
Ucap vivian sambil merebahkan punggungnya untuk bersandar di kursi yang nyaman itu.
Dengan mata yang di tutup, vivian sambil memijit kedua alisnya dengan dua jari dan mengulangi perkataan nya lagi..
"Siapa sebenarnya orang tadi ? Apakah itu irwin sendiri? Atau mereka telah menemukan hacker yang hebat.?! Tidak... Tidak mungkin.. Hacker terbaik adalah ke 51 orang ku, di tambah aku sebagai ketuanya, jadi kemungkinan terbesar adalah ada orang yang mendalami ilmu virus dan seperti nya, dia lebih paham dari ku... Sangat mengerikan...! " Ucap vivian.
🌷Info tentang perubahan Irwin Agreete🌷
Semenjak irwin kehilangan jejak vivian di malam panas mereka itu, irwin benar benar frustasi dalam jangka waktu satu bulan. Dia mengurung dirinya di dalam vila miliknya, sampai akhirnya timbul pemikiran untuk berubah dalam diri nya.
Dia memutuskan untuk memasuki dunia gelap (Dunia mafia), untuk mencari buku "Hacker" Yang dia dengar dari rumor. Dengan bantuan hans sebagai pencari informasi, irwin berhasil mendapatkan buku itu.
Setelah itu irwin mempelajari semua yang ada di buku yang dia dapat, kemudian dia membakar buku itu sampai menjadi abu. Kata kata yang dia keluarkan saat membakar buku itu adalah..
"Cukup aku yang menjadi Hacker nomor satu, Tak boleh ada yang lain.! Jika sudah waktu nya untuk aku menghembuskan nafas terakhir... Saat itulah aku akan mewariskan ilmu ini pada orang pilihan ku. Tak perlu buku, semua kata kata yang ada di dalam buku itu telah tertulis di dalam benakku. "
Begitulah irwin menjadi hacker yang kemampuan nya melebihi vivian. Bukan hanya karena buku itu jadi irwin langsung menjadi hacker, tetapi pemahaman, pendalaman, dan memahami setiap kelebihan virus adalah kuncinya.
Setelah mendapatkan buku yang dia dapat, irwin tetap tinggal di dunia mafia. Menambah sekutu, memperkuat dan memperluas kekuasaan nya, membunuh orang orang yang sudah kelewatan batas, dan pada akhirnya, Irwin Agreete menjadi Bos di dalam dunia mafia..!
Itu semua terjadi karena kedatangan vivian di dalam hidup nya...
🌷Info tentang perubahan Irwin Selesai🌷
"Tok... Tok... " Bunyi ketukan pintu.
"Masuk aja.. " Jawab vivian dari dalam.
"Masuk aja ?! Masuk aja kamu bilang ?! Gimana aku mau masuk, kamu kan lagi kunci pintu dari dalam.! " Teriak riki pada vivian.
"Klek" Bunyi pintu yang telah di buka oleh vivian.
__ADS_1
"Maaf.. Aku lupa tadi. Jangan marah ya cowok ganteng.." Alasan vivian pada riki.
"Hem, cuma alasan aja.! Pasti kamu lagi banyak pikiran kan? "Tanya riki
"Enggak kok. Lagian kalo kamu mau buka, kan tinggal kamu pakai kunci cadangan, beres kan.? Kamu aja yang enggak ada usahanya .! " Jawab vivian..
Jawaban dari vivian berhasil menutup mulut riki yang lumayan cerewet itu, lalu..
"Em, riki.. Apakah akhir akhir ini ada yang berhasil meretas pertahanan mu? " Tanya vivian...
"Hah.? Gak ada kok. Masing masing dari kami terus memantau perusahaan yang kamu dirikan di seluruh dunia, memang ada yang melakukan tindak curang seperti penggelapan uang dan ingin mencuri informasi perusahaan, tapi kami bisa mengatasinya bersama dengan 1.000 sekretaris yang di latih kak Lidia kok. " Jawab riki. "Emang kamu kenapa si? "
"Ah.. enggak kok. gak papa.. " Jawab vivian.
