Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#132.


__ADS_3

Vivian masuk ke dalam mini market dengan paras cantiknya yang terbilang menggoda. Sedangkan para pekerja pria maupun wanita yang dari tadi sudah kebelet mau pulang karena sepi pelanggan, langsung di segarkan mata nya, bahkan mata mereka langsung terang dan energi mereka langsung terisi penuh.


"Halo selamat malam, apakah anda mencari sesuatu ? Apakah butuh bantuan ku untuk mencari nya ? " tanya pekerja wanita A yang mata nya terkagum kagum melihat wanita cantik pertama kali.


Bukan hanya si A saja, tapi si B sampai G juga ikut mengelilingi vivian. Beruntungnya semua pelayan yang ada di sekitar vivian adalah wanita, jika tidak, pasti sudah ada pertumpahan darah barusan.


"Cih... Semua wanita yang bekerja di mini market ini pada lesbi apa gimana sih ? Mereka gak ada niatan kasih peluang bagi laki laki yang berstatus jomblo dari lahir apa ? " protes pelayan pria K dengan lima teman senasib nya.


"Sekalipun semua teman cewe kita kasih kita peluang, emang dengan tampang kita yang pas pasan ini bisa menarik perhatian dari wanita yang dari ujung kepala sampai ujung kaki bak malaikat dan terlihat jelas bahwa dia adalah anak orang kaya ? " sambung pekerja pria J.


"Sudahlah, lebih baik kalian berdua diam dan meminum soda yang ada di tangan kalian.! Jangan berpikir untuk menggapai bintang yang bersinar di langit. Karena itu hal yang sangat tak mungkin.! " nasehat pekerja H yang seperti penasehat di grup mereka.


"Nona yang cantik ini kenapa tidak menjawab pertanyaan kami ? "


"Apakah ingin sesuatu ? Pembalut ? Ikan kering ? Ikan lele ? Bahkan laki laki jelmaan buaya darat juga ada, jadi mau yang mana ? "


Segunung pertanyaan terus berdatangan. Hancur sudah harapan vivian untuk menikmati waktu kesendirian nya.


"A... Aku mau ice krim Magnum saja, yang rasa coklat yaah, " ucap vivian yang memutus kan untuk memakan ice krim di atas mobil saja.


"Baiklah tunggu sebentar yaah, " jawab salah satu pekerja wanita dan langsung berlari secepat kilat.


"Whuuuusssssshhh... " Asin yang menerpa wajah vivian.


Itu bukan lah angin alami, itu adalah angin yang di hasilkan dari pekerja wanita yang berlari secepat kilat ke hadapan vivian.


"Ini magnum nya nona. Silahkan di nikmati , " ucap nya sembari memberikan magnum.


Vivian dengan gesit langsung menyodorkan selebaran 100.000 dan langsung berlari ke arah pintu.


"Nona, uang kembalian nya, " teriak mereka.


"Gak usah. Itu tip buat kalian, " jawab vivian kembali berlari dan langsung masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Astaga, nona baik banget. Boleh minta tanda tangan ? "


"GAK.! " teriak vivian.


Tentu tak mau berhenti berusaha, para pekerja du minimarket itu langsung mengejar vivian dengan kertas dan spidol. Ada juga yang berencana meminta tanda tangan di baju nya.


"Brak... " pintu mobil yang di banting.


"Ada apa Nona ? " Tanya ronal heran.


"JALANKAN MOBIL NYA SEKARANG JUGA, " perintah vivian.


"Baik, " jawab ronal menginjak pedal gas dan meninggalkan kerumunan orang yang mengejar vivian tadi.


"Hah... Hah... Hah... Apakah ini yang di rasakan para artis saat di kejar oleh para vans nya ? Hah... Waktu itu aku pikir mereka terlalu sombong dan dramatis, tapi kalo sikap para vans nya seperti tadi atau bahkan lebih, aku yakin reaksi mereka akan seperti ini. "


"Beruntungnya waktu itu aku tak tertarik dengan industri dan dunia hiburan, jika tidak aku akan membunuh setiap vans yang berlari seperti maniak ke arah ku, " ucap vivian dengan nafas yang tak stabil.


