
Akan tetapi, rival masih memandangi vivian dengan tatapan meminta penjelasan yang lebih terperinci...
Karena paham dengan arti tatapan mata anak nya itu, vivian menjewer hidung rival dengan lembut sambil berkata...
"Kan udah mama bilangin tadi pagi, kalo kamu suka dengan sesuatu... lakukan lah dengan sepenuh hati, jangan setengah setengah. Maka apapun yang kamu lakukan itu, akan terasa gampang dan mudah di lewati. " Jelas vivian dengan tatapan hangat dan suara yang lembut namun terkesan tegas dan berwibawa...
Pintar dan hampir mengetahui semua hal, namun tetap rendah hati dan tidak sombong... Bahkan sempat menyangkal bahwa diri nya tak tau apa apa dan hanya manusia biasa pada umum nya. Mama, bagi rival, mama adalah inspirasi terbesar dalam hidup rival.. Rival bangga banget punya mama yang kaya gini, kebahagiaan Rival tak bisa di ungkapkan dengan kata kata.. Batin rival..
"Cup.. " Rival berdiri di atas kursi, menapaki ke dua tangan nya di atas meja sebagai tumbuan, dan mengecup pipi vivian.
"Mama emang paling beda dari yang lain.. Rival sayang banget sama mama.. " Ucap rival sambil tersenyum.
Harus kontrol.......Harus kontrol.... Harus kontrol... Vivian kamu gak boleh berekspresi dengan wajah yang malu malu.. Kamu harus kuat agar citra mu tak hancur di depan anak mu.. Batin vivian.
Wajah vivian tetap seperti tadi, dan vivian pun menyikapi tindakan rival agar pikiran nya dapat teralihkan ke tempat lain.
"Kamu gak boleh berdiri di atas kursi sayang.. "
"Loh, emang kenapa ma.? Gak sopan ya?"
"Bukan nya gak sopan sayang, mama gak masalah kok kalo rival mau berdiri di atas tanah, atas kasur, bahkan di atas penderitaan orang yang salah juga gak papa. inti nya jangan di atas benda atau sesuatu yang tinggi dan tajam. Gak boleh, kalo kamu jatuh, gimana dong.? kamu mau buat mama khawatir sampai mati.? Rival mau ? "
"Jangan bahas kata mati dong ma... Gak boleh, lagian kalo ini juga cuma sekali.. Gak akan rival ulangi lagi.. "
Sial... Anak ku tak akan mencium ku di pipi lagi... Seandainya aku tau bakal kaya gini, aku gak bakal ngomong kaya tadi. Ngerusak suasana aja...Hiks. Batin vivian yang tengah bersedih.
Apa mama gak mempan lagi sama kecupan dan wajah imut ku.? Sial, padahal aku pikir mama bakal bahagia terus pasang ekspresi malu malu.. Batin rival yang tengah mengeluh.
Akhirnya, rival kembali meneguk susu nya dan melanjutkan mengunyah desert cokelat nya. Pipi nya penuh dengan serpihan cake yang bertebaran di mana mana.
"Hehehe... Kalian berdua itu benar benar mirip bangat yaah. Makan aja harus belepotan kaya gini. "Ucap vivian sambil menyeka serpihan cake yang ada di wajah rival, dengan memasang raut muka bersedih dan seakan merindukan sesuatu..
__ADS_1
Apakah ini tentang saudara kembaran ku lagi.?? Seperti nya gitu, soalnya mama masang raut muka yang sama kaya waktu itu.. aku jadi gak sabar nunggu empat hari cepat berlalu... batin rival.
"Ma.. Mama.. Rival mau nanya, rasa makanan favorit mama apa ? " Tanya rival mengalihkan pembicaraan agar vivian tidak memasang raut muka yang terus bersedih.
"Hem.?! Kalo mama si suka semua rasa makanan yang ada sih.. Intinya enak ya mama bakal makan, tapi kalo udah sampai di kata favorit, udah pasti mama ada dong. Nanas... Rasa kesukaan mama Nanas, Entah itu di olah menjadi snack, roti, selai, ice cream, dan beberapa jenis makanan lain nya... Mama bakal tetap suka. " ucap vivian.
