
"I... Irwin... Aku mohon pada mu kali ini, bantu perusahaan ayah ku. Kalo ayah ku bangkrut, bagaimana nasib aku dan keluarga ku ke depan nya ? Bahkan, kami akan kehilangan gelar keluarga nomor lima di dunia.. Aku tak mau, irwin... Aku akan melakukan apapun yang kau minta, bahkan menjadi istri simpanan atau kekasih gelap mu juga aku tak apa. " Pinta amel bersungguh sungguh.
"Huwaaaaa..... Rival gak mau papa punya istri simpanan... Rival hanya mau mama seorang yang jadi istri di kehidupan papa... Hiks... Gak boleh. " Isak tangis rival yang sesungguhnya.
"Gak boleh... Papa jangan mau... Risal gak bakal kasih restu. Risal bahkan gak bakal maafin papa seumur hidup... Risal bakal benci papa seumur hidup. " Teriak risal penuh emosi..
Tentu mendengar perkataan dari si kembar membuat irwin panik, lantaran perkataan mereka yang penuh emosi seperti ini bukan termasuk dalam mode akting lagi. Dengan kata lain, si kembar tak mau papa mereka mempunya wanita lain selain vivian mama mereka.
"Si kembar papa... Kalian kenapa nangis coba ? Papa hanya sayang sama mama kalian... Gak ada wanita lain di hidup papa selain vivian mama kalian. Jadi jangan nangis lagi yaah, papa mohon. Nanti mata kalian bakal bengkak loh. " Bujuk irwin karena tak tega melihat anak anak nya menangis.
"Papa janji yaah sama rival. "
"Papa gak bakal langgar perkataan papa sendiri kan ? Papa gak boleh suka sama wanita lain loh, risal bakal kasih tau mama kalo papa nakal. "
"Iyah. Papa janji, papa juga gak bakal lirik wanita lain. Dan jangan ngadu ke mama kalian kalo papa ketemu sama wanita lain, karena itu pasti rekan bisnis papa. Jangan bikin rencana yang udah kita sepakati tadi makin runyam yaah ! " Pinta irwin.
"Tergantung cara papa menangani tante jelek itu.! " Ucap rival menyeka air mata nya.
"Risal setuju sama kaka. " Jawab risal yang wajah nya sedang di bersihkan oleh sang kaka...
"Oke.. Oke.. Kalian tenang aja. " Jawab irwin mengusap kepala si kembar.
"I... Irwin... Kamu bakal bantu aku kan ? Kita pernah bertunangan, pasti kamu bakal pandang aku kan ? " pinta amel berharap.
"Kita bertunangan dulu karena ada risal. Dan setelah aku tau bahwa kau penuh akan rekayasa dan kebohongan, aku langsung memutuskan hubungan antara kita, yang memang sejak awal tak ada hubungan yang terjalin antara kita. " Ucap irwin dingin.
"H... Hah... Tak mungkin, Irwin... Kita ini udah saling kenal kan. Aku tak percaya-"
"Hans." Panggil irwin.
"Ya irwin. " Jawab hans yang sudah berdiri di samping nya.
"Perintahkan beberapa pengawal untuk membopong wanita ini keluar dari kantor ku.! Dan lagi, pecat karyawan yang membiarkan wanita ini sampai ke lantai sembilan. Dan sebarkan selebaran foto wanita ini di segala sisi perusahaan, agar tak akan pernah membiarkan dia menginjak kan kaki di depan gerbang sekalipun. " Perintah irwin.
__ADS_1
"Baik. Akan saya laksanakan dengan baik." Jawan hans dan langsung memberi kode mata pada dua satpam.
Amel pun langsung di bawa paksa ke arah lift, tentu nya ada perlawanan dari amel. Namun apa boleh buat, kekuatan pria dan wanita sangat berbeda jauh, apalagi bagi amel yang tak menjalan kan pelatihan keras seperti vivian.
"Irwin... Kau akan menyesali perbuatan mu. Aku bersumpah, kau akan datang berlutut di hadapan ku, dan memohon agar aku menjadi kan mu selir ku yang ke sekian.! " Teriak amel memecahkan setiap pendengaran yang ada.
