Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan

Kesalahan 1 Malam,Berujung Kebahagiaan
#67.


__ADS_3

Setelah mendengar ancaman dari vivian itu, amel pun langsung panik dan bimbang untuk waktu yang sangat lama. Bahkan kaki nya sampai gemetaran, perasaan nya campur aduk tak karuan.!


Vivian yang tadi nya ingin langsung memanggil rival, tapi tertunda lantaran melihat amel yang mulau gemetaran.


"Ayolah.. Masa kamu tidak ingat kejadian enam tahun yang lalu.? Saat kamu dengan tidak tau malu nya, dan dengan tidak berkemanusiaan sedikit pun mengambil anak ku saat aku sedang koma. Okelah kalau kau mengambil mereka lalu merawat dan memberikan cinta kasih dan kasih sayang pada anak ku, tapi apa yang kau lakukan.? Kau menelantarkan anak ku yang satu nya, dan menyiksa anak ku yang satu nya lagi.!"


"Apakah pernyataan ini dapat membantu otak mu yang lemot dan sudah lumutan itu untuk berpikir dan mengigat kembali kejadian enam tahun yang lalu.? " Jelas vivian dengan sangat amat tegas.


Kaki amel seketika langsung lemas, mata nya terbelalak dan perasaan takut kian mendera pikiran nya. Amel bahkan sempat terjatuh ke belakang, karena kaki nya yang tak memiliki tenaga untuk sesaat. Beruntung nya bapak Gunawan dan tante Rara langsung menolong dan menahan raga amel, agar tidak tergeletak di atas lantai.


"Sayang... Apa itu benar.? " Tanya tante rara.


"Amel.. Apakah kau melakukan hal yang di katakan oleh wanita gila itu.? " Tanya bapak Gunawan yang masih kekeh mempercayai calon menantunya itu.


"E.... Eng.... Enggak om sama tante.. Yohan itu anak amel, dia itu dara daging amel. Amel yang melahirkan nya dengan penuh perjuangan dan kesakitan.! Dia itu hasil dari keringat amel tante.. Om sama Tante percaya sama amel kan.? " Tanya amel dengan muka nya yang pucat tak karuan.


"Jangan bercanda. Jangan kelewat batas juga dong. " Ucap amel kerena panik dan hasrat marah yang membeludak di dalam pikiran nya.


"Hahaha... Hahaha... Hahaha.. Astaga amel... Amel~.. Ini baru aja di mulai loh, masa kamu udah gemetaran, udah pucat, udah keringat dingin, udah lemas malahan.. Gak seru ah kalo kaya gini. Kan tadi karena kasihan sama mental kalian sekeluarga, makanya aku kasih ultimatum duluan kan... Kok belum apa apa udah kaya gini aja.? Bener bener gak seru banget..! Ucap vivian.


"Ronal, bawa masuk.! " Perintah vivian lewat jam tangan nya.


"Sayang... Kamu marah gak sama mama.?" Tanya vivian pada yohan.


Lagi lagi yohan hanya menggelengkan kepala nya dan berkata..


"Yohan sayang sama mama. Yohan gak benci sama mama, yohan benar benar gak benci atau marah sama mama. " Ucap yohan sambil memeluk vivian yang sedang duduk jongkok di hadapan nya itu.


"Makasih sayang.. Makasih udah mau nunggu mama, makasih gak pernah benci sama mama sedikitpun. " Ucap vivian sambil membalas pelukan anak nya itu.

__ADS_1


"Um.. " Gumam yohan sambil mengusap air mata nya yang sudah berlinang.


"Loh kenapa gak lanjut nangis nya sayang.? Mama gak bakal marah sama yohan, kalo yohan nangis kok. " Jelas vivian.


"Enggak dulu ma.. Yohan gak boleh nangis, supaya mama bisa menang lawan mereka.!" Ucap yohan dengan penuh keyakinan.


"Hahaha.. Kamu imut banget ya, Yohan tau gak.? Yohan keren banget loh saat ini." Puji vivian.


Dengan wajah yang merona dan malu malu, yohan berkata..


"Bi.. Biasa aja kok. Mama aja yang mau puji yohan secara berlebihan.! " Walaupun yohan mengatakan nya sambil memalingkan wajah nya, sebenarnya yohan sedang senang loh di puji sama mama nya. Vivian pun hanya tertawa kecil dengan kelakuan anak nya yang imut dan menggemaskan itu.


