Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#56.


__ADS_3

Setelah Rival dan vivian menghabiskan waktu teh time di sore hari, kini mereka sedang berada di kamar rival setelah selesai mandi dan makan malam.


"Selamat malam sayang.. Mimpi yang indah.. " Ucap vivian.


"Ma.. Nyanyiin lagu buar rival dong"


"Hem... Kalo gitu setelah mama habis nyanyi, rival langsung bobo ya. "


"Iya.. Rival janji.. " Jawab rival dengan antusias..


Vivian pun menyanyikan lagu "Ambilkan Bulan Bu. " untuk rival. Saat di pertengahan lagu, mata rival sudah mulai sayu sayu.. Rival juga sempat beberapa kalo mengusap matanya, agar dapat mendengarkan nyanyian dari mama nya sampai akhir.


Tapi apa boleh buat, rival tak kuasa menahan kelopak mata nya yang kian memberat setiap detik nya. Akhirnya rival pun tertidur dan kehilangan kesadaran nya saat sebelum lagu selesai di nyanyikan oleh vivian.


"Tidurku yang lelap~~ Dimalam gelap.. "


Setelah menyanyikan bait terakhir dari lagu ambilkan bulan bu, vivian tersenyum lalu.


"Cup... " Kecup vivian pada kening rival.


"Sampai jumpa di dalam mimpi sayang.. Semoga dewi mimpi menemani mu di dalam dunia bawah sadar mu.. " Ucap vivian sambil berjalan keluar dari kamar rival dengan sangat hati hati...


Saat vivian memasuki kamar nya, vivian tidak langsung membaringkan badan nya di kasur. Dia masih duduk biasa, mengangkat handphone nya dan menghubungi riki.


"Riki.. Bagaimana-"


"Bagaimana hubungan ku dengan aurel ? Jangan ngadi ngadi lo.. Hubungan gue sama aurel itu sahabatan aja udah cukup. " Ucap riki yang memotong pembicaraan vivian.


"Hei, apakah kau bertambah bodoh ? Apakah aku sedang menanyakan hubungan mu dengan aurel? Jangan kan bertanya, ucapan ku saja terpotong oleh mu.. Hem, seperti nya kau terus memikirkan aurel ya"


"E.... Em... Kamu mau nanya apa ? Apakah ada hal yang penting ? "


"Cie, Cie, Cie... Yang lagi berusaha mengganti topik. " Ledek vivian


"DIAM." Teriak riki karena malu.


"Ha ha ha ha.. ekspresi kamu pasti imut banget saat ini. Yaah, sudah cukup kata pembuka nya... Bagaimana hasil penyelidikan mu tentang robi? " Tanya vivian mengakhiri candaan mereka.


"Vivian.. Memang benar dia punya kaka perempuan. Semua yang dia ceritakan juga benar benar pernah terjadi, hal yang membuat ku bingung dan terheran heran adalah... Semua info tentang diri nya hanya sebatas itu, tidak lebih dan tidak kurang. Jadi sepertinya kitab jangan terlalu percaya dengan nya, dan mari kita naikan kewaspadaan kita... " Ucap riki dengan serius...

__ADS_1


"Hem.. Insting ku dari hari ke hari semakin tajam rupa nya. " Ucap vivian.


"Yaah, pokok nya terima kasih atas kerja keras mu. Semoga hubungan mu dan aurel bisa secepatnya sampai pada tahap naik di atas ranjang dengan adegan panas ya. " Goda vivian yang langsung mematikan sambungan telepon nya.


""VIVIAN..... ๐Ÿ’ข๐Ÿ’ข๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ" Teriak riki dari pulau M itu.


"Entah kenapa aku seperti dapat mendengar teriakan riki.. Atau hanya instingku lagi ? " Ucap vivian pada diri nya sendiri.


Tak sampai di situ... Vivian kembali menggunakan hand phone nya dan menghubungi robi.


"Halo." sapa vivian


"Halo." Jawan robi.


"Bagaimana keadaan putra ku di sana ? "


"Dia baik baik saja.." Jawab robi.


"Lalu.. Informasi apa yang dapat kau berikan pada ku hari ini.? " Tanya vivian


"Hari ini seperti hari hari yang lalu.. Nona Amel terus mampir di mall ternama dan termahal lalu menghamburkan uang milik nya. " Lapor robi.


"Baiklah.. Tetapi kenapa kau berbicara dengan sangat hormat pada ku? "


"Bagus.. Tingkat kan kinerja mu, aku akan menunggu informasi mu di hari mendatang"


"Baik."


Percakapan pun berakhir. Tapi entah kenapa, batin dan perasaan vivian sedang berkecamuk.


