
Setelah sampai di rumah kaca, si kembar habis habisan mengeluarkan kata kata mutiara untuk sang papa, karena membuat si kembar tak dapat mendengar suara sang mama selama tiga hari penuh.
Irwin yang merasa tingkah si kembar benar benar lebih sayang ke mama mereka, dari pada papa ! Namun Irwin memaklumi hal itu, karena anak laki laki itu dominan nya akrap dengan sang Mama. Jika anak perempuan, dominan akrap nya dengan papa. Biasa nya seperti itu, dan jika ada yang berbeda, itu mungkin 10 dari 100 %.
Karena otak irwin yang tak kalah jeli, dia dapat membujuk si kembar dengan sangat mudah. Yaah, Irwin memberitahu bahwa Vivian, mama nya si kembar sedang hamil. Dan kemungkinan itu adalah anak perempuan ! Si kembar yang menginginkan adik perempuan dari dulu pun, langsung reda amarah mereka, dan duduk di pangkuan papa mereka untuk menceritakan tentang apakah adik mereka sehat sehat saja ? Kapan lahir nya, dan beberapa pertanyaan abnormal yang secara tak sengaja keluar dari mulut si kembar, dan itu membuat Irwin ketar ketir sendiri memikirkan jawaban yang tidak fulgar.
...* * *...
Hari hari terus berganti, Malam berganti pagi, pagi berganti siang, siang berganti sore, dan sore berganti malam. Terus terusan berputar pada hal yang sama, sampai tak terasa lima tahun pun telah berlalu.
Di sebuah pantai yang diterangi oleh sang mentari dengan sangat terik, terdapat dua pria berusia 12 tahun yang protektif menjaga adik perempuan mereka agar tidak jatuh, tidak di pukul oleh anak anak nakal yang juga ada di pantai, dan mengantisipasi hal lain nya yang tak boleh terjadi.
"Kakak ~ " Teriak Si gadis dengan tawa renyah yang terdengar jelas di pendengaran Rival dan Risal, karena berhasil mendapatkan kerang berwarna pink seperti di film Barbie yang dia tonton tadi pagi dan langsung menjadi Barbie favorit nya.
...*Rachel Forest , lima tahun*...
Karena ikut merasa bangga karena sang adik telah mendapatkan kerang yang dia cari, Risal langsung lari dan menggendong Rachel setinggi mungkin. Tawa girang terdengar dari mereka berdua.
...*Risal Forest 12 tahun*...
"Bodoh, bagaimana kalau peredaran nafas adek macet ha ? Mau kamu pasangin lampu hijau? " Dengan nada ketus dan dingin, Rival mengambil Rachel yang sedang di junjung Risal tinggi tinggi, dan menggendong Rachel dalam posisi paling nyaman dan yang tak berbahaya.
__ADS_1
...*Rival Forest, 12 tahun*...
"Idih... Kalo masalah adek aja, segala macam teori di keluarin ! Coba aja kalo aku yang kenapa napa, sebutan bodoh udah jadi kata pembuka itu... " Celetuk Risal sambil memutar bola mata nya.
"Jadi kaka bukan nya jagain adek, malah mengancam keselamatan adek lagi ! Udah gitu masih protes lagi, kaka no have akhlak banget ! " Sambil berjalan pergi mendekati bangku di dekat tepi pantai, Rival sedang jalan cepat agar Risal yang sedang lari tidak mendapat mereka. Rachel yang menganggap sedang bermain kejar kejaran pun merasa geli dan langsung berteriak kegelian, saat Risal hampir mendekati tubuh Rachel dan Rival.
Rival sempat menampakkan senyum singkat, menandakan dia sangat menikmati momen ini.
"MAMA ~~ TOLONG LACHEL ! KAK ISAL MAU NANGKAP LACHEL ! " Saat baru sampai di bangku yang di tempati Vivian, Rachel langsung berlari ke dalam pelukan sang Bunda. Berharap Risal tidak melihat nya, sungguh pemikiran polos yang menggemaskan.
...*Vivian Satoru ! Marga nya tidak berubah mengikuti Irwin seperti anak anak nya, karena itu kemauan Irwin dan diri nya sendiri. *...