"Mama.......... " Teriak rival dengan girang saat memasuki aula pesta.


Rival pun langsung berlari ke arah mama itu, dan langsung memeluk vivian dengan sangat erat.


"Mama kok lama banget sih nyuruh rival masuk. Snack aja udah rival abisin setengah box loh, rival sampai takut kalo snack yang ada di box udah abis tapi mama belum manggil rival juga. Ditambah dengan kak Ronal yang ngasih lelucon garing banget lagi, rival jadi bosan banget tadi. " Ucap rival sambil mengusapkan kepala nya di leher vivian, sedang melepas rindu walaupun hanya tiga puluh menit itu.


"Ya Tuhan.. Anak itu sangat mirip dengan Yohan. "


"Jelas bahwa wanita bergaun hitam itu adalah ibu nya. "


"Lihatlah anak nya yang sedang manja dengan wanita itu, sangat tampak bahwa dia merawat anak nya dengan baik dan penuh kasih. "


"Tadi aku dengar, anak nya di ambil saat ibu nya sedang koma.? Astaga... Tega sekali"


"Ckck.. Sangat biadab sekali si amel itu. "


"Katanya keluarga ternama, tetapi sifatnya kenapa seperti binatang saja.? "

__ADS_1


"Hah, aku tarik kembali perkataan ku yang sempat memuji si amel dan keluarga nya itu.. Benar benar mengotori lidah ku saja."


"Cuih.. Aku sampai merasa jijik dan tak bisa menelan air ludah ku seperti biasa nya.!"


Komentar komentar yang menghakimi amel sekeluarga pun mulai terdengar. Mulai dari komentar mencibir, menghina, merendahkan, meremehkan, dan berbagai komentar buruk lain nya sudah mulai tersebar dengan cepat. Bahkan orang orang yang tadi nya sangat menghormati amel dan sekeluarga, mulai ikut berkomentar juga.


Ba... Bagaimana ini.? Bagaimana cara nya agar aku dapat menjelaskan kepada Om Gunawan dan Tante Rara.. Dan yang paling penting, bagaimana jika irwin tau .? Han... Hancur sudah.. Semua rencana ku yang sudah matang dan sempurna, hancur berkeping keping.! Batin amel yang sedang kelabakan saat ini.


"Ka.. Kamu bercanda kan.?! Iyah, pasti kamu bercanda, ini pasti hanya kebetulan.. Yah pasti seperti itu.! " Ucap amel dengan pikiran dan alasan yabg sangat tidak logis.


Lalu di saat bapak gunawan dan tante rara sedang bingung, panik, dan bleng untuk sesaat, rival pun mulai beraksi...


"Hei tante jelek, kenapa kamu nunjuk nunjuk dan ngomong ke mama ku sambil berteriak kaya gitu.? Kamu kira pendengaran mama aku terganggu gitu, maka nya kamu harus berteriak kata orang gila di lorong gang aja" Ucap rival sambil cakar pinggang menatap amel tanpa rasa takut sedikitpun.!


"Dasar bocah kurang ajar.. " Bentak amel pada rival.


Vivian pun langsung menatap amel dengan tajam.. Amel seketika langsung bergidik geri.


"Berani berani nya kamu membentak anak ku, bahkan berkata kasar pada nya.. Kau benar benar sudah kelewat batas yaah. " Ucap vivian sambil berjalan ke arah amel, dan meninggalkan rival dan yohan di jaga oleh ronal, pengawal A dan B.


Amel pun langsung takut sat vivian berjalan ke arah nya, matanya langsung mengarah pada rival. Di dapati lah rival yang sedang menjulurkan lidah nya pada amel, dan mengolok amel.


"Aku... Memang.. Sengaja.. " Ucap rival dengan gerakan bibir saja.


Tentu saja amel merasa geram di permainkan oleh anak kecil, dia menatap rival dengan sorotan mata yang penuh akan kebencian.. Lalu...


"Plak.. " Tamparan vivian pada amel.


"Berhentilah menatap anak ku seperti itu, kau bahkan tak pantas menatap anak ku. Bahkan kau tak pantas menjadi seorang ibu...."

__ADS_1


__ADS_2