Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#140.


__ADS_3

.......


.......


.......


.......


...~Beberapa saat kemudian~...


"Ciiittt... " Irwin menginjak rem dengan pelan.


Irwin langsung bergegas keluar dan membukakan pintu mobil untuk vivian, dan mengulurkan tangan agar di gapai oleh vivian.


"Bandara kamu lumayan juga yaah. Apa perlu aku renovasi agar terlihat lebih mewah ? " tanya irwin.


"Kamu gila yaah ? Bandara ini udah menampung 10 jet pribadi yang aku punya, kalo kamu renovasi, kamu mau nambah berapa lagi hah ? " tanya vivian yang berusaha tetap tersenyum karena bawahan nya sedang berbaris menyambut dan memberi hormat pada nya.


"Ya tentu saja aku tambahkan 10 lagi sayang. Biar pas aja gitu, " jawab irwin dengan logika yang tak masuk akal.


"Mending jangan deh. Kalo Kak rey sama kak robert kalo tau, mereka pasti bakal cemburu dan memilih untuk merenovasi bandara aku. Bisa jadi bandara aku bakal menampung 100 lebih jet pribadi tau gak ? Aku jadi bisa buka usaha bandara penerbangan umum tau gak ? Repot banget!!!!! " ujar vivian dengan wajah nya yang stres, jika memikirkan tingkah laku kedua kaka nya.


"Hehehe... " tawa irwin karena wajah vivian sangat lucu.


"Aku peringatkan lagi yaah win, kalo kamu tetap renovasi bandara aku, kita gak usah nikah yaah, " ucap vivian yang bagaikan ancaman alam kubur🙂


"Eh jangan dong sayang..! Tadi hanya becanda aja, " sahut irwin menurut.


"PAPA~~ MAMA~~" Teriak si kembar dan berlari ke arah irwin dan vivian.


"Eh, risal jangan lari kaya gitu dong. Gimana kalo tadi jatuh, kebiasaan banget deh, " tegur vivian saat menggendong risal dalam pelukan nya.


"Wah.. Rival tambah jago lari nya yaah, pasti bisa jadi atlet lari kalo rival mau, " puji irwin sambil menggendong rival dengan satu tangan, dan mengusap kepala rival dengan tangan satu nya.

__ADS_1


"Buk"


"Auw... Sakit sayang, kok kamu nendang kaki aku sih ?" keluh irwin kesakitan.


"Siapa suruh kamu bukan nya negur si rival, malah kasih pujian.! Kalo mereka jatuh terus lutut mereka berdarah gimana ? Kamu bangga kalo darah mengalir dari lutut mereka ? " ucap vivian dengan mata tajam.


"Ya maaf sayang... Kan mereka gak jatuh juga kan ? "


"Belum jatuh lebih tepat nya. " Jawab vivian.


"Hahaha... Hahaha... Papa kalo lagi di marahin mama lucu banget yaah ekspresi nya, " ucap risal penuh tawa kecil nya.


"Rival turut kasihan sama papa deh. Yang sabar ya pa, anggap aja ini ujian. " Sambung rival menepuk pundak irwin layaknya orang dewasa yang sedang memberi kekuatan peneguhan😂.


Setelah itu, Irwin, Vivian, dan si kembar pun naik ke jet pribadi yang sudah di siapkan, setelah menerima pesan tadi pagi pukul tiga dari vivian.


.......


.......


.......


.......


"Seriusan mama mau nanya sama Rival, Risal, dan irwin... Kalian bertiga... KENAPA MASANG WAJAH PUCAT DAN BADAN KALIAN BERTIGA ITU KELIHATAN TEGANG BANGET LOH.! AKU TAU KALIAN BAKAL GUGUP TAPU GAK GINI JUGA. KALO SI KEMBAR YANG GUGUP SI GAK MASALAH KARENA MEREKA MASIH KECIL, TAPI KOK KAMU KELIHATAN LEBIH PARAH DARI MEREKA SIH WIN ? " tanya vivian frustasi dengan keadaan saat ini.


"...... Ah, " kaget si kembar karena teriakan sang mama.


