Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#98.


__ADS_3

Keesokan pagi nya... Dini hari pukul enam pagi, hans yang seorang sekretaris profesional, dengan persiapan yang telah matang... Berjalan penuh percaya diri ke ruangan CEO milik irwin....


"Klek... " Bunyi pintu yang di buka.


"Selamat pagi irwin.. Saya akan membacakan jadwal anda hari ini-"


Perkataan hans seketika terhenti dengan mata yang terbelalak, lantaran melihat irwin dengan baju yang dia kenakan semalam saat terkena hujan belum diganti. Dengan kata lain, irwin belum mandi dan menimbulkan bau apek dari badan nya dan bau apek itu tersebar di seluruh ruangan milik nya..


Baunya seperti baju yang basah namun tidak di jemur dan hanya di letakan di suhu dengan kelembaban yang rendah, yaah begitulah bau irwin saat ini..


Ke dua tangan irwin terus menopang dagu nya, dan dengan kantung mata yang sudah seperti mata panda. Wajah nya pucat, jelas... Lantaran semalaman tak tidur dan tidak membersihkan diri setelah terkena hujan, di tambah dengan otak nya yang bekerja sepanjang malam.. Untuk memikirkan apa yang sebaiknya di lakukan...


Namu, Walaupun sudah berpikir selama satu malam penuh... Irwin tak menemukan jalan keluar dari permasalahan kali ini.....


"I.... Irwin.?? Kamu baik baik saja.? Apa perlu aki panggilkan dokter.? " Ucap hans menghampiri irwin tepat di sebelah nya..


Yaah dalam kasus ini, hans adalah sahabat yang tak mempedulikan apapun.. Dia akan selalu berada di sisi irwin dalam suka mau pun duka.


"Tidak.... Tidak perlu memanggil dokter" Jawab irwin dengan suara yang serak serak basah...


"Astaga... Segeralah mandi, bersihkan dulu tubuh mu. Setelah itu perasaan mu pasti akan jauh lebih mendingan. " Saran hans karena tak tega melihat kondisi irwin yang terbilang naas ini.!!


".......... " Irwin hanya diam seribu bahasa, pandangan nya kosong.. Mungkin dia sudah sampai di titik untuk menyerah dengan takdir yang tidak berbelas kasih ini...


"Eeerrggg.. " Hans menggertak kan gigi nya karena sudah sangat emosi..


"IRWIN.. JAWAB PERTANYAAN KU. APAKAH KAU MENCINTAI WANITA ITU.??? " Tanya hans berteriak.


"Apakah kau perlu menanyakan jawaban nya seperti ini.? Setelah melihat aku yang seperti orang gila selama tujuh tahun terakhir, mencari dia yang bahkan nama nya saja tak aku ketahui saat itu...!!! " Jawab irwin dengan nada pilu..

__ADS_1


"KALAU KAMU MENCINTAI WANITA ITU, KEJAR DIA... JANGAN KARENA ALASAN DIA BERKATA TIDAK MENYUKAI MU, JADI KAU AKAN MENYERAH BEGITU SAJA.??? APAKAH USAHAMU SELAMA TUJUH TAHUN INI, DAPAT KAU LUPAKAN BEGITU SAJA SEPERTI KALAH JUDI.?? "


"TUNJUKKAN KALO KAMU ITU SERIUS DAN BENAR BENAR CINTA PADA WANITA ITU....!!! DENGAN PENAMPILAN MU YANG SEPERTI INI, TAK AKAN MENGUBAH KENYATAAN APAPUN. INGAT, MENYESAL ITU DI PERUNTUKKAN BAGI ORANG ORANG YANG LEMAH SAJA.. !"


"TAPI KAU... KAU BERBEDA IRWIN..!! AKU TELAH MENGENAL MU DARI KECIL SAMPAI SEKARANG, DI SIKSA DI KEDIAMAN AGREETE BUKAN SESUATU YANG DAPAT MEMBUAT MU JATUH BEGITU SAJA.. LALU HANYA KARENA WANITA ITU MENANGIS, KAU LANGSUNG MENYERAH.??? MENTAL MU LANGSUNG JATUH.??? APAKAH KAU SEBANCI INI IRWIN...?? "


Teriak hans memberikan nasehat, kata penghibur, dan penyemangat... Walaupun agak kasar sih, tapi mau bagaimana lagi.. Hans dan irwin sudah terbiasa dengan sikap seperti ini..


