Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#24.


__ADS_3

🍁Lanjutan Flash Back On🍁


Aku berusaha dengan giat belajar, agar mendapatkan beasiswa penuh lagi, dan tentu saja aku mendapatkan beasiswa lagi, dan melanjutkan sekolah sambil bekerja.


kau tau, sekolah, bekerja, dan belajar, kalo di lakukan bersamaan itu sangat melelahkan? Tak ada penyemangat di saat aku sangat butuhkan, Tak ada kasih sayang yang diberikan pada ku saat aku benar benar sedih. Hampir setiap hari, saat aku benar benar sudah sangat lelah, capek, aku menangis dalam gelap nya ruangan dan dalam kesunyian dan seakan abadi di kamarku. Dada ku sangat sesak, ingin rasa nya aku menyerah, aku selalu jatuh dan bangun lagi, kalo jatuh lagi, aku pasti bangun lagi. Yang ada di pikiran ku sampai sekarang, kalimat yang sangat ingin aku sampai kan pada ayah dan ibu ku di surga sana adalah....


"Ayah, ibu...Kini anak kalian yang dulunya sangat takut akan kegelapan, sekarang merasa nyaman di kegelapan yang seakan abadi ini. Kini anak kalian yang dulunya sangat periang, sekarang menjadi orang yang sedingin es. Apakah kalian berdua sudah bahagian di atas sana dan melupakan ku? Tolong bawa aku juga, bawa aku juga biar bisa berkumpul bersama seperti dulu lagi... Aku lelah, sangat lelah...! "


Itu adalah rintihan ku. setiap mengucap kan kalimat itu, air mata ku kembali mengalir seenaknya tanpa persetujuan ku. Setiap hari selalu menjadi orang yang kesepian, dan tetap menjalani kehidupan apapun yang terjadi.


Menangis di tengah kegelapan dan keheningan adalah keahlian ku. Apakah umur 12 tahun adalah umur di mana harus mendapatkan cobaan seperti ini ? Itu adalah pertanyaan yang selalu berputar di dalam otak ku.


Waktu terus berlalu, saat aku telah tamat dari SMP dan SMA, aku melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Tentu saja biaya sekolah ku di tunjang dengan beasiswa menyeluruh. Semua keperluan ku di biayai oleh pihak pemberi beasiswa, tempat tinggal di sediakan (walaupun hanya apartemen biasa biasa saja, tapi aku sangat bersyukur), uang jajan selalu masuk ke dalam rekening ku, pokok nya dapat di bilang kalau kehidupan ku saat kuliah sangat beruntung. Tak perlu bekerja lagi, semua waktu ku di curahkan dengan buku buku yang sangat melimpah di perpustakaan. Aku sudah jarang menangis lagi.


Dan tentu saja, aku membawa nama perguruan tinggi ku pada tingkat nasional, mendapatkan penghargaan, dan selalu mendapat juara pada mata pelajaran apa saja. sekitar puluhan piala, medali, dan sertifikat yang aku sumbangkan untuk kampus ku. Tentu saja uang jajan ku bertambah, uang hasil dari lomba pasti selalu aku dapatkan.


tanpa menunggu empat tahun, dalam waktu satu tahun, aku sudah menyelesaikan S1 ku dengan nilai yang memuaskan dan membuat banyak orang iri. Tentu saja dengan pencapaian yang seperti ini membuat aku belum puas, maka aku melanjutkan pendidikan ku agar dapat menyelesaikan S2 dan S3.


Dalam kurun waktu enam bulan, aku menyelesaikan S2 dan S3 ku. bukan sesuatu yang di besar besarkan, IQ ku memang di atas rata rata, aku sekarang telah mendapatkan gelar Prof. dengan usaha ku sendiri. Memang benar kata pepatah yang mengatakan ''Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil''

__ADS_1


''Jika terus berusaha, pasti ada jalan''


dengan gelar ku yang seorang prof ini, tentu saja aku mendapatkan pekerjaan sebagai Dokter bedah, persalinan,gawat darurat,dan masih ada beberapa keahlian,sehingga aku diterima di rumah sakit ternama di negara ini. Tapi saat aku berada di puncak karir ku, datang lah mereka yang mengaku sebagai ayah, ibu, dan kaka ku. Tentu saja respon ku pada mereka tak bagus. aku berteriak pada mereka dan berkata..


"Heh, jangan bercanda. jangan mengingatkan aku pada kehidupan ku dulu yang sangat menyakitkan. jangan membuat aku teringat akan kematian ayah dan ibu ku yang membesarkan aku, mereka mati tanpa mendapatkan perawatan apapun. "


"Saat aku menderita, saat aku bekerja siang dan malam, saat aku banting tulang seorang diri, dimana kalian ? saat aku benar benar mau mati kalian di mana, saat aku memerlukan kasih sayang, dimana kalian? ".


