Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#31.


__ADS_3

Hari ini tanggal 06 maret 2037 jam 03:00 pagi, Vivian sudah bangun dari peristirahatan nya. dia memulai aktifitas nya dengan meminum air putih dan berolahraga. kebiasaan vivian adalah berolahraga setiap pagi selama kurang lebih 3-4 jam.


Vivian melakukan olahraga berat seperti biasanya, mengangkat barbel, lari cepat, dan melakukan berbagai olahraga berat lain nya.


Rambut nya di ikat kuncir ke atas bagai ekor kuda, dan keringat yang memenuhi badan nya.


πŸ’πŸ’πŸ’


"Tit... tit... tit.. tit... "


Bunyi pada jam tangan vivian, yang menandakan sudah jam enam pagi. Setelah mendengar bunyi pada jam tangan nya itu, vivian langsung berhenti olahraga.


Saat dia baru melakukan pendinginan, kedua pelayan wanita yang sedari tadi berdiri di dekat vivian, memberikan handuk bersih berwarna putih pada vivian. Setelah menyeka keringat yang berada di sekujur tubuh nya, vivian mengambil satu botol Aqua yang di berikan pelayan pada nya, dan langsung di minum sampai habis. Kira kira 2 liter mungkin ?


Setelah itu, vivian langsung berjalan menuju ke kamar nya yang berada di samping ruangan olahraga yang terdapat di lantai lima itu. Dia memasuki kamar nya dan langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan badan nya.


"Byurrr.. byur.. " Suara air yang menandakan vivian sedang mandi.


Air yang terasa dingin karena mandi di jam yang masih sangat pagi ini, mulai membasahi dari ujung kepala vivian sampai ujung kaki. Vivian bukan nya merasa dingin atau gemetaran, tapi dia merasa sangat segar dan sejuk. Yah dapat di bilang kalo vivian kayanya punya kelainan deh.. πŸ˜πŸ™‚


20 menit kemudian, vivian sudah selesai membersihkan badan nya. Saat keluar dari kamar mandi, Ke delapan pelayan wanita yang sedari tadi menunggu di depan pintu kamar mandi sedang bersiap siap merapikan vivian.


Dari dulu sampai sekarang, vivian tak suka di mandikan oleh pelayan. Kalo memakai pakaian dan berdandan, itu masih di ijin kan vivian, entah kenapa vivian bersikap seperti itu, tapi saat mandi, dia membutuhkan waktu seorang diri agar dapat menyegarkan otak nya.


Saat ini vivian sedang di pakaikan pakaian, sepatu, dan aksesoris lainnya.


"Em, aku ingin pakai celana hari ini. dan aku tak mau make up hari ini, dan satu lagi, aku tak mau memakai aksesoris lain selain jam tangan yang aku kembangkan sendiri dan cincin penutup identitas ku ini. "


perintah vivian pada para pelayan nya.


"Baik nona". Jawab kedelapan orang pelayan itu dengan serentak.

__ADS_1


Setelah itu vivian di pakaikan pakaian yang lumayan ringan, yang senada dengan selana jins nya berwarna hitam, memakai baju putih pendek dari dalam, yang dapat memperlihatkan perutnya, dan di lengkapi dengan jaket jins hitam juga.


Vivian adalah wanita yang sangat menyukai warna hitam, putih, dan abu abu. memang dengan kulit putih dengan wajah yang cantik, vivian akan selalu cocok memakai warna dan model apa saja. Tapi soal warna kesukaan tergantung dari masing masing orang.


Hari ini vivian memutuskan untuk tidak memakai make up dengan satu alasan yang kuat, hari ini vivian akan pergi ke perusahaan "The Star", perusahaan yang didirikan dan di pimpin oleh irwin agreete.


Tujuan vivian kali ini sudah jelas, dia ingin bicara baik baik dengan irwin agar menyerahkan anak nya.


Vivian berpikir begitu karena dia tidak tau sama sekali tentang penderitaan yang di alami oleh anak nya di kediaman agreete. yang dia ketahui hanya, irwin telah membesar kan anak anak nya selama enam tahun, jadi vivian akan meminta nya secara baik baik.