"Nona... Sekalipun nona tak masuk ke dalam dunia hiburan, dengan wajah nona saja, sudah cukup untuk mengalahkan artis yang lagi naik daun saat ini, " ucap ronal cengar cengir.


"Seenggak nya, magnum ini enak.! Jadi perjuangan ku tak sia sia, " ucap vivian terharu.


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...


...°...

__ADS_1


...(Keesokan hari nya)...


"Tap... Tap... Tap... " bunyi langkah kaki irwin yang berjalan masuk ke dalam ruang kerja nya.


"Klek, " pintu yang di buka.


"Selamat pagi Tuan Irwin, apakah pagi anda menyenangkan ? " tanya suara wanita asing, yang baru pertama kali di dengar oleh irwin.


"Hah ? Kamu siapa ? Siapa yang mengijinkan kamu menginjakkan kaki ke dalam ruangan ku ? Apakah kau sudah tak sayang nyawa lagi ? " ucap irwin dengan tatapan dingin.


"Sedikit lagi, pesan dati tuan muda akan masuk, " jawab wanita itu tanpa rasa gentar sedikit pun


"Ting.. Tong.. " bunyi pesan masuk.


[**Morning papa☺, sesuai ucapan rival kemarin, saat ini pasti papa udah ketemu sama kejutan yang rival siapkan kan ? Pokok nya papa gak usah khawatir, siska itu tak akan pernah suka dengan papa. Karena udah rival cek, bahwa siska itu punya kelainan hormon atau lesbi.]


[Pasangan nya juga kenal baik sama rival kok. Pokoknya untuk tiga hari ke depan, siska bakal jadi sekretaris sementara papa, dan akan menjadi partner papa saat menghadiri acara ulang tahun paman robert. Udah itu aja, untuk selengkapnya, bakal rival jelaskan setelah selesai belajar sama kak randi, by pa👋☺**]


"Setan kecil ini💢💢, apakah ini yang dia maksud dengan * Menambahkan sedikit bumbu ? * tempo hari ? 💢💢.. Anak siapa sih dia ini ? Untuk saat ini saja, aku sudah dapat menebak tujuan utama nya, " ucap irwin menahan emosi.


"Tuan Irwin, saya akan memberikan saran yang akan membantu. Bagaimana kalo selama tiga hari ini saya tidak menemui anda, saat hari H saat pergi ke acara ulang tahun Tuan Muda Robert, baru saya datang menggandeng tangan anda. Bukan kah kita akan sama sama nyaman ? " ucap siska memberikan pendapat yang masuk akal dan menguntungkan.


"Hah... Tidak usah, kau bawa saja pasangan mu untuk selalu bersama dengan nya. Kau juga pasti tak nyaman bila berpisah dengan pasangan mu, aku tak keberatan. Karena ada hans sekretaris dan tangan kanan ku yang dapat di andal kan, " ucap irwin berjalan ke kursi kebesaran nya, dan langsung duduk dan membuka dokumen satu persatu.


"Terima kasih tuan irwin, saya akan langsung menghubungi monika pacar saya," jawab siska penuh antusias.


*Perlu di tekan kan sekali lagi, bahwa siska punya kelainan hormon, yaitu lesbi.*


Setelah itu, irwin menghabiskan waktu nya untuk fokus pada setiap dokumen yang terus berdatangan, agar tidak ada waktu memikirkan vivian.


Sedangkan di sisi lain vivian sedang sibuk menyusun kata kata, untuk mengajak irwin menjadi partner nya saat pergi ke acara ulang tahun kaka nya.


Tapi usaha nya sia sia, karena irwin langsung menjawab bahwa dia sudah memiliki pasangan, dengan berat hati, vivian pun memilih untuk bergandeng tangan bersama si kembar, saat pergi ke acara ulang tahun kak robert nanti.

__ADS_1


Waktu pun terus berjalan, terus menerobos ke depan, tanpa menanyakan kesiapan masing masing individu. Hari ulang tahun Robert Satoru pun telah tiba.


__ADS_2