Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#73.


__ADS_3

Karena irwin yang telah tak sadarkan diri, otomatis berat tubuhnya di limpahkan pada tumpuan vivian.


"Ughh.. Cepat bantu aku..! " Teriak vivian pada ronal.


Ronal pun langsung datang menghampiri vivian lalu memapah irwin.


"Maaf Nona, saya datang terlambat. Sebenarnya saya sudah datang dari sepuluh menit yang lalu, karena Nona yang tak kunjung datang, saya naik kembali ke aula acara. Tapi tidak menemui Nona juga, Sampai akhir nya saya mendengar suara anda yang sedang berteriak , maka nya saya baru bisa sampai di sini.! " Jelas ronal.


"U.... Hum.. Tak apa apa. " jawab vivian gugup.


"Lalu Nona... Kenapa wajah anda memerah.? Lalu bibir anda.... " Tanya ronal


"DIAM...! " Teriak vivian


"Lebih baik kamu antar kan laki laki yang sedang kau papah, dan letakkan dia di atas sofa lantai satu. Untuk sementara tak ada orang di sana, jadi tenang saja. Soal wajah ku yang memerah, itu karena suasana nya panas aja.! " Jelas vivian.


"Padahal sekarang lagi musin dingin loh Nona. Ditambah dengan udara malam, dan baju nona yang seperti itu.. Pasti lebih ke rasa dingin sih dari pada panas..! " Ucap ronal.


"Pokok nya kalo aku bilang panas yang panas....!! Udah jalan kan suruhan ku saja, jangan banyak tanya.! Aku akan masuk ke dalam limosin terlebih dahulu.! " Ucap vivian sambil berjalan dengan cepat.


Ronal pun memapah irwin dan meletakkan nya di atas sofa yang tersedia di lantai satu, setelah itu dia masuk ke dalam limosin dan mengemudi ke arah rumah kepunyaan vivian.


***


Di dalam limosin, vivian sedang duduk dan menenangkan diri nya. Pikiran nya masih terngiang giang suara dan tindakan irwin tadi.


"Plak." Kedua tangan vivian yang di tempelkan ke wajah nya dengan tenaga yang cukup kuat.


"Sadarlah vivian. Pikirkan hal lain, pasti ada hal yang harus kau-... Hah.?? Sekarang sudah lewat 40 menit dari jam yang di janjikan dengan anak anak., Apalagi kepekaan rival itu tinggi banget lagi. Bisa jadi-"


"Drrt.... Drrt.. "Bunyi hand phone vivian, yang berhasil membuat nya berhenti berbicara.


"Tuh kan. " Ucap vivian saat melihat yang menelfon nya adalah sisil, pelayan yang melayani nya.


"Halo.. " Sapa vivian


"Nona, maaf saya langsung To the point. Tapi Tuan Muda pertama dan kedua sedang cengeng dan bilang ingin pergi menemui Nona di kediaman Agreete. Lantaran Nona sudah melewatkan waktu yang di janjikan kata Ke Dua Tuan Muda. " Jelas sisil dengan nada yang panik, karena kelakuan Rival dan Yohan.


"Hah... Bisakah kau memberikan ponsel mu pada mereka.? Dan langsung di loss speaker saja, biar mereka berdua dapat mendengar suara dan perkataan ku. " Pinta Vivian

__ADS_1


"Baik Nona. " Jawab sisil.


"Tuan Muda pertama dan Tuan Muda ke dua, Nona vivian ingin berbicara. " Ucap sisil sambil mengarahkan Hand phone pada rival dan yohan.


"Hah..?! Mama.?! " Ucap Rival dan Yohan bersamaan.


"Rival... Yohan... Kalian kenapa rewel tadi.? Kan seisi kediaman jadi panik.! " Ucap vivian..


"Ma... Kata nya mama baka pulang dalam waktu satu jam, tapi ini udah lewat 40 menit loh ma... " Ucap rival.


"Orang orang di kediaman agreete hadang mama atau bikin mama susah keluar ya, maka nya mama lama banget pulang nya.? " Sambung yohan.


"Kita khawatir sama mama" Ucap rival dan yohan secara bersamaan..


