Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#108.


__ADS_3

Setelah beberapa menit berbincang dan melepas rindu dengan risal, vivian pun memutuskan untuk tukar posisi.. Artinya, vivian yang bicara sama rival, dan irwin sama risal...


"Irwin.. Gantian yuk..! " Ucap vivian.


Pandangan irwin pun langsung mengarah pada vivian.! Ada rasa takut dan gelisah dalam hati irwin, jelas... Karena hubungan irwin dan risal terlihat sudah renggang karena terpisah begitu lama, dan di tambah perlakuan buruk yang di terima risal, membuat irwin merasa tak pantas jadi seorang ayah..!


*Jangan khawatir...! Aku tau kau bisa menangani dia.. Ingat, risal itu anak kandung mu loh.! Dia dara daging mu, jadi tak usah ragu dan cemas..! Jika kamu membutuhkan suasana hening, aku mengizinkan kalian berdua berbicara di taman bawah (Taman yang ada di RS, agar para pasien yang di rawat nginap dapat berjalan pagi atau menikmati pagi yang segar)* Bisik vivian...


"Baiklah... Terima kasih" Jawab irwin dan langsung bangun dari tempat tidur rival...


Vivian yang merasa sudah bisa berjalan normal pun, langsung menghampiri rival yang ada di atas tempat tidur..


"Bodoh... Kenapa kalian pergi tanpa izin dari mama.?? Kenapa kalian bertindak sejauh ini.?? Kalo saja... Kalo saja hari itu kalian tak mendapat donor darah.. Bagaimana dengan mama.?? Apakah kamu pernah mikir perasaan mama.??" Ucap vivian sambil memeluk rival dengan erat...


"Maafin rival ma... Mama jangan sedih lagi yaah.. Soal nya waktu itu mama kaya lagi sedih banget, rival sama adik gak tega liat mama kaya gitu. " Jawab rival sambil mengusap punggung belakang mama nya..


"Jangan kaya gini lagi... Mama juga gak bakal sedih kaya hari sebelum nya... Mama gak akan buar kalian khawatir lagi.. Maka dari itu... Berjanjilah.. Berjanjilah kamu sama adik kamu gak akan ngelakuin hal yang berbahaya lagi... "


"Iyah ma.. Rival janji.. Nanti rival


Juga bakal kasih tau sama adik, jadi mama gak usah sedih dan khawatir kaya gini lagi yaah..!"


"Iyah... Kalian itu segalanya buat mama... " Ucap vivian yang tak melepas pelukan sedikit pun daru rival..


🐿Disaat yang sama di taman RS🐿

__ADS_1


"......... " Irwin.


".......... " Risal


Keheningan yang teramat sangat pun terjadi antara ayah dan anak ini.. Risal yang memilih diam dan melihat bunga bunga, dan irwin yang tengah mengatasi kegugupan nya...


"Ri... Risal... Kamu mau dengar kata kata dari *aku* gak.? " Tanya irwin dengan kata *aku* bukan kata *papa*. Mungkin irwin juga tak mau membuat risal muak atau sebagai nya..


"Kenapa papa ngomong nya kaya orang lain aja sih.? Kalo mau ngomong ya tinggal ngomong.! Atau risal itu orang asing buat papa yaah.? " Ucap risal memiringkan kepala nya.


Hah... Benar kata vivian.. Seperti nya aku terlalu berlebihan.. Dia kan anak ku, setidak nya pasti ada sedikit kemiripan.. Walaupun ini hanya untuk menenangkan perasaan ku, aku sendiri saja masih belum bisa menghilangkan kegugupan ini..


"Ehem... Ehem... Ini... Risal.. Papa mau minta maaf..! Papa gak berpikir panjang saat memilih tinggal di luar, papa juga gak bisa melihat keganjalan saat kamu di aniaya dulu..! Seandainya waktu itu papa juga bawa kamu pergi, pasti kamu gak bakal dapat kenangan buruk..."


"Papa benar benar minta maaf, kalau pun kamu gak mau maafin papa juga gak papa kok, itu hal yang wajar.! " Ucap irwin dengan nada bersalah, dan tanpa satu pun kalimat yang membenarkan diri.. Semua kalimat nya tentang kesalahan nya sendiri..