Dan akhirnya Rival dan vivian menghabis kan waktu teh time di sore hari dengan saling mengobrol dan semakin mengenal dan mendekatkan diri satu sama lain..
***
"Mau mama bacain cerita gak.? " Tanya vivian yang saat ini tengah berada di tempat tidur, bersama dengan rival...
"Em.. Rival mau ma.. "
..."Kalo gitu mama ceritain yaah. Di zaman dahulu, hidup lah seorang gadis cantik dengan orang tua yang sangat mencintai nya. mereka hidup harmonis dari tahun ke tahun, sayangnya sang ibu dari gadis itu meninggal saat gadis ini masih sangat muda.."...
"Karena ayahnya khawatir putri nya tak mendapat kasih sayang, ayah nya memutuskan untuk menikahi seorang janda dengan dua anak. Setelah kedatangan ibu tiri itu, gadis cantik ini di perlakukan seperti pembantu dan terus di diskriminasi kan. "
***
Sambil mengucak ngucak ke dua mata nya, rival bertanya karena penasaran..
"Ma.. Terus apa yang terjadi pada mama dan kaka tiri cinderella.? "
"Ah, mereka di diskriminasi dari warga setempat karena perlakuan mereka yang sangat jahat pada cinderella. Mereka juga tersiksa dari hari ke hari karena harus bekerja sendiri, Yaah wajar karena selama ini mereka memperbudak cinderella yang baik hati dan lugu itu.. "
"Ma... Kenapa mereka jahat banget sih sama cinderella.? Padahal kan mereka bisa hidup sama sama... "
"Sayang... Orang orang itu tamak akan kekuasaan dan kehormatan, padahal hal itu gak abadi loh.. Jadi, mama kasih tau kamu ya.. Selagi masih hidup, nikmatilah waktu mu yang berharga dan membahagiakan bersama orang orang yang kamu cintai. "
"Itu adalah harta yang lebih berharga dari pada uang atau kekuasaan, dan tentu saja itu akan susah terwujud, tergantung seberapa dewi keberuntungan berada di samping mu. " jelas vivian.
__ADS_1
"Terus apa yang bakal mama lakuin kalo rival punya sifat kaya mama dan kaka kaka tiri cinderella.? "
"Maka mama akan jadi nenek sihir, yang akan membantu kamu agar kamu dapat hidup dengan layak dan bahagia. Mama akan mengubah alur nya sebisa mungkin.. "
"Em.. Makasih loh ma.. " Ucap rival dengan suara nya yang serak karena sudah malam, dan akhir nya terlelap dalam tidur nya.
"Cup" Bunyi kecupan yang vivian berikan untuk rival.
"Kamu dan Yohan adalah segala nya bagi mama.. Kalian berdua adalah alasan kenapa mama hidup. Mama akan melakukan apapun agar kalian mendapatkan semua yang terbaik, yang ada di dunia ini. Mimpi Indah ya Sayang...! " Ucap vivian sambil berjalan meninggalkan kamar rival dan menuju ke kamar nya..
***
Empat hari pun telah berlalu.. Rival yang semakin hari semakin pintar karena asupan pelajaran yang dia terima, menjalan kan aktivitas seperti pada hari hari sebelum nya.
Bahkan etika makan kelas atas juga sudah dia kuasai..
Sedangkan vivian... Vivian terus sibuk mengurus dokumen dokumen perusahaan yang di kirim lidia, sambil mengurus dan mengatur rencana untuk menyukseskan aksi pengambilan kembali anak nya hari ini dengan rencana nya yan sudah sangat amat matang.
"Sungguh mendebarkan.. Ini baru pertama kali merasa se asyik ini untuk mempermalukan dan menjatuhkan satu keluarga yang membuat ku jijik itu. "
Ucap vivian pada diri nya dengan pandangan mata yang melihat ke arah jendela yang sedang memaparkan aktifitas masyarakat di kota XX, yang sangat ramai dan penuh akan hiruk pikuk itu..
Hah.. Akhirnya selesai juga🙂. Karena efek dari vaksin, dari jam 1 siang sampai sekarang, author demam dong🤧.
Gak tau juga sih bakal jadi kaya gini, tapi karena aku udah janji bakal update 5 episode , jadi ya harus bertanggung jawab.
Udah gitu aja,
Love you everyone😘❤❤
__ADS_1