
Sore hari pukul empat...
Kesibukan yang terjadi di hotel xx benar benar sangat ramai. Para pelayan yang berlari ke sana sini untuk menghias gedung pun terlihat sangat kewalahan dengan keringat sebagai bukti nya.
Para chef di dapur terus bersenandung dengan alat masak, menyiapkan makanan yang telah di tulis oleh masing masing sekretaris dari pihak reynard, robert, dan vivian.
Bahkan titin yang selama ini terkesan tomboi pun sedang di bantu oleh dokter rosa untuk berdandan secantik cantik nya. Di sisi lain, vivian sedang berdandan dengan wajah kesal, bete, dan mood yang kurang baik, karena irwin tak mau menjadi partner nya saat memasuki hotel.
Sedangkan Robert yang mendapati hari bahagia, malah asik bersandar di kursi dekat kolam vila nya, dan menikmati hembusan asin. Karena di dalam vila robert, terdapat tanaman yang memberikan kesegaran dan oksigen bagi penghuni vila.
"Drrt... Drrt... " hp robert berdering.
"Halo vivi... " sapa robert santai.
"Kak... Jangan bilang kalo sekarang kaka lagi santai santai di samping kolam ? " tanya vivian tepat sasaran.
"Eh ? Ah, itu... Ano... Jadi... Gak kok. Kaka lagi sibuk telfon wartawan, MC, teman teman di negara w, rekan bisnis... "
"Ah, jadi sekarang kak Deni udah gak kerja jadi asisten dan sekretaris kaka yaah ? Makanya hal kecil kaya gitu di kerjakan sama kaka ! " sanggah vivian.
"Vivi... Kamu... "
"Kak... Kaka kalo mau cari alasan yang masuk akal dikit dong ! Dari dulu sampai sekarang itu kaka gak berubah ! Kalo ada pesta, pasti kaka bakal menjauh sejauh mungkin. Bahkan bersantai, padahal vivian dan banyak orang lain nya sedang sibuk, bahkan sampai lupa narik nafas tau gak ! " protes vivian penuh emosi.
"Vivi... Kamu lagi bad mood yaah ? Kok kaka jadi pelampiasan nya sih ? "
"Au ah... Gelap... " ucap vivian mematikan telepon.
"Hei... Apa aku benar benar terlalu santai ? Padahal cuma duduk di samping kolam lo weh... Gak bisa, aku harus tanya permasalahan nya sama irwin.. " ucap robert menghubungi irwin.
"Halo kak, " jawab irwin sopan.
"Kamu ada masalah apa sama adik aku hah ? Bahkan aku jadi alat pelampiasan nya ? Kamu gak mau dapat restu dari kaka lagi yaah ? " ucap robert menyalahkan irwin.
"Kak... Bukan nya gak mau dapat restu dari kaka yaah, tapi untuk sekarang susah buat jelasin nya... Kalo rencana nya udah berhasil, baru deh irwin kasih tau. Pokok nya sekarang kaka jangan marah marah yaah, nanti keriput nya nambah, " ucap irwin sengaja.
__ADS_1
"KAMU --"
"Ah, irwin lupa... Selamat ulang tahun ya kak. Sampai ketemu du aula pesta, " setelah mengatakan kalimat yang memotong ucapan robert, irwin pun langsung mematikan telepon nya, karena takut di semprot oleh robert.
"Hah... Lebih baik aku siap siap juga deh. Dari pada di semprot sama vivian lagi, " ucap robert meninggalkan kolam, dan di ikuti para pelayan dan pengawal.
.......
.......
.......
.......
.......
...(Malam pukul tujuh)...
Karpet merah di bentangkan dari depan pintu masuk hotel, dan banyak nya wartawan menunggu di samping garis yang telah di batasi. Bahkan ada belasan pengawal yang mengatur dan menjaga keamanan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Barisan limosin terus berdatangan, entah rekan bisnis, teman miliarder, kawan, sahabat, dan kenalan yang menginjak karpet merah itu, merupakan orang orang yang di kenal di negara W, bahkan ada orang orang yang rela terbang dari negara tetangga untuk memenuhi undangan dari pemimpin perusahaan Black ini.
