
Setelah meninggalkan pulai M dari jam 2 subuh tadi, Sekarang jam sudah menunjukan pukul 06:00 pagi...Saat ini vivian sedang berada di dalam mobil sport yang sedang melaju ke desa duren, lebih tepat nya lokasi panti asuhan itu berada.
"Nona, karena lokasi panti asuhan nya lumayan jauh, bisa memakan beberapa jam. Jadi jika anda merasa lelah, silahkan beristirahat.. Saya akan membangunkan nona jika sudah tiba. " Ucap ronal memberi tahu..
"Yaah, kau urus saja menyetir. Masih ada yang ingin aku pikirkan. " Jawab vivian.
"Baik nona. " Patuh ronal.
Vivian sedang memangku laptop dengan tangan nya yang terus bergerak. Mencari tahu seperti apa panti asuhan itu, dan beberapa hal lain nya. Di sela sela itu, vivian mengirim pesan pada nomor tak di kenal.
"Huh..... " Hembusan nafas vivian saat sudah selesai dengan urusan laptop nya.
vivian pun merilekskan leher nya, lalu menutup mata nya untuk istirahat sejenak. Karena kantung mata berwarna hitam dapat di lihat di bawa bola mata vivian jika di perhatikan.
.
.
.
"Nona... Nona, kita sudah sampai" Ucap ronal yang saat ini sedang membangunkan vivian.
"Ah..baiklah, Sudah jam 08:30 yaah. " Jawab vivian sambil mengusap kening nya, karena merasa sedikit pusing.
Saat kaki vivian keluar menapaki tanah yang belum di aspal itu, vivian menyadari perhatian warga sekitar tertuju pada nya. Jelas, dengan mobil sport mewah yang memasuki kampung yang baru pertama kali itu.
vivian mengabaikan perhatian orang orang sekitar, lalu...
"Ronal.. " Panggil vivian.
"Ya, nona. " Jawab ronal.
__ADS_1
Vivian pun membisikan sesuatu di telinga ronal, kemudian reaksi ronal hanya memberi hormat lalu menjalan kan perintah vivian dengan memimpin 10 pengawal yang mengawal vivian dari depan dan belakang mobil tadi..
Saat vivian memalingkan wajah nya ke arah rumah panti asuhan, mata nya mulai menelusuri satu persatu kondisi panti itu.
"Tok... Tok... " Ketuk vivian. "Permisi.. "
Klek.. bunyi pintu yang di buka.
"Selamat pagi.. Maaf, ada perlu dengan siapa ya ? " Tanya wanita muda yang kira kira umurnya sebaya dengan vivian.
"Em maaf, apa benar anda pemilik panti asuhan ini ? " Tanya vivian.
"Ya benar dengan saya sendiri. Kalo ada keperluan, silakan masuk dulu. " Pinta wanita itu sambil menuntun vivian ke arah kursi kayu dan meja yang bisa langsung di temukan saat membuka pintu.
Vivian pun langsung duduk tanpa mempermasalahkan kondisi panti, dan vivian di jamu dengan segelas air putih.
"Baik, perkenalkan nama saya Ira santi. Saya adalah pemilik panti asuhan ini.! " Ucap ira memperkenalkan diri nya.
"Ah, jadi anda ingin mengadopsi anak ya ?!Mari saya antar kan anda untuk melihat anak anak..! " Ira pun dengan antusias membawa vivian ke ruangan tempat anak anak beristirahat.
"Dia pemilik panti asuhan ini, tapi cara berpakaian nya sangat tidak sopan. Baju yang seksi, panjang nya hanya setengah paha saja, bagian belakang yang tidak ada kain sedikit pun, tali satu di bagian depan, yang menonjolkan dada nya dengan sempurna. Make up yang glamor dan di lengkapi dengan pewarna bibir berwarna merah pekat. Hei, apakah kau pikir berpakaian seperti itu baik untuk tumbuh kembang anak ? " Batin vivian.
