Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#158.


__ADS_3

Irwin dan vivian yang telah sampai di pulau pulau untuk berbulan madu pun terus saling merangkul penuh kehangatan.




Pemandangan yang di penuhi dengan warna hijau membuat mata yang suntuk pun menjadi segar seketika. Banyak nya pepohonan membuat oksigen yang bertebaran di sana memenuhi rongga pernapasan dan menambah kesejukan. Irwin merasa udara sejuk yang seperti ini akan sangat cocok bagi mereka berbulan madu, karena akan melakukan kegiatan panas ᐠ( ᐛ )ᐟ



Vila yang berada di tengah hutan yang rimbun pun tak membuat Irwin Maupun Vivian takut pada hewan melata dan hewan lain nya yang tiba tiba akan masuk nanti. Bukan kah itu bisa di bereskan nanti ? Saat ini ada hal lain yang lebih penting, dan yang harus di lakukan.


Irwin telah menggendong Vivian yang masih mengenakan gaun pengantin, otomatis berat badan vivian bertambah lantaran tebal nya kain yang tersusun di gaun nya benar benar wow lah.


"Apakah aku tidak berat ? " Sambil menengadahkan kepala nya ke atas, sehingga Netra bak kristal biru nya itu menatap dalam ke netra hitam pekat milik irwin.


"Segini aja berat ? Aku rasa kamu harus makan banyak deh, biar berat badan kamu nambah ! " Bisik Irwin sambil meletakkan badan vivian di atas ranjang.


"Apakah harus di lakukan saat ini juga ? Aku lapar, tidak di perbolehkan makan oleh tata rias tadi, yakin kamu langsung mau menghajar ku di atas ranjang sampai habis habisan ? " Dengan muka memelas, Vivian membujuk Irwin. Karena momentum saat ini tidak menunjukkan tanda tanda bahwa Irwin akan berhenti hanya dengan 10 atau 11 ronde. Pasti lebih...


"Hehehe, Sayang ~ Jangan membohongi ku, tadi kak Reynard sama kak Robert sempat ngirim foto ke aku, saat kamu sedang makan 2 piring steak loh ! Apakah perlu bukti ? Maka akan aku tunjukan saat kita selesai melewati malam ini ! " Dengan sangat terperinci, Irwin menepis kebohongan Vivian dengan fakta yang terjadi.


"Dasar kaka kaka kampret ! Mereka mau aja gitu biarin adik mereka tersiksa di atas ranjang ? " Umpat Vivian sambil menatap Irwin dengan bibir yang di manyun kan.


Irwin menatap mata Vivian lekat lekat dan menunduk. Mengecup pelan bibir merah muda yang tersaji di hadapan nya, lalu mengesap pelan lalu tangan nya mulai membuka gaun yang Vivian gunakan dengan sekali tarik.

__ADS_1


Memang Gaun yang Vivi kenakan sangat tebal dan panjang, namun jika sudah melonggarkan resleting nya, maka sekali tarik saja badan vivian yang putih polos pun akan terpapar jelas di hadapan Irwin.


Irwin belum melepaskan tautan bibir nya sama sekali, sehingga membuat Vivian kesusahan bernafas dan wajah nya nampak sangat jelas semburan merah merona.


"Hah... Hah... Hah... " Vivian yang seperti kehabisan oksigen, langsung menarik nafas dalam dalam saat Irwin melepaskan tautan bibir nya.


Sambil melepaskan dasi nya, Irwin berucap " Aku akan mengucapkan terimakasih kepada mu lewat cara ini, karena telah menyembuhkan Ibu ku ! " Dengan tatapan yang sangat dalam, suaran Irwin seperti menghipnotis kesadaran Vivian.


[Note : vivian sudah menjelaskan kepada Irwin di atas jet, tentang bagaimana Vivi menghabiskan satu minggu sebelum pernikahan dengan sangat sibuk karena meneliti berbagai kandungan tanaman dan beberapa penelitian lain nya, untuk menyembuhkan ibu mertua nya itu. ]


"Ma... Mana ada orang yang berterima kasih dengan menyiksa si penyelamat di atas ranjang hah ? " Dengan wajah yang nampak sangat memerah, Vivian melirik ke arah lain.


"Tentu saja ada orang seperti itu sayang, contoh nya seperti aku saat ini ! " Jawab Irwin lalu mengecup pipi Vivian berkali kali, karena merasa sangat gemas dengan tingkah laku Vivian saat ini.


"Cih " Vivian memutar bola mata nya, dan menatap ke arah Irwin. "Terserah kamu mau berapa ronde win... Intinya... Jangan kasar kasar, nanti yang ada di dalam gak bisa istirahat dengan baik ! " Sambil menatap netra hitam pekat milik Irwin, Vivian memberikan lampu hijau disertai dengan peringatan ??


"Yang ada di dalam ? Maksud kamu sayang ? " Sambil memegang perut Vivian dengan pelan, Irwin menyunggingkan senyum di wajah nya, seakan sedang menanti jawaban yang sudah dia tau jawaban nya.


