
"Hah....... " Vivian yang menghembuskan nafas panjang...
"Jadi... Mana maaf nya.? " Ujar vivian
"Ma... Maafin rival yaah. Rival benar benar minta maaf... "
"Risal juga minta maaf yaah ma, Mama jangan marah sama jangan sedih lagi. "
"Ucapan maaf ini benar benar tulus.? " Tanya vivian.
"Iyah ma.. "Jawab si kembar kompak dengan wajah bersalah.
"Janji gak bakal ngelakuin hal yang serupa kaya gini lagi.? " Tanya vivian.
"Janji ma.. " Jawab si kembar.
"Gak akan ada yang ke dua kali nya kan.? "
"Iyah ma. Gak akan ada yang ke dua kali nya.!! "
"Karena sekarang rival sama risal udah tau kesalahan kalian, Kalo gitu rival sama risal damai.!" Perintah vivian.
Rival memalingkan wajah mya ke risal, begitu juga hal yang di lakukan risal.
"Dek... Kaka minya maaf yaah.! "
"Kakak.. Adik juga minta maaf.! "
"Sekarang pelukan.. " Perintah vivian.
Rival dan risal pun langsung berpelukan tanpa paksaan, atau setengah hati. Mereka melakukan nya dengan benar benar tulus sebagai permintaan maaf antar saudara.!
"Oke.. Mulai sekarang gak boleh manggil lo gue, lo gue lagi.! Harus manggil kaka adik, paham kan.? "
"Iyah ma.. Kita udah paham." Seru si kembar bersamaan.
"Fyuh.... " Vivian menghembuskan nafas nya.
"Udah.. Sekarang pelukan sama mama" Ucap vivian sambil merentangkan ke dua tangan nya.
Rival dan risal dengan cepat langsung memeluk vivian, kemudian dengan tangan nya, vivian berusaha agar dapat merangkul ke dua anak kembar nya yang mungil itu dalam rangkulan nya.
Kemudian, vivian mengelus ke dua kepala anak anak nya...
"Kalo mama marah kaya gini, bukan berarti mama gak sayang sama kalian berdua yaah. Justru ini karena mama sayang banget sama kalian, Kalian gak marah sama mama kan..? " Tanya vivian dengan suara yang lembut.
__ADS_1
"Em.... Rival gak marah kok ma. "
"Risal gak marah ma. Risal malahan tambah sayang sama mama"
Ucap si kembar sambil membenamkan wajah mereka di leher mama nya itu, dengan senyum bahagia yang terpampang dengan jelas.
"Lain kali, kalo kalian tau kalian salah.. Saat di marahi harus nunduk kaya tadi.! Tapi kalo kalian benar, jangan membalas satu perkataan pun dari pihak yang salah, cukup diam.. Berdiri dengan tegap, lalu menatap pihak yang salah dengan tatapan yang tajam dan penuh percaya diri. Kalo bisa yaah nunjukin juga muka menghina pada orang orang yang udah salah, masih ngotot aja... "
"Dengan begitu, udah menunjukkan bahwa kalian adalah orang orang yang berwibawa, berkepala dingin, dan pintar menyelesaikan masalah.. Sampai sini rival sama risal paham kan sama yang mama maksud.? " Tanya vivian usai menasehati ke dua buah hati nya...
"Kita paham ma(≧∇≦).! " Ujar si kembar dengan nada yang bersemangat kembali.
Tentu mereka dapat bersemangat lagi, lantaran sang mama tidak memarahi mereka berdua lagi. Melainkan sedang memberikan nasehat dan masukan yang baik sebagai bekal kehidupan mereka di masa mendatang....
Karena sudah berpelukan, vivian melepaskan pelukan nya dari sang anak.
"Sekarang kalian balik ke kamar kalian sana, udah jam sembilan lewat.. Kalian bisa sakit kalo kurang istirahat. " Pinta vivian pada ke dua anak nya.
"Cup... Cup.. Mimpi yang indah yaah." Ucap vivian
"Cup..." Dua kecupan yang mendarat di kedua pipi vivian.
