Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#148.


__ADS_3

Lantaran andhika ayah vivian memblokir semua akses yang di miliki vivian dan si kembar, alhasil... Irwin seperti sedang berusaha seorang diri...


Setelah itu waktu terus berputar pada porosnya tanpa menunggu perintah atau persetujuan siapapun... Terus berjalan bagai air mengalir tiada henti, tak memberikan kesempatan untuk di putar lagi...


...(Dua minggu kemudian)...


"Nona Vivian... Apakah anda tidak takut Irwin saat ini bukan nya tekun bekerja, tetapi sedang bersenang senang dengan gadis gadis yang ada di Bar ? " tanya dewa pada vivian yang saat ini sedang sibuk menggunting duri duri yang ada di batang mawar.


"Hem.? " vivian menatap mata dewa sambil menghentikan pergerakan tangan nya yang ingin memasukan satu tangkai mawar yang telah di bersihkan ke dalam vas bunga.


"Ma... Maaf kalo pertanyaan saya lancang Nona" Kata dewa sambil membungkuk karena takut akan tatapan vivian.


"Astaga dewa... Tak usah meminta maaf seperti itu. Apalagi sampai membungkuk, kamu itu asisten dan tangan kanan nya papa loh. Jangan bersikap terlalu formal, lagian kita lagi di rumah kaca, jadi santai aja. " Kata vivian sambil melanjutkan pekerjaan nya tadi, memasukan tangkai mawar yang telah bersih dari duri ke dalam vas sambil bersenandung beberapa irama lagu.


"Eh...??? Nona tidak marah karena pertanyaan saya ? " tanya dewa tercengang


"Apa.? Marah ? Kenapa aku harus marah coba ? " jawab vivian menahan tawa.


"Kenapa nona percaya diri sekali kalo Irwin tak akan pergi bermain main dengan gadis yang dia temui ? " tanya dewa, kembali ke percakapan awal.


"Hem... Gimana yaah ngomong nya... Baiklah, karena mood ku sedang baik, aku akan menjelaskan nya sedetail mungkin. " Jawab vivian sambil memegang setangkai mawar yang telah dia bersihkan dengan senyum tulus.


"Tujuh tahun yang lalu, saat aku menghabiskan malam dengan irwin, tentu aku langsung pergi begitu saja dan menghapus semua jejak ku. Kamu lebih tau kan bagaimana aku membersihkan jejak ? "


"......... " Dewa hanya diam dan sebagai jawaban hanya mengangguk.

__ADS_1


"Padahal tak ada satu titik terang atau satu koordinat yang dapat menjadi petunjuk awal, tapi irwin tetap kekeh untuk mencari ku dewa. Jangan kan titik terang atau sebuah petunjuk, nama ku saja tidak dia ketahui. Entah itu nama asli atau samaran ku, sehelai rambut ku saja tidak aku tinggal kan. "


"Tapi irwin, bahkan sudah di simpulkan gila oleh sahabat sekaligus tangan kanan nya hans, karena mencari satu wanita di antara tujuh miliar orang di dunia satu per satu. Kegilaan dan kesetiaan nya itu lah yang membuat aku percaya 100% pada nya. Atau entahlah, mungkin sejak awal aku sudah mempercayai nya meski dia tidak mencari ku. "


"Dan hal yang paling pasti , irwin saat ini pasti sedang bekerja mati matian dengan semangat yang membara. Dia percaya bahwa aku percaya pada nya saja, sudah menjadi penyemangat untuk setiap hal yang dia lakukan. "


"Yaah, menurutku saat ini si irwin pasti udah menempati rangking ke dua di dunia kan ? Irwin telah melampaui ke dua kaka ku bukan ? " tanya vivian dengan smirk.


"...... " Lagi lagi dewa hanya diam dan memasang ekspresi 'Bagaimana nona bisa tau ? '. Yah begitulah reaksi dewa.


