
"Ah maaf kan aku, Dia pasti tak tau kalo aku sedang makan malam dengan mu. Tapi tenang saja, aku akan menyalakan mode jangan ganggu di hp aku. Biar makan malam kamu gak terganggu, " ucap irwin dan langsung menggerakkan jari jemari nya di atas hp milik nya.
Astaga... Vivian kalo lagi emosi tapi berusaha tampil anggun itu imut banget... Pengen ketawa perasaan, di tambah takut dosa. Jadi diam aja lah. Batin irwin mengusap dahi nya.
Dia siapa ? Apakah gebetan baru nya ? Apakah Dia yang irwin maksud adalah orang spesial ? Ah aku sudah tak tahan dengan rasa sakit yang mendera perasaan ku saat ini, aku harus bertanya secara langung. Batin vivian menggenggam pisau potong nya dengan kuat.
"I... Irwin..., " panggil vivian terbata bata.
"Yah ? " jawab irwin singkat.
"Aku mau bertanya. Dia yang kamu maksud kan tadi siapa yaah ? Apakah hans ? " Tanya vivian.
"Ah bukan. Bukan hans, dia adalah kenalan wanita ku. Hanya rekan bisnis, kamu tau lah yaah, " jawab irwin sesuai yang diintruksikan oleh si kembar, terlebih utaman nya di tekan kan sekali lagi oleh rival.
Rekan kerja ? Ada yaah rekan kerja yang chat aja berkali kali. Bahkan pesan yang masuk saja sampai membuat meja bergetar tak karuan ! Apa... Apa mungkin bahwa irwin benar benar lebih suka wanita lain yang dia sebutkan tadi ? Batin vivian
"I... Irwin... Nanti pas ulang tahun kak robert, kamu - "
"Ah maaf vivian... Waktu aku udah abis di sini. Sekarang aku langsung pulang ikut meeting dulu yaah. Lagi 6 meeting yang harus aku hadiri, kamu gak keberatan kan kalo aku pulang sekarang ? " Tanya irwin yang mulai beres beres.
"Ta... Tapi... Kamu belum makan habis steak sapi nya , " jawab vivian dengan alasan yang dapat menahan irwin.
"Kamu ngomong apa sih ? liat piring aku sana, udah kosong... Aku udah selesai makan loh, " jawab irwin memakai jaz nya.
"I... Itu... Ah, desert... Kita belum memakan desert nya. Gimana kalo makan desert aja baru pulang ? " tawar vivian.
__ADS_1
"Gak bisa. Meeting ini tuh penting banget, udah tadi juga sepakat nya satu jam. Jadi aku pamit dulu yaah, by." Ucap irwin melambaikan tangan dan pergi menjauh daru hadapan vivian.
...°...
...°...
...°...
"PRAAAAANNNGGG..!! " Bunyi gelas wine yang pecah di remas vivian di tangan nya. Bahkan beberapa pecahan kaca nya tertanam jelas di telapak tangan vivian, sehingga darah dan cairan wine pun menjadi satu.
"APA APAAN SIH ? KLIEN ? MEETING ? YANG BENAR AJA ? JANGAN SAMPAI TADI DIA LANJUT DINNER DENGAN *REKAN BISNIS NYA* YANG SEDARI TADI TERUS MENGIRIMKAN RENTETAN CHAT PADA IRIWN ? "
"PADAHAL UDAH DANDAN CANTIK CANTIK TAPI GAK DILIRIK, JANGAN KAN DI LIRIK, DI PUJI AJA ENGGAK. TAU KAYA GINI TADI MAKAN MALAM AJA SAMA SI KEMBAR. HAH... HAH... BOLEH ORANG LAIN, BOLEH SIAPA SAJA, TAPI JANGAN KAMU IRWIN.! JANGAN KAMU YANG PERGI DARI HIDUP KU LAGI..., " teriak vivian seorang diri di dalam ruangan yang besar, sunyi, dan tak terdapat satu pelayan pun.
Jelas, karena para pelayan tau dan peka pada beberapa situasi. Sehingga memberikan waktu berdua untuk irwin dan vivian, yaah walaupun gatot sih.
Sesudah sampai di parkiran, vivian langsung menaiki mobil yang terdapat ronal di dalam nya. Vivian tak sadat bahwa mobil di sebelah nya adalah mobil irwin, yang sedang memperhatikan nya..
"Ronal, kotak P3K nya di mana ? " tanya vivian.