"Entah kenapa... Aku merasa seperti pilihan ku menjadikan robi partner yang berada di kapal yang sama, adalah pilihan yang salah.. Hah... Seperti nya aku yang terlalu kepikiran.. Vivian, sudahi pikiran mu dan tidurlah... " Batin vivian...


***


Di hari yang masih subuh, belum ada secercah cahaya matahari dan burung burung yang berkicau, vivian telah sadar dari tidur nya.. Hawa dingin masih menyelimuti ruangan tempat vivian beristirahat, lantaran AC dan udara dingin yang masuk dari jendela yang dia buka terus bersemayam di dalam kamar nya itu.


Yaah, jam baru menunjuk pukul 3 pagi..


"Hah... Baru jam segini udah bangun aja.. Kalo pergi ke kamar rival, takutnya dia bakal bangun... Baring di atas kasur juga kaya bikin badan pegel... Ah, aku pergi ke ruangan olah raga aja.." Ucap vivian.

__ADS_1


Dia pun pergi ke ruang olahraga nya dan memulai olahraga seperti pada hari hari sebelum nya, yang menjadi pembeda hanya jam nya saja.


Karena para pelayan biasa nya akan mulai bekerja pada jam empat pagi, jadi saat ini tak ada yang menemani vivian.


"Apakah aku sedang gelisah? Atau ada yang memikirkan aku ? Kenapa aku merasa sangat tidak nyaman. " Ucap vivian saat mengangkat barbel nya.


Karena vivian masih merasa tidak tenang dan banyak pikiran, dia berhenti dari olahraga nya yang baru 30 menit dan pergi membersihkan badan nya.


Setelah selesai membersihkan tubuh nya, vivian mengangkat hand phone nya dan menghubungi kontak di dalam hp nya.


"Drrt... Drrt... " Suara panggilan telepon.


"Halo." Sapa dari sang penerima telepon.


"Kak Reynard ~ .. " Panggil vivian sambil merebahkan badan nya di atas tempat tidur dan dengan suara yang manja memanggil kaka nya.


"Ah... Apakah kau tidak bisa tidur atau merasa gelisah ? " Tanya reynard.


"Um... " Jawab vivian dengan gumaman.


Entah sehebat dan sedingin apa pun vivian, tempat mengadunya adalah para kaka pertama dan kaka kedua nya. Dia akan selalu bertingkah seperti anak kecil saat berhadapan dengan kaka nya.


"Iya sih.. Dari suara nya kamu aja lemes banget.. Kamu masih mau bobo atau ? "


"Em... Vivian masih mau bobo... Bacain cerita buat vivian dong. " Pinta vivian dengan manja layak nya anak kecil.


"Baiklah.. Permohonan adik ku adalah tugas penting yang harus di laksanakan secepat cepat nya.. " Ucap reynard.


"Ha ha ha.. Kaka bisa aja. Kaka masih kaya dulu ya." Ucap vivian.


"Baiklah.. Kaka bakal mulai cerita nya.. Dahulu kala hiduplah seorang putri yang sangat cantik......... "


***


"Dan akhirnya sang putri yang cantik itu memilih untuk hidup dengan hati yang sedingin es. Dia tak mau mempercayai para pria lagi, lalu eksistensi nya mulai menghilang dari kehidupan masyarakat setempat dan terlupakan. " Ucap reynard yang selesai menceritakan dongeng anak kecil pada vivian.


"Kak~ Menurut aku, tuan putri itu gak salah si. Dia di sakiti berkali kali sama pangeran yang dia sayang, di selingkuhi berkali kali lagi. Jadi, kasian si tuan putri" Ucap vivian.


"Hehehe... Kamu masih aja kaya dulu, gak bisa menganalisa cerita dongeng kaya gini. Pangeran itu orang yang berkuasa, Saat dia menjadi raja, pasti kedudukan ratu yang di incar para bangsawan di kekaisaran akan membahayakan keselamatan bagi sang tuan putri yang cantik itu."

__ADS_1


"Jadi dia memilih untuk berganti ganti wanita, agar dapat memanipulasi penilaian para bangsawan. Tapi dia menjalan kan rencana tanpa berunding dengan tuan putri, patah hati memang pasti... Intinya, kedua pasangan ini saling mencintai dan ingin melindungi, cuma tidak tau bagaimana cara mereka untuk mengungkapkan nya lewat perkataan dan tindakan."


"Intinya, tak ada yang dapat di salahkan saat mencintai, dicintai, dan menjadi kekasih. Saat kau sudah memutuskan untuk jatuh cinta, berarti kau juga sudah mempersiapkan mental untuk patah hati. Ingat... Cinta itu bersahabat dengan patah hati.. " Ucap reynard pada adik nya.


__ADS_2