"Kalo jatoh... Nanti kak Ival sama kak Isal yang bantu Lachel bangun ! Kan mereka selalu ada di belakang Lachel. " Sambil menampakkan seluruh gigi susu nya pada Vivian, Rachel menjawab Vivian dengan lidah nya yang sampai saat ini belum bisa menyebut huruf *R*.
"Dasar bandel ! Sekarang gak bisa di tegur sama mama lagi yaah ! " Sambil mencubit pipi Rachel yang kenyal, Vivian lanjut memberikan kecupan bertubi tubi pada wajah Rachel karena saking gemas nya dia pada anak sendiri.
Di saat Vivian dan Rachel sedang bercanda ria dengan asyik nya, Rival dan Risal sedang berkelahi memperebutkan es kelapa bekas mama mereka. Entahlah dengan usia ke dua kembar ini, semakin hari kadar manja mereka pada mama Vivian sudah melebihi Rachel yang notabene nya satu satu nya anak wanita dan anak bungsu.
"Es kelapa tadi mama ada pesan dua, terus dua dua nya udah mama minum setengah setengah. Jadi mau minum yang mana aja sama kok, karena dua dua nya bekas dari mama ! " Celetuk Vivian yang saat ini tidak menatap si kembar namun terus mengorek leher maupun perut Rachel yang buncit karena masih kecil.
Rival dan Risal yang sadar pun bukan nya langsung minum, tapi malah di satukan di satu gelas dan malah di perebutkan lagi. Vivian hanya bisa menggeleng kepala perlahan dan lanjut mengusel leher Rachel agar diam merasa geli dan tertawa renyah menghibur suasana liburan ini.
__ADS_1
"Apakah kalian sangat menikmati liburan ini tanpa ada nya sosok ayah dan suami di samping kalian ? " Ujar seseorang yang baru datang, dan menyita seluruh perhatian dari keluarga kecil nya itu.
..."Irwin Forest"...
"PAAAPAAA !! ~~~ " Teriak Rachel kegirangan, karena kenyataan nya, Rachel lebih akrap pada Papa nya. Yaah walaupun kenyataan nya, Rachel sama sama akrap dengan mama, kaka, kakek nenek, paman dan tante, tapi ada beberapa perbedaan yang nampak jelas.
Rachel langsung melompat dan dengan sigap Irwin menangkap putri kecil nya itu dengan timing yang pas dan sang putri pun mendarat sempurna di rengkuhan sang papa. Si kembar yang perhatian nya sempat teralihkan karena kedatangan Irwin, langsung melanjutkan kegiatan saling merebut es kelapa sisa nya mama Vivian karena jika Irwin tau yang di perebutkan adalah es kelapa bekas Vivian, maka dia akan turut andil dalam memperebutkan es kelapa itu.
"Siang sayang ! " Sapa Irwin sambil mengecup kening Vivian, dengan Rachel yang masih nempel di dada ayah nya yang bidang.
"Gimana ? Masalah yang mendadak terjadi tadi udah beres ? " Tanya Vivian sambil balas mencium ke dua pipi Irwin.
"Iya udah ko ! Semua dokumen yang ada di ruangan Hans hangus seketika ! " Jawab Irwin sambil memainkan rambut yang berada di puncak kepala Rachel.
"Terus gimana ? Pelaku nya Udah ketangkap ? "
"Udah dong, wanita itu yang menyatakan cinta pada Hans. Tapi karena di tolak, begitulah tindakan yang di ambil ! "
"Beruntungnya setiap dokumen ada di laptop yah, jadi tinggal di print ulang aja. BTW, tu cewek yang di biarin gitu aja win ? "
"Ya enggak lah ! Tenang, Linda udah bunuh tu cewek kok ! Bego si, udah di tolak bukan nya cari yang lain, eh malah bakar dokumen . Di tambah dengan karakter Linda, kamu tau sendiri kan sayang ? "
"Iya juga yaah ! Hahaha... " Tawa Irwin dan Vivian, Rachel yang tak mengerti sedang mengobrol apapun langsung ikut tertawa saja ! Dari pada plaga plogo gak jelas ye kan...
__ADS_1