Reynard dan rosa sudah tampak seperti suami istri, berkat usaha glen yang sengaja mengunci ayah ibu nya di dalam kamar selama dua hari penuhπ. !
Glen dan si kembar menjelajah dari satu meja ke meja lain nya, yang menyediakan desert yang berbeda beda. Tak ada yang berani memarahi mereka, lantas anak anak ini datang bersama reynard, Robert, dan vivian, CEO dari perusahaan yang menduduki peringkat lima besar.
Satu hal yang pasti, ketiga saudara ini hanya memberi tahu nama depan mereka saja, belum memberitahu marga dan asal keluarga mereka, sekeras apapun para wartawan menggali, kematian lah yang menanti.!
"Vivi... Kamu cantik banget hari ini, benar benar adik kaka tau gak, " ucap robert memulai percakapan, karena sari tadi vivian hanya sibuk meminum wine sembilan gelas dengan wajah yang kusut.
"Vivi udah tau kalo vivi cantik tau, " jawab vivi ketus.
"Baiklah, adik kaka masih bad mood, mau kaka beliin cowok yang kaya irwin ? " tanya robert tak peka.
"............. " Vivian hanya diam dan menatap tajam sang kaka.
__ADS_1
"Oke... Oke... Jangan marah dong, tuh irwin yang asli udah datang, " ucap robert menunjuk pintu masuk.
Tentu vivian yang penasaran dengan partner irwin pun langsung menolehkan wajah nya dan memfokuskan tatapan nya pada wanita di samping irwin.
Biasa aja tuh cewek... Aku lebih cantik beberapa kali lipat kali... Selera irwin buruk banget... Batin vivian menghina irwin, padahal di dalam hati sedang terbakar cemburu.
Retnard, robert, rosa, dan titin yang langsung tau apa yang terjadi pun langsung memiliki ide untum menyiram minyak tanah pada api kecemburuan vivian.
"Hem... Wanita yang ada di sebelah irwin boleh juga, " komentar reynard.
"Iya benar banget kak. Emang sih gak secantik vivian, tapi kalo kita perhatikan saat dia tersenyum tuh manis banget, " sambung robert.
"Siapa suruh mau jual mahal, akhirnya di ambil orang kan, " ledek titin.
"Sayang... Kata kata itu enggak seharusnya keluar dari mulut kamu yang jual mahal nya tinggal dewa, " sambung robert sambil menatap titin.
"Ih apaan sih ?! Lepas pelukan tangan di pinggang aku gak ? Aku mau cari angin ! " jawab titin
"Jangan dong sayang, becanda aja tadi, " bujuk robert.
"Vivi... Kamu kelamaan gantung perasaan irwin sih, akhirnya nyaman sama orang lain kan ! " sambung rosa menutupi pertengkaran kecil antara robert dan titin.
"π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯" vivian yang terbakar luar dalam, ingin rasa nya saat ini juga dia pergi dan mencekik leher wanita yang menggandeng tangan irwin sambil tersenyum girang itu...
"Hai kak robert, maaf datang telat yaah. " Ucap irwin meminta maaf basa basi sambil mengedipkan satu matanya.
Robert yang peka pun langsung menerima kode dari kedipan mata irwin, karena vivian memberikan tatapan tajam yang mematikan.
"Ah gak kok. Gak telat sama sekali. Acara nya juga belum di mulai kok, " jawab robert mengabaikan tatapan dari vivian.
"Btw, selamat ulang tahun ya kak robert. Hadiah nya udah irwin bawa, bentar lagi hans bakal antar kok. "
"Gak usah repot repot. " Jawab robert.
"Oia, Kak robert, kenalin dia siska kenalan aku dan partner aku malam ini, " ucap irwin memperkenalkan siska.
__ADS_1
"GAK ADA YANG NANYA.! " Jawab vivian dan langsung beranjak naik ke lantai dua dengan kecemburuan yang nampak jelas.
Sedangkan ke dua kaka vivian dan irwin hanya menertawakan tingkah vivian yang menggemaskan itu.