
Ira mulai panik, karena baru kali ini ada orang yang ingin mengadopsi, tapi tidak dapat di manipulasi dengan mudah.
"Apakah kau pikir aku adalah orang bodoh ? Orang yang dapat kau manipulasi sesuka hati mu ?" Ucap vivian pada ira.
"Ap.... Apa maksud mu..?" Tanya ira.
"Seorang pemilik panti asuhan, memakai perhiasan di seluruh tubuh. Memakai cincin yang hampir memenuhi semua jari, baju yang seksi, make up yang sangat tebal dan menor, memakai sepatu high hills yang bermerek. "
"Tapi, rumah panti asuhan ini terlihat sangat tidak terurus. Banyak nya genteng yang rusak, jika hujan pasti akan membasahi tempat anak anak ini tidur. "
"Jendela yang lubang hanya di tutup menggunakan kain yang sangat tipis, jika suhu pada jam 12 malam- 6 pagi menurun dan menyebabkan kedinginan, pasti rasa dingin itu akan menusuk masuk sampai ke dalam sel tulang. Apalagi anak anak yang masih di bawah umur, yang memiliki daya tahan tubuh yang terbilang masih lemah. "
"Rumah panti asuhan yang terdiri dari setengah batu dan setengah kayu (Dinding) yang mendekati kata lapuk, membuat kemungkinan akan roboh jika di tiup angin yang kencang. "
"Tempat tidur anak anak tidak ada. Hanya di bentangkan tikar di atas lantai yang masih kasar, dapat membuat anak anak terkena penyakit asma, dan yang terakhir, beberapa anak di dalam sini terlihat kekurangan gizi. "
"Pasti asupan makanan mereka tidak terjamin... Pakaian mereka saja terlihat sudah tua dan lama, jika mendapatkan tarikan sedikit saja, pasti akan langsung sobek. "
"Mustahil panti asuhan ini tidak mendapatkan donasi sedikit pun. Jadi, bagaimana cara kamu menjelaskan kepada ku, saudari Ira Santi ? .. " Tanya vivian yang memberikan tekanan wibawa yang luar biasa, sehingga semua pernyataan yang di katakan oleh vivian membuat nya bleng untuk beberapa saat..
Karena postur tubuh vivian sedikit lebih tinggi dari ira, saat ini ira melihat vivian dengan wajah yang sedikit di angkat.
"Sial.... Tak aku sangka wanita ini dapat menilai dengan baik dan benar keadaan panti asuhan ini. Aku jadi tak bisa menipu uang milik nya kan..!! Kenapa dia tidak seperti orang orang kaya yang pernah aku temui sebelum nya? Tapi tenang saja, aku masih punya cara mengatasi ini.!" Batin ira saat ini..
"Se.... Sebenarnya ibu dan ayah ku berada di rumah sakit, jadi saya menggunakan uang yang di donasikan ke tempat ini untuk membiayai pengobatan mereka. Kedua orang tua saya harus cuci ginjal setiap dua minggu... Maafkan tindakan saya ini... " Ucap ira sambil menundukkan muka nya yang sedang mendalami akting sedih, dan berurai air mata...
__ADS_1
*Heh, selama ini akting ku tak pernah gagal. Semua orang yang melihat ku pasti akan merasa iba, tak terkecuali kamu wanita yang sok cantik tapi bego... Yaah, satu hal yang baik pada mu adalah kau memiliki uang yang banyak... * Batin ira dengan licik.
Saat ira mencoba melihat ekspresi dari vivian, dia kaget dengan ekspresi yang di tampakkan oleh vivian saat ini. Yaah, vivian memasang wajah yang datar dan tatapan yang dingin dan sangat tajam..
*Ba.... Bagaimana mungkin akting ku tidak mempan pada nya.?! * Batin ira lagi
"Oh.... Ira Santi, wanita yang kehilangan orang tua nya sejak kecil, dan tinggal di panti asuhan ini. Seiring berjalan nya waktu, karena pemilik panti ini ibu maya telah tua dan meninggal dunia, Dia menitipkan panti asuhan ini pada mu yang usianya lebih dewasa dari yang lain... "
"Tapi siapa sangka, Kau memanfaatkan uang donasi. Siapapun yang mengadopsi anak di sini, akan kau jual dengan harga yang mahal. Dan kau juga suka minum miras, lantaran setiap pacaran, pacar mu selalu berselingkuh dari mu, dan pergi dengan wanita lain..."
"Saat kau mabuk dan merasa emosi, kau akan melampiaskan emosi mu pada anak anak yang tak berdosa ini. Bukti nya dapat di lihat dari bekas luka yang sudah kering di sekujur badan mereka... Bahkan kau juga merokok.! " Ucap vivian yang menimpali kebohongan ira.
Seketika ira pun panik, dia mundur dua langkah ke belakang karena tak tau harus berbuah apa sekarang dan kaki nya sampai gemetaran karena ketakutan..
"Ba.... Bagaimana kamu bisa tau..?! " Tanya ira dengan suara yabg ikut gemetaran...
"Jadi, Bagaimana menurut mu ? " Tanya vivian pada ira.
Saking shock nya ira, kaki nya seketika lemas, lalu dia terduduk di lantai dengan kondisi tubuh yang tak bertenaga. Ira pun masih menyempatkan diri nya untuk menatap vivian lagi, saat dia melihat tatapan vivian, Vivian sedang menatap ira dengan tatapan yang memiliki arti..
"TAMAT RIWAYAT MU..! "
"Habislah....Habislah sudah... Kali ini aku akan mendekam di penjara. " Batin ira.
"Nona... Maaf kan atas keterlambatan kami.. Karena kesulitan menemukan lokasi yang lumayan terpencil ini, kami jadi sangat amat terlambat.. " Ucap ke tiga polisi, yang baru sampai dan saat ini berdiri di depan pintu...
__ADS_1
"Hah.?! " Ira pun kaget saat melihat kedatangan polisi...
"Ap.... Apa yang kamu lakukan ?"Teriak ira pada vivian.
Tentu saja vivian tak merespon dan memberikan jawaban untuk ira.
"Bawa dia..! " Perintah vivian pada aparat kepolisian...
"Baik nona.... Kami undur diri dulu.. " Ucap para polisi itu sambil membawa ira dengan paksa...
"Tidak... Tidak... Tidak... Lepaskan aku, aku tidak bersalah. Bagaimana dengan semua harta ku di rumah.?! Tidak.. Semua nya milik ku... Itu milik ku.. Lepaskan aku.." Teriak ira yang sedang di tarik petugas kepolisian.
Semua warga yang ada di sekitar panti itu mulai keluar dari rumah mereka, dan melihat ira sedang di tarik ke dalam mobil polisi.
"Syukurlah wanita iblis itu sudah tertangkap...! "
"Penderitaan anak anak di panti asuhan akhirnya berakhir juga. "
"Yaah, inilah yang di namakan menanam angin menuai badai. Karma memang selalu ada ya... "
"Akhirnya Si wanita itu (Ira) kena batu nya juga ya..! "
"Akhirnya ada orang yang berkuasa, dan mengadili dia dengan sangat adil. "
"Ini benar benar berkah dari langit.! "
__ADS_1
Dan masih banyak lagi komentar komentar yang di lontarkan untuk ira, sang wanita yang sudah tidak dapat tertolong lagi walaupun sudah di tegur dan di marahi.