" Kelurga wijaya ? Parsetan dengan itu semua. kalian mempertahan kan pemikiran bodoh dan konyol kalian dengan alasan melindungi aku? Hahahahahah, jangan membuat lelucon yang menyebalkan seperti ini. Setidak nya, bantulah aku saat ayah dan ibu ku jatuh sakit. Tapi kalian mengaku kalian selalu memantau kami dari dekat, makan tu memantau..!!! "


"Kalian tahu seberapa besar keinginan ku untuk mati? 95% keinginan ku untuk mati, harus bekerja siang dan malam, meneteskan keringat terus menerus, berusaha yang terbilang di luar nalar karena di paksa keadaan ? "


" Jangan kalian pikir, saat kalian memberitahukan yang sebenarnya pada ku, aku akan dengan senang hati berlari dalam pelukan kalian. Jangan mimpi, aku bukan lah orang yang akan melakukan itu"


"Setidak nya, setidaknya kalian berada di samping ku saat aku telah kehilangan ibu ku, saat itu umurku baru 12 tahun..! Bayangkan, anak kecil mana yang dapat menerima kenyataan pahit dan sulit seperti itu. "


"Sudahlah, jangan muncul di hadapan ku dengan tampang percaya diri seperti itu. Aku bukanlah orang yang gila akan kekayaan, sehingga harus masuk ke dalam kartu keluarga kalian. "


sesudah mengatakan itu, aku menjalan kan aksi ku untuk kabur dari rumah itu.

__ADS_1


🍁Flash Back Off🍁


"Dan kelanjutan ceritanya sudah kamu ketahui, jadi aku juga ingin menanyakan sesuatu kepada mu vivian. Apakah keputusan ku terlalu kekanakan ? Apakah aku terlalu egois ? Apakah aku sudah sengat keterlaluan ? "


tanya dokter rosa pada vivian dengan harapan mendapatkan jawaban yang bisa membantu nya menata ulang pikiran nya.


lalu, vivian memejamkan mata nya dan menghembuskan nafas panjang, lalu membuka mata nya lagi, entah ini kerena ruangan yang tidak terkena cahaya matahari atau apa, tapi mata vivian yang berwarna biru terang itu tampak sagat bersinar yang membuat dokter rosa yang tadi sempat terbawa emosi, kini tenang saat melihat mata vivian. Dan vivian pun mulai berbicara...


"Setiap orang pasti punya kenangan yang tidak menyenangkan. Melupakan adalah penebusan terbesar untuk masa lalu mu. Melupakan itu sulit, apa lagi bagi wanita. Tapi bukannya tidak mungkin. Kau harus memili untuk melupakan dan memulai lembaran baru dan hidup bahagia, atau terus mengingat kenangan itu dan menyebabkan luka pada hidupmu, lalu hidup dalam penderitaan dan sakit hati. "


"Ada beberapa kalimat penguat yang pernah aku baca saat membaca beberapa buku, Jangan menganggap dirimu adalah orang yang paling tersiksa dan tersakiti di dunia ini. menurutku, kalimat itu salah besar.! Setiap orang memiliki batas kekuatan mereka masing masing, untuk bertahan dari banyaknya cobaan yang datang. Setiap orang tak dapat di samakan. Belajarlah untuk memahami orang lain, belajarlah untuk memberikan kekuatan dan semangat pada orang orang yang sedang dalam kebingungan dan kesusahan dengan saran yang tulus dan bukan nya menjatuhkan. "


"Kaka tau tidak, di keluarga ku saat aku baru berusia lima tahun, aku mendapatkan pelatihan yang sangat kejam. tahun demi tahun aku lewati bagai si neraka. melakukan berbagai hal berbahaya, melakukan latihan bertahan hidup dengan uang 100 ribu sebulan, dan masih banyak lagi. Aku tak marah atau kecewa pada orang tua ku. Jika di pikirkan baik baik, mereka memberikan itu semua pada kita dengan maksud agar kita dapat bertahan hidup di jaman ini maupun jaman yang akan datang. "


"Bayangkan jika kita di manja dan di biarkan sejak dini, pasti hidup kita sekarang benar benar taj ada harapan. hanya ada ketamakan yang tersisa. Jadi menurut aku, kaka maupun aku sudah di takdir kan sejak awal untuk menjalan kan garis hidup kita yang seperti ini. bukan kah begitu ? "


jawaban vivian itu membuat mata dokter rosa terbelalak, seakan di sadarkan oleh kenyataan. dokter rosa yang awalnya mengira vivian masih sangat muda, akan tetapi kenyataan nya vivian memiliki pemikiran yang dewasa.


Jawaban yang vivian berikan itu seakan telah memberikan jalan yang terang bagi dokter rosa, dan yang tersisa adalah tinggal dokter rosa melangkah ke jalan yang telah di berikan oleh vivian.

__ADS_1


Dokter rosa langsung memeluk vivian dan berkata Terima kasih sambil mengelus kepala vivian. Entah apa yang di rasakan dokter rosa saat ini, tapi dia benar benar berterima kasih karena telah di pertemukan dengan gadis cantik nan gemulai ini, yang tidak lain dan tidak bukan adalah vivian yang telah menjadi adik nya.


__ADS_2