Wajah yang putih bersih, bibir yang berwarna pink buah persik alami, telah membuat wajah vivian tampak cantik bagai di make up, tapi tetap terlihat seperti make up natural.


Kali ini, vivian sudah bertekad untuk menyampaikan semua nya pada irwin, vivian hanya berharap irwin dapat percaya pada perkataan nya dan mengembalikan anak nya pada nya.


Walaupun harus mengorbankan perusahaan nya di urutan ke 5 sedunia itu. setelah selesai bersiap, vivian melihat jam pada pergelangan tangan nya, jarum jam panjang dan pendek mengarah ke angka delapan, yang berati sudah jam 08:00 pagi.


Vivian bergegas turun dari kamarnya di lantai lima menggunakan lift ke lantai satu, untuk makan "something maybe (Sesuatu mungkin) ?" Dan tentu saja para pelayan yang membantu vivian tadi tidak langsung turun karena masih membereskan lantai lima dari sudut ruangan ke sudut ruangan lain nya.


Setelah satu gigitan, vivian melanjutkan dengan seteguk susu. begitulah sarapan pagi vivian berjalan.


"Loh, non ko gak makan nasi ? "


Tanya bibi surti yang mengurus masakan di rumah vivian di negara w kota d.


"Vivian lagi gak mood buat makan nasi bibi, jadi makan roti sama susu aja. "


jawab vivian pada bibi surti.


"Iya iya, pokok nya asalkan nona sehat dan senang, bibi pasti setuju kok. "


Ucap bibi surti karena bibi surti sudah menganggap vivian sebagai anak nya sendiri.

__ADS_1


Kini jam menunjukkan pukul 08:30 pagi, vivian menaiki mobil sport nya yang berwarna putih, yang di kemudikan oleh ronal, salah satu pengawalnya yang bertugas sebagai supir yang mengantar raisa ke mana pun, selagi masih di negara w. Di jam berapa pun, ke tempat jauh mana pun, tak ada protes sedikit pun dan menjalan kan perintah dengan sepenuh hati.


"Pergi ke perusahaan The Star milik irwin agreete sekarang. " pinta vivian.


Dengan wajah bingung dan terheran heran, ronal menjawab perintah vivian,


"Baik nona"


Seperti yang di katakan tadi, tak ada protes. berbicara yang penting penting saja. Ajukan pertanyaan yang masuk akal dan tidak mencampuri urusan pribadi vivian, maka kau akan selamat dari bahaya terbesar dan gaji mu akan bertambah :)


Saat dalam perjalanan ke perusahaan the star, vivian yang tengah duduk di dalam mobil memegang Tablet yang berukuran besar seperti pada umumnya, dan membantu lidia menyelesaikan dokumen dokumen penting perusahaan secara online. atau dokumen dokumen itu di buat dalam bentuk file dan di kirim kan pada vivian.


Hal ini bukan hal yang baru pertama kali di lakukan oleh vivian dan lidia, karena vivian yang selalu tinggal berpindah pindah dari satu negara ke negara lain (Nomaden), akan selalu menggunakan sistem ini.


Saat vivian tengah serius membaca kata perkata yang terdapat di dalam dokumen yang sedang dia periksa, kemudian..


"CITTTTT....." bunyi mobil yang di rem mendadak karena tiba tiba kehilangan keseimbangan.


Badan vivian pun tertolak ke depan, untung nya ada sabuk pengaman, sehingga yang terlempar hanya tablet milik vivian, bukan jiwa dan raga vivian {kalo itu sih beda lagi cerita sama judul novel nya (❁´◑`❁) }.


Vivian pun mengangkat wajah nya, mengarahkan pandangan mata nya pada ronal dan berkata...


"Apa kamu sudah bosan bekerja sebagai pengawal dan supir untuk ku ? "


Tanya vivian dengan wajah yang penuh emosi..


Bersambung..!!


Ingatlah untuk memberikan like dan komentar kalian. Tinggalin jejak kalian apa susah nya sih.? πŸ€¨πŸ™ƒ


Kalo berkenan ya kasih hadiah sama vote jugaπŸ‘‰πŸ‘ˆπŸ˜… (Gak maksa kok).!

__ADS_1


Lanjut ke episode selanjut nya ya, love you every one😘❀❀


__ADS_2