Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#34.


__ADS_3

"Apakah aku pernah di perlakukan dan di perhatikan dengan ketulusan seperti ini.?"


Batin yohan...


"Astaga... karena tadi kamu nangis lama banget, sampa sampai tante hampir kebanjiran karena air mata kamu, muka kamu jadi belepotan kaya gini kan.! Tapi tenang aja, sekarang tante lagi bersihin muka kamu pakai sapu tangan ajaib, yang bisa bersihin muka dan balikin kamu ke keadaan prima tau..!"


Ucap vivian yang semakin membuat hubungan nya dan yohan semakin erat dan akrab.


"Em, pasti wajah yohan bakal kembali ganteng kaya biasa nya.! Kan ada sapu tangan ajaib tante.. "


Respon yohan pada vivian dengan wajah yang merona karena terlalu senang..


"Ah, jadi kaya gini ya yang nama nya kasih sayang.?! Diperlakukan dengan baik, di bujuk jika sedang rewel, tidak mempersalahkan jika melakukan kesalahan, tapi lebih mengkhawatir kan kondisi yohan."


Batin yohan sama sambil meremas ujung baju bagian bawah nya, entah apa penyebab nya, emosi yohan untuk sesaat tidak stabil dan tampak rapuh, dia tak ingin kasih sayang yang dia dapat kan saat hilang begitu saja. Yohan seakan ingin menghentikan waktu saat ini juga.


Melihat anak laki laki di depan nya yang sedang meremas ujung baju bagian bawah nya, vivian pun penasaran dan angkat bicara..


"Hei nak, apa yang sedang kau pikir kan saat ini?" Tanya vivian..


Yohan pun melepas kan tangan nya yang sedang meremas ujung baju nya dan menjawab pertanyaan vivian..


"Aku gak mikirin apa apa kok tante." Jawab yohan yang sedang berbohong.


Entah sudah tau atau memang vivian pernah mengalami hal yang sama, dia menampakkan Smirk di wajah nya, menjewer hidung yohan dan berkata...


"Hei anak yang ganteng.! Kau tau tidak.?kalo ada dalam masalah atau kegelisahan tertentu, curhat pada seseorang atau orang terpercaya itu akan sangat melegakan ? "


Bujuk vivian pada yohan agar yohan dapat mengungkapkan isi hati nya...


"Em, yohan gak apa apa ko tante.! Nih liat yohan lagi senyum.. "


Jawab yohan dengan menampakkan senyum di wajah nya.! Bagi yohan, dia tak akan pernah menceritakan kesedihan yang dia alami sebelum bertemu dengan mama kandung nya. Karena dia sudah berjanji pada diri nya sendiri, untuk mencurahkan kesedihan nya untuk pertama kali hanya pada mama nya seorang..


"Apakah sesulit itu menyampai kan isi hati nya pada ku? Hah... Anak ini sungguh mirip dengan ku waktu kecil. Sulit sekali untuk terbuka dengan orang lain kecuali ayah, ibu, dan kaka kaka.! " Batin vivian..

__ADS_1


"Iyah.. iyah.. Yohan udah baik baik aja. Kalo gitu makan snack kecil yang tante beli tadi. Biar mood kamu semakin bagus.. "


Ucap vivian sambil mengeluarkan Tango rasa vanila ukuran jumbo dari kantung kresek, dan memberikan pada yohan.


"Wah, makasih loh tante. Tante baik banget deh.! "Ucap yohan dengan mata yang berbinar binar melihat snack. Yohan memang suka sekali ngemil, di situasi apa pun..!


"Egghhh... Egghh.. " Suara yang di keluarkan oleh yohan karena kesulitan membuka bungkusan Tango itu.


"Hahahaha.. "Tawa vivian melihat tingkah yohan yang sangat imut saat berusaha sekuat tenaga membuka bungkusan tango itu.


Yohan pun berhenti menggerakkan tangan nya yang sedang membuka bungkusan tango , dan bertanya pada vivian..


"Tante lagi ketawain siapa ? " Ucap yohan dengan polos..


"Hahaha.. Gak... gak ketawain siapa siapa kok. Cuma tiba tiba aja rasa ingin ketawa tante tu keluar..! " Jelas vivian dengan tidak logis sama sekali.


