Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#60.


__ADS_3

Saat mata rival melihat mama nya itu, dia langsung berteriak kegirangan..


"Mama~~~~" Teriak rival sambil berlari dengan girang ke arah vivian.


Maat vivian langsung tertuju pada arah datang nya suara yang memanggilnya itu. Saat dia melihat rival tengah berlari, vivian langsung meletakkan cangkir teh nya dengan cepat.


"Mam-" Teriakan rival yang terhenti.


Yaah, rival kesandung di atas batu kecil yang ada di rumah kaca. Dia tak bisa mengontrol badan nya karena memang sedang berlari dalam kecepatan yang cukup tinggi.


Hah.?! Aku akan jatuh.. Tak apalah, nanti bakal mama obati... Batin rival sambil memejamkan kedua mata nya.


"Uuuuhh.. " Rival yang memberanikan diri untuk membuka satu mata.


"Eh,?! kok gak sakit? Tanah di rumah kaca terbuat dari awan ya.? " Ucap rival.


"Kamu gak boleh lari kaya gini sayang.. Untung ada mama, gimana kalo tadi mama udah masuk ke ruang kerja, kamu pasti udah luka luka kan.. Lain kali jangan lari kaya gini dong.. Bikin mama bleng aja.! " Ucap vivian yang sedang mengkhawatirkan rival.


"Hehehe... Gak papa ma, kan mama udah nangkap rival.. " Ucap rival sambil cengar cengir...


"Kok kamu malah seneng sih ? Lain kali kalo kamu tetap masih lari, mama bakal perintah kan kaka kaka pelayan buat gendong rival ke mana aja. Mama gak bakal kasih ijin kalo rival pengen jalan, sama sekali... Mau.? " Ancam vivian demi keselamatan rival.


"Jangan dong ma... Nanti rival udah kaya kakek kakek aja yang di gendong ke mana mana... Rival janji ma, rival gak bakal lari lagi... " Janji rival pada vivian.


"Janji ya.." Ucap vivian sebagai penegasan.


"Iyah, rival janji... Rival gak mau bohong sama mama, nanti bisa jadi kaya maling kundang yang bohong dan buat mama nya kecewa... " Ucap rival.

__ADS_1


"Ah, anak mama udah baca cerita cerita dati berbagai propinsi yang ada di indonesia yaah. " Ucap vivian sambil menggendong rival dan menuju ke arah meja dan kursi kayu, yang sempat dia duduki tadi..


"Udah dong, itukan masuk ke dalam cerita yang ada di buku bahasa indonesia. " Jawab rival.


Setelah itu, vivian meletakkan rival di atas kursi kaya, lalu para pelayan yang mengelilingi vivian dari tadi, mulai mengeluarkan berbagai macam desert dan segelas susu untuk rival.


Saat rival tengah mengisi mulut dengan dengan desert desert enak, muncullah ke delapan pelayan yang bertanggung jawab menjaga dan melayani Rival. Vivian mengusap kepala rival lalu..


"Oh, bagus sekali... Bagus sekali.. Anak ku hampir jatuh karena tersandung tadi, dan kalian baru muncul setelah dua menit berlalu...?! Apakah kalian benar benar ingin bekerja.? " Tanya vivian yang kini meninggalkan rival yang berada di meja kayu, dan berjalan ke arah ke delapan pelayan itu dengan wajah marah.


"..... " Tak ada yang berani merespon perkataan vivian.


"Jawab... " Bentak vivian..


"Maaf Nona.. Ini gara gara tuan muda yang berlari dengan kecepatan tinggi. " Jawab salah seorang pelayan pria.


"...... " Mereka semua terdiam, karena memang mereka yang salah sudah keteledoran seperti ini..


"Hah..... Pergilah dari rumah kaca ini dan siapkan air hangat untuk rival mandi. Mungkin kami akan menghabiskan waktu bersama satu jam. Jangan merusak mood ku saat ini dan membuat rival takut. " Ucap vivian yang memilih memaafkan para pelayan dengan kepala dingin.