"... A... Ak... Aku... G... Gak... Gu... Gugup kok sayang... Seriusan, " jawab irwin yang bahkan suara gigi nya yang sedang bertubrukan terdengar jelas di pendengaran vivian.


"Astaga... Kembar R, sini sama mama. Mama bakal peluk kalian berdua, sampai kalian berdua tenang, " ucap vivian merentangkan ke dua tangan nya.


Si kembar pun dengan wajah pucat, melepas sabuk pengaman mereka, dan masuk ke dalam pelukan vivian. Dengan tenaga The Power Of Emak Emak , vivian menggendong si kembar bersamaan, dengan masing masing tangan nya.

__ADS_1


Kemudian berjalan sedikit ke arah ranjang yang tersedia di dalam jet yang super duper mewah itu. Vivian meletakan si kembar dengan lembut, menyanyikan lagu bahasa inggris pengantar tidur untuk si kembar, sambil mengusap punggung mereka berdua.


.......


.......


.......


.......


...~Sepuluh menit kemudian~...


Si kembar R sudah tertidur lelap, mungkin kerena benar benar gugup jadi saat mendengar lagu dari vivian, membuat mereka merasa rileks dan tertidur.


"Tak... Tak... Tak... " langkah kaki vivian mendekat ke kursi duduk di samping irwin.


Vivian langsung duduk tepat di samping irwin, dan mulai berbicara.


"Kalo kamu gugup, taro kepala kamu di pundak aku sini. Aku bakal kasih pinjam pundak aku sekarang kok, " dengan suara tulus.


"Tak" Kepala irwin yang langsung mendarat di bahu vivian setelah setengah detik mendengar pengajuan dari vivian tadi. Dengan jari jemari yang panjang dan lembut, vivian mulai membelai kening irwin, lalu meluncur di atas hidup irwin dengan penuh penghayatan dan di lakukan berkali kali.


"Andhika Satoru... Itu adalah nama ayah ku. Stefani satoru, adalah nama ibu ku setelah menikah dengan ayah. Tapi sebelum menikah dengan ayah, nama belakang ibu adalah Kasela. "


"Ibu adalah sosok yang sangat penting dalam hidup aku. Menurut aku, ibu itu sosok yang sempurna. Yaah walaupun kalo lagi marah dia lebih menyeramkan dari yang aku bayangkan, tapi ibu itu wanita yang cantik, kuat, lemah lembut, dan pastinya jago berkelahi. "


"Kalo ayah ku, dia adalah sosok yang paling tegas yang aku lihat. Di hadapan orang lain itu, ayah benar benar menyeramkan. Tapi kalo di hadapan aku sama ibu, udah kaya kelinci tau gak. Soft banget, hehehe. Maka nya dulu itu aku sering banget bikin ekspresi imut, biar ayah salting dan bertingkah di luar nalar. "


"Kalo mau bilang, kak rey itu ambil gen papa yang kaya gini 90% tau gak ? Soal nya gak bisa berkutik kalo udah kena keimutan level mak😌 . Kalo kak robert itu dari kecil udah dingin terus kaku, gak tau cara mengekspresikan perasaan nya itu sering terjadi, maka nya jomblo sampai beberapa saat yang lalu kan.! "


"Tapi walaupun ayah, ibu, dan ke dua kaka aku ada kekurangan, kejahilan, dan overprotektif banget kalo soal manjain aku, mereka semua itu udah jadi bagian dan variabel penting buat aku. Gak bisa di ganggu gugat, udah menjadi ketetapan yang gak bisa di pisah kan. "


"Hehehe... Syukurlah setelah mendengar cerita aku, kamu udah gak gemetaran lagi. Badan kamu juga udah gak tegang lagi, muka kamu kalo aku perhatiin juga udah gak pucat lagi. Kamu mau istirahat sebentar di samping di kembar gak ? karena dua puluh menit lagi kita bakal sampai. " Tanya vivian penuh kelembutan.

__ADS_1


"GAK MAU.! Aku mau kaya gini aja untuk beberapa waktu ke depan, pokok nya gak mau jauh dari kamu. Vivian... (Ucap irwin sambil menggeleng kepalanya di leher vivian). "


"Apaan sih ? Geli tau, " respon vivian sambil tertawa kecil.


__ADS_2