"Oia, gara gara kamu nanya kaya gitu, aku jadi lupa laporan kan.! Kami sudah menangkap Robi, saat ini dia berada di ruang bawah tanah bersama dengan 10 anak anak hacker yang tadi membantuku. "
Lapor riki. Memang mereka adalah hacker elite yang di ajari oleh vivian, tetapi kekuatan fisik mereka juga di latih dengan ketat.
"Baik.. Silakan ikuti saya dari belakang.! " Jawab riki sambil berjalan menuntun vivian ke ruang bawah tanah.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di ruangan bawah tanah, ruangan yang mengurung Robi saat ini.
Saat melihat kedatangan vivian, Para anak anak hacker didikan vivian langsung mengambil sebuah kursi yang berbeda dengan kursi yang di duduki robi, jelas... Vivian adalah bos nya.!
Vivian pun langsung duduk di atas kursi yang berhadapan dengan robi, jaraknya mungkin dua meter.!
Vivian memangku kakinya, lalu berkata..
"Baiklah... Sebentar lagi aku akan mengintrogasi robi, aku harap kalian semua... Kalian semua termasuk kamu riki, terlebih kamu riki, aku mohon jangan kaget yang berlebihan.! " Ucap vivian pada mereka.
"Baik nona.. " Jawab riki dan 10 orang lain nya dengan kompak.
__ADS_1
"Hem, dilihat dari tatapan mu yang tetap tenang, sepertinya kami tidak takut sama sekali ya..! " Ucap vivian pada robi.
"Untuk apa aku takut.?! Dilihat dari cara kalian memperlakukan ku, seperti nya kalian membutuh kan aku sebagai informan bukan? Jadi yang seharusnya takut itu kalian, bukan aku.! Kalo aku gak mau kasih tau apapun yang bakal kamu tanya nanti, bukan nya di sini aku yang berkuasa.?
Ucap Robi dengan nada yang acuh tak acuh. Kemudian..
"Dor.. " Suara tembakan.
Peluru dari tembakan itu melewati pipi robi, membuat pipi nya sedikit tergores dan meneteskan dara. Mata robi pun terbelalak, melihat wanita yang duduk di hadapannya ini, menembak tanpa berkedip sedikitpun, dan sangat santai seperti sudah biasa.!
"Yaah memang disini kau adalah informannya, tapi yang berkuasa di sini adalah aku... Hanya aku seorang.! " Ucap vivian sambil berdiri dan berjalan ke arah robi dengan pistol yang dia putar di tangan nya seperti stik drum.!
"Baiklah.. Sekarang akan aku mulai. Dimana bayi yang kau bawa enam tahun yang lalu ? Apakah kau membunuh nya ?"Tanya vivian pada robi yang kini berdiri tepat di hadapannya, dengan mengangkat dagu robi ke atas menggunakan ujung pistol.
"Sebelum aku menjawab, aku ingin bertanya kau ada di pihak amel atau berlawanan dengan nya ?! " Tanya robi.
"Aku lawan nya.! " Jawab vivian dengan singkat.
"Baiklah, karena kau adalah lawannya, aku akan memberitahu mu . Anak itu tak aku buang ataupun bunuh, aku menitipkan nya di panti asuhan yang berada di desa yang sangat terpencil, di negara W kota XX, kalo tidak salah nama kampung nya kampung duren.! " Jelas riki, namun vivian menatapnya dengan tatapan dingin tak percaya.
"Aku tidak berbohong pada mu, kau dapat mengecek nya sekarang juga. "Ucap riki lantaran takut vivian menembakkan peluru pada tenggorokan nya.
"Riki... " Ucap vivian.
"Baik, tunggu sebentar. " Jawab riki yang sudah tau maksud dari vivian.
Riki mulai menggerakkan layar Handphone nya, dan menyelidiki panti asuhan sesuai yang di katakan robi. Selang satu menit..
"Em, vivian... Dari yang aku lihat, memang ada panti asuhan itu, walaupun di desa yang lumayan jauh dari kota. Dari data panti asuhan yang aku retas, enam tahun yang lalu, tepat nya tanggal 20 april 2031,mereka menemukan bayi yang di letakkan di depan panti, dan bayi itu masih ada di panti asuhan itu sampai saat ini. Dilihat dari data adopsi, anak itu belum di adopsi oleh siapapun.! " Lapor riki pada vivian.
"Hah.? Secepat itu langsung di temukan.? " Batin Robi...
__ADS_1