"Gimana belajar nya tadi.? Ada pelajaran yang di suka gak.? " Tanya vivian sambil mengangkat secangkir teh ke arah mulut nya.


"Rival suka semua nya... Suka banget, Tadi rival baru baca 20 buku aja, tapi rival suka semua nya... Jadi rival buru buru datang biar kasih tau mama.. " Ucap rival dengan sangat antusias..


Vivian yang baru menelan satu teguk teh hitam, langsung terhenti dan mengarahkan pandangan nya pada rival.


"Benar sayang.?? Kamu gak maksa diri buat belajar semua nya kan ?" Tanya vivian

__ADS_1


"Enggak ma.. Kak Randi aja sampai kaget banget, terus bilang kalo rival mirip banget sama mama... Emang bener ya ma.? " Tanya rival.


Hehehe... Tentu saja di menyukai semua pelajaran, dia adalah anak ku. Gen kepintaran kan di turunkan dari seorang ibu.. Huh, sepertinya si Randi harus di beritahukan lagi masalah tentang penurunan Gen Batin vivian yang sedang menyombongkan diri nya.


"Gak tau juga sih, yang mama tau mama dulu itu suka banget mencari tau hal hal baru. " Jelas vivian.


"Oh gitu ya ma.! Terus mama bisa kenal sama kak Randi gimana ? Kak Randi bilang, kepintaran nya tidak pantas untuk fi bandingkan dengan mama. Kaya langit bumi perbedaan nya.! " Ucap rival.


"Hem.?! Entahlah... Mama hanya manusia biasa kok, manusia yang daya pikirnya kaya orang pada umum nya.! Gak ada yang spesial kok...."


"Terus soal mama kenalan sama randi itu, karena waktu ada penelitian tentang tanaman yang di dapat dari hasil endapan magma dan beberapa tulang fosil yang harus di identifikasi kan, mama jadi kenal dan akrap dengan dia. Terus si randi setiap hari terkagum kagum setiap liat mama presentasi atau mengatakan satu fakta tentang penelitian. "


"Jadi yaah gitu deh, dia sampai bersumpah bakal jadi pengikut mama dan bakal membuktikan bahwa dia itu berguna. Jadi, dia belajar dengan berapi api dan sungguh sungguh. Alhasil, dia dapatin gelar profesor di umur nya yang ke 20 tahun. Jadi, mama nerima sumpah dia aja... Nanggung kalo setiap hari ngeliat dia berlutut di hadapan mama... " Jelas vivian.


"Wah, berarti dulu mama pintar banget dong. Kira kira pelajaran apa yang mama pelajarin duluan ma.? " Tanya rival yang masih dengan serius memasukan desert kedalam mulut nya.


"Bahasa inggris.. Itu pelajaran yang mama pelajari pertama kali, seelah itu menular ke beberapa bahasa. Dan finally, mama makin penasaran dan mempelajari semua bahasa yang ada di dunia. " Jelas vivian.


"Oh... A.. APA..??? Mama hebat banget. Jadi di umur berapa mami menguasai semua bahasa asing.? " Tanya rival yang sedang terkagum kagum


"Mama belajar bahasa asing itu waktu umur lima tahun, terus mama pakai waktu dua tahun buat belajar bahasa asing deh. " Jelas vivian.


"Cu.. Cuma dua tahun.? Astaga, kok bisa sih ma.? Mama makan apa aja sampai sepintar itu ? Atau waktu nenek hamil mama, nenek ngidam apaan sih.? Kok mama bisa seluar biasa ini.!!! " Ucap rival yang panjang × Lebar, sedang mengutarakan pikiran nya saat ini..


"Em.... Yaah gitu deh" ucap vivian.


Akan tetapi, rival masih memandangi vivian dengan tatapan meminta penjelasan yang lebih terperinci...

__ADS_1


__ADS_2