Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#37.


__ADS_3

Apakah sesuatu telah terjadi pada perasaan vivian ?!mungkin...?!


Setelah mendengar pertanyaan dari vivian, yohan pun menggeleng geleng kepala nya.


"Enggak ma... hiks.. papa gak jahat kok sama yohan. papa selalu baik sama yohan... "


Jawab yohan.


"kalo irwin baik sama kamu, gak mungkin orang orang di kediaman bisa nyakitin kamu...! " Ucap vivian dengan nada yang terheran heran..


"Papa selalu baik sama yohan. hanya, papa pulang ke rumah itu cuma satu kali dalam satu tahun ma... hiks... papa bilang kerjaan nya banyak, jadi gak bisa tinggal di kediaman ma.. hiks... " Jelas yohan.


"Apa ??! Cuma satu hari dalam satu tahun? Gila ya. Kok bisa sih dia kaya gitu, gak becus banget jadi seorang ayah tau gak"


Ucap vivian yang kini marah nya semakin berkobar kobar..


Seterusnya pun, yohan terus menceritakan hal hal yang dia dapatkan di kediaman agreete pada vivian, kurang lebih 10 menit lama nya.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Saat ini, yohan telah selesai mencurahkan semua kesedihan nya pada orang yang dia panggil mama hari ini. Dia merasa lega setelah meluapkan isi hati nya, dalam pelukan hangat sang mama. untuk beberapa saat, yohan hanya terdiam dalam pelukan vivian.!


Vivian pikir, yohan telah tertidur. Padahal yohan sedang kelelahan, jadi semacam tengah mengisi kembali energi nya yang hilang, dengan memeluk sang mama sambil tersenyum.


Vivian pun tak keberatan, jelas karena itu adalah anak kandungnya, dara daging nya sendiri. Justru vivian merasa senang, karena anak nya bisa memberitahu kejadian yang dia dapatkan selama ini pada diri nya, dan memberi tahu bahwa vivian adalah orang pertama yang menjadi tempat curhat yohan.


"Yohan.. "panggil vivian dengan nada lembut.


"Iyah ma.. kenapa ? " Tanya yohan dengan merenggangkan sedikit pelukan nya pada vivian, dan menatap mata vivian.


"Mata kamu sekarang bengkak lagi loh. kita beli kantung es lagi yuk " Ucap vivian sambil mengelus pipi anak nya yang belepotan karena air mata lagi..


"Oke ma.. " Jawab yohan dengan senyum nya yang bahagia, padahal baru saja selesai nangis..!


vivian pun berdiri dari tempat duduk nya yang penuh akan rumput hijau itu, sambil menggendong yohan. Dan tentu saja yohan merangkul kan kedua tangan nya di leher vivian, dan meletakkan kepala nya pada leher vivian, sehingga yohan dapat mencium harum mawar dari badan vivian.

__ADS_1


Setelah yohan menghirup wangi dari wajah vivian, yohan pun menampakkan senyum di wajah nya..


"Em, wangi badan mama enak banget. Yohan jadi seger lagi ma...! " ucap yohan.


"Hehe... mama gak pakai parfum kok.! Cuma sabun mandi aja.. " Jelas vivian..


"Wah, pasti sabun mandi mama mahal banget ya. Bukti nya hasil nya gak main main kaya gini.! " Komentar yohan.


"Enggak kok. sabun mandi mama sama kaya orang lain... hehe..! " Sangkal vivian.


"Mama benar benar suka bohong ya. hehe"


ucap yohan sambil mengusel usel kepala nya di leher vivian. Vivian pun menampakkan senyum di wajah nya karena merasa geli..


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


kini vivian sedang meletakkan kantung es di mata yohan.


"Padahal tadi mama juga nangis loh, tapi kenapa mata mama nggak bengkak kaya punya yohan ? " Tanya yohan yang saat ini sedang menutup mata nya, dan berbaring di atas pangkuan vivian..


"Ih, mama curang ah. masa mama nggak kasih tau yohan sih. alhasil, sekarang mata yohan lagi di taro es lagi kan.! " Protes yohan sambil mengembung kan pipi nya itu, vivian hanya tertawa pelan, karena merasa lucu atas tingkah anak nya ini.