"Em... Mama juga mimpi indah yaah, By mama... " Ucap ke dua bocah cilik itu sembari berjalan meninggalkan sang mama sendirian di dalam kamar.
Mama memang sayang sama kalian berdua, tapi mama gak boleh memanjakan kalian sampai kalian di buta kan oleh harta duniawi dan sifat tak mau mengalah. Didikan yang pernah Ayah sama Ibu kasih ke mama, akan mama teruskan pada anak anak mama juga. Agar didikan yang tidak salah dan tegas ini terus berlanjut ke keturunan selanjut nya, bagai Langit yang tiada ujung.... Batin vivian
.......
.......
.......
.......
.......
.......
⌚Pagi hari pukul 06:00⌚
"Vivian bagun.... Hei vivian... Bagun... "
"Ih nanti aja... Kan tadi aku udah bilang ke kamu sisil, kalo hari ini aku gak olahraga. " Ucap vivian dengan mata yang tak terbuka sedikit pun
"Hem.. Siapa yang kau anggap sebagai sisil ha..? Apakah suara ku mirip seperti dia.? "
__ADS_1
"Em... Suara kamu terdengar tajam dan melengking, gak kaya sisil yang merendah dan penuh hormat.! Kaya nya lidia deh."
"Jadi aku adalah siapa.?"
"Yaah kamu lidia... " Jawab vivian dengan otak nya yang belum beroperasi dengan sempurna...
"………………" Lidia.
"Hah...?? Lidia..? " Ucap vivian dengan mata yang langsung melek, dan langsung bangun dari tidur nya dengan rambut yang berantakan. Untunglah kecantikan vivian tidak luntur walupun baru bagun tidur, jadi dapat mencuci mata lidia.
"Kamu Lidia.?? Atau aku masih mimpi ya....? " Tanya lidia.
"Iya Aku lidia.. Jangan kaya orang amnesia deh..! " Jawab lidia..
"Loh..? Kenapa kamu datang.? Kan janjian nya bakal di video call buat ngebahas nya, bukan bertatap muka kaya gini. " Protes vivian walaupun nyawanya belum terkumpul sempurna.
"Bagus... Bagus... Jadi kamu kira, aku akan menyerah kan pekerjaan ini pada tukang bangunan begitu saja.? " Ucap lidia.
"Ah.. Aku kira seperti itu.. " Jawab vivian lugu.
"Buk.. " Bunyi lidia memukul kepala vivian.
"Ugh.... Sakit lidia.. " Keluh vivian sambil memegang kepala nya, di bagian yang di pukul dengan air mata nya yang mulai keluar.... (Lagi akting sebagus mungkin)
"Kamu kira aku gak tay kalo kamu lagi akting kesakitan.? Dan lagi air mata kamu itu karena kamu menguap besar besaran tadi kan.?! " Ungkap kebenaran oleh lidia.
"Ih... Kalo sama lidia ni berasa sama Ibu, cerewet banget.. Terus tau semua akal bulus ku lagi... Hmpt.! " Gerutu vivian sambil menggembungkan pipi kanan nya.
"Hah... Udah deh, mending sekarang kamu mandi.. Bersih bersi badan, terlebih gosok gigi deh.! Bau mulut mu itu mengalahkan bangkai tau gak.? "Ucap lidia sembari menutup ke dua hidung nya.
"Huh.. Ada baru kali ini, aku dapat sekretaris yang bisa marah dan menghina atasan di depan nya wajah seperti ini. " Keluh vivian sambil berjalan ke kamar mandi.
Lidia pun menampakkan Smirk di wajah nya karena puas mengerjai vivian, sembari duduk di atas tempat tidur vivian. Dan terus memeriksa dokumen yang baru masuk, dan terus memantau kenaikan harga saham.
"Byur.... Byur... " Suara air saat vivian mandi...
.......
.......
.......
.......
"Klek.. " Pintu kamar mandi yang di buka.
__ADS_1
"Loh..?? Sisil di mana.? Kok belum masuk. "
Tanya vivian sambil mengeringkan rambut nya yang basah dengan handuk kecil, dan handuk panjang yang dia pakai untuk menutupi tubuh nya yang baru selesai mandi.