Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#96.


__ADS_3

"Yaah karena tak ada informasi yang tak aku ketahui.. " Jawab vivian dengan jawaban yang sudah matang di otaknya.


"Baiklah baiklah... Aku tak akan bertanya lagi...! " Ucap irwin sambil menutup mata dan mengangkat bahu..


Saat dia membuka mata nya, vivian sudah tak ada lagi di depan nya...


"Eh...? Apa kau bercanda dengan ku..? F*CK.....!!!!! " Teriak irwin dan berlari keluar mencari vivian.


Saat berlari, di dapati lah punggung vivian yang sedang berlari dalam kecepatan tinggi... Tentu irwin mengejar vivian dengan langkah kaki pria yang panjang dan jika di tambah dengan kecepatan, otomatis irwin yang menang...


"Tak.... " Tangan irwin yang berhasil meraih tangan vivian setelah berlari sepanjang 500 meter..!


[Jauh amat dah🧐, gak papa lah yah😚...]


"Mau kemana lagi kamu.?? Tak puas puas kah kau berlari dari ku selama ini.? " Ucap irwin dengan keringat yang membasahi wajah tampan nya itu...


Vivian membalikkan pandangan nya pada irwin, dengan muka panik dan sambil menggigit bibirnya dengan keras.....


Uggh.... apa yang harus kulakukan saat ini.? Batin vivian panik..


"He.. Hei.. Jangan menggigit bibir mu seperti itu.. Nanti bisa ber-... Astaga.?! Padahal belum habis aku peringatkan, tapi kenapa darah nya udah keluar aja sih.?! " Ucap irwin sambil menyeka bibir vivian dengan ujung baju lengan panjang nya..


"Apa yang kau inginkan dari ku .? Sampai sampai kau mengejar ku seperti ini.? " Tanya vivian...


"Apakah jawaban nya masih belum kau ketahui.? Karena Aku suka pada mu vivian, aku cinta pada mu..! " Ucap irwin dengan nada halus...

__ADS_1


"……………" Vivian hanya diam seribu bahasa, tak tau apa yang harus di ucapkan pada pernyataan irwin kali ini


"Kenapa kau diam saja.?? Jawab aku, apakah kau juga menyukaiku.? " Tanya irwin dengan mata berharap.


"AKU TIDAK MENYUKAIMU...! TIDAK LAGI SAAT INI....! " Jawab vivian pada irwin..


"Tidak lagi saat ini.? Berarti kau pernah menyukaiku kan.? iya kan..? "Tanya irwin meminta penjelasan..


"Yah aku pernah menyukai mu, pernah... Tapi itu dulu, sebelum aku mengetahui perlakuan yang di dapatkan anak ku yohan.. Ah tidak, nama nya bukan yohan lagi tapi risal... Apakah kau pikir anak yang umurnya masih sangat amat jauh dari kata dewasa itu dapat melupakan kenangan buruk yang dia dapat kan begitu saja.? " Ucap vivian dengan nada emosi..


"Tapi kan aku tak tai vivian... Aku pikir dengan mengirim uang dalam jumlah besar setiap bulan pada rekening gunawan & istri nya, beserta amel, mereka akan merawat yohan dengan penuh cinta kasih.! " Jelas irwin.


"Risal... Nama anak ku risal, Bukan yohan" Sentak vivian sambil mengibaskan tangan nya yang sedang di genggam irwin.


"Yaah ada.. Karena tindakan mu yang tanpa pikir panjang itu, risal sangat tersiksa di kediaman agreete. Apa tau betapa sakit yang aku rasakan saat melihat rekaman cctv yang aku retas di kediaman agreee ??" Ucap vivian dengan mata nya yang sudah memerah..


"Ini juga bukan kesalahan ku sepenuh nya. Karena amel-"


"CUKUP....!!!! " Ucap vivian menghentikan penjelasan yang akan di lontarkan oleh irwin.


"Setidak nya kau mengetahui risal yang pada saat itu menunjukan gelagat yang mencurigakan saat selesai di aniaya, Dengan IQ mu yang di atas rata rata itu, kau tidak menyadari bahwa risal di siksa.?" Teriak vivian...


"Aku tak tau..! " Jawab irwin dengan nada bersalah.