"Gimana mama mau kasih tau, emang kalo dalam situasi sedih kaya tadi, mama harus tahan yohan ? Gak mungkin kan ? " Jelas vivian agar yohan dapat mengerti.


"Iya deh.. iya deh.. mama yang bener... yohan yang salah. Sebenarnya, yohan hanya mengalah ya, bukan kalah beneran. jadi mama jangan anggap udah menang dari yohan yaah ma... " Ucap yohan.


"Hehehehe... Kamu lucu banget ya. Nah sekarang kamu udah bisa buka mata. udah lima menitan soal nya. " Ucap vivian sambil mengangkat kantung es di mata yohan.


"Huh....Bentar lagi yohan udah jadi raja es deh. Dikit dikit taro es batu...Dikit dikit taro es batu..! Sekarang aja muka yohan udah dingin. Nggak tau bentar lagi apa yang bakal dingin.. " Gerutu yohan sambil berdiri. Vivian pun hanya dapat terkekeh diam diam, melihat tingkah anak nya yang suka protes dan humoris itu.


"Nah, karena sekarang baru jam 10 pagi, yuk kita ambil bagian di taman bermain. "


Ajak vivian kepada yohan agar menikmati waktu, dan melupakan kesedihan yang sempat membara tadi.


"Iyah ma... "Jawab yohan sambil menggandeng tangan vivian dan berjalan menelusuri taman bermain untuk anak anak itu.

__ADS_1


Vivian dan yohan pun benar benar menikmati waktu bermain bersama. mereka bermain ayunan, dengan yohan yang duduk, dan vivian yang mendorong yohan dengan pelan agar tidak terjatuh.


Mereka berdua meluncur di atas seluncuran secara bersamaan, menaiki kuda yang berputar putar dengan tiang di tengah sebagai pusat.


Memanjat jaring jaring untuk melatih adrenalin, dan masih banyak lagi permainan permainan yang mereka berdua mainkan secara bersamaan.


Tawa kegembiraan keluar dari mulut ke dua ibu dan anak ini. Ekspresi kesenangan mereka terpampang jelas di wajah mereka. senyuman kebahagiaan tergores dengan jelas di wajah mereka seakan abadi dan permanen.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


"Hah... Hah... Hah... Hah... " Nafas yang keluar dari mulut yohan dan vivian karena keasyikan bermain, sampai keringat bercucuran di wajah mereka.


Saat ini, vivian dan yohan sedang duduk di atas rerumputan berwarna hijau, dengan kedua kaki yang di luruskan, dan kedua tangan yang menopang tubuh mereka dari belakang..


"Untung tadi pagi pakai celana, kalau semisal aku pakai rok pendek kaya kebiasaan aku , mungkin aku gak bisa bermain bebas sama anak ku saat ini " Batin vivian.


"Ternyata mama jago juga ya manjat jaring yang tadi. Yohan sampai kalah berkali kali, bahkan gak pernah menang. " Puji yohan pada vivian.


"Oh jelas dong, mama kan jago banget manjat tebing tanpa alat bantuan, apalagi jaring kecil kaya tadi, gak ada apa apa nya"


Respon vivian yang sedang menyombongkan diri nya, dan memang vivian jago dalam memanjat tebing tanpa alat bantu. Alasan nya sudah jelas, keturunan satoru adalah bibit bibit unggul dan yang telah di latih dan di didik dengan sangat keras sedari kecil.


"Wah, yohan juga mau kaya gitu ma. ajarin yohan dong. "Pinta yohan.


"Iya sayang, nanti pasti. Saat itu tiba, mama yang bakal ajarin kamu " Jawab vivian.


Yohan pun menampakkan senyum bahagia di wajah nya dan berkata pada vivian.


"Makasih ya ma"


respon vivian pun hanya tersenyum dengan tulus.


"Makasih yaah tante. walaupun jawaban tante hanya untuk membuat yohan senang dan tak sedih, yohan udah bener bener bahagia kok saat ini. Makasih karena hari ini yohan bertemu dengan orang yang sangat baik.! " Batin yohan.


Yah, yohan tak tau bahwa jawaban vivian bukan untuk membuat nya senang saja. Tapi jawaban vivian adalah sesuatu yang akan terjadi, dan pasti terjadi.

__ADS_1


__ADS_2