Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#19.


__ADS_3

Dokter rosa langsung terkejut saat melihat reaksi vivian. Bagaimana tidak kaget dan terkejut, Vivian memasang wajah nya tanpa reaksi. Bola mata nya yang tak terlihat ada nya semangat untuk hidup, kelopak mata nya yang tidak berkedip lagi, dan dengan air mata yang keluar bagai mata air di sungai, tak pernah berhenti, sangat deras dan membuat siapa pun yang melihat nya dapat merasa kan sakit yang vivian rasakan.


Bagai kan Dunia yang akan kiamat, seperti bumi yang akan berhenti berputar pada poros nya, dan se akan oksigen di muka bumi telah habis.....


Ya.. Begitu lah reaksi vivian saat ini.


"Do... Dok... Dokter... " Ucap vivian dengan suara nya yang terpatah patah dan dengan tubuh nya yang gemetaran.


"Dokter bercanda kan? Gak mungkin kan ? Pasti dokter bercanda.... Yahh, pasti dokter bercanda... "


Ucap vivian dengan intonasi suara nya yang naik turun. Karena vivian mengatakan nya dengan suara yang pelan dan terkadang berteriak.


Vivian menanya kan itu dengan kehisterisannya sambil memegang kerak baju dokter rosa dengan kencang....


Kemudian, dokter rosa manarik nafas yang panjang lagi dan menghembus kan nya secara kasar lewat mulut nya.... Lalu.....


"๐—ฃ๐—Ÿ๐—”๐—”๐—ž๐—ž๐—ž" ( suara tamparan )


Suara tamparan itu pun melengking di dalam ruangan itu. Karena ruangan yang besar dan kosong sudah pasti akan menghasilkan suara seperti di dalam goa.


Dokter rosa terpaksa menampar vivian dengan tenaga yang lumayan kuat, agar kesadaran dan pemikiran nya kembali seperti sedia kala.


Setelah tamparan itu mendarat pada pipi vivian, dia pun tersadar dan melepas kan genggaman nya yang kuat pada kerah baju dokter rosa....


Lalu vivian mulai menutup mata nya dan mengatur pernapasan nya lagi agar kembali normal. Mengusap air mata nya yang sedari tadi tak henti henti nya mengalir yang masih tergenang di pipi nya, sembari menenangkan diri nya dan memulihkan kesadaran nya kembali.

__ADS_1


Kemudian dokter rosa berkata....


"**Sadar lah, Kuat kan diri mu.. Jadilah lebih kuat dan tegar.! Dunia tak akan lunak pada orang yang menangis. "


"Kuat kan kaki dan betis mu, agar dapat menopang badan mu. guna kan genggaman tangan yang sedang mengepal untuk memukul musuh mu dalam sekali pukul menggunakan tenaga mu sendiri**.!"


"Ada hal yang tidak akan bisa kembali, seberapa pun kuat nya kau berusaha. Waktu adalah sesuatu yang sangat penting dan sering di lupakan dan tentu saja tak bisa di putar kembali ke masa lalu.. "


"Ada juga keputusan keputusan dan kenyataan yang tidak dapay kau hindari.."


"Hidup itu tidak adil, kau harus terbiasa dengan itu. "...


"Di dunia ini, ada yang nama nya Timing."


"Hidup itu bagaikan roda, kadang di atas dan kadang di bawah. Tak ada guna nya menyalahkan takdir.! Takdir tak pernah salah sedari awal, takdir kita memang sudah di tentukan dari saat kita lahir. Takdir itu sudah di garis bawahi bagi mereka yang memiliki kekuatan dan tidak. Ingat, Tuhan tak pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan umat nya"...


"Cukup nikmati proses nya, Tuhan tau kapan kita bahagia.. "


Aku tau kamu bukan lah orang biasa. Orang yang tak menimbulkan reaksi apa pun pada racun yang mematikan, seolah sudah meminum nya berulang kali bahkan di pakai untuk pelatihan dan perkembangan organ tubuh, agar selalu kebal pada racun apa pun..


Tapi aku tak berniat mencari tahu nya. Karena setiap orang memiliki sesuatu yang di sembunyi kan dalam diri mereka. Seperti rahasia, rencana, dan masih banyak lagi. Jika kau yang memberi tahu kan, maka akan ku terima dan kurahasiakan lagi. Jadi kan lah itu moto hidup mu.


"Kau sudah sadar, maka usaha ku untuk merawat mu selama enam tahun telah terbayar kan. Bangun dan bersiap lah, kuat kan mental dan hati mu, lalu selamat kan ke dua anak mu, yang aku sendiri juga tak tau mereka di bawa ke mana. Entah di pisah kan atau memisah kan dengan sengaja,selanjut nya, pegang lah kendali mu sendiri.. "


Ucap dokter rosa dengan wajah nya yang tegas dan suara nya yang tetap berwibawa dan tulus sembari menasehati seseorang yabg telah dia anggap sebagai adik nya sendiri.

__ADS_1


Vivian yang tadi nya masih dalam keadaan bingung, putus asa, dan tak tau harus berbuat apa, kini kembali seperti telah mendapat kan energi dan semangat untuk menyelamat kan anak nya karena dorongan dan nasehat dari dokter rosa.


Lalu vivian yang kesadaran nya telah kembali, langsung memeluk dokter rosa dan berkata....


"Terima kasih.... Terima kasih telah menyadarkan ku. Terima kasih untuk semua yang telah kau lakukan untuk ku. Kau telah merawat ku dengan tulus dan telaten, padahal kita tak memiliki ikatan dara yang mengharuskan kamu untuk merawat ku. "


Ucap vivian dengan air mata dan senyuman bahagia yang tergores jelas di wajah nya, yang membuat wajah vivian yang sedari awal memang sudah cantik, kini lebih cantik lagi saat tersenyum. Dan lagi Disertai suara nya yang benar benar tulus pada dokter rosa. Pelukan yang vivian beri kan sangat amat erat, yang membuat dokter rosa bukan nya marah, tapi lebih bahagia....


"Sama-sama sayang" Ucap dokter rosa dengan senyuman bahagia dan membalas pelukan vivian sambil membelai punggung vivian dan terkadang mengelus rambut vivian.


Setelah itu, vivian melepas pelukan nya dari dokter rosa dan berkata..


"Emmm, anu..... Itu.... Apa kah.... Apa kah aku boleh memanggil dokter rosa dengan sebutan KAKAK?


Tanya vivian dengan wajah nya yang sedang mera merona, tanda dia sedang malu malu yang membuat vivian yang saat ini berumur 25 tahun terlihat sa~ngat imut...


Dengan sedikit terkejut dan sangat bahagia, dokter rosa langsung menjawab....


Iyah, boleh kok sayang...


Senyum bahagia dokter rosa terpapar jelas di wajah nya. Seakan akan sudah lama menunggu untuk pernyataan ini...๐Ÿคญ๐Ÿ“


setelah mendengar jawaban dokter rosa itu, vivian yang tadi nya masih malu malu langsung memasang wajah nya yang ceria dan bahagia. Karena saat mengaju kan pertanyaan itu, vivian takut permintaan nya langsung di tolak. karena vivian tau kalo permintaan nya ini, sesuatu yang dia sendiri anggap sangat konyol dan pasti akan langsung di tolak.


Tapi siapa yang menyangka bahwa jawaban yang di berikan dokter rosa sangat membuat vivian bahagia dan kaget, apa lagi dokter rosa menjawab nya dalam hitungan seperempat detik saja...

__ADS_1


__ADS_2