
Saat anak nya berada di dalam pelukan nya, Vivian merangkul kan tangan nya, berusaha memberikan pelukan kehangatan terbaik agar dapat menyelimuti anak nya, yang saat ini tengah menangis....
"Mama... Mama... Aku tau mama pasti bakal datang... Hiks... Aku punya mama... " Ucap bocah itu dengan uraian air mata yang membasahi baju vivian.
Vivian tak masalah dengan itu, dia justru senang jika dia menjadi wadah curahan kesedihan sang anak.
Sambil merangkul, vivian menggunakan satu tangan nya yang lain untuk membelai punggung anak nya, dan terkadang mengelus rambut anak nya itu..
"Iya... Kamu punya mama sayang... Mama minta maaf banget baru datang sekarang... Benar benar minta maaf. " Ucap vivian di iringi air mata nya..
***
Kini, air mata vivian sudah berhenti. Sedangkan anak nya masih berada di dalam rangkulan vivian dengan air mata yang masih berceceran di wajah nya.
Karena tak ada suara tangisan lagi, vivian mengecek keadaan anaknya.. Yaah, anak nya sudah tertidur karena kebanyakan menangis. Yang lebih membuat vivian senang adalah, wajah anak nya yang sedang tersenyum dengan ekspresi yang telah terlelap dengan nyenyak di pelukan nya..
"Cup" Kecupan yang mendarat di kepala anak nya.
Sungguh momen pertemuan kembali antara ibu dan anak yang di penuhi haru biru, kesedihan, dan tentu saja kebahagiaan yang tak dapat di ungkapkan dengan kata kata.
***
Saat ini, vivian telah berada di dalam mobil nya yang sedang melaju menuju rumah nya yang ada di negara W, kota Xx itu.
Dan tentu saja, anak laki laki nya itu masih terlelap dalam tidur nya. Sehingga vivian sedang memangku nya, dan memeluk anak nya dengan tangan nya..
Vivian yang tidak sekalipun mengalihkan pandangan nya ke arah lain selain anak nya dengan senyuman, berhasil membuat ronal yang mengemudi mobil tercengang melihat tindakan vivian pada saat ini untuk ke sekian kali nya.
Karena ronal yang sibuk memperhatikan ekspresi tersenyum vivian yang langkah ini, tiba tiba....
__ADS_1
"CIT..... " Mobil yang di rem secara mendadak.
Karena mobil yang tiba tiba melaju langsung terhenti seketika, membuat badan vivian tergoncang ke depan.
Alhasil, anak nya yang sedari tadi tertidur itu langsung terbangun..
"Em.. Mama " Teriakan yang di keluarkan bocah itu karena baru bangun dalam kondisi kaget.
Vivian pun ikut kaget karena anak nya tiba tiba teriak.
"Ka.. kamu kenapa sayang ? Ada yang gak enak ya? " Tanya vivian khawatir.
"Eh, mama masih di sini.. Huh... Aku pikir mama udah ninggalin aku lagi ma.." Ucap anak vivian sambil meletakkan kepalanya lagi di dada vivian..
Karena geram... Vivian menatap tajam pada ronal. Matanya terus menatap ronal sampai ronal berbalik sendiri dengan niat nya. tatapan yang bagai ribuan jarum di tancapkan di badan nya secara bersamaan.
Jangan lihat ke belakang.. Jangan lihat ke belakang... Jangan lihat kebelakang.. Batin ronal.
"Kita lagi di dalam mobil sayang.. Kita udah nyampe di rumah kita.. " Ucap vivian sambil tersenyum...
Terima kasih Tuhan... Engkau telah menganugerahkan anak kecil itu dalam kehidupan Nona.. Sehingga membuat Nona tidak mempersalahkan kesalahan ku. Batin ronal dengan penuh syukur dan rasa berterima kasih...
"Rumah.?? " Tanya anak itu dengan mata yang berbinar binar.. Karena baru kali ini ada yang berkata bahwa dia memiliki rumah.
