
"Kau tenang saja... Tak ada kebetulan yang mengerikan seperti itu..! " jawab vivian yang lagi lagi meremehkan cara kerja takdir.
"Terserah kau saja.. Inti nya, kapan kau akan membasmi kelompok ini.? Tanya lidia.
"Ya tentu saja malam ini. Aku tak suka menunda nunda pekerjaan. " Jawab vivian
"Jadi alasan apa yang akan kau berikan pada anak anak.? " Lidia.
"Kau tenang saja.. " Vivian
"Tok.. Tok.. " Bunyi ketukan pintu.
"Masuk.. " Ucap lidia mengizinkan.
"Hei.. Seharusnya aku yang mengucapkan kata kata itu.! " Protes vivian
"Karena kebiasaan menjawab, aku tak sadar langsung menjawab juga vivian.. Kan refleks.... "Jelas lidia.
"Nona... Satu jam lagi adalah jam makan malam.. Sebaiknya Nona Vivian menghentikan pekerjaan nya, dan mandi mempersiapkan diri bertemu dengan kedua tuan muda. " Ucap sisil dengan penuh hormat.
"Ah.? Secepat ini.? Padahal aku ingin minum teh bersama malaikat kecil ku.. " Keluh vivian seperti anak kecil.
"Baiklah.. Aku pergi mandi dulu, Lidia.. Kamu juga mandi dan gantilah pakaian mu yang selalu mengenakan rok, kameja berkerak, dan jas itu. Ingat lidia.. Ini bukan di kantor, walaupun sedang membahas masalah kantor sih.. Pokoknya, mandi dan pakailah baju yang ringan.. Anggap rumah sendiri, dan satu lagi.. Ini perintah, tak boleh di ganggu gugat.! " Ucap vivian sambil berjalan dan meninggalkan lidia sendiri di dalam ruang kerja.
"Hah.. Kau memang selalu memperhatikan semua orang di samping mu... Fyuhh... Untuk ukuran aku ini, kaya nya aku udah masuk ke sindrom *Profesional yang berlebihan*.. Aku juga hanya bawa baju kerja yang warna dan model nya sama di dalam koper.. Benar benar wanita yang terkesan kolot, kayanya aku akan terancam gak bakal nikah ni.! " Ucap lidia sambil membereskan dokumen dokumen yang tadi sempat di keluarkan, dan juga laptop milik nya.
Kemudian berjalan ke kamar yang dia tempati di lantai empat. Kamar yang di sediakan untuk tamu di kediaman ini. Setelah itu,Vivian, lidia dan si kembar makan malam bersama...
.......
.......
.......
__ADS_1
.......
.......
...~Disaat yang sama di perusahaan irwin~...
"Klak.. " Bunyi pintu yang di buka
"Apa lagi.? " Ucap irwin karena sudah bosan melihat hans sepanjang hari ini.
"Kelompok dalam dunia yang membuat masalah dengan kamu, sudah terlacak markas mereka oleh ku. Apakah mau aku teruskan laporan ini.? " Tanya hans
"Lanjutkan laporan nya.! " Ucap irwin menyimpan dokumen terakhir yang dia periksa..!!
"Baik.. Saat ini lokasi mereka telah saya kirimkan pada anda, apakah kamu mau membersihkan kelompok yang di pimpin oleh Abar malam ini juga.? " Tanya hans.
"Tentu saja.. Kita tidak boleh membiarkan serangga terus berkeliaran di dunia mafia yang aku tempati, bukan kah kau lebih tau sifat ku lebih dari siapa pun.? " Ucap irwin sambil berjalan ke laci meja sebelah kanan, dan mengambil baju ringan yang biasa dia pakai saat membereskan serangga di dunia mafia.
"Hah.. Kalo mau makan ya makan sana.. Kenapa harus curhat ke aku sih.? Oh, bawakan makanan untuk ku juga. Aku ini manusia yang merasa lapar juga loh.! " perintah irwin pada hans..