"Ah, ada di ruang penyimpanan yang ada di samping anda Nona, " jawab ronal yang langsung menginjak gas dan melaju ke kediaman vivian.
Vivian hanya fokus mengeluarkan beberapa pecahan kaca dari telapak tangan nya, mengoleskan alkohol atau antiseptik pada luka nya agar tidak infeksi. Setelah itu lanjut menaruh obat merah, dan kemudian menggulung kan perban luka seperti saat sedang berlatih tinju.
Vivian memang ahli dalam bidang pengobatan ringan maupun berat, karena sudah banyak sekali hal yang dia lewati penuh jerih payah dan sangat sulit.
__ADS_1
"Fyuuhh.... " Hembusan nafas vivian, saat selesai melilitkan perban luka di telapak tangan nya.
"Kalo ada minimarket, berhenti sebentar yaah. Aku mau makan ice cream, " ucap vivian kembali memangku dagu nya di atas tangan yang baru selesai di perban, dan menatap ke luar jendela.
"Baik Nona, " jawab ronal.
Apakah ini hanya perasaan ku saja ? Dari tadi siang Nona vivian terlihat tak fokus, sering melihat pemandangan dari balik kaca, atau diam membatu di dalam rumah kaca. Situasi saat ini seperti... Seperti... Sedang sakit hati karena perasaan yang bertepuk sebelah tangan ??? --
"HAH ???? Ciiiiiiiiiittttthhhh, " ronal yang kaget dan langsung menginjak rem mendadak, karena dia kaget dengan pemikiran yang dia pikirkan tadi.
Mana mungkin wanita secantik Nona vivian memiliki cinta yang bertepuk sebelah kanan, pasti hanya pemikiran ku yang bodoh. Batin ronal.
"Ronal... Apakah sekarang kau benar benar punya hobi baru dalam menginjak pedal rem ? Seperti nya aku kirim kau kembali ke markas pelatihan selama satu minggu deh. Karena hukuman dua hari saat kau di markas pelatihan terlalu singkat mungkin, jadi kamu ingin pergi lagi..., " ucap vivian dengan tatapan tajam dan terkesan dingin.
Tentu ronal langsung panik dong, mau pakai alasan apalagi coba ? Mau pakai alasan ada kucing lewat kaya waktu itu ? Atau karena raga yang bergerak sendiri ? Di tengah kepanikan itu, mata ronal melirik ke arah kanan. Di sebelah sana ada sesuatu yang dapat di jadikan alasan paling ampuh saat ini.
"No... Nona... I... Itu... Maaf karena saya menginjak rem secara mendadak seperti tadi. Tapi saya menginjak nya karena tiba tiba melihat minimarket di sebelah sana, saya tidak memprediksikan bahwa nona akan terguncang, " jelas ronal mendetail.
"Hem ? Sekalipun kelewatan, kan kita bisa ambil jalan berputar kan ronal ? Apa aku sudah sangat miskin, jadi tak sanggup mengisi bahan bakar lagi ? Makin ke sini, cara kamu mencari alasan semakin payah yaah. Apakah karena 98% otak mu di isi dengan adegan manis dan cuplikan keromantisan saat bersama dengan Laura ? Hah... Dasar anak muda, " ucap vivian tapi langsung keluar dari mobil karena ingin mampir ke minimarket.
Sedangkan kata kata dari vivian tadi langsung terulang ulang di benak ronal,
Bagaimana bisa nona tau tentang hubungan ku dan Laura ? Apakah sisil kaka nya laura yang memberitahu ? Tidak, tunggu. Yang lebih penting, kenapa dari nada bicara Nona vivian tadi, terdengar seperti sedang iri akan hubungan kami yang harmonis ? Apakah Nona vivian juga sudah mulai jatuh cinta, tapi tak tau dengan perasaan nya saat ini ? Batin ronal terdiam membatu.
"Hah... Aku ingin memberitahukan kepada Nona vivian bahwa dia sedang jatuh cinta, tapi dari pada aku harus kembali ke markas pelatihan selama seminggu, mending diam aja deh. Hah, dasar anak muda, " ucap ronal bersandar di kursi pengemudi nya.
__ADS_1
Ronal tidak keluar mengawal vivian karena dia tau saat ini vivian sedang membutuhkan waktu sendiri, apalagi kalo vivian sedang dalam keadaan bad mood, bisa bisa napas aja di tebas kalo berdiri di samping nya.