
...[Pukul 12 Malam]...
Setelah melalui siang hari yang panjang, dan di tambah dengan malam hari yang seolah makin panjang, membuat Vivian kewalahan dan benar benar teler saat ini.
Vivian tak bisa bergerak lagi, dan hanya memejamkan mata nya. Lalu selang beberapa detik langsung terjun ke dunia mimpi nya, dan otak dan otot nya pun akhirnya mendapatkan istirahat yang cukup.
Irwin yang merasa bersalah telah membuat Vivian seperti itu hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, menarik selimut tebal berwarna awan, menutupi tubuh Vivian yang tak di hiasi sehelai benang saat ini, lalu ikut terbaring di samping Vivian sambil memeluk tubuh Vivian yang nampak kecil bagi ukuran Irwin dengan satu tangan nya, dan sisa tangan nya yang lain menjadi bantal untuk kepala Vivian.
Sebelum Irwin ikut terjun ke dunia mimpi nya juga, dia mengecup kening Vivian dengan lembut, lalu tangan yang di gunakan untuk memeluk tadi, Irwin gunakan untuk mengusap perut Vivian. " Selamat beristirahat dua orang tersayang ! " Setelah itu, dalam hitungan tiga detik, kesadaran Irwin langsung hilang entah kemana, dan telah sampai di pemberhentian berikut nya di dalam alam mimpi !
...* * *...
...[Dua hari kemudian]...
Tibalah hari di mana Irwin dan Vivian di jemput oleh jet pribadi mereka. Selama dua hari itu, kandungan Vivian di jaga mati matian oleh Irwin. Vivian masuk mandi saja di temani (*˘︶˘*).。.:*♡ ! Setelah itu, memang sesekali Irwin bersetubuh dengan Vivian, tapi tidak lebih dari dua jam.
"Aku capek ! " Ujar Vivian yang saat ini sedang DUDUK menuggu jet mereka tiba.
"Kamu mau aku pangku ? " Sambil mengusap surai hitam milik Vivian, Irwin meminta pendapat Vivian. Karena sejak dua hari yang lalu, Vivian lebih sensitif dari biasa nya. Jika berkata tidak suka, lebih baik di turuti ! Karena itu akan membawa bencana baru pada Irwin jika tidak mengikuti kemauan Vivian. Kan tidak lucu jika besok tersebar berita bahwa sepasang suami istri bercerai karena si suami tidak membacakan buku cerita pada istri nya !
"He' em.. " Jawab Vivian sambil memasang bibir nya yang manyun !
Irwin langsung meletakkan badan vivian di pangkuan nya, sambil perlahan memperbaiki postur duduk nya ! Karena Irwin tak mau Jika Vivian dan Bayi nya merasa tak nyaman.
__ADS_1
"... Win... " Panggil Vivian yang saat ini mata nya sudah tertutup.
"Kenapa sayang ? " Sambil mengecup puncak kepala vivian, Irwin bertanya dengan suara yang terdengar sangat halus.
"Tadi... Aku mimpi.. Anak kita Cewek loh ! Cantik, imut, pokok nya dia manis banget ! " Jelas Vivian sambil menampakkan senyum di wajah nya, dan tetap tak membuka mata nya.
"Bagus dong ! Biar ada dua bidadari di dalam kediaman kita ! Pas kita pulang, kita pergi USG yaah. Biar lebih jelas lagi ! "
"Em... " Setelah itu Irwin terus mengusap kening, hidung, dan pipi Vivian, karena semenjak dua hari yang lalu, Vivian lebih sering menghabiskan waktu dengan tidur ! Dan saat tidur, Irwin sendiri yang harus mengusap wajah nya. Jika tidak, Vivian akan ngambek seperti anak kecil yang tidak di belikan es krim.
"Hem ? Tidur lagi ? Benar benar ! Setidak nya kehamilan yang ke dua ini aku berada di samping mu, karena tidak akan terbayang bagaimana jika kita berdua tidak akan pernah bertemu, dan kamu malah bahagia bersama si kembar. Maka aku akan kembali bersedih, karena harus kehilangan orang yang berarti dalam hidup ! "
Vivian yang belum terlelap sepenuh nya menampakkan Smirk dan langsung tidur dan beristirahat ! Karena mau Vivian tidur sebanyak apapun, kelopak mata nya tetap akan berat seperti orang yang tidak tidur tiga hari tiga malam.
