
Suasana di antara mereka berdua benar benar sangat canggung.Padahal mereka berdua sama sama ingin melakukan nya, tapi apa boleh buat ? Ada agenda yang harus mereka selesaikan sebelum melakukan hal *ITU*...
.......
.......
.......
.......
.......
...(20 menit kemudian)...
Setelah 20 menit berlalu, yaah walaupun bagi beberapa orang seakan dua jam telah berlalu, sampai lah irwin dan vivian di sebuah pulau yang sangat indah. Di sekitar pulau terbentang laut yang sangat luas. Masih banyak nya pepohonan dan semak semak yang terawat menambah kesan keindahan tersendiri.
"Siapa yang tinggal di pulau ini win ? " tanya vivian yang kini tengah berjalan di atas pasir.
"Kamu akan tau saat bertemu nanti" jawab irwin ambigu.
Setelah berjalan di atas pasir, sampailah mereka pada jalan raya yang sudah terparkir mobol sport hitam mengkilat, yang menunggu mereka.
Irwin langsung membukakan pintu mobil untuk vivian, dan kali ini irwin yang mengemudi sampai tempat tujuan. Hanya keheningan yang terdapat di dalam mobil, vivian enggan memulai percakapan karena merasa suasana hati irwin sedang tak baik. Bukan karena masalah di dalam jet tadi, tapi mungkin... Menurut pemikiran nya, ada hubungan nya dengan orang yang akan mereka temui.
.......
.......
.......
.......
sepuluh menit di perjalanan tanpa ada percakapan sedikit pun, sampailah irwin dan vivian di sebuah gedung tiga lantai. Gedung itu di cat warna putih, dan terdapat tulisan di atas bangunan itu.
...*Rumah Sakit*...
__ADS_1
Yaah, hanya itulah tulisan yang ada di gedung yang ada di pandangan vivian kali ini. Tentu vivian sangat bingung dengan hal itu,
Apakah orang yang akan di kunjungi adalah orang sakit ? Siapa dia ? Seberapa berharga orang ini sampai membuat suasana hati irwin tidak baik ? Apakah sahabat ? Keluarga ? Atau mantan pacar irwin ? Apakah dia sedang koma ? Ugghhhh, aku paling tak suka menduga duga, tapi setidak nya berilah penjelasan pada ku, jangan hanya diam saja. Niat gak sih bawa aku ke sini ????!
Batin vivian penasaran, jengkel, dan kesal. Sampai sampai dahi nya terlipat.
"Eh ????? " Kata vivian refleks.
"Kenapa ? " tanya irwin.
"Kenapa kamu memegang tangan ku ? Bukan nya suasana hati mu sedang tak enak ? Apakah orang yang akan kita temui adalah... " kata vivian ragu karena saat ini dia dan irwin sedang berjalan dari tempat parkir ke arah pintu masuk rumah sakit.
"Adalah ??? " tanya irwin mengerutkan dahi, dia tak suka vivian memberikan pertanyaan setengah setengah.
"A... Adalah mantan pacar mu ? Atau wanita yang kau cintai, tapi karena suatu insiden menyebabkan kalian berdua tak bisa bersama. " Jawab vivian memejamkan mata nya.
"Hahaha, apakah kamu kebanyakan nonton K-DRAMA, C-DRAMA, dan drama drama akhir akhir ini ? " kata irwin berusaha tampak normal.
""Em... " Jawab vivian menganggukkan kepala nya.
"Kamu tenang saja, kamu akan mengerti saat sudah bertemu dengan orang nya nanti. " Jawab irwin yang tetap tak memberikan jawaban yang memuaskan vivian.
Saat irwin dan vivian baru menginjak pintu masuk, dari kejauhan tampak seorang doker pria paruh baya yang berlari ngos ngosan ke arah irwin dan vivian.
"Hah... Hah... Kenapa anda tidak mengabari kalau anda akan datang ? Hah... Hah... " kata dokter itu.