"Nah, kita sudah sampai. Karena mereka ada 15 orang, 10 wanita dan 5 pria, saya menggabung kan mereka di ruangan ini. Silakan anda melihat lihat.. " Ucap ira yang sangat bersemangat karena sebentar lagi akan mendapatkan uang.
Mata vivian mulai menelusuri masing masing anak yang ada di dalam ruangan itu, tiba tiba mata nya berhenti saat melihat bocah laki laki, yang sedang berdiri di sudut ruangan, dan sedang menatap vivian dengan tatapan dingin.
Vivian terus memandang anak itu, lalu...
"Astaga saudari, jangan pikirkan anak yang berdiri di sudut ruangan itu. Dia memang sering menatap orang orang yang ingin mengadopsi dengan tatapan dingin dan kurang ajar itu. Dia sangat bandel, jadi pilih saja yang lain..! " Jelas ira pada vivian tentang bocah laki laki itu.
Yaah, bocah laki laki itu adalah anak nya. Wajahnya sangat mirip dengan yohan, jelas karena mereka adalah kembar identik. Mungkin perbedaan nya adalah anak nya yang ada di panti asuhan memiliki tahi lalat di bawah mata nya.
__ADS_1
Vivian mengabaikan ucapan ira sang pemilik panti, dan berjalan ke arah anak nya itu, saat sudah berada tepat di hadapan anak nya, vivian duduk jongkok agar tinggi nya sama dengan bocah itu.
"Hei, Siapa nama mu nak ? " Tanya vivian dengan senyum ramah di wajah nya.
"Aku gak punya nama tante. Nyonya besar tidak memberikan kami semua nama dari dulu hingga saat ini. Dia hanya memanggil kami dengan nama binatang dan berbagai makian lain nya.! " Ucap anak vivian tanpa rasa takut sedikit pun.
Jawaban itu berhasil membuat vivian terkejut dan menatap ira dengan tatapan tajam..
"Eh... Eh... Ja... Jangan percaya dengan omong kosong anak kurang ajar itu saudari." Jelas ira dengan nada panik.
Vivian mengarahkan pandangan nya pada anak anak lain, dan mereke semua hanya mengangguk membenarkan hal yang anak vivian katakan.
Pandangan mata vivian kembali menatap anaknya dengan tatapan yang hangat, lalu..
"Apakah kamu baik baik saja ? Apakah dia memukul kamu dan anak anak yang lain juga ? " Tanya vivian.
"Iyah tante. Nyonya besar akan menampar kami jika hasil ngamen kami kurang dari 100/orang setiap hari. " Jelas anak vivian pada nya.
"SUDAH CUKUP.! " Ucap vivian sambil berdiri dari posisi jongkok nya, dan membalikkan badan ke arah ira.
"Pertama tama yohan, sekarang anak ku yang tak punya nama juga..! " Batin vivian
"Bagaimana ? Apakah anda sudah memutuskan mau mengadopsi anak yang mana ? " Tanya ira yang sama sekali tidak peka akan perubahan reaksi vivian yang kini sedang emosian.
"Berani berani nya anda bertanya seperti itu, padahal saya sudah mengetahui yang sebenarnya.! " Ucap vivian penuh tekanan.
"Te.. tenang dulu saudari, jangan langsung percaya pada bocah bocah yang suka bohong ini.! Sanggah ira karena merasa tertekan.
Tanpa di beritahukan oleh anak anak panti juga vivian sudah tau bahwa ira adalah kepala panti asuhan yang tamak. Semua uang yang di sumbangkan dan di donasikan pada panti ini, tidak di gunakan dengan baik tapi malah memakan nya sendiri.
"Sungguh dunia yang di penuhi oleh orang orang tamak.! " Ucap vivian.
__ADS_1
Ira mulai panik, karena baru kali ini ada orang yang ingin mengadopsi, tapi tidak dapat di manipulasi dengan mudah.