...* * *...
Jet pribadi telah sampai ! Irwin sempat memarahi para petugas karena Vivian menunggu dengan sangat lama ! Namun saat mereka menyampaikan alasan mya, Irwin menyuruh mereka untuk masuk kembali ke dalam Jet. Yaah, alasan mereka adalah Si kembar yang memaksa untuk menjemput papa dan mama mereka.
Namun tak di ijinkan oleh kakek, nenek, dan paman nya karena mereka semua sibuk ! Tak ada yang bisa menemani mereka berdua di dalam jet. Dan mereka semua tak mau si kembar sendirian atau di temani oleh beberapa pengawal. Karena bisa gawat saat Vivian pulang nanti mendapat kabar bahwa anak nya di culik atau mengalami kecelakaan lain nya.
Vivian yang masih tidur di gendong Irwin dengan sangat hati hati ala bridal Style , dan di letakkan di atas tempat tidur yang tersedia di dalam jet. Sedang kan barang barang yang ada di Vila tak ada yang di bawa pulang kecuali Jas dan Gaun pernikahan. Selebihnya di tinggal kan saja, nenek meri dan kakek jou yang akan membereskan Vila yang telah di percayakan Irwin untuk mereka rawat di usia lansia mereka.
Karena mereka berdua adalah pasangan suami istri, yang pernah bekerja di kediaman Agreete namun selalu baik pada Irwin dan Ibu nya. Bahkan saat Ibu nya Irwin di nyatakan telah meninggal, mereka berdua memilih untuk meninggal kan kediaman Agreete. Maka nya itu, setelah Irwin mendapatkan kekuasaan dan Banyak uang, dia membeli Pulau, membangun Vila, dan menyuruh ke dua pasangan itu untuk menjaga nya.
__ADS_1
...* * *...
...[Satu jam kemudian]...
Jet pribadi baru saja mendarat di kota W, lantaran Irwin sudah memberi ultimatum bahwa jika pesawat menabrak awan dan menyebabkan goyangan yang membuat Vivian sadar, ambil gaji terakhir dan cari pekerjaan lain !
Saat baru mendarat, kedua pilot langsung berlari dan menahan si kembar yang sedang ancang ancang untuk berteriak. Mereka memberikan penjelasan secara singkat yang pada dasar nya langsung di mengerti oleh si kembar, karena otak mereka berdua tidak sekanak kanak yang terlihat.
* * *
...*Tak* Pintu kamar yang di tutup....
Irwin baru saja membaringkan tubuh Vivian di atas tempat tidur, karena tak kunjung bagus. Hal itu bagus sih, biar istirahat nya banyak dan berdampak baik bagi kesehatan dan bayi. Irwin yang beru menutup pintu pun langsung di hadapkan pada dua iblis kecil yang sedang marah saat ini.
"Papa sengaja bawa mama di pulau yang belum di pasang jaringan nya kan ? " Sambil bercakak pinggang, bocah berumur enam tahun bernama Risal yang amat cerewet itu sedang mengomeli papa nya.
"Biar kita gak bisa VC sama mama, bahkan gak bisa hubungi mama ! Papa mau monopoli mama sepenuh nya ? " Dengan tatapan dingin, bocah yang seumuran dengan Risal itu bertanya pada papa nya. Yaah, nama bocah itu Rival.
"Sssstttttt" Sambil menaruh jari telunjuk di bibir nya, Irwin memberi kode pada si kembar agar jangan berisik.
"Ikut kami ! " Karena mengerti dengan kode yang di berikan sang papa, Si kembar berkata secara kompak dan memimpin jalan ke arah rumah kaca. Si kembar sudah memerintahkan para pelayan agar tidak mendekat dulu, karena mereka berdua akan memarahi papa mereka habis habisan. Dan mereka berdua tak mau kehormatan Papa mereka hilang karena di marahi oleh dua anak kecil.
Aneh, pengen marah karena emosi, tapi gak mau papa mereka malu atau kehilangan karisma seorang kepala rumah tangga dan pemimpin di depan pelayan. Dasar si kembar !
__ADS_1