"Em... Aku rasa aku telah hamil sebelum aku membawa mu menemui ke dua orang tua ku ! Kandungan nya baru berusia dua bulan, tapi aku juga heran karena perut ku belum membesar sedikit pun. Padahal saat aku hamil si kembar, perut ku sudah sebesar setengah bola kaki. Apakah kali ini aku akan melahirkan satu orang bayi ? Bukan bayi kembar seperti saat itu ? " Jelas Vivian sambil menampakkan senyum sampul sempurna.


...*Cup* Irwin mengecup kening Vivian dengan sangat lama....


"Kamu memang ahli dalam memberi setiap hadiah dan kejutan pada ku yaah vivi ! " Dengan senyum yang mengambang sempurna, Irwin merasa ada kebahagiaan yang bertambah lagi di hari ini.


"Sudah aku katakan tadi kan sayang ? Aku memang ahli dalam hal ini ! " Jawab Vivian sambil mengesap pelan bibir irwin, dan di lanjutkan dengan ciuman panas.

__ADS_1


"Hari ini papa mau nikmati momen bulan madu dulu ya baby, besok baru papa ukur ronde nya. Tapi kalo hari ini papa gak bisa janji ! " Sambil menempelkan bibir di perut Vivi, Irwin sedang memberitahukan pada dede bayi yang ada di dalam rahim Vivian.


"Mana ada Papa kaya kamu ! Jahanam banget, hahaha.. " Tawa renyah mengakhiri perkataan Vivian, namun tak ada larangan yang terbesit di pikiran Vivian. Karena dia juga ingin menikmati momen saat ini. Sedangkan Irwin juga ikut tertawa bersama Vivi, karena merasa bahwa akhirnya dia mendapat kan ending yang bahagia dan sangat amat tak bisa di bayangkan sebelum nya.


Namun setelah itu, Irwin langsung kembali menyesap secara kasar bibir merah mudah Vivian dan turun ke leher. Setiap berpindah tempat, pasti Irwin meninggalkan Kiss Mark di tempat sebelum nya.


Beberapa menit kemudian, di sekujur tubuh Vivian sudah penuh dengan bintik bintik merah. Semua nya, tanpa terlewatkan sejengkal pun ! Irwin seperti sedang menandai milik nya ! Mungkin jika ada anak kecil yang melihat pergelangan tangan Vivian yang penuh dengan bintik bintik merah langsung berpikir bahwa Vivian di gigit Nyamuk !


[Author : Iya dek, nyamuk ! Tapi nyamuk nya yang udah tumbuh dewasa dek ᕕ( ՞ ᗜ ՞ )ᕗ ]


"Ah.. Aku lupa pada yang satu ini. Siapa suruh memiliki badan yang mulus seperti ini, " Irwin tanpa rasa bersalah langsung memasukan kejantanan nya ke dalam bibir kenikmatan milik Vivian.


"Uugghh... " Suara Vivian karena Irwin memasukan kepunyaan nya secara kasar, dan tampa setengah setengah ! Langsung masuk semuanya (✿❛◡❛) !


Irwin langsung menggoyangkan pinggul nya dengan kecepatan sedang, lalu karena terlalu nikmat irwin menaikan tempo nya. Hingga 30 menit berlalu, Irwin belum juga mencapai titik puncak, hal itu membuat Vivian sudah kewalahan karena Vivian sudah berkali kali mencapai titik puncak.


"Win.. Kamu .. Sengaja yaah.. " Dengan suara yang tak bertenaga, Vivian menatap tajam ke arah Irwin.


"Haha... Aku hanya terlalu menikmati ini sayang, baiklah.. Aku juga akan mencapai titik puncak nya ! "


Setelah berkata seperti itu, Irwin semakin menaikan kecepatan pinggul nya ! Vivian terus mengeluarkan suara suara yang unik, dan membuat Irwin semakin kehilangan akal sehat.


Dan akhir nya, Irwin pun mencapai titik kenikmatan dan ikut merasa nikmat di ujung gerakan nya. Vivian yang sedang terbaring lemas pun langsung menghembuskan nafas panjang, karena akhir nya selesai juga.


Namun sayang seribu sayang.. Pemikiran Vivian nyata nya salah besar. Karena Irwin lagi lagi mengganti gaya, setelah melewati puluhan gaya sedari tadi, lalu lanjut menggerakkan kejantanan nya yang belum lelah dan tetap nampak tegak, gagah, dan perkasa ٩( ᐛ )( ᐖ )۶ !

__ADS_1


Dan pada hari itu, suara decit kasur di kamar Vila meramaikan suasana vila yang beberapa jam yang lalu sangat hening ! Jangan lupa suara tepukan dari dua tubuh yang menyatu ikut ambil alih meramaikan suasana hari ini.


..."Next " Perintah Author pada para pembaca sekalian (❁´◡`❁) !...


__ADS_2