"Aku punya rumah sekarang ? " Tanya anak itu.
"Tentu... Rumah yang sangat besar dan indah.. " Jawab vivian.
"Benarkah ? " Tanya dia lagi.
__ADS_1
Dan di jawab dengan anggukan kepala vivian. Wajah bocah itu yang dingin saat di panti asuhan tadi, berbanding terbalik dengan ekspresi nya saat ini. Ekspresi layaknya anak pada umur enam tahun pada umumnya yang polos.
"Dan ronal... penjelasan apa yang akan kau berikan kali ini lagi ?! " Tanya vivian dengan terus memasang senyum di wajah nya.
"Set... " Ronal pun berbalik ke belakang dengan muka yang pucat.
Astaga Nona Vivian... Dikira udah lupa.! Eh ternyata masih ingat aja.. Nona tidak salah sih.. Aku yang Terlalu bodoh hari ini, sehingga melupakan bahwa Nona kami adalah Nona yang pandai mengingat apapun dengan teliti dan tak mungkin salah. Batin Ronal dengan penuh kesedihan.
"I.... It... Itu.. Itu ada.. " ucap ronal yang terputus putus dan tak dapat menyampaikan alasan dengan benar.
"Astaga ronal.. Ternyata kamu belum bisa ngomong ya... Kenapa gak kasih tau dari dulu... Aku kan bisa nyuruh riki buat bantu kamu belajar, kalo kamu masih keberatan ya gak papa juga sih. Biar aku yang mengajari kamu langsung.. " Ucap Vivian sambil menampakkan senyum agar anak nya tidak curiga....
Nona.... Kumohon jangan memberikan ekspresi senyum seperti itu.. Itu lebih menyeramkan 100× lipat di banding wajah anda saat tanpa ekspresi... Batin Ronal
"Maaf Nona... Tadi ada kucing yang tiba tiba lewat, membuat saya kaget dan menginjak rem dengan mendadak.. " Jelas ronal..
"Astaga tidak apa apa... Tidak usah terlalu di pikirkan seperti itu ronal, semua orang pernah melalukan kesalahan itu kan wajar... Jadi, beristirahatlah dengan baik. Karena sebentar baru kita bahas BERDUA lebih tepatnya EMPAT MATA.. " Ucap vivian menggunakan penekanan suara di beberapa kata..
Klek. Bunyi pintu mobil yang vivian buka sendiri..
Vivian keluar dari dalam mobil dengan menggendong anak nya itu. Sedangkan anak vivian itu makin nyaman dalam pelukan nya, dan merangkul kan kedua tangan nya di leher vivian.
Vivian pun berjalan masuk menuju rumah nya, sepanjang berjalan dari gerbang masuk terlihat para pelayan pria dan wanita sedang menunduk dan memberi hormat atas kedatangan vivian.
Ada pengawal pengawal yang sudah membuka pintu, menjaga halaman, dan mengapit iringan jalan vivian agar tetap aman....
"Selamat datang Nona dan Tuan Muda. " Ucap mereka satu per satu saat vivian melewati nya..
Semua pekerja di dalam kediaman, entah pengawal, Chef, tukang kebun, dan sebagainya mengenakan Earphone di telinga mereka, agar dapat selalu menerima perintah vivian di mana pun. Walaupun tugas mereka beragam, satu hal yang pasti "Semua pekerja di kediaman vivian, memiliki ilmu bela diri yang dapat di ajung jempol. "
__ADS_1
Sepanjang perjalanan itu, mata bocah yang sedang berada dalam gendongan vivian sangat terkagum kagum dengan luasnya halaman, banyak nya orang orang yang menyambut, para pengawal yang terus siaga di setiap detik, dan yang lebih mencolok adalah vivian.
Sang mama nya yang berjalan penuh gaga berani, berkarisma, penuh wibawa, dan percaya diri. Membuat anak laki laki vivian merasa sangat ingin menjadi seperti mama nya, agar dapat berjalan dan berdiri di sampung mama nya dengan gagah dan memang pantas....