Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#95.


__ADS_3

Saat irwin berjalan mendekat pada pelaku yang berkata kasar tentang vivian tadi, si pelaku langsung menampakkan senyum di wajahnya..


"Coba saja kau maju.... Hahaha.. Hahaha... " Tawa nya dengan suara lantang yang membuat irwin dan vivian terheran heran.


"Apa kau gila karena takut mati.? " Tanya irwin.


"Kau tau, kau melangkah selangkah saja.. Aku akan menekan tombol yang ada di remote yang ku pegang saat ini.. " Ancam anak buah abar pada irwin, tanpa rasa takut...


"A.. Apakah itu remote pengaktifan bom.? " Tanya irwin kelabakan.


"Yah kau benar... Jika hari ini bos kami mati, maka kita semua dan juga kalian yang membunuhnya juga harus mati.. Ending yang sangat bagus bukan.? " Ucap anak buah abar dengan tatapan serius dan terlihat jelas bahwa dia tidak sedang berbohong...


Irwin langsung Mundur ke belakang dengan cepat, dan menggenggam tangan vivian dengan erat..


"Apakah kau masih bisa berlari.? " Tanya irwin.


"Memang kenapa sih.? " Tanya vivian.


" Sudahlah.. Aku akan menggendong mu dan berlari dalam kecepatan penuh, kau harus pegangan yang kuat pada ku. " Ucap irwin dengan nada yang sangat serius.. Dia tak mau mengorbankan nyawa nya dan membiarkan vivian keluar sendiri..


Dia juga tak mau mati bersama vivian di tempat ini, Dia hanya ingin keluar dari tempat ini dalam. keadaan selamat, dan dapat menjalankan kehidupan yang bahagia bersama vivian dan anak anak..


"HAHAHA... HAHAHA.. Apakah kalian berdua sepasang kekasih.? Aduh~ Aduh~ So sweet banget sih.. Tapi percuma saja, karena saat aku menekan tombol ini, maka dalam hitungan tiga detik.. Bom itu akan aktif.. Bahkan kekuatan ledakan nya mencapai 500 meter dari sini.. Apakah kau yakin dapat berlari sambil menggendong kekasih mu, dan dapat selamat hidup hidup.? " Ucap anak buah abar itu...


"........ " Irwin hanya diam seribu bahasa. Tangan nya menggenggam tangan vivian dengan erat.. Irwin juga mengerutkan dahi nya, berusaha memikirkan jalan keluar yang memungkin kan.


"Vivian.... " Panggil irwin dengan nada serius.


"Kenap-? "


"Umpt.... " Irwin pun langsung mencium vivian, sebelum vivian selesai mengucapkan kalimat nya tadi...


Irwin mencium vivian dengan sangat dalam, sehingga membuat vivian tak bisa menolak dan menimbulkan gairah untuk merespon ciuman irwin itu..


Mereka berciuman cukup lama, sekitar empat atau lima menit mungkin.??!

__ADS_1


"Hah.. Hah... Hah.. " Nafas vivian yang terengah-engah, karena berciuman cukup lama...


"Hahaha.. Wajah mu sangat imut saat sedang merona dan menarik nafas seperti ini... Sayangnya ini terakhir kalinya aku melihat reaksi mu yang seperti ini..!! " Ucap irwin yang satu tangan nya memegang belakang kepala vivian, dan tangan satu nya memegang pipi vivian dengan lembut.


"Apa maksud mu untuk yang terakhir kalinya.??? " Tanya vivian sambil memegang kerak baju irwin dengan kuat..


"Lari lah sekuat tenaga.. Aku yakin kau bisa, aku akan mengulur waktu di sini.. Jalani lah kehidupan yang bahagia bersama anak anak.. Aku menyayangi mereka dan sangat amat mencintai mu..! " Ucap irwin yang seperti kata kata terakhir..


"Omong kosong apa yang kau bicarakan.? Aku tak mengerti..! " Ucap vivian sambil mengerutkan dahi nya.


"Hei.. Kalian masih sempat membuat adegan romantis, padahal sudah berada di depan kematian.. Iss. Iss. Iss... " Ucap anak buah abar sambil menggelengkan kepala nya...


"Kau... Jangan melakukan tindakan yang konyol. " Teriak vivian..


"Hahaha.. Suka suka akulah.. " Jawab anak buah abar tanpa rasa takut...


"Tak." Tombol remote yang telah di pencet..


TIDAK...... Teriak batin irwin, sambil memeluk vivian dengan kencang dan menutup matanya


...……………………………………...


...……………………………………...


...……………………………………...


...……………………………………...