"Aku datang dengan calon istri ku hari ini, karena aku akan memperkenalkan nya pada DIA. Apakah kami berdua bisa bertemu dengan nya?" tanya irwin.
"Tentu bisa Tuan, silahkan ikuti saya. " Jawab dokter itu dengan sorot mata dan ekspresi sedih, hal itu semakin mengakibatkan vivian penasaran.
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
"Sreet.. " Pintu otomatis yang terbuka saat merasakan kedatangan seseorang.
Saat pintu sudah terbuka, mata vivian langsung di penuhi oleh pemandangan di hadapan nya.
Seorang wanita yang seumuran dengan stefani mama nya, terbaring lemah dengan banyak nya selang penunjang kehidupan di seluruh badan. Dan tentu nya dengan mata yang tertutup.
"Tinggalkan kamu berdua, jangan masuk dan merusak suasana. Kalo ada sesuatu yang terjadi, akan aku beritahu. " Perintah irwin dan langsung di turuti oleh dokter itu.
Dokter itu kemudian memberi hormat pada irwin dan pada vivian, karena merasa tak enak hati, vivian membalas hormat itu dengan senyum canggung.
Setelah dokter itu keluar, irwin melepaskan tangan nya yang menggandeng vivian, lalu berjalan dan duduk di kursi dekat pasien.
Saat irwin sudah duduk, dia meraih tangan kanan wanita itu yang tidak tertancap selang infus, lalu mengecupnya penuh perasaan. Hal itu membuat vivian taj dapat berkata kata, dan tak mau menduga duga. Karena siapa pun wanita yang ada di atas tempat tidur ini, pasti adalah orang yang berharga buat irwin.
"Mom... Irwin udah datang hari ini, maaf yaah dua minggu belakangan ini irwin gak jenguk. Irwin benar benar sibuk banget. Mom gak marah kan ? Oiya hari ini cuaca nya bagus banget mom, matahari nya terik, udara di sekitar pantai sejuk, terus pemandangan pantai yang tadi irwin liat juga semakin indah mom, cepat sadar mom, biar momhy bisa jalan jalan bareng irwin, menantu momhy, terus sama cucu kembar momhy, yaah... Jangan tidur terus mom.." Kata irwin dengan raut wajah sedih.
Mom ? ??? Momhy nya irwin ? Yang benar saja ?? Bukan nya udah meninggal ?? Ini sebenar nya apa yang terjadi sih ?? Penjelasan.. Aku benar benar butuh penjelasan. Batin vivian
"Vivian, sini aku kenalin kamu sama momhy. " Kata irwin dan langsung di turuti oleh vivian, karena dia tak mau membuat irwin menunggu.
Irwin langsung meraih tangan kanan vivian, dan di letakkan di atas tangan kanan momhy nya.
"Mom... Dia vivian, dia istri irwin mom. Yaah walaupun masih dua minggu lagi baru resmi sih, tapi sama aja kan ? Vivian cantik banget loh mom, dia pintar, ceria, makin galak kaya momhy, pintar masak, terus dia juga sayang banget sama irwin. Momhy bakal kasih restu kan sama kita berdua ? "
"Karena sebulan yang lalu vivian udah kenalin irwin sama ayah ibu nya, jadi irwin juga harus kenalin momhy sama dia. Emang kaya gini kan kalo mau nikah ? Minta restu dulu, tapi irwin yakin kalo momhy selalu kasih restu dan doa buat irwin. Kalo gak, gak mungkin irwin bisa jadi kaya sekarang... " kata irwin.
"............ " irwin
"............. " vivian.
"Tit.... Tit.... Tit.... " Bunyi alat penunjuk detak jantung, aliran darah, dan denyut nadi yang hanya berbunyi di tengah keheningan.
Karena irwin hanya diam saja, vivian sudah tau pasti irwin sudah tak tau harus bicara apalagi. Irwin juga manusia yang lemah kalo di hadapkan dengan keadaan momhy nya saat ini.
__ADS_1