"Masa kamu tak tau?! Kamu kan juga pernah menderita di sana, pernah di aniaya dan di siksa di kediaman agreete, masa kau tidak memperhitungkan hal itu terjadi pada risal sih.?? " Ucap vivian dengan intonasi suara yang tidak beraturan dan penuh emosi pada diri nya sendiri..

__ADS_1


"A... Aku...! " Ucap irwin yang bingung mau menjawab apa.


"KAU TETAP BERSALAH....!! Setelah kau meninggalkan risal sendirian di kandang singa itu, kau pulang ke rumah hanya satu kali satu tahun..! Apa kau setidak suka itu pada dara daging mu sendiri.? " Ucap vivian yang belum habis meluapkan kekesalan yang dia tampung selama ini seorang diri..


"DAN BAGAIMANA DENGAN MU.??? KAU MENINGGAL KAN ANAK MU SELAMA ENAM TAHUN, TAK PERNAH MENUNJUKKAN BATANG HIDUNG MU, DAN SEKARANG KAU HANYA MENYALAHKAN KU SEORANG.???!! " Ucap irwin sambil berteriak dengan suara yang menggema kemana mana, dengan mengerutkan dahi nya karena sudah sama sama emosi...


Mungkin karena masih muda, emosi kedua insan ini masih tak bisa dikontrol dengan baik, jadi meluap ke sana sini tak beraturan.


"PLAK...! " Bunyi tamparan yang di darat kan di pipi irwin dengan sangat keras. Irwin pun hanya berdiri terpaku di tempat karena mendapat tamparan dari vivian.


"DIAM..... MAKSUDMU, AKU YANG DALAM KEADAAN KOMA DAN KEHILANGAN KESADARAN SELAMA ENAM TAHUN ITU, HARUS MENAMPAKKAN BATANG HIDUNG KU DI HADAPAN MU.???? HIKS....APAKAH KAU PIKIR DENGAN KEADAAN KU YANG SEPERTI ITU, AKU DAPAT BANGUN DAN MENJAGA ANAK ANAK KU.? HIKS... HIKS... APA AKU HARUS MELAKUKAN NYA..?" Teriak vivian dengan air mata nya yang sudah tak terbendung lagi.


"Hiks.... Hiks... Ah, maaf kan aku..! Seperti nya aku yang terlalu bawa perasaan, memang benar kata kaka.. Aku ini masih sangat cengeng yaah.. Maaf karena sudah menamparmu, bukan kau yang salah..! "


"Aku yang salah karena keluar beberapa hari sebelum melahirkan, dan menyebabkan kecelakaan yang memaksa aku harus memperjuangkan anak anak ku keluar ke dunia sebelum hari kelahiran mereka dalam kondisi pendarahan yang cukup hebat... "


"Heh... Seandainya aku tak keluar pada saat itu, anak anak ku akan terlahir dalam keadaan dan situasi yang baik, dan tentunya tak akan terpisah dari ku.! Tanpa kau katakan pun, sudah pasti aku menjaga mereka agar tetap aman dan tak mungkin mendapatkan pengalaman buruk seperti itu."


"Tanpa kamu kasih tau pun, aku tau aku yang salah.. Hiks.... Aku tau.. Aku tau... Hiks... AKU TAU AKU YANG SALAH...! " Teriak vivian sambil mundur beberapa langkah dari irwin..


Vivian menangis dengan heboh nya, entah menyalahkan irwin atau menyalahkan takdir.. Satu hal yang pasti, vivian lebih menyalahkan diri nya sendiri dari pada apapun. !


Sedangkan irwin hanya bisa berdiri terdiam di tempat dia berdiri, dengan hati nya yang seakan di tikam oleh pisau belati berkali kali. Yaah, perasaan bersalah menyelimuti perasaan irwin. Dia juga tau bahwa tak seharusnya dia meluapkan kemarahan pada vivian seperti tadi..


Bodoh nya aku..! Dengan badannya yang kurus seperti itu, yang terlihat sangat lemah dan akan terjatuh jika di dorong dengan sedikit tenaga, pasti menyimpan penderitaan seorang diri... Kenapa aku tadi termakan emosi sih.? Batin irwin menyesali perbuatan nya...

__ADS_1


__ADS_2