Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#69.


__ADS_3

Setelah mengatakan akan membawa anak nya pulang hari ini, vivian membelakangi bapak gunawan, tante rara dan amel, lalu berjalan ke arah rival dan yohan.


"Rival, yohan... Kalian pulang duluan yaah." Ucap vivian sambil mengelus kedua kepala anak nya itu.


"Gak mau... Rival mau sama mama"


"Yohan juga. Yohan mau pulang bareng mama".


"Gak bisa sayang. Mama harus selesaikan masalah antara orang dewasa dulu saat ini. Hanya satu jam. Setelah itu, mama pasti udah nyampe rumah kok. "


"Em... O.. Okelah.. Rival kasih ijin. Ingat yaah ma, harus satu jam aja. gak boleh lebih. "


"Cup.... Cup.. " Vivian yang mengecup kedua kening anak nya.


"Ronal, A, dan B. Bawa dan kawal Rival dan Yohan ke dalam limosin. Antar kan mereka sampai di rumah dalam keadaan selamat. " Perintah vivian pada ronal dan ke dua pengawal.


"Baik Nona, kami akan mempertaruhkan nyawa kami untuk ke dua Tuan Muda. "


"Bagus... Lalu ronal, apakah yang aku minta sudah selesai.? " Tanya vivian.


"Sudah Nona. Ke 50 pengawal yang Nona latih sendiri sudah tiba dari lima menit yang lalu. Sekarang mereka sedang menunggu aba aba dari Nona." Jawab Ronal


"Kerja bagus. Perintahkan mereka untuk mengapit limosin yang akan di tempati oleh ke dua anak ku, Ingat... Jangan sampai ada lecet sedikit pun pada anak ku. " Perintah vivian.


"Serahkan saja semua nya pada kami Nona"


"Kalo begitu, pergil-"


Ucapan vivian terhenti lantaran yohan menarik tangan vivian.

__ADS_1


"Kenapa sayang.? Kamu mau minta sesuatu.? " Tanya vivian.


"Em... Ma... Mama... Yohan mau ngomong sesuatu sama orang orang jahat itu, boleh gak.? " Tanya yohan.


"Tentu aja boleh kok sayang. Apa sih yang enggak buat kamu. " Sambung vivian memberikan lampu hijau pada yohan.


"Kalo gitu, yohan mulai yaah. Ehem.. Ehem."


"Hai pak tua (Gunawan), ibu tua (Tante rara), dan nenek lampir (Amel.). " Sapa yohan pada ke tiga orang itu.


Mereka bertiga kaget dengan sebutan yang di lontarkan oleh yohan. Bukan orang lain, tetapi yohan. Anak yang selama ini mereka anggap bodoh, penakut, cengeng, penurut, dan tak pernah membantah atau protes saat di pukul. Kini menampakkan aura seperti orang lain saja.


"Dasar anak bodoh..." Ucap amel.


"Memang benar kelo bocah tengik seperti mu pergi dari kediaman ini. " Ucap tante rara.


"Astaga, maksud mu dengan penderitaan yang yohan alami selama ini. ? Jangan kan merawat, bahkan kalian saja tak pernah menjenguk ku saat aku sakit dan terbaring di kamar.. Apakah yohan harus berterima kasih atas kelakuan yang kalian berikan itu.? Ckck, seperti nya ucapan mama tentang otak mu yang sudah di tendang oleh keledai itu memang benar yaah. "


"Tapi lupakan itu, saat ini yohan ingin menyampai kan hal lain. Hal yang lebih enak di dengar oleh telinga kalian. "


"Apa yang ingin kau sampaikan.? " Tanya amel.


"Apakah kau ingin meminta uang kompensasi atas tindakan yang kami berikan pada mu.? Heh, dasar licik. " Ucap tanta rara.


"Apakah kau ingin menyampaikan kata terakhir.?! " Ucap gunawan menghina yohan.


