
"Loh.?? Kenapa ekspresi kalian seperti bertemu dengan dewa kematian.? Apakah wajah ku seseram itu.? Aku rasa enggak deh, orang banyak cewe yang kepincut karena wajah aku kok.. Kecuali wanita itu (Vivian) sih... " Ucap irwin yang kini telah duduk di kursi pemimpin milik abar, karena mereka semua sudah berkumpul di pojokan sambil gemetaran.
"……………" Tak ada jawaban dari pernyataan irwin tadi, semua nya diam membisu..
"Apakah kalian semua tak makan.? Kenapa sampai gemetaran seperti itu.? Hah.. Aku sudah bosan dengan ekspresi pucat, gemetaran, yang kalian tunjukkan itu.! Apakah kalian tak punya ekspresi yang laun.? " Keluh irwin sambil menggaruk rambut nya...
..."Tap.. Tap. Tap.. Tap.. Tap.. "...
Bunyi banyak nya langkah kaki yang mengarah dan masuk ke dalam ruangan yang di tempati irwin.
"Hahaha.... Hari ini kau akan mati di sini.. Jangan salahkan aku karena berani nya keroyokan, tapi salah kan diri mu yang berani masuk ke dalam markas ku.. " Ucap abar sombong karena sekitar 50an anak buah nya, datang dengan senjata yang memenuhi tubuh mereka..
"Hah.. Kalo mau sombong, setidaknya berbicaralah dengan badan nya berdiri tegap dan percaya diri.. Jangan meringkuk di pojokan kaya tikus yang kemasukan air got... " Hina irwin yang tepat sasaran, dan memang itu faktanya sih..
Wajah abar hanya merah merona, karena yang irwin bilang itu adalah sebuah kenyataan yang menyakitkan..
Aku memang mau membersihkan sampah sampah ini, tapi aku tak menyangka mereka memiliki senjata yang selengkap ini.. Batin irwin yang panik sesaat..
"Tunggu apa lagi.?? Langsung tembak..! " Perintah abar karena emosi dengan wajah irwin yang tidak menampakkan ketakutan sedikitpun.!
..."Klak... "...
Bunyi ke 50 pelatuk pistol yang di tarik bersamaan, namun tak menghasilkan suara tembakan apapun..
..."Klak... Klak.. Klak.. "...
Para anak buah yang berusaha menarik ulang pelatuk pistol karena tak ada respon pun mulai panik...
Hem.? Ada apa ini.? Tak mungkin ini ulah hans, dia tak mungkin melanggar suruhan ku.. Lalu pistol pistol yang tak terdapat peluru ini ulah siapa.?? Batin irwin heran.
__ADS_1
"APAKAH KALIAN TULI.?? AKU BILANG TEMBAK...! " Teriak Abar yang menusuk ke dalam telinga.
Irwin saja langsung menutup gendang telinga nya.
"Hei.. Udah bego, muka jelek, suara nya ceper, pakai teriak segala lagi... Menjengkelkan tau gak.?" Ucap irwin dengan tatapan tajam.
..."Tak.. Tak.. Tak.. "...
Bunyi sepatu hight hills yang berjalan dengan anggun memasuki ruangan rapat milik abar itu... Semua mata tertuju pada kehadiran wanita cantik bertubuh langsing dan putih itu.
Paras Wajahnya yang tak bisa di sampaikan dengan kata kata, aura dingin yang mengelilingi nya, lalu tatapan menekan lawan yang tak ada duanya itu, membuat semua orang terpukau dan terpanah, sekaligus merasakan ketakutan bersamaan.
"Hai.. Apakah aku datang terlambat.? Berkelahinya belum berakhir kan.? " Ucap vivian yang mulai melihat orang orang yang ada di ruangan itu satu per satu.. Tatapan nya seketika berhenti saat melihat irwin..
"K... KAMU......????? " Ucap vivian terheran heran.
".......... " Sedangkan irwin hanya diam seribu bahasa saat melihat wanita yang dia rindukan berada di ruangan yang sama dengan nya...
"Ah.. Ternyata sakit, berarti ini bukan mimpi kan.?? " Ucap irwin dengan ekspresi takut tertipu lagi..
"Ah.. Bodoh amat.. Walaupun dia wanita yang cantik, serang dia dengan pria ini.. Mereka pasti dari sekutu yang sama. Jika sudah selesai, kita bisa mempermainkan wanita itu sesuka hati..!" Ucap Abar dengan mata penuh gairah dan air liur yang menetes.