"Sayang... Kalian berdua mikir nya terlalu jauh... Tadi ada kejadian yang gak mama perhitungkan, maka nya jadi kaya gini. Waktu nya molor parah lagi.! " Ucap vivian dengan alasan yang sudah matang di dalam benak nya.


"Berarti tadi orang orang di kediaman agreete, apa apain mama yaah.? " Tanya rival.


"Mereka gak nyakitin mama kan.? " Tanya yohan.


Tadi papa kalian yang hadang mama tadi, andai mama bisa ngomong kaya gitu💔. Batin vivian.


"Udah kalian jangan khawatir lagi, ini sekitar lima menitan mama udah nyampe rumah kok. Jadi tungguin mama dengan tenang ya, gak boleh nyusahin kaka pelayan yang ada di sana. Rival sama Yohan mengerti maksud mama kan.? " Ucap vivian.


"Iyah ma.. Rival bakal jadi anak yang baik dan penurut. "


"Em.. Yohan juga. "


"Oke kalo gitu. Mama matiin telepon nya yaah. By sayang.. " Ucap vivian mematikan telepon.


"Hah.... " Hembusan nafas panjang dari vivian.


"Akhir nya bisa nenangin mereka. Ini gara gara irwin, kenapa sih harus hadir hari ini.? Dan lagi, kenapa aku mau aja ikut arus.? Emang semua ini gara gara salah aku juga sih, Ahh tau aah.. Semua nya nyebelin.! " Teriak vivian.


Syukurlah karena limosin vivian kedap suara, jadi tidak dapat di dengar oleh ronal.


🍎Keadaan di dalam kediaman vivian🍎


"Dikit lagi mama bakal nyampe, jadi kamu duduk dulu.! " Ucap rival yang sok dewasa.

__ADS_1


"Huh... Tanpa kamu suruh juga yohan bakal duduk sendiri kok, ngapain kamu sok sokan jadi tuan rumah.? "


"Ko aku sok sokan sih.? Jelas aku yang jadi tuan rumah nya lah.! Rival yang datang duluan ke sini tau.! "


"Kamu jangan sombong gitu dong. Lagian yang ketemu duluan sama mama itu Yohan yaah, habis itu baru mama ketemu sama kamu. "


"Tapi yang tinggal duluan itu kan aku.!! Kan kita lagi bahas tentang siapa yang tinggal duluan, bukan yang ketemu duluan sama mama.! "Bantah rival.


"Gak bisa gitu dong. "Sambung yohan


"Kamu...... "


"Kamu.... "


Ucap rival dan yohan sambil bertatapan dengan tajam dari jarak yang terbilang cukup dekat.


"Klek." Bunyi pintu yang di buka.


"Kalian berdua lagi ngapain.? Berantem.?" Tanya vivian.


Kedua saudara itu langsung memalingkan wajah ke arah vivian dan...


"Mama.. " Teriak mereka sambil berlari ke arah vivian dan memeluk kaki kanan dan kiri nya.


"Rival kangen sama mama..! "


"Yohan juga kangen banget ma. "


"Iyah.. Mama juga kangen sama kalian berdua kok. " Ucap vivian sambil mengelus kedua pangeran kecil nya itu.


"Oke... Oke... Lepas rindu nya udah selesai, sekarang saat nya kalian tau siapa nama belakang mama, dan nama belakang yang akan mama kasih ke kalian berdua.! Lalu, penjelasan tentang kenapa kita bertiga dapat terpisah selama enam tahun. " Ucap vivian.


"Em.. Rival udah siap kok ma.. "


"Hem... Yohan juga udah gak sabar ma. "


"Baiklah.. Sekarang kita duduk dulu. " ucap vivian dan langsung di turuti oleh ke dua anak nya itu.


Setelah duduk di sofa, vivian mulai menceritakan pada rival dan yohan, tentang apa yang terjadi pada nya tujuh tahun lalu, Di mulai dari malam di hotel XX (Walaupun tidak di ceritakan secara terperinci sih, jelas... Nama nya juga penjelasan untuk anak anak. ).

__ADS_1


__ADS_2