Irwin tak bersuara, tapi menunjukkan ekspresi seakan tersadar akan realita yang sangat amat benar... Mata nya menampakkan semangat hidup kembali, walaupun mukanya masih tak mendukung, karena mata panda yang masih menempel di kantung mata nya.


"Hah... Tak aku sangka kau dapat menasehati ku, seperti kakek kakek yang sudah berumur dan mengetahui hitam dan putih nya dunia.. ! " Ejek irwin dengan smirk kejahilan di wajah nya..


"Bercanda itu ada batas nya juga dong.. " Ucap hans yang kembali ke mode normal sehari hari..


"Yaah.. Yaah.. Yaah... Aku mandi dulu.. Setelah ini kan ada rapat, dan juga aku akan menyampaikan projek baru yang aku pikirkan selama beberapa hari ini.. Tolong siapkan dengan baik yaah. " Perintah irwin sambil masuk ke kamar mandi.


"Akan aku lakukan... Dan aku mohon, tetaplah bersemangat seperti ini irwin.. Kau layak untuk bahagia." Ucap hans sambil keluar dari ruangan irwin, dan kembali ke meja kerja nya...


.........


.........


.........


.........


.........


...~Disaat yang sama~...

__ADS_1


"Tok.. Tok... " Bunyi ketukan pintu.


"Vivian..? Apa kau ada di dalam.? Bisakah kau membuka kan pintu untuk ku.? " Ucap lidia khawatir..


Karena laporan yang di sampaikan ronal tadi pagi, tentang ronal yang dengan mata kepala sendiri melihat vivian menangis di depan pria bertubuh tinggi dan tampan dengan tersedu sedu...


"Apakah tak ada kunci cadangan.?? " Tanya lidia pada sisil.


"Ada.. Tapi kalo nona sampai mengunci kamar seperti ini, tak ada yang boleh membuka pintu tanpa persetujuan dari nona.. " Jelas sisil ..


"Tapi dia belum keluar dari kamar..! Padahal sudah jam enam pagi, biasa nya kan dia sudah bangun dan bersiap untuk membangunkan si kembar.! " Ucap lidia..


"Uhhh.. Kalo begitu, tunggu aku pergi ke bawah dan mengambil kunci cadangan nya..!" Ucap sisil sambil berlari..


"Uuhh.. Vivian... Jangan bertingkah kaya gini dong..!! Pastikan... Pastikan kau masih bernafas di dalam.. Aku mohon.. Jangan bertindak gegabah.. " Ucap lidia khawatir.


Beberapa menit kemudian, sisil telah datang dengan membawa kunci cadangan di tangan nya.. Tanpa basa basi lagi, lidia langsung mengambil kunci itu dan membuka pintu kamar vivian..


"Ceklek.. " Bunyi pintu yang di buka..


"Vivi-..... ASTAGA VIVIAN..!!! " Teriak lidia saat mendapati vivian tertidur dengan pulas nya di atas lantai..


Lidia dengan cekatan langsung menggendong vivian, dan memindahkan nya di atas tempat tidur...


"Astaga.. Badan nya panas sekali, cepat hubungi dokter titin.. Beri tau ini keadaan darurat..! " Perintah lidia dengan suara yang bergetar..


"Sudah aku bilang untuk berhati hati.. Jadi kaya gini kan hasil nya.. Pasti kau bertemu dengan irwin kan... Kenapa kau selalu meremehkan cara kerja takdir.?? Kenapa..?? Kenapa kau sangat pandai dalam membuat aku khawatir vivian.? " Ucap lidia sambil menangis..


Jelas.. Wajah vivian sangat pucat, bibir nya nampak kering dan kehilangan warna buah Cherry alami yang selama ini melekat. Nafasnya tak beraturan, keringat dingin terus membasahi wajah vivian tanpa henti...

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, dokter titin telah sampai di kamar vivian. Dengan keringat yang terlihat jelas di wajah nya, karena berlari dengan sangat terburu buru, saat mendapat kabar tentang kesehatan vivian...


"Si Bodoh ini benar benar..! " Ucap dokter titin saat melihat hasil ukur dari termometer pengukur panas nya....


__ADS_2