"Hem, alasan tante gak jelas.! " Gerutu yohan sambil mengembung kan pipi nya. membuat dia terlihat lebih imut dan membuat hati terdalam vivian tersentuh dan teringat akan anak nya.


"Apakah jika kecelakaan enam tahun lalu tak terjadi, anak ku akan sebesar dan seimut ini ? " Tanya vivian dalam hati nya.


Ucap vivian sambil mengambil snack dari tangan yohan dan berniat membuka nya.


"Srrekk" Bunyi bungkusan snack yang telah terbuka.


"Kok bisa segampang itu tante bukain bungkus tango nya ?! Padahal bungkus tango itu, bungkusan cemilan yang paling susah di bukain loh.! "


ucap yohan sambil memasukan wafer tango itu ke dalam mulut nya.


"Em, gak tau juga sih. mungkin tante beruntung aja, jadi bisa buka segampang


itu. Tante gak sekuat yang kamu pikirkan kok. " Jelas vivian pada yohan. Memang vivian berkata kalo dia hanya beruntung dapat membuka snack tango itu, tapi sejak awal vivian sudah kuat karena sudah dididik dengan keras sedari kecil. bahkan membelah batako beberapa susun pun, terlihat sangat mudah bagi vivian.


"Em, tante emang suka banget bohong yaah"


Jawab yohan pada vivian dengan kondisi mulut yang terisi penuh, sehingga serpihan serpihan wafer bertebaran di mulut, dagu, dan pipi yohan.

__ADS_1


"Pft... Puawahahah" Tawa vivian pecah melihat muka yohan yang belepotan dan penuh dengan serpihan wafer.


"Kali ini tante ketawa apaan si- "


Ucapan yohan terpotong karena vivian sedang menggunakan tisu, membersihkan muka nya dari serpihan serpihan wafer.


"Kamu tu ceroboh banget ya... Cuma makan aja belepotan kaya gini.! " ucap vivian pada yohan.


setelah itu, tangan vivian mencari sesuatu di dalam kantung kresek yang dia bawa tadi.


"Ketemu" ucap nya setelah menemukan dua kantung es yang dia beli tadi.


"Sayang, kamu tidur di pangkuan tante ya, terus tutup mata dulu . Cuma lima menit tante taro es di mata kamu, supaya mata kamu gak bengkak kaya gini ya. Kalo kamu duduk,pasti es yang mencair bakal membasahi baju kamu." Bujuk vivian...


Yohan pun menurut dan langsung tidur di pangkuan vivian dan menutup mata nya, saat ke dua kantung es menyentuh mata nya, dia berkata...


"Uhh, dingin banget hahahah. Jadi geli. "


Ucap nya dengan tawa dan senyum di pipinya. vivian yang melihat respon nya pun ikut tersenyum. Entahlah, vivian saja tidak tahu kenapa perasaan nya begitu berbeda saat bersama yohan.


Karena masih empat menit lagi, vivian memutus kan untuk menyuapi wafer pada yohan yang sedang tertidur.


"Yohan, kalo tante bantu masukin cemilan ke dalam mulut kamu, dalam keadaan tidur gini, kamu bisa gak ? Atau kamu takut tersedak ? " Tanya vivian meminta persetujuan dulu.


Karena jika tak bisa mengatur cara telan yang baik, maka makanan yang di telan akan masuk ke dalam saluran pernapasan dan membuat orang yang mengalami hal itu dapat menemui ajal nya.


"Tante mau bantuin yohan masukin cemilan ke dalam mulut ? Boleh banget dong ! "


Jawab yohan memberikan persetujuan pada vivian, dan langsung membuka mulut nya.


"Nyam... nyam... nyam.. nyam.. "


Lima menit itu di penuhi dengan suara kunyahan cemilan dari mulut yohan, Dan tentu saja selama lima menit itu, tak ada persoalan yabg terjadi antara saluran makanan dan pernapasan nya.!


"Nah, sekarang mata yohan udah gak bengkak lagi. Yohan udah boleh bangun dari pangkuan tante kok..! "

__ADS_1


Ucap vivian pada yohan. Tapi yohan mengajukan suatu permintaan pada vivian..


__ADS_2