Kalimat yang di lontarkan olah abar itu terngiang giang di telinga irwin. Irwin langsung menatap abar dengan tatapan marah yang luar biasa..
"KAU BILANG APA TADI.?? " Tanya irwin yang seketika sudah berada di depan abar, dan mencekiknya sampai kaki nya tak berpijak lagi di lantai.
Da.... Dalam sekejap dia sudah berada di dekatku?? Aku bahkan tidak melihat bagaimana dia berlari, hanya hembusan angin yang dapat kurasakan sebelum di.. C.. Cekik seperti ini.. Batin abar yang kesulitan bernafas..
"JANGAN KAN MENYENTUH WANITA ITU..... KALIAN MENATAPNYA DENGAN TATAPAN YANG MENJIJIKAN SAJA, AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN.. " Setelah mengucapkan ultimatum penuh penekanan itu, irwin langsung membuang raga abar ke lantai dengan keras, karena sudah tak bernafas lagi....
__ADS_1
Saat melihat bos mereka telah mati, semua anak buah abar langsung geram dan menyerang irwin bersamaan.. Pertarungan yang sengit pun terjadi... Irwin sempat kewalahan karena banyak yang menyerang dari segala arah, tapi tiba tiba punggung irwin bersentuhan dengan punggung kecil dan ramping dari belakang...
Mata irwin langsung menoleh, di dapati lah punggung wanita dengan rambut hitam panjang yang sangat familiar..
"Jangan menatapku seperti itu.. Urus lah serangan dari depan, aku akan melindungi belakang mu dari serangan membabi buta ini.! " Ucap vivian mengeluarkan pistol nya.
"Kenapa kau membantu ku.? " Tanya irwin sambil melayangkan pukulan dan tendangan pada musuh yang berdatangan.
"Huh.. Kenapa kau mengartikan nya sejauh itu.? Kita hanya punya musuh yang sama.. Lebih baik bekerja sama, dari pada kesulitan menghadapi mereka..! " Ucap vivian yang mata nya terus mengintai ke segala arah, peluru yang dia tembakkan selalu menembus kepala dan jantung.
[Penembak jitu.? Entahlah...(。>‿‿<。) ]
"Apakah aku harus berterima kasih.? " Tanya irwin dengan smirk di wajah nya.
"Bisakah kau fokus saja dalam melayangkan serangan pada lawan.? Aku sedang fokus agar tembakan ku tidak sia sia, bisa bisa nya kau masih bertanya pertanyaan yang tidak penting...!! " Jawab vivian.
"Baiklah... " Respon irwin pada vivian.
Akhirnya pertarungan pun berlanjut, dengan gerakan irwin dan vivian yang seirama.. Pukulan dan tendangan dari irwin langsung mengenai titik tumpuan dan kelemahan lawan tanpa mengeluarkan tenaga yang sia sia..
Sedangkan tembakan vivian tak pernah meleset sedikitpun, selalu tepat sasaran.. Sampai sampai membuat irwin takjub pada nya, saat mencuri curi pandang melihat vivian.
Akhirnya, tersisa lima orang yang sedang ngos ngosan di hadapan irwin dan vivian..
"Apakah kau mau menembakan peluru pada mereka berlima.? " Tanya irwin.
"Hem.? Baik-"
"Dasar sombong.. Padahal cuma wanita yang menyerang menggunakan senjata.. Tapi berlagak seperti sudah sangat hebat.. Dasar cewe lonT..! Lac*r... Murahan.. " Ucap seorang anak buah abar, yang memotong jawaban vivian tadi, dengan raut wajah tak terima di kalahkan oleh dua orang..
__ADS_1
"AKU RASA KAU TIDAK PERLU MEMBUANG BUANG PELURU MU.. BIAR AKU YANG MEMBUNUHNYA DENGAN TANGAN KU SENDIRI, AKU MEMANG SUKA SEKALI MEMBERI PELAJARAN PADA ORANG ORANG YANG SUDAH BOSAN HIDUP... ! " Ucap irwin sambil berjalan satu langkah, dengan tatapan evil nya yang langsung membuat mental lawan down seketika.
Berani berani nya kau menghina wanita ku di hadapan ku seperti ini.?!!! Kalo kau sangat ingin mati dan bertemu kembali dengan bos mu, maka akan aku kabulkan dengan senang hati.... Batin irwin..