di aula pesta lantai dua, semua pandangan tertuju pada nya. Lantaran kedatangan vivian yang terbilang sedikit terlambat, dan penampilan nya yang sangat mendominasi...
"Cantik... Cantik sekali.. Jika bidadari itu nyata, wanita itu adalah reinkarnasi nya."
"Lihat lah semua perhiasan yang ada pada tubuh nya, di penuhi berlian dan desainnya sangat indah.. "
"Apakah dia adalah salah satu dati putri miliarder yang hadir di sini.? "
"Hey, apakah aku dapat meminta nomor handphone nya? ".
Karena semua perhatian tertuju pada vivian, Amel pun merasa jengkel dan emosi lantaran perhatian dan pujian yang seharusnya tertuju pada dirinya, kini teralihkan pada vivian yang baru memasuki aula pesta itu.
Siapa wanita j*lang ini.. Berani nya dia mengambil perhatian yang seharusnya jadi milik ku.. Heh, lihat bagaiman aku memberi mu pelajaran...Batin amel.
"Wah... Wah... Siapa wanita ini.? Sudah datang terlambat, tidak segera minta maaf pada tuan pesta. Malah tebar pesona.. " Ucap amel dengan suara lantang agar di dengar semua orang.
"Okelah kalo kamu terlambat, masih bisa aku maklumi.. Tapi berani berani berani nya kamu menggunakan gaun berwarna hitam di acara ulang tahun Ayah mertua ku.! " Ucap amel.
__ADS_1
Semua orang yang tadi memuji vivian langsung memasang wajah kaget karena baru sadar bahwa vivian menggunakan gaun berwarna hitam.
Akhirnya, komentar komentar pedas dan tajam pun mulai di lontarkan...