"Kalian pikir dengan hinaan itu yohan akan takut dan menangis.? Kalian tau, yohan sudah benar benar capek berakting paling lemah dan tak berdaya di hadapan kalian. Dan lagi, mana ada yohan mau minta uang kalian.. Uang mama aku itu lebih banyak tau. "


"Baik yang pertama untuk pak tua dulu yaah. Apa kau tau penyebab perusahaan mu putus kontrak dengan beberapa klien penting dua tahun belakangan ini.? Bahkan beberapa proyek yang tak berjalan sesuai dengan yang sudah di rencanakan.? " Tanya yohan.

__ADS_1


"Heh, kau bocah tengik. Kontak itu berakhir karena masalah perusahaan, memang nya kau tau apa.? " Cibir gunawan.


"Hehehe.. Lalu bagaimana kalo aku yang mengadu domba para klien dengan mengatasnamakan nama mu.? Bahkan merusak rancangan beberapa proyek, sehingga uang ganti rugi melambung setinggi langit.?" Ucap yohan.


Setelah mendengar ucapan dari yohan itu, mata bapak gunawan langsung terbuka dan tersadarkan. Memang masih antara percaya dan tidak, tetapi semua kerusakan yang di alami perusahaan entah kenapa langsung masuk akal ketika mendengar penjelasan yohan....


"Jadi selama ini kamu itu penyebab nya.? Dasar kurang ajar.. Apa kau tau berapa kerugian yang aku dapat kan.? Itu mencapai miliaran dolar.. " Teriak gunawan.


"Memang apa peduli ku.? Makanya jangan kelewat bodoh dong.." Jawab yohan dengan enteng sambil mengangkat ke dua bahu nya dan memberikan tatapan menghina pada gunawan.


"Oke, yang ke dua untuk ibu tua. Apa kah kau tau, kenapa desainer perhiasan dan aksesoris mu, memutuskan untuk berhenti dan tidak ingin bekerja lagi dengan mu.? " Tanya yohan..


"Karena dia akan berkeluarga. Kau pikir aku dapat kau bodohi begitu saja.? " Ucap tante rara.


"Hahaha.. Itu karena aku mengirim kan rekaman suara mu saat kau sedang mencibir nya dengan teman teman arisan mu. kau mengatakan desainer nya memang bagus, tetapi terlalu mahal. Karena kasihan jadi kau tetap memakai dan membeli nya. Padahal kan harga dari bahan bahan perhiasan dan aksesoris itu terbilang cukup mahal dan langkah, proses nya saja memakan waktu. Tapi bisa bisa nya kau mengatakan terlalu mahal.?! Lebih baik kau membuat aksesoris sendiri deh, biar tau gimana proses dan lelah saat pembuatan. " Jelas yohan.


"Hah.!!!! Jadi itu semua terjadi karena perbuatan konyol mu itu.? "Tanya rara dengan penuh geram.


"Ah.. Bukan bukan... putus nya kesepakatan dan kerjasama antara kau dan desainer itu, karena ulah dan salah mu sendiri. bukan salah ku. Salahkan lah kebodohan mu sendiri. Aku hanya membantu desainer itu untuk mengetahui kebenaran saja kok. " Sanggah yohan dengan senyum sumringah di wajah nya.


"Ah dan satu lagi. Apa kau tau, kenapa dua tahun terakhir ini kau sering mendapatkan aksesoris dan perhiasan yang palsu.? " Tanya yohan lagi..


"Itu karena kesalahan orang orang yang ingin mendapatkan uang dengan gampang" Jawab tante rara.


"Tidak... Tidak... Aku yang menawarkan pada penipu penipu perhiasan itu, untuk menipu mu. Siapa yang dapat menyangka, kau dapat tertipu dengan mudah nya dan membeli barang barang palsu itu dengan harga selangit. Benar benar bodoh." Ucap yohan.


"Hahaha.. Jika sampai segitu nya, benar benar harus di pertanyakan deh.. Apakah kau itu memiliki otak atau tidak.. Atau udah karatan sama lumutan ya, maka nya gak bisa di gunain lagi... hahaha" Ucap rival yang penuh akan ejekan..


"Ka.. Kauu.. " Respon tante rara karena merasa malu dan di permalukan oleh anak kecil. Harga diri nya benar benar tercoreng. Ditambah dengan teman teman arisan nya, yang datang dan ikut tertawa akan kebodohan diri nya itu.

__ADS_1


__ADS_2