Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#42.


__ADS_3

Setelah lima menit, sampailah vivian di bandara penerbangan pribadi milik nya. Saat limosin nya berhenti di tempat parkiran , dan vivian pun keluar dari dalam limosin itu, semua pekerja yang melihat kedatangan vivian pun terkejut dan langsung panik.


Mereka semua berlari ke arah vivian dan memberi hormat, beberapa yang lain menghubungi Jeki, sang kepala penanggung jawab penerbangan vivian di negara W.


Tentu saja setelah Jeki mendapat info vivian berada di bandara saat ini, langsung berlari dan menyapa vivian.


"Maaf kami tidak mempersiapkan kedatangan anda Nona. Ada keperluan mendadak apa yang akan Nona lakukan?"


Tanya jeki sambil menunduk memberi hormat.


"Persiapkan penerbangan untuk ku dalam lima menit.! Aku akan pergi ke Pulau M sekarang juga.! " Perintah vivian.


"Baik Nona, Silahkan tunggu sebentar.! "


Jawab jeki dengan patuh.


Semua pekerja yang ada di bandara itu pun bergerak secara gesit dan cepat. Ada pula yang membuat kan teh untuk vivian, tapi lantaran vivian sedang tidak mood untuk menikmati waktu, vivian hanya duduk dengan tampang datar.


Tanpa sadar, vivian juga mengeluarkan tekanan wibawanya, sehingga membuat para pekerja yang melayaninya di ruangan tunggu merasa tertekan dengan keringat dingin di wajah mereka, dan bulu badan yang bergidik geri..


Tok... Tok.. Bunyi ketukan pintu.


Jeki pun membuka pintu ruang tunggu yang di tempati vivian, dengan wajah yang penuh keringat karena terburu buru bergerak ke sana kemari, jeki memberi hormat pada vivian dan berkata..


"Nona, semua persiapan penerbangan sudah di siapkan.! " Lapor jeki.


"Kerja bagus.! " Jawab vivian.


Vivian pun langsung berdiri dan melangkah kan kaki menuju jet pribadi milik nya. Saat Vivian baru menaiki tangga ke dalam jet pribadi, dia membalikkan badan nya dan berkata...


"Oh iya jeki, Kinerja mu masih sama seperti dulu.! Selalu melakukan yang terbaik"


"Terima kasih Nona"Jawab jeki.

__ADS_1


"Jangan lupa untuk menyeka keringat mu. "


Ucap vivian dan melanjut kan langkah kaki nya ke dalam jet.


Jeki hanya menampakkan senyum di wajah nya. "Nona, kamu masih belum berubah yaah". Batin jeki sambil melihat jet pribadi milik vivian mulai lepas landas dan mengudara di udara.


Di dalam jet pribadi, para pelayan mulai melakukan pekerjaan nya. Menuang kan wine di gelas untuk vivian, dan setelah itu mereka hanya berdiri sembari menunggu perintah dari vivian..


Sambil memangku kaki dengan tangan kanan yang memegang gelas wine, pandangan vivian tertuju pada jendela. Mata nya terlihat seperti sedang melihat pemandangan dari jendela, tetapi sebenarnya mata vivian penuh akan tatapan yang kosong.


Para pekerja mengira, vivian sedang menikmati waktu santai. tapi sebenarnya, vivian sedang tenggelam dalam pikiran nya. Rencana awal yang telah dia susun, kini dia rombak lagi. Dan tentu saja, berbagai kekhawatiran menerpa hati kecil vivian.


Dia terus gelisah dan terus memikirkan tentang anak nya.


"Dimanakah anak ku yang satu lagi ? ". Hanya yohan yang di besar kan oleh keluarga Agreete, lalu satu nya kemana ? Apakah ada di kediaman kirana? Apakah dia di buang di negara W yang begitu besar ini ? Atau... Apakah dia telah di bunuh.?? Tidak... Tidak... Tidak mungkin.. Vivian, jangan memikirkan hal itu. tak mungkin hal itu terjadi. Tenang... Rileks... dinginkan otak dan pikiran mu.. jangan gegabah dan panik, semua nya pasti akan baik baik saja.!


Yaah, vivian sedang bicara dengan diri nya sendiri di dalam benak nya. Lalu tiba...


"Nona.. Kita sudah mendarat dari lima menit yang lalu. "Bisik pelayan wanita tepat di telinga vivian.


