Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#118.


__ADS_3

"Bruuummmm....!!! "


"Pip...... Pip....... "


Bunyi mobil titin dan robert berpacu di jalanan tol yang besar, luas, dan tak terdapat kendaraan lain selain kendaraan titin dan robert..


Yah, sebenarnya robert sudah mengosongkan jalanan yang dia perkirakan akan di lalui oleh titin. Dan benar saja, titin melewati jalanan yang sudah robert pikirkan....


"Kalo kau tetap kaya gini, aku bakal pakai cara kasar.! " Ucap robert menambah kecepatan dan menghadang mobil titin dari depan.


"Ciiiiiiiiitttttt....!! " Titin menginjak rem mendadak, karena tak ingin menabrak mobil Robert..


"Brak.! " Pintu mobil robert yang di banting dengan kencang..


Titin yang sudah tersudut pun langsung keluar dari dalam mobil tanpa perlawanan, dan menghampiri robert yang sudah menunggu nya di luar...


"Katakanlah penjelasan mu sekarang... Tapi jangan marah, karena sebenar apapun penjelasan mu, aku tak akan bersikap seperti dulu saat kita SMA lagi.. Apapun yang kau katakan, tak ada pengarah pada hubungan kita yang seperti orang asing.! " Ucap titin sambil menatap robert dengan tatapan sedih.


"Hah... Kau mau mendengarkan penjelasan aku saja, itu sudah seperti sebuah anugrah untuk ku..! "


"Dengar yaah, saat aku sedang menapaki anak tangga menuju ke balkon sekolah, sesuai yang kita janjikan. Elsa sedang turun dari anak tangga yang berlawanan dengan ku. Karena salah injak atau apa, dia terjatuh dan wajah kamu berdua pun hampir bertemu..!"


"Dengar yah, hampir bertemu.. Kami tidak berciuman, yah kalo mau pakai logika memang kalo di lihat dari posisi mu, terlihat seperti kami sedang berciuman.. Tapi kenyataan nya tidak titin... Ciuman pertama milik ku di ambil oleh mu saat kita latihan basket waktu itu... "


"Dan ciuman ke dua ku aku berikan tadi saat kita berada di balkon rumah vivi.. Untuk penjelasan kaya gini, kamu percaya kan.?? "


"Yah aku percaya pada mu. Sekarang bisakah kau membiarkan aku pergi.? Ada banyak pekerjaan yang ingin aku selesaikan...! " Jawab titin dengan wajah datar.


"Tidak.. Tunggu.. Bukan reaksi seperti ini yang aku harapkan.! Apakah kau tak ada niatan untuk menjadi kekasih ku.? Atau menjadi pendamping hidup ku, sampai memejamkan mata.?? "


"AKU TIDAK ADA NIATAN SEDIKIT PUN.. Robert, sadarlah.. Itu hanya kenangan masa lalu kita.. Ingat, kenangan hanya kenangan. Tak ada yang lebih... Aku pergi dulu...! " Jawab titin membelakangi robert..


"Lalu kenapa kamu menangis saat di balkon tadi..?? Kenapa kamu menampakkan wajah sangat membenci ku karena terlihat seperti sedang berciuman dengan elsa..? Jawab titin..! "

__ADS_1


"Ah.. Itu mungkin hanya emosi sesaat.. Jika membahas tentang ciuman pertama dan kedua, yaah benar bahwa ciuman pertama ku di dapat oleh mu saat kita latihan basket. Tapi kalo soal ciuman ke dua, sudah aku berikan pada laki laki yang aku temui di bar.. Aku juga tak tau, tadi ciuman ke berapa yang kau dapat kan.. Mungkin yang ke delapan puluhan.?? " Ucap titin bohong.


"........ " Robert menatap titin dengan pandangan mata kecewa dan putus asa..


