
Yohan belum tau, bahwa sebenarnya wanita yang sedang berdiri di depan nya adalah mama kandung nya sendiri..!
Yohan menelan ludah karena grogi.! Dia sedang grogi jika suara nya saat menyebut kata mama terdengar sumbang.
"Ma.... Mama... " Ucap yohan dengan wajah nya yang memerah..
"Ya Tuhan, anak ku kenapa bisa memiliki wajah tampan, imut nan menggemaskan seperti ini.?! " Jerit kebahagiaan dari batin nya. Tapi, vivian tetap mengontrol ekspresi nya, sehingga wajah nya tetap terlihat tenang.
"Mama, kalo yohan mau curhat ke mana sekarang, mama mau dengar keluh kesah yohan gak ?" Tanya yohan.
"Apapun itu sayang... Mama akan ada di sini, menjadi pendengar yang setia untuk mu" Jawab vivian dengan menampakkan senyum tulus dari wajah nya. Bahkan yohan benar benar merasakan ketulusan yang hangat mulai mencairkan hati nya yang beku...
Yohan pun sudah siap untuk memberitahukan semua penderitaan yang dia alami selama enam tahun ini pada orang yang dia panggil mama saat ini (Vivian)..!
"Ma, selama ini yohan selalu kesepian loh ma... Yohan gak di perhatikan, gak di beri kasih sayang, di anggap tidak ada di kediaman, bahkan jadi objek pelampiasan mereka semua di dalam kediaman mah...! "
Cerita yohan dengan butiran air yang mulai keluar dari bola mata nya. Tangan nya terus di genggam dan di letakkan di atas kaki nya yang sedang bersila, sedangkan vivian duduk di hadapan nya, mendengarkan setiap keluhan yang yohan sampai kan dengan seksama..
"Yohan.. hiks... Yohan di kasih makan satu kali sehari, itu pun udah beruntung banget. Bahkan bukan cuma di rumah, di sekolah guru juga sengaja mengasingkan yohan, membuat semua teman sebaya yohan menjauhi yohan ma.. hiks.. yohan selalu sendiri... "
__ADS_1
isak tangis terus mengiringi cerita yohan, karena vivian sudah tak sanggup lagi, dia meraih tubuh yohan, dan menaruh nya di atas pangkuan yohan. kedua kaki yohan pun terbuka karena dia duduk tepat di atas pangkuan vivian..
Saat yohan sudah berada di atas pangkuan vivian, yohan pun tambah terharu.
"Ko bisa kaya gitu ? amel gak lindungi kamu ? Tanya vivian.
"Ma... hiks.. wanita itu (amel), dia bukan mama yohan. dia bukan mama kandung yohan yang asli. dia itu palsu ma.. hiks." Jelas yohan pada vivian.
Vivian pun terheran heran, dia bingung harus menganalisis mulai dari mana..
"Kenapa bisa begini ? Amel, kalo kamu ngambil anak ku agar dapat mencapai tujuan mu, aku masih dapat memaafkan mu, itu pun kalo kamu memberikan kasih sayang dan merawat anak ku dengan tulus. lalu sekarang yang aku dengar ini apa? "
Batin vivian penuh geram.
"Bagaimana kamu tau kalo amel bukan mama kamu sayang ? " Tanya vivian yang sedang menyelidiki kebenaran.
"Jelas banget ma.. hiks.. warna bola mata papa itu warna hitam pekat, bagai gelapnya langit malam, sedang kan warna bola mata wanita itu (amel) berwarna hitam biasa, dan warna bola ku berwarna cokelat mudah dan cerah kayak punya mama. Udah jelas kalo dia bukan mama kandung aku mah... hiks... "
Vivian tercengang dengan pernyataan anak nya itu.! Perasaan nya mulai hancur berkeping keping lagi...
__ADS_1
"Yang lebih jelas nya lagi adalah sikap wanita itu (amel) sama yohan ma..hiks.., wanita itu tidak menyayangi yohan sama sekali. dia terus memukul yohan, menampar, bahkan sampai mencambuk yohan ma... hiks... sakit ma.. sakit banget waktu yohan di pukul.. hiks... mau minta pertolongan juga sama siapa ma ? Hiks... yohan selalu sendirian di dalam rumah..! "
"Bahkan ayah wanita itu, ayah dari papa, ibu tiri dari papa, dan semua pelayan di kediaman yohan, ikut naik tangan sama yohan ma... hiks... yohan gak pernah nangis kalo lagi di pukul mereka, biar mereka tau kalo yohan itu anak yang kuat dan tegar, anak yang tidak lembek.! Hiks.. tapi yohan selalu nangis sendirian di dalam kamar ma... hiks... yohan selalu menangis di gelap nya ruangan yang tak ada sedikit pun
penerang ma... hiks.. "
"Padahal mereka semua tau kalo yohan takut gelap, mereka selalu mengerjai yohan dengan mematikan lampu secara sengaja di dalam kamar yohan, dan mengunci pintu agar yohan tak bisa lari keluar... Huwaaaa... hiks... Saat itu yohan takut banget ma... yohan takut banget. Yohan udah teriak teriak juga, gak ada yang bukain pintu, mereka semua hanya tertawa terkekeh kekeh di dekat pintu ma... "
"Yohan hanya bisa bergeser ke sudut kamar yohan, menutup mata karena takut dan lagi lagi nangis ma... hiks.... yohan udah capek ma... yohan udah capek di buat kaya gini... Ini adalah pertama kali nya dalam hidup yohan, yohan mencurahkan isi hati yohan sama mama.... hiks... "
ucap yohan dengan uraian air mata, yang tak pernah berhenti mengalir.. Vivian pun yang selalu tegar, yang selalu kuat, kini menitihkan air mata nya dengan kesedihan mendalam... Air ludah yang vivian telan saat itu juga entah kenapa terasa sangat pahit. fondasi pertahanan yang telah vivian bagun dengan kokoh dari dulu, mulai goyah dan akhirnya hancur seketika.
Bagaimana tidak, anak nya... buah hati nya.... Pangeran kecil nya yang sangat dia sayang saat berada di dalam kandungan, ternyata mengalami penderitaan yang sangat amat... Di umur nya yang masih sangat kecil itu, perlakuan yang dia dapat bahkan orang dewasa saja tak akan sanggup.
Tapi yohan, dengan tubuh nya yang mungil dan kecil itu, bertahan dengan ketegaran nya yang patut di beri jempol.
(Author : Jempol Ndass mu..! Yohan nya tersiksa banget setan... Aku juga marah dan gak terima perlakuan yang di dapat yohan, tapi aku lupa kalo cerita ini aku yang ngarang ಥ‿ಥ )
Vivian dengan air mata yang tengah mengalir, bertanya lagi pada yohan...
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan irwin nak ? Bagaimana perlakuan yang ayah mu berikan pada mu ? Apakah dia juga ikut menganiaya mu ? Apakah dia juga memukul mu ? "
Tanya vivian pada yohan..! Vivian memang sengaja bertanya pada yohan. Karena vivian yakin bahwa irwin tak mungkin melakukan hal seperti itu. Entah apa yang membuat vivian yakin pada irwin..! Apakah sesuatu telah terjadi pada perasaan nya?!mungkin...!!