"Saya sudah memanggil Nona dari tadi, tapi karena tidak ada respon dari Nona, Saya membisikkan pemberitahuan tepat di telinga Nona. Maaf kan atas tindakan saya yang lancang ini, Nona..! " Ucap pelayan wanita itu dengan suara rendah sambil menunduk.


"Apakah aku terlalu khawatir, sampai tidak fokus.? Astaga vivian, sadar.! " Batin vivian.


"Tidak apa apa. tidak usah meminta maaf." Ucap vivian sambil meletakkan gelas wine yang tidak di sentuh nya sama sekali di atas meja, dan berjalan ke arah pintu keluar jet pribadi yang telah di buka.


Saat kaki vivian menuruni anak tangga, terdengar suara yang menyambutnya.


"Aku pikir kau sedang tertidur di dalam sana. Soal nya ditunggu sampai jadi ikan kering gak muncul muncul sih.! " Protes Riki karena sudah menunggu dari empat menit yang lalu.


"Suka suka aku dong. "Jawab vivian dengan tampang masa bodoh pada riki.


"Ruang controller (pengendali) nya ?" Tanya vivian.

__ADS_1


"Tentu saja sudah vivian.! " Jawab riki dengan penuh percaya diri, mata nya sedang berbinar binar menunggu pujian dari vivian.


"Oh.. Dan lagi, mata kamu kenapa sih ? Berbinar binar, udah kaya bintang aja.! "


Jawab vivian.


Jawaban vivian tentu membuat riki patah hati, lantaran vivian tidak peka untuk memberinya pujian atas kerja bagus nya.


"Apakah aku harus bagun kan anak anak ? Mereka lagi tidur siang sih, jelas kan baru jam satu siang. " Tanya riki.


"Tidak udah. Ada hal yang ingin aku selidiki dengan tangan ku sendiri. jadi jangan buat heboh, aku butuh ketenangan. Biarin aja mereka tidur, Jangan diganggu .! Aku benar benar gak mau buang waktu.! " Jawab vivian.


"Baik." Jawab riki patuh.


Kini vivian dan riki sudah berada di depan pintu ruang controller (pengendali).


"Klak" Vivian membuka pintu nya, dan membalik kan pandangan nya pada riki.


"Riki, saat aku berada di dalam, aku akan mencari tahu hal yang penting. Karena aku sedang terburu buru, aku akan meminta bantuan mu. Jadi, tolong selalu gunakan Earphone di telinga mu. " Perintah vivian.


"Baik, akan aku laksanakan.! " Jawab riki.


"Brak" bunyi pintu yang ditutup.


sejauh mata memandang, terlihat Tiga komputer dengan papan keyboard masing masing. Bagi para Hacker, Komputer adalah senjata mereka. Jika menggunakan komputer, pergerakan jemari mereka lebih cepat dan lebih fleksibel. Ketiga komputer itu di lengkapi dengan kursi yang memiliki roda di bawah nya, agar dapat berputar atau melaju dari satu komputer ke komputer lain nya. Yah itulah ruangan controller (pengendali), ruangan yang cukup luas, dan nyaman di tempati.


Vivian adalah orang yang jika sedang bekerja atau melakukan sesuatu yang penting, paling terganggu dengan kebisingan atau keributan. Dia benar benar membutuh kan keheningan dan ketentraman, karena seperti yang di katakan tadi, vivian adalah orang yang sangat sensitif dengan telinga nya.


Saat ini, riki sudah berada di ruang kerja nya. Dia sudah duduk tepat di depan komputer nya, memakai earphone di telinga, memakai bedak baby di jemari tangan nya. Agar saat menjalan kan perintah dari vivian, tangannya sudah siap untuk bergerak dengan cepat.


"Hah... Aku sedang menunggu perintah dari mu vivian...! " Ucap Riki dengan perubahan wajah yang sangat serius.


Di saat yang sama.....

__ADS_1


Vivian pun langsung duduk di kursi yang berada di depan komputer, menutup mata sambil menarik nafas dan menghembuskan nya, agar pikiran nya tenang dan tenaga nya stabil. Lalu saat vivian membuka mata,


"Baiklah, aku sudah siap.!" Ucap nya sambil menyalakan ketiga komputer itu.


__ADS_2