"Kenapa kau melakukan ini.?? "


"Pft.... Puwahahaha... Kepedean sekali kamu, memang kamu siapa nya aku hah.?? Kita punya status dan kewajiban apa sampai aku harus melakukan tindakan yang di ijin kan oleh mu.? Bahkan keperawanan ku saja sudah aku berikan pada pria pelayan yang ada di bar center.! Jadi, berhentilah berpikir kau bisa mendapatkan aku.. Karena aku bukan lagi gadis yang masih perawan, dan sampai kapan pun tak akan menjadi wanita idaman mu.. "


"Kau sendiri yang bilang bukan.? Kau menyukai wanita yang menjaga keperawanan nya untuk orang yang dia sayang.. Jadi cari lah wanita lain, yang dapat menerima mu yang sangat sempurna dari ujung kepala sampai ujung kaki..! "


"Tap.. Tap.. Tap.. " Langkah kaki titin saat berjalan masuk ke dalam mobil..


"Tak.. " Lagi lagi, robert menahan tangan titin, kali ini dengan cengkraman yang sangat kuat...


"IKUT AKU.! " Ucap robert dengan raut muka yang sudah marah..


Titin yang tak bisa menangkis tangan robert pun, hanya bisa patuh dan mengikuti pergerakan Robert..


"Hei.... Bagaimana dengan mobil ku.?? " Tanya titin terdesak..


"...... " Robert tak menjawab perkataan titin, robert hanya menatap titin dengan pandangan marah, dan menghubungi seseorang...


"Drrt... Drrt... "


"Pergi dan bawa kembali mobil dokter titin, yang ada di jalan xx ke kediaman vivian satoru adik ku.. " Perintah robert dari earphone milik nya, dengan singkat, padat, dan jelas.


Setelah itu, robert mematikan sambungan telepon nya.. Dan fokus menyetir...


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


.......


...(Di hotel)...


Sesampai robert di hotel xx, robert langsung pergi ke meja resepsionis dan memesan satu kamar VIP di lantai 10, Dia meletakkan kartu black card milik nya dan berkata..


"Untuk keperluan yang lain bisa kau tutupi dengan uang, aku hanya ingin menggunakan kamar yang tenang.! "


Karena petugas resepsionis sudah terbiasa dengan situasi seperti ini, dia tidak menampakan ekspresi kaget atau apapun..


"Baik.. Ini kartu kamar ada.. Sesuai yang anda minta, kamar VIP yang ada di lantai 10 dengan nomor pintu 01 adalah milik anda...! "


"Baik.! " Jawab robert dan langsung menarik titin kearah lift..


"Ting..! " Pintu lift yang terbuka...


Robert masih memegang pergelangan tangan titin dengan sangat kuat, saat baru masuk ke dalam kamar 01 yang di katakan petugas resepsionis tadi, robert langsung mengunci pintu degan kartu yang ada di tangan nya..


"Tu.. Tunggu.. Jangan bilang kau ingin melakukan hal itu pada ku.? " Tanya titin dengan mata yang terbuka dan pikiran yang baru sadar..


"........ " Lagi lagi robert hanya diam dan menatap titin dengan ekspresi yang tak bisa di baca.


"Aaahhh...! " Teriak titin karena di buang di atas kasur dengan kasar oleh robert....


"Kau sendiri yang bilang bahwa keperawanan mu telah di berikan pada orang lain bukan.? Maka biarkan aku memastikan hal itu..! " Ucap robert yang perlahan naik ke atas tempat tidur, sambil membuka dasi nya..


"He.. Heii.... Kita masih bisa bicara baik baik.. Jangan kaya gini dong.. ! " Ucap dokter rosa yang perlahan lahan mundur ke belakang, sampai kepentok pada bagian atas tempat tidur yang dekat dengan tembok.


"Kenapa kau takut.?.? Bukankah kau sudah pernah melakukan hal ini berkali kali seperti yang kau katakan.?? Maka biarkan aku menjadi yang kesekian, yang mencicipi diri mu..! " Ucap Robert dengan tatapan serius, dan mulai membuka kancing baju nya satu persatu...


Matilah... Tamat riwayatku.. Kalo tau kaya gini, gue bakal nikmatin malam panas dengan pria pelayan di bar center. Kalo robert sampai tau kalo aku masih perawan, tamat riwayatku.. Mana tadi udah pede ngomong sama dia lagi... Aaaahhhhhhh, gimana nii..???? Batin titin panik, gelisah, dan perasaan yang campur aduk..

__ADS_1


__ADS_2