"Kalo hal itu sampai terjadi, aku yakin bahwa poros bumi telah berhenti berputar." Jawab irwin sambil menutup telinga rival. Karena rival telah menutup kuping adik nya. Rival sudah menduga bahwa amel akan mengeluarkan kata kata yang kasar dan tak masuk akal.
"Sekarang kalian berdua gak bakal marah sama papa kan ? "
"Tentu aja aku sama adek gak marah sama papa. Papa keren banget tadi. "
"Risal pengen banget sepat gede, terus jadi sekeren papa. "
"Iyah... Iyah... Sekarang kalian berdua ikut sama papa ke ruangan kerja papa. Gara gara kalian berdua yang hilang tiba tiba, udah buat papa panik tau gak ? Gimana jadi nya kalo kalian hilang di kantor papa kandung kalian hah ? Mama kalian bisa jadikan ini ejekan satu tahun tau gak ? " Keluh irwin dengan posisi jongkok.
"Papa gimana sih ? Padahal tadi aku sama adek udah minta ijin ke papa loh. "
"Hah ? Papa yang kasih ijin langsung ? Kapan ? Perasaan enggak deh. "
"Kan tadi aku sama adek terlalu banyak nanya ini, nanya itu, jadi papa hanya bilang iya, hati hati, gitu aja di semua pertanyaan aku sama adek. "
"Pasti kalian sengaja kan ? Kalian pasti memanfaatkan jawaban papa yang kaya gitu, biar bisa keluar dari pengawasan papa.! " Ucap irwin mencubit pipi si kembar.
"Kak, papa kalah jauh banget yaah dari mama. Mama ada dapat menyelesaikan lima dokumen dalam lima menit, sambil bercerita dan tak pernah kehilangan fokus antara kami dan dokumen. "
"Kamu bener banget dek. Mungkin gen mama lebih unggul dari papa. Jadi ke gitu deh. "
"Apa.? Masa mama kalian sehebat itu.? Papa yakin kalian cuma membual. "
"Kalo papa gak percaya, pas rival sampai di rumah, rival bakal kirimin video saat mama lagi kerja dan mengobrol sama kami. "
"Em, kirim aja kak. Papa itu butuh bukti baru percaya. "
__ADS_1
"Kalian lagi bahas apa sih ? Kaya seru banget ?! "
Mendengar suara yang tak asing itu, membuat si kembar langsung memalingkan pandangan ke arah lift yang baru saja terbuka.
"MAMA...!!! " Teriak si kembar girang, dan langsung berlari ke arah vivian, yang sedang merentangkan tangan dan menanti di peluk oleh si kembar.
"Rival kangen banget sama mama. "
"Risal udah berasa bertahun tahun jauh dari mama loh"
"Kalian berdua bisa aja, padahal baru lima jam kita gak ketemu loh. Oia, irwin makasih ya udah jaga anak anak. "
"Ya sama sama. Aku lanjut kerja dulu yaah... " ucap irwin dengan mada dingin dan langsung berbalik.
"Hah .?? Ini benar irwin yang aku kenal.? Kenapa jawaban nya dingin banget ? Tumben banget tau gak.! " Gumam vivian dengan mata yang tak teralihkan dari pundak belakang irwin yang semakin menjauh.
"Kembar nya mama tunggu dulu yaah. Mama mau ngomong sesuatu sama papa. "
Setelah berkata begitu, vivian langsung berlari mendekati irwin, dan langsung menggenggam tangan irwin.
"Irwin. Kamu kenapa -
"Tak..! " Irwin yang langsung menghempaskan tangan vivian.
Dengan mata yang terbelalak, vivian mati ekspresi bahkan senyum di wajah nya menghilang seketika.
"I... Irwin?? " ucap vivian terkaget kaget.
"Aku sedang sibuk. Jangan ganggu.! " ucap irwin dan langsung pergi meninggalkan vivian yang kini sedang diam membatu.
Padahal papa gak usah sampai kaya gitu juga kali. Sampai menghempaskan tangan mama, papa benar benar bisa menjadi sesuatu yang gak mungkin yaah. Batin rival memegang kepala.
Apakah mama baik baik saja.. Dari raut wajah mama, mama sedang tak baik baik saja dan benar benar membutuhkan penjelasan. Batin risal mengusap keringat nya.
__ADS_1