...~>Keadaan di kediaman vivian<~...
"Selamat tidur sayang nya mama.. Mimpi indah yaah. " Ucap vivian sambil memberikan kecupan selamat malam, Usai menyanyikan lagu pengantar tidur untuk si kembar.
Setelah itu vivian berjalan keluar dari kamar si kembar, dan langsung menjumpai lidia yang dari tadi menunggu di depan pintu dengan baju tidur.
"Aku kira kau akan meminta izin pada si kembar untuk keluar malam ini.. Siapa yang dapat menyangka bahwa kamu menidurkan si kembar dulu, dasar penakut.! " Ucap lidia.
"Kau tau apa dengan sifat keras kepala mereka.? Kalo mereka mengetahui malam ini aku akan keluar, pasti mereka akan merengek untuk ikut atau memberi batasan waktu. Aku tak bisa menerima batasan waktu yang mereka berdua ajukan.! Karena kau tau sendiri kan, kalo dalam membantai sekelompok yang mempunyai latar belakang yang kuat, pasti memakan waktu yang tak bisa di perkirakan.! "
Ucap vivian sambil berjalan ke kamar nya, mengganti piyama tidur yang sudah dia pakai tadi, agar tak timbul sedikitpun kecurigaan pada si kembar. Karena semakin ke sini, daya analisa dan kepekaan si kembar semakin tajam.!
"Hah... Kau yakin malam ini kau tak perlu aku temani ? " Tanya lidia yang tak henti khawatir.
__ADS_1
"Kau tenang saja.. Cukup aku dan ronal, jangan terlalu banyak banyak.. Aku akan kesusahan jika terjadi sesuatu pada kalian berdua di waktu yang bersamaan." Ucap vivian sambil mengikat tali sepatu yang dia kenakan.
Vivian memakai baju yang hanya menutup dada nya saja, membiarkan perutnya yang putih terlihat.. Dengan celana pendek, dan dua gelang paha yang berfungsi menyangga dua belati, lima jarum bius dan jarum beracun, lalu satu pistol dengan peluru tak terbatas..
Pistol ini adalah pistol yang vivian kembangkan sendiri, karena dia sudah berulang kali kelabakan dalam situasi genting karena kehabisan peluru dalam pertempuran...
"Selesai~.. " Ucap vivian yang baru habis mengikat kuncir rambut hitam panjang dan tebal milik nya itu, yang dia rawat bagai mahkota berharga.
"Ronal sudah stand by di bawah.." Ucap lidia membuka pintu..
.......
.......
.......
"Klak." Bunyi pintu mobil yang di tutup lidia.
"Vivian.. Ingat... Kalo ada apa apa langsung kontak aku yaah, jangan bikin aku cemas di kediaman.. " Ucap lidia dari kaca mobil yang belum di tutup vivian.
"Em.. Kamu tenang aja, dan juga.. Aku titip anak anak pada mu yaah. Jaga mereka berdua baik baik, kalo mereka bangun atau gimana, cukup kau bujuk atau lakukan sesuatu agar mereka tak merasa cemas. Si kembar biasa nya terbangun saat tengah malam karena mimpi buruk.! "
Ucap vivian yang tidak mempedulikan kondisi nya sendiri, tetapi lebih menghawatirkan ke dua anak nya.
"Sudah aku bilang kau jangan pikirkan mereka, ada aku. Cukup kau yang bertindak hati harti dan khawatirkan diri mu sendiri" Jawab lidia.
"Sampai jumpa.. " Ucap vivian sembari menutup kaca mobil nya..
"AYO BERANGKAT MENUJU MARKAS KELOMPOK SAMPAH...!! "
Ucap Irwin dan vivian, di waktu dan detik yang sama.. Walaupun dari tempat yang berbeda..
Mobil yang di kemudikan oleh hans dan ronal pun langsung melaju, sesuai dengan yang di perintahkan oleh atasan mereka.
__ADS_1