"Astaga... Dari ekspresi mu saja, aku tau bahwa pernyataan ku tadi benar. Dewa, kamu itu harus pandai menyembunyikan ekspresi dong. Gampang banget di tebak, padahal dulu gak kaya gini loh, apa karena faktor umur yaah ? " ledek vivian.


"Heh... Nona yang membuat saya tak bisa tak memasang ekspresi kaget. Dan lagi, nona tau dari mana kalo irwin telah menempati peringkat ke dua sedunia ? " tanya dewa sambil menyapu beberapa keringat di dahi nya.


"Entahlah... Tapi perkiraan ku memang seperti ini. Menurut sikap irwin, pasti langkah pertama yang akan dia ambil yah melampaui ke dua kaka ku yang gampang di hadapi. Dan lagi, sekalipun ayah memblokir semua akses, berita, bahkan koran pun tak pernah tampak di hadapan ku , tak mungkin ayah dapat memblokir mulut mulut pelayan wanita yang sedang bergosip di mana mana kan? " kata vivian.


"Em kalo ayah si aku yakin udah kasih lampu hijau, tapi irwin tak mau menerima kemudahan seperti itu dewa. Irwin itu punya harga diri tersendiri, apalagi kalau irwin sendiri yang menyetujui persyaratan yang di kasih ayah, berarti dia udah punya sesuatu yang pasti untuk mengalahkan ayah dan menduduki peringkat pertama. " Jelas vivian.


"Benarkah ? " tanya dewa.


"Hah... " Vivian menghembuskan nafas nya dalam dalam.


"Dewa, sebaiknya kamu kembali ke ruang kerja ayah sekarang dan melaporkan pada nya bahwa provokasi yang kalian rencanakan tak akan mempan pada ku, pada irwin di negara w sana, maupun pada si kembar. Tapi terima kasih sudah menemani aku mengobrol tentang hal hal indah tentang kelakuan irwin. Aku jadi benar benar merindukan dia, " ucap vivian sambil tersenyum dan menghirup mawar di genggaman tangan nya.


"Nona selalu tau pergerakan yang akan di lakukan oleh Tuan besar yaah, kalau begitu saya pamit undur diri dulu. Senang hari ini dapat berbicara dengan nona yang menampilkan banyak ekspresi tersenyum yang tulus maupun tatapan yang hangat saat menyebut nama irwin. " Ucap dewa sambil meninggalkan rumah kaca.

__ADS_1


Saat dewa sudah pergi dari rumah kaca dan meninggalkan vivian dengan puluhan pelayan, datanglah si kembar dengan alat musik nya masing masing. Rival dengan seruling, dan risal dengan biola.


Si kembar pun memainkan ke dua alat musik itu dengan sangat merdu agar dapat menghibur sang mama, dan mengisi waktu mereka yang sedang kosong dan membosankan.


.......


.......


.......


.......


.......


"Tap... Tap... Tap... " Langkah kaki dewa.


"Tok... Tok... " Bunyi Pintu ruang kerja andhika yang terbuat dari kayu terbaik. Walaupun dari luar bangunan kediaman ini terlihat sangat mewah, tapi di dalam nya di dekor seantik mungkin, dan dengan nuansa tempo Dolo atau zaman zaman dulu.


"Masuk" Jawab andhika singkat dari dalam ruangan.


"Klek... " Pintu yang di buka.


"Bagaimana laporan mu hari ini dewa ? Entah itu tentang anak perempuan ku, ke dua cucu ku, maupun calon menantu ku. " Tanya andhika yang saat ini sedang memegang segelas wine dengan aura kepemimpinan nya yang mendominasi.


"Kalo laporan tentang reaksi Nona vivian, ke dua tuan muda cilik, dan irwin sama dengan prediksi kita tadi. Mereka bertiga sama sama percaya satu sama lain bagai satu keluarga yang sudah hidup bersama puluhan tahun tuan. " Kata dewa.

__ADS_1


"Jadi saat ini, saya akan melaporkan hasil penyelidikan yang saya dapat di perusahaan The star seperti perintah tuan. " Kata dewa.


__ADS_2