"Kalo waktu itu mama gak keluar dari apartemen sebelum hari persalinan, pasti aku sama kaka gak bakal berpisah dan dapat kenangan buruk. Dan kalo hal itu terjadi, otomatis papa gak bakal pernah ketemu sama aku, kaka, maupun mama.. "


"Dan kalo bukan karena mama yang tak sengaja bertemu dengan papa dulu, apakah aku dan kakak bakal ada di dunia ini.? Apakah papa bakal berada pada peringkat nomor dua sedunia.?? Inti nya, semua itu memang sudah di takdir kan untuk terjadi... Tak Ada kata seandainya atau apapun itu, semuanya sudah terjadi sekarang.. "


"Tinggal menjalani dan membenahi hidup mulai dari saat ini, karena itulah jalan satu satu nya. Boleh menyesal, tapi jangan terlalu terlarut larut dalam kesedihan atau keputusasaan.! Karena begitulah cara kerja takdir..! " Ucap risal penuh aura kedewasaan, mata nya menampakkan kepercayaan diri yang sangat tinggi.. Sungguh tak dapat dipercaya jika kata kata seperti itu, keluar dari bocah berumur enam tahun.


Irwin hanya terdiam seketika, bola mata nya terbuka lebar dan membenarkan setiap perkataan risal tadi.. Jika pertemuan dengan vivian saat itu tak terjadi, otomatis jalan cerita nya tak akan seperti ini... Irwin seketika tersadar lagi oleh kenyataan...


"Jadi risal cuma mau nanya ini.. Apa papa menyesal karena pertemuan antara papa sama mama waktu itu.?"

__ADS_1


"Tidak.. Papa gak menyesal sama sekali.. Justru karena hal itu papa ada di posisi ini saat ini juga.. Sesuai yang kamu katakan tadi.. "


"Kalo gitu kita udah damai kan pa.? " Ucap risal sambil menjulurkan jari kelingking nya.


"Heh.... Iya, kita udah damai.. Makasih yaah udah mau maafin papa. " Jawab irwin dan mengait jari kelingking risal dan jari kelingking milik nya..


Setelah itu, risal langsung melompat ke pelukan papa nya.. Sehingga irwin menggendong risal sambil berjalan kembali ke ruangan yang di tempati oleh rival tadi..


"Oia, papa mau nanya ini ke kamu dong."


"Nanya apa pa? Tentang mama yaah.".?


" Bukan.. Memang papa lagi penasaran sama mama kalian, tapi yang lebih membuat papa penasaran sekarang ini, dari mana sikap kedewasaan mu itu datang.?? Apakah kamu memang sudah dewasa seperti ini sejak berada di kediaman agreete.?? "


"Gak tau sih pa.. Risal itu malas banget memikirkan satu masalah sampai ke setiap sudut kaya kak rival, tapi risal paling gak suka kalo ada yang berjalan tak sesuai dengan pikiran yang benar benar logis. Kaya gimana gitu... ! "


Yaah, kau yang malas memikirkan sesuatu sampai ke setiap sudut itu kaya sifat papa deh... Beruntungnya kamu masih mewarisi sifat vivian yang logis itu... Kalo tidak, papa jadi merasa bersalah udah nurunin gen yang tidak sempurna untuk kamu..


"Kak Randi pernah bilang kalo aku ini mirip mama loh, kalo lagi menyampaikan pendapat..! "


"Oh benarkah.?? Lalu siapa yang kamu sebut kak Randi tadi.? Apakah dia orang yang mengejar cinta mama mu juga.? "


"Hahaha.. Gak mungkin lah... Kak Randi itu kaya lebih ke arah menghormati kepintaran mama deh, dari pada rasa suka... Papa jangan cemburuan dong.. Hahaha... Papa juga bisa sampai ke tahap ke gini yaah.. Hahaha... "


"Kamu akan mengerti kalo sudah bertemu dengan seseorang yang sudah di takdir kan untuk mu nanti.. "

__ADS_1


Ucap irwin dengan senyum tipis di wajah nya... Risal yang tak mengerti apa arti cinta pun hanya menaikan satu alis nya saja.. Tentu saja irwin hanya tertawa karena wajah risal terlihat sangat imut dan lucu..


__ADS_2