Tak ada bunyi.. Tak ada reaksi apapun.. Tak ada nyala api yang terlihat.. Tak ada goncangan pada bangunan yang di tempati irwin dan vivian, semua nya hening seketika.


"Apa yang terjadi..????? Kenapa bom nya tidak aktif.? Aku yakin bom nya tidak rusak...!! Aku sendiri yang memasang nya di ruang senjata.. " Ucap anak buah abar yang tak percaya dengan apa yang terjadi


"Apakah kau mempermainkan aku.? " Ucap irwin yang menoleh ke anak buah abar dengan tatapan yang tajam..


"Huh....! " Hembusan nafas panjang vivian, lalu mendorong tubuh irwin dengan lembut, menjauh dari tubuh nya.!

__ADS_1


"Jadi dari tadi yang kalian bicarakan itu bom yaah.? Kok aku gak dengar.. Aku kira akan ada kejadian di luar nalar yang membuat irwin bertindak kaya tadi. " Ucap vivian pada anak buah abar..


"Apa maksud mu.? " Tanya anak buah abar pada vivian..


"Maaf.. Aku tau ini memang lancang, tetapi.. Aku telah menjinakkan lima bom yang ada di ruang senjata.. Dan semua peluru yang hilang di setiap pistol juga karena ulah ku.. Aku memang suka menangani masalah yang berkemungkinan akan berdampak di akhir perkelahian... " Ucap vivian dengan senyum di wajah nya..


"Bagaimana bisa kau dapat memprediksi ke bagian bom seperti ini.? " Tanya anak buah abar geram.


"Karena banyak nonton film barat tentang peperangan, perkelahian, dan beberapa film yang memberikan banyak info.. Hehehe. " Jelas vivian sejelas jelas pad anak buah abar itu..


"Sudahlah.. Jangan menatap aku penuh emosi sambil menggigit bibir sampai berdarah seperti itu... Di kehidupan selanjutnya, jadilah orang yang baik.. Kalo kamu ingin tetap menjadi orang yang jahat seperti ini, setidaknya jadilah kuat.! Sekuat lelaki yang ada di samping ku ini.! " Ucap vivian sambil menunjuk irwin dengan jari nya....


Dia memuji ku hebat. ?? Entah kenapa aku merasa malu dan tersanjung..!! Batin irwin banga.


......~DOOORRR~......


Bunyi tembakan yang di lepaskan oleh vivian. Anak buah abar pun langsung mati di tempat. Di ikuti dengan empat orang yang tadi masih hidup, memilih mati dengan menggigit pil racun yang ada di dalam mulut mereka, yang sudah tertanam dari dulu..


Irwin pun berjalan mendekati mayat yang mati karena racun itu, saat dia duduk jongkok dan ingin menyentuh tubuh mayat itu, pergerakan nya seketika langsung terhenti..


"Jangan sentuh mayat itu.. " Larang vivian pada irwin..


"Memang kenapa.? Apakah kau pikir mayat dapat hidup kembali dan melawanku.? Sekalipun mereka hidup lagi, kan aku tinggal melawan mereka... Aku ini kuat loh. " Jawab irwin pada vivian...


"Hah... Bukan nya aku khawatir pada mayat yang akan hidup kembali dan menjadi zombi, tapi lihat lah ini" Ucap vivian sambil menembakkan jarum perak pada mayat yang ada di hadapan irwin..


Seketika jarum perak itu berubah warna menjadi warna hitam pekat, saking pekatnya warna hitam itu, jarum perak itu pun langsung meleleh pada tubuh mayat itu..


"Apa apaan ini.?" Ucap irwin dan langsung menjauh dari mayat..


"Racun yang mereka konsumsi adalah racun Kematian yang baru beredar akhir akhir ini. Jenis racun ini sangat mematikan, jika kau menyentuh mayat yang terkena racun ini, nasib mu akan sama persis seperti jarum perak yang meleleh tadi.. " Jelas vivian..


"Bagaimana kau dapat mengetahui racun ini dengan begitu detail.?? " Tanya irwin penasaran..


Karena kaka ku robert yang membuat racun ini.. Kan gak mungkin aku jawab kaya gini, karena sejak awal.. Keluarga satoru adalah keluarga penghasil racun terbaru di setiap generasi, kalo soal kak robert yang menyebarkan racun, aku rasa enggak deh. Kaya ada pengkhianat ni.. Aku akan memberitahu kaka saat sampai di rumah. Batin vivian..

__ADS_1


"Yaah karena tak ada informasi yang tak aku ketahui.. " Jawab vivian dengan jawaban yang sudah matang di otaknya.


__ADS_2